Anda di halaman 1dari 34

1

EKONOMI MIKRO
PASAR MONOPOLISTIK
Kelompok 2
Fajar Setiyo 135030277113033
Danis Wisnu Wardhana 135030207113031
Annisa Rizki Nugraheni 135030207113027
Brama Rigel P. 135030207113011
Indira Rizkiane 135030218113027
Roissatul Nurwahyuni 135030218113001
Dion Umar D. 135030218113003
Wildavia Putri N. 135030218113013
Siti Fidiyana 135030218113017
Rizqi Laila Rohmah 135030218114023

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI BISNIS
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2014
2


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pasar Monopolistik
Makalah merupakan karya tulis ilmiah karena disusun berdasarkan kaidah kaidah ilmiah
yang dibuat oleh mahasiswa dalam rangka menyelesaikan studi jenjang strata satu berdasarkan
penelitian yang menggunakan teknik pengumpulan data, menggunakan metodologi penelitian
yang relevan dan terarah pada pokok permasalahan yang berkaitan dengan bidang studi
mahasiswa. Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Ekonomi Mikro. Untuk itu, makalah ini disusun dengan memakai bahasa yang sederhana dan
mudah untuk dipahami.
Dan pada kesempatan ini juga penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah
Ekonomi Mikro, Edy Yulianto yang telah memberikan bimbingan, arahan, saran, dan petunjuk hingga
makalah ini dapat disusun dengan baik.
TAK ADA GADING YANG TAK RETAK, sebagai sebuah makalah, tidak lepas dari kekurangan,
oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang berkepentingan,
guna penyempurnaan makalah ini. Selanjutnya terima kasih penulis ucapkan kepada semua pihak yang
telah membantu dalam pembuatan makalah ini sehingga dapat diselesaikan.
Akhirnya, penulis berharap semoga makalah ini dapat digunakan oleh pembaca dengan
baik.

Kediri, 14 Mei 2014

Penulis

3


DAFTAR ISI
1. KATA PENGANTAR 2
2. DAFTAR ISI 3
3. BAB I PENDAHULUAN 5
3.1 . Latar belakang 5
3.2 . Perumusan Masalah 5
3.3 . Pembatasan Masalah 5
3.4 . Metode Penelitian 6
3.5 . Tujuan Penelitian 6
3.6 Manfaat Penulisan 6
4. BAB II PEMBAHASAN 6
4.1 . Pasar 6
4.2 . Sejarah Pasar 7
4.3 . Macam-Macam Pasar 8
4.4 . Struktur Pasar 9
2.4.1. Pasar Persaingan sempurna 9
2.4.2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna 10
2.4.2.1 . Pengertian Pasar Monopolistik 10
2.4.2.2 . Asumsi Pasar Monopolistik 11
2.4.2.3. Karakteristik Pasar Monopolistik 15
2.4.2.4 . Persaingan Monopolistik 16
2.4.2.5. Jumlah Perusahaan Perusahaan monopolistic 17
2.4.2.6. Produk Yang Dibedakan Pada Persaingan Monopolistik 17
2.4.2.7. Jalan Masuk Persaingan monopolistik Kedalam Pasar 17
2.4.2.8. Permintaan Persaingan Monopolistik 17
2.4.2.9. Laba Persaingan Monopolistik 18
2.4.2.10. Keseimbangan jangka panjang persaingan monopolistik 19
4


2.4.2.11. Pengaruh Ekonomi Peraingan Monopolistik 19
2.4.2.12. Tindakan Non Harga Persaingan Monopolistik 20
2.4.2.13. Iklan Argumen yang mendukung 20
2.4.2.14. Iklan Argumen Yang Menentang 21
2.4.2.15. Permintaan Dari Persaingan Monopolistik 23
2.4.2.16. Kebijakan Perusahaan Dan Konsekuensi Yang
Ditimbulkan 24
2.4.2.17. Keseimbangan Pasar Jangka Pendek 25
2.4.2.18. Keseimbangan Pasar Jangka Panjang 27
2.4.2.19. Penyesuaian Jangka Panjang 30
2.4.2.20. Persaingan Bukan Harga 30
2.4.2.21. Efek Persaingan Monopolistik 31
2.4.2.22. Pengaturan Pasar Monopolistik 32
3. BAB III PENUTUP 33
4. DAFTAR PUSTAKA 34







5



BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat, baik masyarakat yang berada
dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Semua unsur
yang berkaitan dengan hal ekonomi berada di pasar mulai dari unsur produksi, distribusi,
ataupun unsur konsumsi.

1.2 Perumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengenai pasar monopolistik, dan
tentunya akan membahas mengenai pengaruhnya terhadap kegiatan ekonomi. Telah kita
ketahui bahwa pasar membawa pengaruh yang sengat besar sekali bagi perubahan zaman yang
sudah mencapai puncak kepesatannya. Seiring dengan bergulirnya waktu dan perubahan dunia
pasar juga ikut berubah terbawa arus perubahan dunia yang senakin maju saja. Hal ini dapat
kita lihat dengan perkembangan teknologi yang sudah sangat maju sekali.

1.3 Pembatasan Masalah
Dalam makalah ini dibatasi hanya akan membahas masalah mengenai :
Pasar monopolistik, dan peran pasar monopolistik dalam kegiatan ekonomi.


6


1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan oleh penulis untuk mendapatkan sumber yang ada dalam
makalah ini adalah dengan cara :
Studi kepustakaan
o Dalam metode ini, penulis membaca seluruh buku buku ataupun semua media cetak
yang berkaitan dengan peran pasar monopolistik terhadap kegiatan ekonomi .
Selain media cetak yang merupakan salah satu media yang dipakai oleh penulis
untuk mendapatkan data, penulis juga menggunakan media internet yang
merupakan jendela dunia bagi seluruh umat manusia di dunia.
Studi kasus
o Dalam metode ini, penulis mengkaji semua hal mengenai kejadian-kejadian
mengenai pasar monopolistik yang ada. Baik yang sudah terjadi lama sekali ataupun
kejadian yang terjadi baru baru ini.

