Anda di halaman 1dari 20

YUNI RAHMAYANTI

PROGRAM MAGISTER ILMU BIMEDIK


KEKHUSUSAN ANATOMI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2014

Odontologi forensik



Cabang dari ilmu kedokteran forensik dan
berhubungan dengan penegakan hukum
,pemeriksaan,penanganan dan penyampaian bukti
gigi di pengadilan.
Odontologi forensik umumnya diminta untuk
mengkonfirmasi identitas tubuh dengan
membandingkan antemortem chartings gigi dengan
informasi yang diperoleh dari pemeriksaan langsung
gigi.
Odontologist mungkin juga akan diminta untuk
membuat chartings gigi pada tubuh yang identitasnya
belum diketahui meskipun penyidik belum
memintanya,sehingga informasi gigi menjadi tersedia
dikemudian hari.

Identifikasi Antemortem
Identifikasi antemortem terdiri dari foto rontgen
gigi,catatan,dan bentuk gigi.Usaha untuk
mendapatkan dan mengumpulkan data antemortem
biasanya adalah tanggung jawab dari penyidik.
Identifikasi postmortem
Peranan yang penting dari forensik odontologi adalah
mengidentifikasi mayat yang telah
membusuk.Identifikasi gigi pada manusia dilakukan
dengan beberapa alasan dan dalam berbagai situasi
yang berbeda.
Mayat yang telah membususk pada saat ditemukan dan
pada mayat di dalam air sering kali tidak
menyenagkan lagi dan sangat sulit untuk
diidentifikasi,disinilah identifikasi gigi sangat
diperlukan.

Identifikasi dalam kedokteran gigi forensik antara lain
:
Identifikasi ras korban maupun pelaku melalui gigi
geligi.
Identifikasi jenis kelamin korban melalui gigi
geligi,tulang rahang.
Identifikasi umur korban (janin) melalui benih gigi.
Identifikasi umur korban melalui gigi susu,gigi
campuran dan gigi tetap.
Identifikasi korban melalui kebiasaan menggunakan
gigi.
Identifikasi golongan darah melalui pulpa
gigi.Identifikasi gigi korban melalui gigi palsu yang
dipakainya

Gigi mempunyai nilai yang spesifik,sehingga tidak
terbatasnya kemungkinan kombinasi ciri ciri khas
pada gigi baik ciri alami maupun akibat tindakan
perawatan .Ciri ciri khas tersebut antara lain
(Ardan,1999) :
1. Jumlah gigi.
jumlah gigi pada seseorang dapat berbeda beda.Satu
dari beberapa gigi pada rahang dapat tidak ada,baik
secara klinis atau radiologis,jumlah gigi yang
berkurang dapat disebabkan gigi yang lepas
alami,pencabutan,trauma,kongenital (tidak
terbentuknya benih gigi molar ketiga,premolar
kedua,incisivus kedua) dan pergeseran gigi.
2. Restorasi mahkota dan protesa
Restorasi mahkota dan proteosa sangat bersifat
individual karena dibuat sesuai kebutuhan masing
masing individu.
3. Karies gigi
Fraktur dari gigi yang karies bentuknya tidak teratur.
4. Gigi yang malposisi dan malrotasi
Malposisi dapat berupa gigi berjejal,gigi saling
menutup,miring,bergeser dan jarang jarang.Malrotasi
dapat berupa terputarnya gigi.
5. Gigi berbentuk abnormal
Gigi dapat berbentuk abnormal karena faktor kongenital
atau dapatan.
6. Oklusi gigi.



.
Penentuan jenis kelamin melalui gigi geligi
1. Dapat dilakukan dengan melihat bentuk lengkung
gigi.
Bentuk lengkung gigi pada pria cenderung lonjong
sedangkan pada wanita cenderung oval
2. ukuran diameter mesio-distal gigi
Ukuran diameter mesio-distal gigi taring bawah
wanita = 6,7 mm dan pria = 7 mm.
3. Kromosom X dan Y
Kromosom X dan Y dapat ditentukan dengan
menggunakan sel pada pulpa gigi sampai dengan
lima bulan setelah pencabutan gigi dan kematian
(Astuti,2008)
Penentuan ras
Ras korban dapat diketahui dari struktur rahang dan
gigi geliginya.Secara antropologi ,ras dibagi tiga yaitu
ras kaukasoid,ras negroid,dan ras mongoloid.Masing
masing ras memiliki bentuk rahang dan struktur gigi
geligi yang berbeda (Astuti,2008) :
1. Ras Kaukasoid
Permukaan lingual rata pada gigi incisivus
Gigi molar pertama bawah tampak lebih panjang
dan bentuknya lebih tapered.
Ukuran buko-palatal gigi premolar kedua bawah
sering ditemukan mengecil dan ukuran mesio-distal
melebar.
Lengkung rahang sempit
Gigi berjejal

