Anda di halaman 1dari 10

Asuhan Keperawatan

Pada Pasien Dengan


Gangguan Kognitif
By grup
A. Pengertian
Kognitif adalah suatu proses mental yang dengannya
seorang individu menyadari dan mempertahankan
hubungan dengan lingkungannya baik lingkungan dalam
maupun lingkungan luar (fungsi mengenal), [Iyus Yosep,
2007].
Gangguan kognitif adalah setiap kondisi atau proses
patofisiologis yang dapat merusak atau mengubah jaringan
otak mengganggu fungsi cerebral, tanpa memperhatikan
penyebab fisik, gejala khasnya berupa kerusakan kognitif,
disfungsi perilaku dan perubahan kepribadian, [Linda
Carman Copel, 2007].

Gangguan kognitif spesifik yang perlu mendapat
perhatian adalah delirium dan demensia
Menurut Kamus Keperawatan [Hinchliff]
Delirium adalah keadaan mental yang abnormal
berdasarkan halusinasi dan ilusi. Dapat terjadi pada
keadaan demam yang tinggi pada penyakit jiwa atau
keracunan.
Demensia adalah suatu penyakit otak organic irreversible
yang menyebabkan gangguan ingatan serta kepribadian,
kemunduran dalam perawatan diri, kerusakan kemampuan
kognitif dan disorientasi.

B. Etiologi
Predisposisi
1. Gangguan suplai oksigen
2. Degenerasi yang berhubungan dengan penuaan
3. Pengumpulan zat beracun dalam jaringan otak
4. Penyakit Alzheimer
5. Virus Imunodefisiensi Manusia (HIV)
6. Penyakit Hati kronik
7. Penyakit ginjal kronik
8. Malnutrisi
9. Abnormalitas genetik

Presipitasi
1. Hipoksia
2. Gangguan metabolic
3. Toksisitas dan infeksi
4. Respon yang berlawanan terhadap pengobatan
5. Perubahan struktur otak.
D. Mekanisme koping
Mekanisme koping yang biasa digunakan mungkin berlebihan ketika
individu mencoba beradaptasi terhadap kehilangan kemampuan kognitif.
Karena gangguan perilaku yang mendasar pada delirium adalah
perubahan kesadaran, yang mencerminkan gangguan biologis yang
berat dalam otak, mekanisme koping psikologis pada umumnya tidak
digunakan. Dengan demikian, perawat harus melindungi pasien dari
bahaya dan mengganti mekanisme koping individu dengan tetap
mengorientasikan pasien dan mendorongnya menghadapi realitas.
Perilaku yang menunjukkan upaya seseorang yang mengalami
demensia untuk mengatasi kehilangan kemampuan kognitif dapat
meliputi kecurigaan, bermusuhan, bercanda, depresi, seduktif, dan
menarik diri. Mekanisme pertahanan ego yang mungkin teramati pada
pasien yang mengalami gangguan kognitif meliputi :
- Regresi
- Penyangkalan
- Kompensasi

Asuhan Keperawatan Pada Pasien
Dengan Gangguan Kognitif
1. Pengkajian
Masalah Utama:
a) Gangguan kognitif terutama demensia dan delirium
b) Gangguan Fungsi SSP, akibat disfungsi otak, trauma atau cedera
pada otak, akibat putus obat
c) Perubahan proses pikir
Diagnosa Keperawatan
Diagnosa Keperawatan NANDA yang berhubungan dengan respon kognitif
maladaptive, (Gail W. Struart) :
Ansietas
Hambatan verbal komunikasi
Akut Konfusi
Kronik Konfusi
Penurunan koping keluarga
Ketidakefektifan koping individu
Resiko jatuh
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Gangguan pemeliharaan rumah
Resiko cedera
Kerusakan memori
Hambatan mobilitas fisik
Ketidakefektifan performa peran
Defisit perawatan diri; mandi hygiene, berpakaian/berhias, makan,
eliminasi.
Persepsi sensori; Gangguan pendengaran, kinestetik, pengecapan,
peraba, penghidu.
Gangguan pola tidur
Hambatan nteraksi social
Isolasi social
Gangguan proses pikir
Keluyuran
Intervensi
Identifikasi hasil : Pasien dapat mencapai fungsi kognitif yang optimal
Prioritas :
Menjaga keselamatan hidup
Pemenuhan kebutuhan bio-psiko-sosial
Libatkan keluarga
Pendidikan kesehatan mental
Usaha Perawatan :
Memfungsikan pasien seoptimal mungkin sesuai kemampuan pasien