1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan yang diinginkan oleh penulis dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
Menambah pengetahuan kepada penulis mengenai pasar monopolistik, dan peran pasar
monopolistik terhadap kegiatan ekonomi.
Untuk melihat suatu bentuk pasar yang sangat umum dimana ada banyak perusahaan-
perusahaan tetapi memiliki sedikit kekuatan monopoli. Karakteristik dari pasar tersebut
dinyatakan pertama kali. Keseimbangan jangka pendek dan panjang ditunjukkan.
Pengaruh ekonomi dari pasar ini didapatkan. Oleh karena pentingnya tindakan non
harga dari pasar ini, maka periklanan diberikan perhatian khusus.
1.6 Manfaat Penulisan
Tentunya makalah ini memiliki manfaat baik bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada
umumnya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut :
7


Penulis bisa lebih memahami apa yang dimaksud dengan pasar monopolistik dan
perannya.
Pembaca bisa mengetahui lebih dekat mengenai pasar monopolistik.
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pasar
Bagaimanapun bentuknya, pasar adalah sesuatu sarana yang didalamnya ada unsur penjual dan
pembeli. Baik itu pasar tradisional, pasar modern, dan banyak lagi macam bentuknya.
Di dalam pasar juga merupakan tempat bertemunya antara penjual dan pembeli baik secara
langsung ataupun tidak. Kebanyakan pasar yang ada merupakan pasar yang hubungan antara
pembeli dan penjualnya langsung. Tapi banyak juga pasar yang antar penjual dan pembalinya
berhubungan secara tidak langsung.
Contoh pasar yang antara penjual dan pembelinya berhubungan secara langsung adalah pasar
yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari yaitu pasar tradisional, pasar induk dan
lain sebagainya.
Sedangkan pasar yang antar penjual dan pembelinya berhubungan secara tidak langsung adalah
pasar yang menggunakan sistem telepon atau pemesanan yang menbggunakan media untuk
memesannya. Contohnya pasar yang menggunakan media internet, kita memerlukan fasilitas
internet untuk memesannya. Dan dengan cara ini, antar pembeli dan penjual, tidak bertatap
muka secara langsung.
Secara umum, pasar bisa dibedakan menjadi dua macam yaitu, pasar tradisional dan pasar
modern.
Dari dulu sampai sekarang, pasar berkembang sangat pesat. Hal ini dibuktikan dengan
banyaknya jenis pasar yang tadinya tidak ada menjadi ada yang dikarenakan oleh
perkembangan pasar yang sangat pesat.
8


2.2 Sejarah Pasar
Pasar tradisional merupakan pasar pelopor yang merupakan pemberi inovasi bagi pasarmodern
yang ada sekarang ini.
Pasar Tradisional telah lahir dalam abad 10, minimal ini yang tercatat secara formal dalam
prasasti masa kerajaan Mpu Sindok dengan istilah Pkan oleh sebab keterkaitan dengan Sima
yaitu sebidang tanah yang bernama Allasantan yang dibeli senilai 12 kati pada tanggal 06
September 939 yang tampaknya digunakan serta terkait dengan keberadaan Pasar Tradisional
yang diselenggarakan berdasarkan siklus periodik 5 (lima) hari pasaran. Karena pemerintahan
Mpu Sindok merasa berkewajiban mengontrol, mengawasi dan mengendalikan Pkan atau Pasar
Tradisonal ini untuk memberikan kontribusi bagi kerajaannya dalam bentuk pungutan pajak
serta ekspresi kewenangan serta kekuasaan politis.
Sebab Pasar Tradisional merupakan urat nadi perekonomian wilayah kerajaan disamping
pungutan pajak juga terkait dimana penjual dan pembeli bertemu, terlepas dengan cara barter
atau mempergunakan alat pembayaran yaitu uang. Yang menarik ternyata pada Abad 9 dan
awal Abad 10, kita sudah mengenal uang logam kuna. Ada beberapa nama terkait uang logam
lokal seperti Kati, Tahil, Atak, Kupang dan Saga. Juga ada istilah sebutan untuk uang logam dari
India seperti Suwarna, Dharana dan Masa. Dimana hebatnya ada kurs konversi antara kedua
kelompok mata uang ini seperti Atak senilai 0.50 Masa dan Kupang senilai 0.25 Masa. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa telah terjadi kompleksitas hubungan perekonomian antar
kerajaan yang identik dengan keadaan saat ini yaitu perdagangan antar negara. Khususnya
untuk Pasar Tradisional yang terletak pada pesisir yaitu pemukiman awal di pelabuhan-
pelabuhan seperti Delta Brantas di Jawa Timur.
Jadi pada masa-masa itu Pasar Tradisional berfungsi langsung untuk menopang keberadaan
kerajaan dimana pasar itu berada. Dan kita boleh meyakini bahwa keberadaan Pasar Tradisional
berjalan seiring dengan tumbuhnya kerajaan-kerajaan lokal. Jadi dengan demikian maka
keberadaan Pasar Tradisional dapat dikatakan secara historis seusia dengan kerajaan Kutai
misalnya, yang merupakan salah satu kerajaan tertua yang tercatat dalam sejarah nasional kita.
9


Alangkah disayangkan jika Pasar Tradisional harus dihabisi oleh sebab alasan modernitas,
karena Pasar Tradisional adalah salah satu bentuk awal kebudayaan bangsa kita. Memang Pasar
Tradisional itu semrawut, becek, pengap, sumpek dan sebagainya. Tapi bisakah kita renungkan
sejenak bahwa salah satu faktor yang membuat republik ini tetap eksis oleh karena adanya
Pasar Tradisional. Dan hal itu telah terbukti secara historis, Pasar Tradisional adalah salah satu
bentuk warisan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan.
2.3 Macam Macam Pasar
Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat pasar dalam bentuk fisik seperti pasar
barang (barang konsumsi). Secara sederhana pasar dapat dikelompokkan menjadi:
a. Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya:
1) pasar tradisional
2) pasar raya
3) pasar abstrak
4) pasar konkrit
5) toko swalayan
6) toko serba ada

b. Sedangkan berdasarkan jenis barang yang dijual, pasar dibedakan menjadi beberapa
macam di antaranya:
1) pasar ikan
2) pasar sayuran
3) pasar buah-buahan
4) pasar barang elektronik
5) pasar barang perhiasan
6) pasar bahan bangunan
7) bursa efek dan saham.
Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek
pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing
10


mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.

