Anda di halaman 1dari 35

Fransiska Marselina Dona (I

2111003)
Sally Hervianti (I 21111006)
Dea Thendriani (I 21111008)
Maria Veronika (I 21111016)
Novadyanti (I 21111035)
Jerawat atau acne vulgaris
adalah kelainan berupa
peradangan pada lapisan
pilosebaseus yang disertai
penyumbatan dan
penimbunan bahan keratin
yang dipicu oleh bakteri
Staphylococcus aureus.
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85 % populasi
manusia memiliki jerawat pada usia 12-25 tahun, dan 15
% lainnya mengalami pada usia di atas 25 tahun.
sekitar 40-45 % mempunyai masalah jerawat pada usia
sekitar 14-17 thun.
Sedangkan kaum laki-laki, sekitar 40 % juga
menghadapi asalah jerwat pada usia sekitar 16-19
tahun. Itu berarti, perempuan menghadapi problem
jerawat lebih relatif lebih mudah ketimbang lelaki.
stress, aktivitas hormon, dan iritasi kulit
atau terkena garukan, hormonal, infeksi
bakteri, makanan, penggunaan obat-
obatan dan psikososial



Kelebihan sekresi dan hiperkeratosis pada infundibulum
rambut menyebabkan terakumulasinya sebum.
Sebum yang terakumulasi kemudian menjadi sumber nutrisi
bagi pertumbuhan Propionibacterium acne.
Enzim lipase yang dihasilkan dari bakteri tersebut
menguraikan trigliserida pada sebum menjadi asam lemak
bebas, yang menyebabkan inflamasi dan akhirnya terbentuk
jerawat.
Sedangkan, Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus
aureus dapat menimbulkan infeksi sekunder pada jerawat,
infeksi akan bertambah parah jika jearwat sudah bernanah



Sekresi kelenjar sebaseus yang hiperaktif dipacu oleh
pembentukan hormon testoteron (androgen) yang
berlebih.
sehingga pada usia pubertas akan banyak timbul
jerawat pada wajah, dada, punggung
sedangkan pada wanita selain hormon androgen,
produksi lipida dari kelenjar sebaseus dipacu oleh
hormon luteinizing yang meningkat saat menjelang
menstruasi



Makanan yang
mengandung lemak,
karbohidrat dan
berkalori tinggi dapat
memicu timbulnya
jerawat.



Obat-obatan yang dapat
memicu timbulnya jerawat,
misalnya kortikosteroid,
narkotika, stimulan SSP,
karena obat-obatan ini
dapat memicu sekresi
kelenjar lemak yang
berlebihan.



Stres psikis secara tidak langsung dapat
memicu timbulnya jerawat karena
penigkatan stimulasi kelenjar sebasea
1. Ringan, meliputi komedonal: whitehead
(komedo tertutup) dan blackhead (komedo
terbuka).
2. Sedang, meliputi: papule, pustule dan nodule
3. Berat, meliputi abses dan sinus (akne
kongloblata)



Papul
-
pustul nodul
TERAPI JERAWAT
Tujuan terapi
1. Menghambat blokade saluran pilosebaseous sehingga
lubang terbuka
2. Pencegahan faktor kekambuhan
3. Menyembuhkan jerawat
Obat Jerawat Topikal
dibagi 2:komedolitik/keratolitik dan antibiotik.
tergantung dari beratnya radang/infeksi yang diderita.
bentuk sediaan topikal obat jerawat secara umum:
salep, krim, lotion, jeli dan sabun.


Obat jerawat jenis komedolitik/keratolitik

Obat jerawat jenis
komedolitik/keratolitik bisa
didapat di pasaran sebagai obat
bebas : benzoil peroksida, asam
salisilat, resorsinol.
Obat jerawat jenis antibiotika : klindamisin,
eritromisin, dalam sediaannya bisa tunggal atau
kombinasi dengan tretinoin atau benzoil peroksida.
Kombinasi ini bertujuan untuk mencegah resistensi.
Selain itu ada juga kombinasi hormon digunakan
sebagai obat jerawat yang dapat mencegah dan
mengurangi jerawat.

Resorsinol mempunyai efek antifungi,
antibakteri dan keratolitik.
Asam salisilat mempunyai sifat keratolitik,
yang dapat melunakkan kulit sehingga dapat
membantu penyerapan obat lain dan fungisida
yang lemah.
Obat jerawat yang perlu resep dokter sebagai
komedolitik/ keratolitik adalah azelaic acid,
tretinoin dan turunannya.



