Anda di halaman 1dari 6

Makalah

Gangguan Fobia

Disusun untuk memenuhi tugas Psikologi Abnormal


Dosen pengampu: Fajar Kawuryan, M. Si

Disusun oleh:

1.Selamet Riyadi NIM : 2008-060-013

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
Kampus: Gondangmanis Bae Kudus PO.BOX.53
Telp. (0291) 438229 Fax. (0291) 437198
GANGGUAN FOBIA
A. Penjelasan Umum

Terjemahan fobia, fobia barasal dari kata Yunani phobos yang berarti takut.
Konsep takut dan cemas bertautan erat. Takut adalah perasaan cemas dan agitasi
sebagai respon terhadap suatu ancaman. Gangguan fobia adalah rasa takut yang
persisten terhadap objek atau situasi dan rasa takut ini tidak sebanding dengan
ancamannya. Fobia biasanya melibatkan ketakutan terhadap peristiwa yang biasa
dalam hidup, bukan yang luar biasa. Orang dengan gangguan fobia mengalami untuk
hal – hal yang untuk orang lain sudah tidak dipikirkan lagi, seperti naik elevator,
menyetir, naik bus dll.

B. Macam – Macam Fobia


di dalam sistem DSM terdapat tiga tinjauan untuk mengklasikfikasikan
fobia :
1. Fobia spesifik( specific phobias)
Ketakutan yang berlebihan dan persisten terhadap objek atau situasi
spesifik. Misalnya : ketakutan terhadap ketinggian(acrophobia), terhadap
tempat tertutup(claustrophobia), atau ketakutan terhadap binatang – binatang
kecil. Orang mengalami tingkat ketakutan dan reaksi fisiologis yang meninggi
bila bertemu dengan objek fobia, yang menimbulkan dorongan kuat untuk
menghindar atau melarikan diri dari situasi atau stimulus.

Pedoman diagnostik :
i. gejala psikologis atau otonomik harus merupakan manifestasi
primer dari anxietas, dan bukan sekunder dari gejala – gejala
lain seperti waham dan obsesif
ii. anxietas harus terbatas pada adanya objek atau situasi fobik
tertentu
iii. situasi fobik tersebut sedapat mungkin dihindarinya

Tipe fobia biasanya muncul pada saat usia yang berbeda – beda pula,
seperti tabel dibawah ini. Usia kemunculannya seperti merefleksikan tahap
perkembangan kognitif dan pengalaman hidup. Ketakutan terhadap binatang

2
seringkali merupakan fantasi pada masa kanak – kanak dan agorafobia
biasanya muncul mengikuti seranagan panik pada masa usia dewasa.

Macam fobia Jumlah kasus Rata – rata usia


muncul
Fobia binatang 50 7
Fobia darah 40 9
Fobia suntikan 59 8
Fobia gigi 60 12
Fobia sosial 80 16
claustrophobia 40 20
agorafobia 100 28

Tabel: umur tipikal munculnya berbagai fobia(diadaptasi dari Ost:


1987, 1992)

2. Fobia Sosial

orang – orang dengan gangguan Fobia sosial mempunyai ketakutan


yang intens terhadap situasi sosial sehingga mungkin sama sekali mereka
menghindarinya, atau menghadapinya dengan distress yang sangat besar.
Fobia sosial yang mendasar adalah ketakutan berlebihan terhadap evaluasi
negatif dari orang lain.
Misal : demam panggung adalah tipe fobia sosial yang umum. Suatu
survei acak terhadap 500 penduduk Winniperg, Manitoba, menemukan bahwa
1 diantara 3 orang mengalami kecemasan yang berlebihan ketika berbicara
didepan umum, yang mempunyai pengaruh buruk yang cukup signifikan
terhadap hidup mereka (stein, Walker, and Forde 1996).

Pedoman diagnostik
a) gejala psikologis atau otonomik harus merupakan
anifestasi primer dari anxietas, dan bukan sekunder dari
gejala – gejala lain seperti waham dan obsesif
a. anxietas harus terbatas atau menonjol pada situasi sosial
tertentu saja.

3
b. penghindaran dari situasi fobik harus merupakan gambaran
yang menonjol.
Diagnostik banding
Gangguan depresif dan agorafobia seringkalai menonjol dan
keduanya dapat menjadi penyebab penderitanya untuk takut keluar rumah.
Jika pembedaan antara fobia sosial dan agorafobia sangat sulit, hendaknya
diutamakan diagnosis agorafobia, suatu diagnosis depresi jangan
ditegakkkan kecuali ditemukan sindrom depesif yang lengkap dengan
jelas.

Fobia sosial tipikal bermula dari masa kanak – kanak atau remaja yang
sering diasosiasikan dengan riwayat rasa malu (USDHHS, 1999a). Orang –
orang yang menderita fobia sosial pada umumnya melaporkan bahwa mereka
pemalu semasa kanak – kanak (Stemberger dkk, 1995). Dikutip dari psikologi
abnormal jilid satu edisi kelima : Jeffrey S. Nevid dkk.

3. Agorafobia

Berasal dari bahasa yunani berarti takut terhadap pasar. Yang sugestif
terhadap tempat – tempat keramaian. Agorafobia melibatkan ketakutan
terhadap tempat – tempat dan situasi – situasi yang memberi kesulitan atau
membuat malu seseorang untuk kabur bila terjadi simtom – simtom panik atau
serangan panik yang parah atau ketakutan kapada situasi –situasi dimana
bantuan mungkin tidak didapatkan bila problem terjadi.

Pedoman diagnosis
a. gejala psikologis atau pun otonomik yang timbul harus merupakan
manifestasi primer dari anxietas dan bukan merupakan gejala sekunder dari adanay
gejala lain seperti waham dan obsesif
b. anxietas yang timbul harus terbatas pada sekurangya dua dari situasi :
banyak orang, tempat – tempat umum, bepergin keluar rumah, dan bepergian sendiri.
c. Menghindari situasi fobik harus atau sudah merupakan gambaran yang
menonjol.
Diagnosis banding

4
Perlu diingat bahwa sebagian penderita agorafobia hanya mengalami
sedikit anxietas karena mereka secara konsisten dapat menghindariobjek atau
situasi fobik. Adanya gejala lain seperti depresi, depersonalisasi, obsesi dan
fobia sosial, tidak mengubah diagnosis terssebut, asalkan gejala ini tidak
mendominasi gejala klinisnya. Namun demikian, bilamana pasien mengalami
depresi pada saat gejala fobik pada saat pertama kali muncul, maka lebih tepat
untuk mendiagnosis sebagai episode depresi; hal ini lebih lazim terjadi pada
kasus dengan onset lambat.

5
Daftar pustaka
• Jeffrey S. Nevid dkk. Psikologi Abnormal. Penerbit Erlangga. 2005.
Jakarta.