2. Ras Negroid
Akar premolar yang membelah atau tiga akar
Pada premolar pertama bawah terdapat 2 atau 3
lingual cusp
Gigi molar pertama bawah berbentuk segi empat dan
kecil.
Kadang kadang ditemui molar keempat

3. Ras Mongoloid
Gigi incisivus pertama atas berbentuk skop
Gigi molar pertama bawah berbentuk bulat dan lebih
besar
Adanya kelebihan akar distal dan accesory cusp pada
permukaan mesio-bukal pada gigi molar pertama
bawah
Permukaan email seperti butiran mutiara

Perkiraan umur juga dapat dihitung melalui pemeriksaan
gigi geligi (Astuti,2008) :
Perkembangan gigi mulai dapat dipantau sejak
mineralisasi gigi susu,yaitu umur empat bulan dalam
kandungan hingga mencapai saat sempurnanya gigi molar
kedua tetap,sehubungan dengan ini dikenal beberapa
tahap yang dapat dipantau dengan baik :

1. Intrauteri : Dipantau melalui sediaan ,dengan melihat
tahap mineralisasi gigi dapat diketahui usia kandungan.
2. Post natal tanpa gigi : berkisar antar umur 0 6
bulan,yaitu saat tumbuhnya gigi susu yang pertama.
3. Masa pertumbuhan gigi susu :berkisar antar umur 6
bulan 3 tahun,saat bermunculan gigi susu kedalam
mulut.
4. Masa statis gigi susu : berkisar antara umur 3 6
tahun,pada masa ini penentuan umur melihat
tingkat keausan gigi susu.
5. Masa gigi-geligi campuran :berkisar antara 6 12
tahun,pada masa ini umur dapat dilihat dari gigi
susu yang tanggal dan gigi tetap yang tumbuh.
6. Masa penyelesaian gigi tetap : Yaitu saat tidak adanya
gigi susu yang tanggal dan selesainya pembentukan
akar gigi yang terakhir tumbuh,yaitu molar kedua
tetap.
Perkiraan umur juga dapat dihitung dengan Metode
Gustafson (Astuti,2008) :
1. Atrisi : Akibat penggunaan rutin pada saat
makan,sehingga permukaan gigi mengalami
keausan.
2. Penurunan tepi gusi : Sesuai dengan pertumbuhan
gigi dan pertambahan umur,maka tepi gusi akan
bergerak kearah apikal.
3. Pembentukan dentin sekunder : Semakin tua
seseorang semakin tebal dentin sekundernya.
4. Pembentukan semen sekunder : Dengan
bertambahnya umur,maka semen sekunder di ujung
akar pun bertambah ketebalannya.

Pada orang yang berusia 20 25 tahun gambaran
gigi susu dan gigi permanen dapat dibandingkan
dengan grafik standar.


Karena keadaan iklim,tanggalnya gigi dan rentang usia
kurang dapat diprediksi karena beberapa orang
mungkin kehilangan gigi mereka lebih awal karena
penyakit.

Kesimpulan
Gigi geligi merupakan rangkaian lengkung secara
anatomis,antropologis dan morfologis mempunyai letak
yang terlindung dengan otot otot,bibir dan pipi.Apabila
terjadi trauma,maka akan mengenai otot oto tersebut
terlebih dahulu.
Gigi geligi sukar untuk membusuk walaupun dikubur
kecuali gigi tersebut sudah mengalami nekrotik atau
ganggren,umumnya organ organ lain bahkan tulang telah
hancur tetapi gigi tidak.
Dokter gigi forensik dapat memberikan kesaksian di
pengadilan sebagai seorang saksi ahli.
Bentuk gigi merupakan ciri khusus dari
seseorang,sedemikian khususnya sehingga dapat dikatakan
tidak ada gigi yang identik pada dua orang berbeda.Hal ini
menjadikan pemeriksaan gigi memiliki nilai yang tinggi
dalam penentuan identitas seseorang.


SEKIAN