Anda di halaman 1dari 26

Pembimbing : dr. Anies N, Sp.

A
DEFINISI
serangan sakit perut minimal 3 kali
selama paling sedikit 3 bulan dalam
kurun waktu 1 tahun terakhir dan
mengganggu aktivitas sehari-hari.
EPIDEMIOLOGI
Sakit perut berulang dilaporkan sebanyak 10-
12% anak pada negara maju
Insiden
Biasanya terjadi pada usia 4-14 tahun
Frekuensi terbanyak 5-10 tahun.
Usia
Wanita lebih sering terkena dibandingkan
dengan pria
Jenis Kelamin
Kelainan organik diperkirakan 5-15,6% kasus
Kelainan fungsional saluran cerna 90-95% kasus
Etiologi
KONSEP
Dicari dulu penyebab organik, bila tidak ditemukan
lalu dipikirkan kemungkinan penyebab psikogenik
1. Klasik
Organik Psikogenik
2. Barr
Organik Disfungsional Psikogenik
Nyeri organik
disebabkan oleh
suatu penyakit,
mis: ISK

Nyeri disfungsional
sindrom nyeri
spesifik (mis:
defisiensi laktase dan
konstipasi)
nonspesifik (tidak
jelas diketahui)

Nyeri psikogenik
tekanan emosional
Psikososial
Tanpa terdapat
kelainan organik atau
disfungsi

3. Levine dan Rappaport
MULTIFAKTOR
Predisposisi
somatik,
disfungsi,
atau
penyakit
Kebiasaan
dan cara
hidup
Watak dan
pola
respons
Lingkungan
dan
peristiwa
pencetus
ETIOLOGI
Organik
Intra abdominal
Extra abdominal
Psikogenik
INTRA ABDOMINAL
EKSTRA
ABDOMINAL
LAIN-LAIN
SALURAN CERNA DI LUAR
SALURAN CERNA
Malrotasi
Duplikasi
Gastritis
Hernia inguinalis
Volvulus
Ulkus peptikum
Colitis ulseratif
Intoleransi laktosa
Reflux
gastroesofagal
H.pylori
Askariasis
Divertikulum
Meckeli
Apendisitis kronik
Kontipasi kronik
Peritonitis

Hati, Lien,
Pankreas
Hepatomegali
Splenomegali
Kolesistitis
Kolelitiasis
Pankreatitis kronik


Saluran Kemih
dan Kandungan
Kista ovarium
Endometriosis
Pielonefritis
Hidronefrosis
Batu ginjal
Dismenore
Infeksi
Hematologi
Leukemia
Limfoma
Sickle cell anemia
Thalassemia
Purpura Henoch-
Scholmein
Keracuna timbal
Porfiria
Epilepsi perut
Migrain
Hiperliidemia
Edema
angioneurotik
PATOFISIOLOGI
Distensi viseral
Iskemia
Radang intraabdominal
Kelainan pada dinding abdomen
Kelainan ekstraabdominal
Kelainan metabolik
Kelainan pada susunan saraf
PSIKOLOGI
Faktor stress
Depresi
Ikatan Keluarga
"Operant conditioning"
Somatisasi
FISIOLOGI
Intoleransi
Dismotilitas usus
Konsitipasi
Ketidak stabilan
otonom
PATOGENESIS
Emboli, trombosis
Ruptur, oklusi akibat torsi atau penekanan
Gangguan
Vaskuler
Peritoneum parietalis
Persarafan somatik
Peradangan
Saluran pencernaan, saluran empedu, saluran pankreas, dan
saluran kemih pasasenya terganggu Tekanan intra lumen
meningkat timbul rasa sakit
Gangguan
Pasase
Penarikan
Peregangan
Pembentangan
Peritoneum
MANIFESTASI KLINIS
Tergantung umur penderita
Pegangan yang dipakai untuk bayi atau anak dikatakan sakit
perut:

0-3 bulan Umumnya digambarkan dengan adanya
muntah
3 bulan
2tahun
Muntah, tiba-tiba menjerit, menangis tanpa
adanya trauma
2 5 tahun Dapat mengatakan sakit perut, lokasi belum
tepat
>5 tahun Dapat menerangkan sifat dan lokasi sakit perut
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Laboratorium dan
Penunjang
PENDEKATAN DIAGNOSIS
1. Anamnesis
Biasanya pada 4-14 tahun
Usia
Lokalisasi
Gg. Saluran cerna : Epigastrium
Gg. ileum distal dan appendiks : perut kanan bawah
Infeksi usus & gg. psikis : sukar ditentukan
Sifat dan faktor yang menambah / mengurangi rasa sakit
Kolik : spasme otot polos usus, traktus urinarius, traktus biliaris
Menetap di tempat iritasi dan menghebat bila penderita batuk atau ditekan
perutnya : iritasi peritoneum
Waktu timbul : berhubungan dg makan / tidak
Frekuensi
Gejala yang mengiringi
Rasa sakit
Pola makan
konsumsi susu/ produk susu
Pola defekasi
obstipasi, diare
Pola kencing
Siklus Haid
Akibat sakit perut pada anak
kemunduran kesehatan?
nafsu makan?
Gejala / gg. traktus respiratorius (asma, pneumonia)
Gangguan muskuloskeletal
Aspek psikososial
Trauma
Tanyakan adanya riwayat cystic fibrosis,
pankreatitis, ulkus peptikum, faktor stres
dalam keluarga
Riwayat Penyakit Keluarga
2. Pemeriksaan Fisik
Perhatikan KU dan posisi anak saat berjalan atau tidur
Apakah masih dapat berlompat-lompat?
Diam ubah posisi kesakitan tanda akut abdomen
Pemeriksaan abdomen
Asimetris perut
Bentuk perut (buncit, skapoid)
Gambaran usus
Nyeri terlokalisasi
Massa, asites
Ketegangan dinding perut
Nyeri tekan
Rebound tenderness
Bising usung seluruh perut
Colok dubur darah (?)
Pemeriksaa ginekologi : atas indikasi
Muntah empedu
Distensi abdomen
Nyeri tekan di abdomen
Massa pada abdomen
Obstipasi
Feeding intolerance
Omfalitis
Edema dinding abdomen
Menangis (mengangkat kaki)
Iritabel
Letargi
Darah pada feces
Hernia inguinalis
Panas atau hipotermi
Gejala abdomen akut pada neonatus
Gejala klinis beberapa penyakit sakit
perut akut pada anak
Penyakit PP Lokalisasi Penjalaran Kualitas
sakit
Gejala yang
mengiringi
Pankreatitis Akut Epigastriu
m kiri atas
Punggung Stabil tajam Nausea,
muntah,
nyeri tekan
Obstruksi
usus
Akut atau
perlahan-
lahan
Periumbilik
us perut
bawah
Punggung Silih
berganti
kolik tidak
sakit
Distensi,
obstipasi,
muntah,
bising usus
proksimal
Apendisitis Akut Periumbilik
us kanan
bawah
Punggung
atau pelvis
Tajam,
menetap
Nausea,
muntah,
nyeri tekan
lokal,
demam
Penyakit PP Lokalisasi Penjalaran Kualitas
sakit
Gejala
yang
mengiringi
Intususepsi Akut Periumbilik
us perut
bawah
(-) Kolik
(kram)
dengan
periode
tidak sakit
Hematoske
zia
Urolithiasis Akut Punggung
(unilateral)
Lipat paha Tajam,
intermittent
, kolik
Hematuria
Infeksi
traktus
urinarius
Akut Punggung Kandung
kencing
Tumpul
tajam
Panas, nyeri
tekan
kostokondr
al, disuria,
sering
kencing
Sumber: Ulshen
Tanda- tanda kedaruratan
perut tanda peritonitis
Dinding abdomen kaku
Defens muskular
Nyeri tekan
Rebound tenderness


3. Pemeriksaan Penunjang

Tahap 1 dilakukan
pada seluruh anak
dengan sakit perut
berulang
Darah tepi lengkap
LED
Biokimia darah
Urin
Biakan urin dan tinja
Uji serologi untuk
H.pylori
Foto polos abdomen
USG Abdomen
Tahap 2 dilakukan
apabila pada tahap 1
terdapat kelainan atau
terdapat alarm symptoms
Uji hidrogen nafas
dengan laktosa
Amilase urin dan
darah
Tes benzidin
Gastroskopi
Tahap 3 dilakukan
bila masih diperlukan
Enema barium
Voiding
cystourethrogram
EEG
Porifirin dalam darah
dan urin
Kolonoskopi
CT scan abdomen, dll.
Tatalaksana
Pengobatan berdasarkan
etiologi.
Kelainan fungsional: setelah kelainan organik
disingkirkan
Tujuannya untuk memberikan rasa aman
Edukasi :
Menyakinkan penyakitnya ringan
Menemukan stress dan kecemasan yang
mencetuskan rasa sakit
Konsultasi psikolog dan atau psikiater anak
Obat antispasmodik, anticholinergik,
antikonvulsan dan anti-depresan tidak
bermanfaat
TERIMA KASIH