ERYMED

(2% Erythromycin) Topical
Solution

KOMPOSISI : Tiap ml mengandung 20 mg
Erythromycin dalam pelarut alkohol,
propilen glikol dan air suling.
INDIKASI : u/ pengobatan Acne vulgaris.
DOSIS DAN PEMBERIAN : digunakan tiap
pagi dan malam pada daerah yang
berjerawat. Pertama-tama daerah yang
berjerawat dibersihkan dengan air, sabun
atau susu pembersih (Milk Cleanser),
dibilas dan dikeringkan. ERYMED

Topical
Solution digunakan dengan ujung
aplikator.
Bila menggunakan ujung jari, cuci
tangan setelah pemakaian.
Apabila terjadi pengeringan dan
pengelupasan kurangi pemakaiannya.

ERYMED

(2% Erythromycin) Acne


gel
Komposisi : Tiap gram
mengandung 20 mg Erythromycin
dalam basis gel yang cocok
INDIKASI : Acne gel digunakan
terhadap orang yang hipersensitif
terhadap Acne vulgaris terutama
yang berbentuk inflamasi dengan
popula dan pustula.
DOSIS DAN PEMBERIAN : digunakan
tiap pagi dan malam pada
daerah yang berjerawat. Pertama-
tama pada daerah yang
berjerawat dibersihkan dengan air
dan sabun atau susu pembersih
(Milk Cleanser) dibilas dan
dikeringkan.
ERYMED Acne gel digunakan
dengan kapas steril.


ERYMED PLUS SOLUTION
KOMPOSISI : Tiap ml Erymed

plus
mengandung Erythromycin 40 mg
dan tretinoin 0,25 mg.
INDIKASI : Mengobati acne
vulgaris bentuk moderate dengan
papul, pustul dan bentuk non
inflamasi dengan komedo
CARA PEMAKAIAN : Erymed

plus
digunakan pada tempat
berjerawat 1 kali sehari setelah
wajah dibersihkan dengan
seksama
PENYIMPANAN : Dalam wadah
tertutup rapat pada suhu 25

-
30

C, terlindung cahaya.



ERYMED CREAM

KOMPOSISI: tiap gram
mengandung 20mg Erythromycin
dalam zat dasar krem yang
dapat di cuci dengan air.
INDIKASI : untuk pengobatan
secara topikal terhadap Acne
vulgaris terutama yang
berbentuk inflamasi dengan
papula dan pustula.
DOSIS DAN PEMBERIAN :
digunakan dengan kapas steril.
Bila menggunakan ujung jari,
cuci tangan setelah pemakaian.
Apabila terjadi pengeringan dan
pengelupasan kurangi
pemakaiannya.
PENYIMPANAN : Di tempat yang
kering dan sejuk.




Benzolac

5%
KOMPOSISI : mengandung
Benzoil Peroksida 5% dalam dasar
gel.
INDIKASI DAYA KERJA : ditujukan
untuk membantu pengobatan
jerawat.
berdasarkan sifat yang dimiliki
yaitu menurunkan konsentrasi
asam lemak bebas dalam
sebum, bersifat anti mikroba
terhadap propini bacterium
acnes dan bersifat keratolitik.
KONTRA INDIKASI : Jangan
dipakai oleh penderita yang
diketahui peka terhadap Benzoil
peroksida.



Benzolac

5%
ATURAN PAKAI :
1.Cucilah muka dengan seksama
2.Cobalah tes, terhadap kulit. Oleskan gel ini dengan
ujung jari pada bagian yang berjerawat selama 3 hari
pertama. Bila tidak terjadi reaksi dan gangguan,
gunakan 1-2 kali sehari dengan cara mengoleskan
krim tipis-tipis dan hati-hati pada tempat yang
berjerawat dan sekitarnya. Hindarkan pemakaian
yang berlebihan.
3.Bila terjadi kekeringan atau kulit yang terkelupas dosis
kurangi menjadi 1 kali sehari atau 2 hari sekali.

