Anda di halaman 1dari 1

3.

Memahami dan menjelaskan tentang makanan dalam syariat Islam


Beberapa hadits atau ayat mengenai anjuran memakan makanan yang halal:

Hai manusia makanlah dari apa apa yang ada di bumi ini yang halal dan baik, dan
jangan kamu mengikuti jejak syaitan karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang
terang-terangan bagi kamu QS: Al-Baqarah: 168

Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih
bukan karena Allah, yang mati karena dicekik, yang mati karena dipukul, yang mati
karena jatuh dari atas, yang mati karena ditanduk, yang mati karena dimakan binatang
buas kecuali yang dapat kamu sembelih, dan yang disembelih untuk berhala
QS: Al-Maidah: 3

Katakanlah! Aku tidak menemukan tentang sesuatu yang telah diwahyukan kepadaku
soal makanan yang telah diharamkan untuk dimakan, melainkan bangkai, atau darah
yang mengalir, atau daging babi, karena sesungguhnya dia itu kotor, atau binatang yang
disembelih bukan karena Allah. Maka barang siapa yang dalam keadaan terpaksa
dengan tidak sengaka dan atau tidak melewati batas, maka sesungguhnya Tuhanmu
Maha Pengampun dan Maha Belas-Kasih QS: Al-Anam: 145

Halal: Sesuatu yang tidak menyalahi menurut hukum syariat Islam untuk dikonsumsi
dan tidak memudharatkan serta baik untuk kesehatan.

Islam menghalalkan sesuatu yang baik-baik. Pada umumnya, makanan tersebut dapat
dikatakan halal apabila:
1. Tidak berbahaya atau mempengaruhi fungsi tubuh dan mental yang normal
2. Bebas dari najis dan produk tersebut bukan berasal dari bangkai dan bintang yang
mati karena tidak disembelih atau diburu
3. Bebas dari bahan-bahan yang berasal dari babi dab beberapa binatang lain yang
tidak dapat dimakan oleh seorang muslim kecuali dalam keadaan terpaksa
4. Diperoleh sesuai dengan yang sudah ditentukan Islam

Etika Makan dalam Islam
1. Makan ketika waktu lapar dan berhenti sebelum kenyang
2. Mengecilkan suapan, mengunyah makanan dengan baik dan tidak memasukkan
suapan kecuali setelah menelan suapan sebelumnya
3. Membaca basmalah, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, mencuci mulut,
makan dengan tangan kanan, mengambil makanan yang terdekat.


Sumber Pustaka
Halal dan Haram dalam Pandangan Islam. 1980. Syekh Muhammad Yusuf Qardlaawi.
(terj).The Holy Koran Pub. House, Beirut, Lebanon.
Majalah Ishlah. Edisi 57/tahun IV 1996, halaman 34-35