2.4 Struktur pasar
Struktur Pasar memiliki pengertian penggolongan produsen kepada beberapa bentukpasar
berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknyaperusahaan dalam
industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam
kegiatan industri.
Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar
persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli, monopolistik dan
monopsoni).
2.4.1 Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna (perfect competition) adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah
penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga
terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan
sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan
sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen
dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan
apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu,
promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.
Pasar persaingan sempurna adalah struktur yang paling ideal Karen sistem pasar ini dianggap
bisa menjamin adanya kegiatan memproduksi barang atau jasa yang tinggi. Dalam analisis
sering dimisalkan bahwa perakonomisan merupakan pasar persaingan sempurna. Akan tetapi,
pada prakteknya tidaklah mudah untuk mewujudkan sebuah pasar yang mempunyai struktur
persaingan sempurna.
Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut :
Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
11


Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.
Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).

2.4.2 Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar persaingan tidak sempurna dibedakan menjadi beberapa macam, tetapi kelompok kami
akan lebih membahas tentang Pasar Monopolistik :

2.4.2.1 Pengertian Pasar Monopolistik
asar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen
yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan
pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya
adalah : shampoo, pasta gigi, kosmetik, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk
membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki
ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.

P
12


Pasar kosmetik merupakan contoh pasar monopolistik. Di Indonesia, pasar ini dikuasai oleh
beberapa produsen seperti sari ayu dan mustika ratu.
Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga
walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli.
Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari
suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek
tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk
sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus
sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar.
Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya
tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.
Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan.
Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat,
sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan
sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada
dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra
perusahaannya.
2.4.2.2 Asumsi Pasar Monopolistik
1. Setiap perusahaan dalam menentukan keputusannya tidak tergantung pada perusahaan
lainnya,karena itu setiap perusahaan menganggap bahwa harga-harga pesaing,iklan dari
pesaing tidak berbeda dengan tindakannya sendiri. Oleh karena itu perubahan harga oleh
suatu perusahan dianggap tidak akan mempengaruhi perusahaan lain untuk beraksi
mengubah harga-harga mereka.
2. jumlah perusahaan dalam suatu industri sangat banyak dan semuanya memproduksi
produk dasar yang sama. Namun demikian asumsi bahwa produk adalah homogen
sempurna dihilangkan, setiap perusahaan dianggap mampu untuk membedakan produknya
paling tidak dalam beberapa tingkat atau derajat dari produk-produk perusahaan
13


saingannya. Dalam persaingan monopolistik sejalan dengan waktu persaingan jangka
panjang akan banyak perusahaan yang akan memasuki pasar. Jika semakin banyak
perusahaan yang memasuki industri tersebut dan menawarkan barang pengganti yang
sangat dekat (tetapi tidak sempurna) maka pangsa pasar dari perusahaan yamg pertama
akan menurun.
Pasar Monopolistik memiliki ciri-ciri yang melekat , yaitu :
1. Terdapat banyak produsen atau penjual. Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki
produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun
produsen yang mempunyai skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.
2. Adanya Diferensiasi Produk. Pasar ini menawarkan produk yang cenderung sama, namun
memiliki perbedaan-perbedaan khusus dengan produk lainnya, misalnya dari cara
pengemasan, pelayanan yang diberikan dan cara pembayaran.
3. Produsen Dapat mempengaruhi harga. Berbeda dengan Pasar Persaingan Sempurna,
dimana harga terbentuk berdasarkan mekanisme pasar, maka pasar monopolistik dapat
mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli dan monopoli.
4. Produsen dapat keluar masuk pasar. Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat produsen
hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya cukup tinggi. Ketika produsen semakin
banyak dan laba ekonomis semakin kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen
dapat meninggalkan pasar.
5. Promosi penjualan harus aktif. Pada pasar ini harga bukan merupakan pendongkrak jumlah
konsumen, melainkan kemampuan perusahaan menciptakan citra baik dimata konsumen,
sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk. Karenanya, iklan dan promosi
memiliki peran penting dalam merebut dan mempertahankan konsumen.
Kedudukan persaingan monopolistik akan membuka peluang pasar yang terbatas lingkup
konsumennya, sehingga pencapaian laba tak sebesar seperti kedudukan yang mungkin bisa
dicapai pada pasar persaingan bebas sempuma. Dalam pasar persaingan monopolistik masih
14