Tazarotene (Tazorac)
Indikasi :
-Mengobati jerawat di wajah dan
psoriasis
-Membersihkan jerawat di wajah tapi
tidak merusak pori-pori kulit
-Mengurangi warna kemerahan,
jumlah serta ukuran lesi pada kulit
akibat psoriasis
Dosis untuk jerawat : Dewasa dan
anak 12 tahun ke atas: Oleskan
tazarotene 0,1 persen untuk
membersihkan dan mengeringkan
bagian wajah yang terkena jerawat
satu kali dalam sehari, biasanya di
malam hari atau menjelang tidur.


CLINIUM 1% GEL
KOMPOSISI :
Tiap gram gel mengandung :
Clindamycin phosphate setara
dengan Clindamycin 10 mg
KHASIAT : Clindamycin phosphate
akan mengalami hidrolisis
membentuk Clindamycin aktif yang
memiliki efek antibakteri. Secara in-
vitro aktif terhadap
Propionibacterium acnes. Jumlah
asam lemak bebas di asam kulit
akan turun dari 14% menjadi 2%
setelah penggunaan Clindamycin.
ATURAN PAKAI : Oleskan tipis pada
daerah yang sakit 2 kali sehari.
OBAT GENERIKNYA: Clindamycin




OPICLAM GEL
KOMPOSISI : Clindamycin phosphate
INDIKASI : Akne vulgaris
DOSIS : Oleskan tipis pada daerah
yang sakit 2 kali sehari
KONTRA INDIKASI : Hipersensitif,
riwayat penyakit GI seperti kolitis
PERHATIAN : Ekzema atopik. Hamil
dan laktasi
EFEK SAMPING : Sensasi rasa panas,
gatal, kulit kering atau berminyak,
eritema, folikulitis
INTERAKSI OBAT : Obat penghambat
neuromuskular, eritromisin




1.Penggunaan zat pembersih yang lembut dan yang tidak
menyebabkan kering penting diperhatikan untuk
menghindari iritasi dan kulit kering selama terapi
acne.
2.Membersihkan kulit dengan sabun dan air karena
sabun dan air memiliki efek yang relatif kecil pada
jerawat dan memiliki dampak minimal dalam folikel,
tidak disarankan untuk menggosok kulit atau mencuci
wajah berlebihan karena hal tersebut tidak selalu
membuka atau membersihkan pori-pori serta dapat
menyebabkan iritasi kulit.

3.Jangan memencet atau memecahkan jerawat
karena dapat meninggalkan bekas berupa
jaringan parut pada kulit.
4.Konsumsi makanan bergizi seimbang,
bermanfaat membantu menjaga kesehatan kulit
5.Stres diketahui merupakan salah satu faktor
penyebab timbulnya akne sehingga diusahakan
untuk tetap rileks.


6.Rutin mengkonsumsi makanan yang banyak
mengandung air sehingga dapat meminimalisir
produksi minyak
7.Minum air putih secukupnya untuk meredakan jerawat
dari dalam tubuh serta untuk menjaga kelembaban
dan kesehatan kulit
8. Hindari makanan berminyak, fast food, kopi dan
minuman berkarbonisasi
9 .Hindari pemakaian kosmetik rias saat tidur, kosmetik
berbahan dasar minyak, serta kosmetika berat yang
dapat menutup pori

10. Menjaga rambut agar selalu bersih dan tidak menutupi wajah
karena rambut yang kotor dapat menyebabkan iritasi dan
infeksi bila terkena pada wilayah wajah yang berjerawat
11. Rutin mencuci handuk, helmet dan bantal.
12.Bersihkan permukaan telepon secara rutin dengan alkohol dan
usahakan jangan menempelken telpon gengam ke pipi saat
menelepon.
13.Menjaga kebersihan tangan dan segala sesuatu yang
menyentuh wajah kita seperti spray, sarung bantal, kerudung,
dll


14.Facial wajah secara rutin (setiap 2 minggu
sekali) dapat mempercepat penyembuhan
jerawat.
dipakai produk facial yang terdaftar di badan
POM.
keliru memilih produk facial dapat
menyebabkan jerawat bertambah parah.


15.Cuci muka dengan air bersih (pakailah air mineral),
karena bias jadi air ledeng dirumah mengandung
kadar besi yang terlalu tinggi. Cuci muka dengan
sabun khusus cukup 2x sehari agar bisa mengurangi
kelebihan minyak. Jangan terlalu sering karna justru
dapat menghilangkan kelembaban yang dibutuhkan
kulit.
12. Mengkonsumsi bahan-bahan herbal seperti
Habatusauda dan madu