juga tetap ada persaingan antara perusahaan, terutama dalam persaingan kampanye
periklanan yang mencoba menarik sebanyak-banyaknya konsumen.
Persaingan ini akan memacu perusahaan-perusahaan yang masuk dalam persaingan
monopolistik untuk meningkatkan efisiensi mereka masing masing. Dampak yang timbul dari
keadaan pasar persaingan monopolistik lazimnya mendekati keadaan pasar persaingan
sempuma, dengan demikian harga-harga juga cenderung mendekati harga pokok produksi.
Terdapat empat macam bentuk pasar dalam perekonomian. Kempat bentuk pasar itu adalah :
(1) pasar persaingan bebas sempuma ;
(2) pasar monopoli ;
(3) pasar oligopoli ; dan
(4) pasar persaingan monopolistik.
Persaingan menunjuk pada keadaan di mana terdapat banyak pesaing di pasar, baik sebagai
penjual maupun pembeli. Persaingan dapat berupa persaingan harga maupun persaingan nir-
harga. Pasar monopoli menunjuk pada pasar di mana pasar dikuasai sepenuhnya oleh seorang
penjual. Monopoli dapat terjadi karena faktor alam, faktor perlindungan undang-undang,
besamya kekuatan perusahaan terutama dari segi keuangan dan pengalaman usaha. J ika dalam
suatu pasar terdapat beberapa perusahaan yang menjadi pemegang kekuasaan, maka pasar
tersebut dinamakan pasar oligopoli. Sedangkan bentuk pasar yang lain adalah pasar persaingan
monopolistik. Bentuk pasar ini pada dasamya merupakan pasar yang berada di antara dua jenis
bentuk pasar yang ekstrem, yaitu pasar persaingan bebas sempuma dan pasar monopoli. Oleh
sebab itu, sifat-sifatnya mengandung unsur sifat-sifat pasar persaingan sempuma dan pasar
monopoli.

2.4.2.3 Karakteristik Pasar Monopolistik



Pasar Monopolistik memiliki kebaikan sebagai berikut :
1. Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat
memilih produk yang terbaik baginya.
15


2. Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan
inovasi dalam menghasilkan produknya.
3. Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk
yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang
dipilihnya.
4. Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan
sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.
Selain memiliki kebaikan, Pasar Monopolistik juga memiliki kelemahan sebagai berikut :
1. Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga,
kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan
pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
2. Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena
pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
3. Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan
biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh
konsumen
2.4.2.4 Persaingan Monopolistik
Persaingan monopolistik merupakan suatu jenis pasar yang digolongkan berdasarkan
- sejumlah besar perusahaan,
- produk-produk yang dibedakan dan tidak dilihat sebagai penganti sempurna oleh konsumen
- beberapa kemampuan penjual untuk menetapkan harga yang mereka inginkan,
- jalan masuk bebas masuk dan keluar dari pasar tersebut,
16


- kepercayaan yang berat terhadap tindakan-tindakan non harga untuk membedakan produk
seseorang.
Bentuk pasar persaingan monopolistik adalah keadaan biasa yang ekstrim.
Sebagian besar operasi-operasi eceran berada dalam bentuk pasar ini.
Bisnis-bisnis kecil dari seluruh sektor jatuh dalam pasar kategori ini.
Memulai suatu bisnis secara relatif adalah mudah, tetapi untuk tetap
bertahan dalam bisnis tersebut adalah tidak mudah; hal itu memerlukan
kemampuan untuk menyakinkan konsumen bahwa produk tersebut adalah
berbeda dan lebih baik daripada yang dimiliki oleh para pesaing.
2.4.2.5 Jumlah Perusahaan-perusahaan Persaingan Monopolistik
Sejumlah besar perusahaan dalam persaingan monopolistik menyatakan bahwa perusahaan-
perusahaan tersebut adalah kecil dalam perbandingannya terhadap keseluruhan pasar.
Meskipun mereka mempunyai beberapa kekuatan atas harga (sebagai perluasan bahwa
produk-produk mereka dibedakan), mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk
membalas jika perusahaan lain merubah harganya. Ini merupakan perbedaan yang utama
antara bentuk pasar ini dan oligopoli.
2.4.2.6 Produk yang Dibedakan pada Persaingan Monopolistik
Produk yang dibedakan dijual yang dijual oleh suatu perusahaan dalam persaingan
monopolistik memiliki beberapa fitur yang membuat seorang konsumen lebih menyukainya
dibandingkan produk-produk serupa dari perusahaan-perusahaan lain yang tersedia. Kekuatan
dari perusahaan manapun terhadap harga berasal dari hal yang sangat nyata ini bahwa produk-
produk tersebut bukan merupakan penganti sempurna. Tindakan-tindakan non harga adalah
perlu untuk membuat produk tersebut dibedakan.
2.4.2.7 Jalan Masuk Persaingan Monopolistik ke Dalam Pasar
17


Tidak ada hambatan untuk masuk atau keluar yang ada dalam persaingan monopolistik.
Bagaimanapun juga, kebutuhan untuk membuat produk seseorang dibedakan mungkin
memerlukan tindakan non harga, dimana jika tidak berhasil, maka akan menggerakkan
perussahaan itu keluar dari pasar.
2.4.2.8 Permintaan Persaingan Monopolistik
Permintaan dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah condong menurun
karena preferensi konsumen terhadap fitur-fitur produk yang dibedakan tersebut. Akan tetapi,
karena terdapat beberapa barang pengganti dekat (jika tidak sempurna) yang langsung
tersedia, maka permintaannya menjadi sangat elastis. Secara grafik, ini berarti bahwa
permintaan dalam pasar persaingan monopolistik lebih datar daripada monopoli.
Permintaan akan suatu restoran tampaknya menjadi sangat elastis karena
terdapat beberapa gerai makanan lainnya yang tersedia untuk konsumen.
Namun permintaannya tidak elastis sempurna (misalnya horisontal) seperti
dalam kasus persaingan sempurna, karena setiap restoran mempunyai
sesuatu untuk ditawarkan sedangkan restoran lainnya tidak
menawarkannya: sebagai contoh, kenyamanan, lokasi, menu yang banyak,
atau sekedar suasananya.
2.4.2.9 Laba Persaingan Monopolistik
Laba dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik ditentukan dalam cara yang sama
seperti jenis pasar manapun dengan menemukan kuantitas optimalnya dimana pendapatan
marjinal berpotongan dengan biaya marjinal. Sebaliknya, tingkat optimal keluaran ini
menentukan harga yang dibebankan (pada kurva permintaan) dan biaya unit rata-rata (pada
kurva biaya total rata-rata). Labanya adalah kelebihan bidang pendapatan total terhadap
bidang biaya total.
18


Suatu restoran harus menerima para konsumen selama pendapatan
tambahan atau marjinal melebihi biaya tambahan atau marjinal hidangan
terakhir yang disajikan. Hal ini kelihatannya jelas dalam proses pesanan
yang membatasi jumlah langganan. Tanpa pesanan, maka restoran tersebut
akan harus melayani konsumen dalam kondisi yang terlalu padat atau
membuat mereka menunggu antrian.
2.4.2.10 Keseimbangan Jangka Panjang Persaingan Monopolistik
Keseimbangan jangka panjang dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah
dimana permintaan bersinggungan dengan kurva biaya total rata-rata. Disana tidak terdapat
laba. Jika disana harus terdapat laba (apabila permintaan diatasn kurva biaya total rata-rata),
maka perusahaan harus memasuki pasar dan menggerakkan permintaan ke bawah. Dan jika
disana harus terdapat rugi (ketika permintaan dibawah biaya total rata-rata), maka perusahaan
harus meninggalkan pasar dan mendorong permintaan ke atas. Bagaimanapun juga,
perusahaan mungkin mempertahankan sedikit laba dengan menggunakan tindakan non harga.
Seluruh restoran yang berhasil memiliki sejumlah peniru. Beberapa rantai
makanan telah mencoba untuk meniru McDonald, dan menyedot beberapa
konsumen dan labanya. Tetapi McDonald sudah membalas balik dengan
iklan yang ekstensif.
2.4.2.11 Pengaruh Ekonomi Persaingan Monopolistik
Pengaruh ekonomi persaingan monopolistik merupakan keseluruhan kerugian yang tidak
diinginkan dari efisiensi alokatif dan produktif: konsumen membayar lebih dan mampu untuk
membeli sedikit daripada di persaingan sempurna. Bagaimanapun juga, pengaruhnya tidak
seserius monopoli dan produk-produk yang dibedakan menyediakan keragaman yang banyak
diminta. Meskipun demikian, beberapa pemborosan ditunjukkan dalam kelebihan kapasitas
dan dalam penggunaan persaingan non harga.
19


Pasar produk-produk generik mendekati persaingan sempurna karena
mereka distandarisasikan. Nama produk-produk bermerk dari jenis yang
sama (misalnya, kue-kue) berada dalam persaingan sempurna karena
mereka bukan barang yang seragam, tapi sedikit berbeda. Konsumen harus
membayar harga yang lebih tinggi untuk nama produk bermerk (seperti
Nabisco atau Keebler), tetapi mereka tampaknya tidak keberatan terlalu
banyak.
2.4.2.12 Tindakan Non Harga Persaingan Monopolistik
Tindakan non harga dari perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistik terutama
terdiri dari salah satu :
- pengembangan produk, atau
- periklanan.
- Pengembangan produk kadang-kadang hanya kosmetik untuk memberikan ilusi dari sesuatu
yang baru. Bahaya lainnya berasal dari keragaman yang berlebihan yang mungkin
membingungkan konsumen.
Produsen-produsen nama bermerk mempunyai keanekaragaman arti untuk
membuat produk-produk mereka spesial kepada konsumen. Yang paling
penting adalah iklan dimana para produsen barang generik tidak akan
gunakan.
2.4.2.13 Iklan Argumen yang Mendukung
Beberapa argumen yang mendukung iklan adalah :
- iklan yang informatif,
20


- iklan yang meningkatkan penjualan dan membolehkan skala ekonomis,
- iklan yang meningkatkan penjualan dan memperbesar perkembangan ekonomi,
- iklan yang mendukung media,
- iklan yang meningkatkan persaingan dan menurunkan harga-harga.
Iklan produk baru adalah penting: pikirkan mengenai suatu peristiwa artistik
utama yang menarik pemirsa untuk melihat karena dia belum cukup
diberitahukan secara luas. Tetapi, sebagian besar iklan (misalnya di televisi)
adalah untuk produk yang telah ada dan berdiri dengan baik seperti
minuman ringan atau produk-produk konsumen lainnya; dimana iklan hanya
mencoba untuk mempengaruhi konsumen jauh dari pesaing-pesaing.
2.4.2.14 Iklan Argumen yang Menentang
Beberapa argument yang menentang iklan adalah
- iklan yang tidak informatif tetapi kompetitif,
- skala ekonomis adalah menyesatkan,
- iklan yang meninggikan kurva biaya,
- iklan yang digunakan sebagai hambatan jalan masuk, dan
- iklan yang bukan merupakan kegiatan yang produktif.
a. Keseimbangan Jangka Pendek
Kurve permintaan perusahaan persaingan monopolistik merupakan peralihan dari kurve
permintaan perusahaan persaingan sempurna dan kurve permintaan perusahaan monopoli.
Jadi, kurve tersebut sedikit miring dari kiri atas ke kanan bawah. Ini berarti bahwa elastisitas
permintaannya lebih kecil dari elastisitas permintaan perusahaan persaingan sempurna tetapi
lebih besar dari elastisitas permintaan perusahaan monopoli. Analisis keseimbangan pada
21


perusahaan persaingan monopolistik sama dengan analisis pada perusahaan monopoli.
Bedanya, permintaan yang dihadapi perusahaan monopoli adalah seluruh permintaan
pasar,sedang yang dihadapi perusahaan persaingan monopolistik adalah sebagian dari
permintaan pasar.
Elastisitas permintaannya lebih kecil dari elastisitas permintaan perusahaan
persaingan sempurna tetapi lebih besar dari elastisitas permintaan perusahaan
monopoli.
Berikut dua keadaan kurva keseimbangan perusahaan persaingan monopolistik dimana
perusahaan memperoleh keuntungan dan perusahaan menderita kerugian


b. Keseimbangan Jangka Panjang
Masuknya perusahaan-perusahaan baru mengakibatkan kurve permintaan dan tentunya juga
kurve MR perusahaan persaingan monopolistik bergeser ke kiri. Masuknya perusahaan-
perusahaan baru akan berlangsung terus sehingga perusahaan hanya menerima keuntungan
normal. Jadi, dalam jangka panjang, perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik hanya
menerima keuntungan normal, seperti halnya perusahaan dalam pasar persaingan sempurna.
PL adalah sama dengan biaya total rata-rata (ATC) yang berarti perusahaan memperoleh
keuntungan normal. Sifat perusahaan persaingan monopolistik ketika memperoleh keuntungan
normal berbeda dengan sifat perusahaan persaingan sempurna yang juga ketika memperoleh
22


keuntungan normal. Perbedaan tersebut adalah (1) harga jual produk dan biaya produksi pada
perusahaan persaingan monopolistik lebih tinggi dibanding pada perusahaan persaingan
sempurna, dan (2) kegiatan produksi pada perusahaan persaingan monopolistik belum
mencapai tingkat optimal ( tingkat produksi dengan biaya per unit paling rendah). Sebaliknya
jika perusahaan menderita kerugian minimum seperti ditunjukkan
Akibatnya, jumlah perusahaan dalam pasar semakin sedikit sehingga jumlah permintaan yang
dihadapi perusahaanperusahaan yang masih ada menjadi lebih besar. Ini berarti bahwa kurve
permintaan akan bergeser ke kanan. Kejadian keluarnya perusahaan dari pasar akan
berlangsung terus sampai perusahaan memperoleh keuntungan normal Dalam keadaan seperti
ini tidak ada lagi perusahaan yang masuk ke pasar dan juga tidak ada lagi yang keluar dari pasar.
keseimbangan jangka panjang perusahaan persaingan monopolistik. Sifat-sifat perusahaan
persaingan monopolistik demikian tentu akan merugikan masyarakat, karena seandainya
mereka beroperasi seperti perusahaan persaingan sempurna maka masyarakat konsumen akan
dapat membeli produk dengan harga yang lebih rendah dan jumlah produk yang lebih banyak.
Dalam jangka panjang, perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik hanya menerima
keuntungan normal, seperti halnya perusahaan dalam pasar persaingan sempurna.
Kurva keseimbangan jangka panjang :

2.4.2.15 Permintaan dari persaingan Monopolistik
Dalam model pasar monopolistik terdapat dua bentuk permintaan yaitu:
1. Permintaan industri yang mempunyai kemiringan negatif
23


2. Permintaan perusahaan yang lebih datar/horisontal daripada permintaan industri.

Pada gambar gambar.1 dapat dijelaskan sebagai berikut:
D-D merupakan permintaan industri atau sering pula disebut permintaan proporsional karena
permintaan ini menunjukkan bahwa perubahan harga barang lain akan memberikan kontribusi
yang tidak sedikit terhadap perubahan kuantitas yang diminta dari suatu barang, sedangkan d-d
merupakan permintaan yang dihadapi perusahaan, sering juga disebut permintaan
konvensional. Perubahan tersebut dapat dijelaskan dengan kurva dibawah ini:


24


Misalnya pada harga P0 perusahaan mencapai situasi keseimbangan dengan output
sebesar Q0. Apabila ia melakukan penurunan harga dari produk yang dijualnya, ia berharap
akan dapat melakukan ekspansi besar-besaran dalam penjualannya yang diakibatkan oleh ;
1. Penjualan kepada langganan yang sudah ada akan bertambah
2. Apabila perusahaan lain tidak melakukan hal yang sama (penurunan harga)
maka ia akan dapat menyerap sebagian dari pangsa pasar mereka. Disamping dipengaruhi oleh
dua hal diatas, kurva D-D bisa dipengaruhi pula oleh masuknya perusahaan lain dalam industri.
Semakin banyak perusahaan lain memasuki pasar maka permintaan D-D yang dihadapi oleh
perusahaan semakin curam (menurun)/Semakin Inelastis. Apabila perusahaan menaikkan harga
diatas P, karena adanya anggapan bahwa barang ia produksi terkait erat dengan barang lainnya
maka ia
memperkirakan akan memperoleh penurunan kuantitas penjualan yang besar karena
disebabkan oleh:
1. Penjualan pada pelanggan yang sudah ada akan berkurang.
2. Pelanggan akan berpindah pada produsen lain: ada kecenderungan pelanggan akan
mencoba produk mirip dari perusahaan lain dengan harga yang lebih murah. Jadi d-d
merupakan permintaan yang diharapkan oleh perusahaan apabila ia menurunkan
harganya dengan anggapan tidak ada perusahaan lain memasuki pasar atau semua
perusahaan tetap mempertahankan harga mereka, sedangkan D-D merupakan
penjualan aktual yang dapat dicapai sebagai akibat dari penurunan harga.

2.4.2.16 Kebijakan Perusahaan dan Konsekuensi yang ditimbulkan
Setiap perusahaan harus menentukan kuantitas, harga, dan derajat diferensiasi produknya
(tampil beda). Keputusan-keputusan tersebut saling berkait, dengan biaya dan permintaan,
artinya usaha untuk mendiferensiasikan produk membutuhkan biaya, sedangkan harga harga
yang lebih tinggi menurunkan kuantitas yang diminta (Ceteris paribus). Oleh karena iti,
perusahaan harus menempatkan dalam pasar dengan memilih harga, kuantitas dan derajat
deferensiasi produk yang dapat memaksimalkan keuntungan merekan. Bentuk keistimewaan
diferensiasi produk antara lain karakteristik produk, citra produk, dan karakteristik penjual.
25



Pemilihan karakteristik produk, citra produk dan karakteristik para penjual akan mempengaruhi
letak dan slope kurva permintaannya. Deferensiasi produk yang berhasil akan menggeser kurva
permintaan ke kanan atau menurunkan elastisitas harga. Iklan yang berhasil untuk suatu
produk atau citra akan menggeser kurva permintaan ke kanan, dan perusahaan tersebut akan
menghasilkan penerimaan yang lebih banyak.
Kegiatan untuk defernsiasi produk juga akan memepengaruhi biaya seperti biaya iklan.
Akbiatnya kurva AC akan bergeser keatas dengan semakin tingginya tingkat persaingan yang
memerlukan biaya periklanan cukup mahal. Sebaliknya kurva AC akan bergeser kebawah jika
biaya periklanan yang dibutuhkan tidak begitu mahal. Ada banyak kemungkinan kurva
permintaan dan kurva biaya yang tersedia begitu perusahaan yang menjual suatu produk yang
dideferensiasikan. Keputusan perusahaan akan mempengaruhi kurva permintaan dan kurva
biaya dalam pasar tersebut.

2.4.2.17 Keseimbangan Pasar Jangka Pendek
Keseimbangan akan terjadi jika semua perusahaan dalam kelompok produk tertentu berada
dalam keadaan keseimbangan secara bersamaan. Setiap perusahaan akan memilih harga
kuantitas dan derajat diferensiasi produknya untuk memaksimalkan keuntungannya. Hal ini
dapat digambarkan pada gambar :

Suatu perusahaan harus memilih tingkat harga pada kurva dd sama dengan DD, dan yang sesuai
dengan output yang menggambarkan MR=MC. Pada gambar. 3 terjadi Q* untuk mendapatkan
keuntungan yang maksimal, maka harga untuk kuantitas Qx dapat ditentukan dengan menarik
26


sebuah garis vertical melalui Qx tersebut menuju kurva dd. Keseimbangan produsen terjadi
pada titik P* dengan kuantitas Q*. Pada keseimbangan tersebut, keuntungan per unit sebesar
KL dan keuntungan total sebesar P*KLM. Seperti pada pasar lainnya, keuntungan jangka pendek
dapat saja negatif, nol atau positif. Gambar. 4 akan menunjukkan perusahaan yang
memperoleh keuntungan positif karena harga tercipta (P) berada diatas kurva biaya rata-rata
(AC) sehingga menghasilkan keuntungan per unit positif sebesar AB. Total penerimaan
perusahaan sebesar OPAQ, sedangkan total biayanya adalah OCBQ. Dengan demikian
keuntungan totalnya adalah sebesar PABC untuk lebih jelasnya dapat ditampilkan dalam
gambar.4

Namun, tidak semua perusahaan yang berada dipasar monopolistic akan mendapat kuntungan.
Hal itu terjadi apabila harga tercipta dibawah kurva biaya rata-rata (AC). Pada gambar. 5
ditunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian sebesar PABC, karena total penerimaannya
hanya sebesar OCBQ sedangkan total biaya sebesar OPAQ. Perusahaan bias berada pada
keadaan normal profit apabila harga yang terjadi berada pada titik C yang menggambarkan
total penerimaan sama dengan total biayanya.

27


2.4.2.18 Keseimbangan Pasar Jangka Panjang
Keseimbangan jangka panjang memerlukan syarat keseimbangan jangka pendek dan
keuntungan sama dengan nol untuk semua perusahaan yang representatif. Implikasi dari model
persaingan monopolistic ini merupakan gabungan dari implikasi dari persaingan sempurna dan
monopoli, antara lain:
1. Harga lebih besar dari marginal Cost (P>MC)
2. Keuntungan sama dengan nol.
3. AC lebih besar dari titik minimum pada kurva LRAC
Ketiga kondisi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Harga (P) Lebih besar dari Marginal Cost (MC) P>MC

Jadi keseimbangan dalam pasar monopolistic jangka panjang akan terjadi pada saat :
1. MR = MC
2. Kurva dd dan kurva DD berpotongan pada tingkat harga dan kuantitas yang dapat
memaksimalkan keuntungan.
3. Keuntungan sama dengan nol
Pada gambar diatas, keseimbangan jangka panjang tersebut akan terjadi pada kuantitas QL dan
harga PL. pada titik (QL,PL) tersebut syarat tersebut terpenuhi.

2. Keuntungan Sama dengan Nol
28


Keuntungan akan sama dengan nol dalam keseimbangan jangka panjang, karena ada
kemudahan untuk memasuki pasar, sehingga keuntungan diatas tingkat normal akan segera
hilang. Keadaan ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Pada gambar diatas, kurva dd akan bersinggungan dengan kurva LRAC dalam keseimbangan
jangka panjang. Jika keuntungan sama dengan nol, maka P harus sama dengan AC. Jika kurva dd
diatas kurva LRAC pada setiap titik, maka paling tidak akan ada sebuah ukuran pabrik yang
menghasilkan keuntungan yang positif. Selama masih ada perusahaan yang memperoleh
keuntungan positif, maka masih terdapat peluang bagi perusahaan lain memasuki industri.
Penyesuaian menuju keseimbangan pada posisi keuntungan sama dengan nol dapat dijelaskan
melalui penyesuaian masuknya beberapa perusahaan baru ke pasar. Atau melalui persaingan
harga antar perusahaan yang terdapat dalam industri. Untuk menjelaskan pernyataan diatas
dapat digambarkan sebagai berikut:

29


Gambar diatas menjelaskan bahwa pada awalnya kurva permintaan yang dihadapi oleh
perusahaan dalam pasar monopolistic adalah dd dan biaya dalam jangka panjang adalah LRAC,
sedangkan biaya marginalnya adalah LRMC. Harga yang terbentuk P* dan output yang dijual
sebanyak Q*. pada posisi ini perusahaan menikmati keuntungan supernormal. Adanya
keuntungan dalam industri ini merangsang perusahaan lain untuk memasuki pasar, sehingga
permintaan tidak lagi pada posisi dd, melainkan bergeser ke bawah. Proses bergesernya kurva
permintaan dan masuknya perusahaan baru ini akan terus berlangsung sampai kurva
permintaan penyinggung LRAC jangka panjang, yaitu
pada kurva permintaan dd. pada kondisi ini, kurva permintaan tidak lagi kecenderungan untuk
turun karena pada Posisi ini keuntungan perusahaan sama dengan nol, sehingga tidak lagi
mendorong perusahaan baru untuk memasuki industri. Harga yang terbentuk menjadi P** dan
output yang dapat dijual menjadi berkurang hanya pada Q**. Proses menuju keseimbangan
sama dengan nol juga bisa terjadi melalui perang harga antar perusahaan sehingga menggeser
kurva permintaan masing masing perusahaan. Hal ini dapat dijelaskan dengan gambar berikut
ini:

Kondisi awal perusahaan berada pada ketidakseimbangan. Untuk menigkatkan penjualannya
perusahaan tersebut menurunkan harganya menjadi P1 dengan harapan kuantitas penjualan
dapat ditingkatkan sebesar Q1 namun kondisi ini tidak terjadi karena perusahaan lain juga
melakukan hal yang sama begitu seterusnya sampai tercipta kondisi dimana semua perusahaan
tidak lagi bersedia menurunkan harganya karena mereka hanya menikmati keuntungan normal
(P=AC) dan proses perang harga ini akan terhenti pada harga P**. Dua analisis diatas telah
30


menjelaskan bahwa perang harga maupun proses masuknya perusahaan baru ke dalam industri
akan terhenti bila perusahaan yang ada dalam pasar berada pada posisi keuntungan sama
dengan nol. Oleh karena itu, pasar monopolistic keuntungan sama dengan nol merupakan
keseimbangan jan gka panjang.

3. Kelebihan Kapasitas (Exces Capacity)
Pasar persaingan monopolistic bisa mengakibatkan kelebihan kapasitas. Ada kecenderungan
dalam jangka panjang untuk mengurangi AC (biaya rata-rata) perusahaan dalam pasar
monopolistic cenderung meningkatkan produksinya dan akan mengurangi pabrik-pabrik yang
dimilikinya. Kondisi ini akan dapat menyebabkan kelebihan pasokan.

2.4.2.19 Penyesuaian Jangka Panjang
Keluar masuknya perusahaan dalam industri akan menggeser kurva dd dan DD yaitu:
a) Masuknya perusahaan-perusahaan baru akan menggeser kedua kurva tersebut ke kiri.
b) Keluarnya perusahaan-perusahaan akan menggeser kedua kurva tersebut ke kanan.
Pergeseran tersebut akan terjadi terus menerus sampai semua syarat keseimbangan jangka
panjang terpenuhi. Ilustrasinya adalah sebagai berikut:


2.4.2.20 Persaingan Bukan Harga
31


Persaingan bukan harga adalah kegiatan usaha diluar perubahan harga yang dilakukan oleh
perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli. Persaingan buka harga dapat dibedakan
menjadi dua jenis:
a) Diferensiasi produk yaitu menciptakan berang sejenis tetapi berbeda coraknya dengan
produksi perusahaan lain.
b) Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan. Salah satunya kegiatan penting yang
dilakukan oleh monopolis adalah melakukan promosi penjualan secara iklan. Tujuan
yang hendak dicapai adalah:
Untuk memperkenalkan produk kepada konsumen
Untuk menekankan bahwa barang yang dihasilkan perusahaannya adalah barang yang
terbaik.
Untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen.

2.4.2.21 Efek Persaingan Monopolistik
Analisis keseimbangan produsen dalam pasar persaingan monopolistik jangka panjang,
terdapat beberapa hal yang perlu disikapi yaitu:
1) Terjadi ketidak efesienan produksi karena produsen tidak berproduksi pada Biaya rata-rata
Minimum. Hal ini akibat dari kurva permintaan yang menurun harus bersinggungan dengan
AC, sehingga tidak mungkin terjadi AC minimum melainkan pada saat AC menurun. Ini
menandakan bahwa perusahaan dalam jangka panjang masih belum memanfaatkan adanya
economies of scale secara penuh, sehingga terjadi pemborosan sumber ekonomi
masyarakat.
2) Konsumen masih harus membayar harga produk yang lebih tinggi dari ongkos marginal
untuk menghasilkan produk tersebut (P>MC). Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih
mengalami kerugian akibat adanya kekuasaan monopoli perusahaan.

2.4.2.22 Pengaturan Pasar Monopolistik
Apabila keseimbangan pada harga dan kuantitas output keseimbangan dianggap timbul
ketidakadilan, karena perusahaan belum berada pada AC minimum dan harga yang harus
32


dibayar oleh konsumen melebihi biaya marginalnya, maka terdapat dua tindakan yang mungkin
dapat dilakukan yaitu:
1) Pemerintah membuat peraturan tentang kebijakan harga hal ini berhubungan dengan
fungsi pemerintah sebagai pengawas pasar.
2) Pemerintah memberikan subsidi, hal ini berarti pada saat tertentu pemerintah harus siap
memberikan subsidi paling tidak sebesar keuntungan produsen yang hilang atau
keuntungan sama dengan nol.
Kedua kebijakan tersebut diperlukan agar perusahaan bekerja pada MC=AC=P atau harga
ditentukan seolah-olah dalam persaingan sempurna. Pada kondisi ini monopolis tidak
sepenuhnya menggunakan haknya untuk membuat harga dan konsumen membayar barang
sesuai dengan biaya marginalnya.












33


BAB III PENUTUP
Kesimpulannya antara lain :
a) Pengaruh ekonomi persaingan monopolistik merupakan keseluruhan kerugian yang
tidak diinginkan dari efisiensi alokatif dan produktif: konsumen membayar lebih dan
mampu untuk membeli sedikit daripada di persaingan sempurna. Bagaimanapun juga,
pengaruhnya tidak seserius monopoli dan produk-produk yang dibedakan menyediakan
keragaman yang banyak diminta. Meskipun demikian, beberapa pemborosan
ditunjukkan dalam kelebihan kapasitas dan dalam penggunaan persaingan non harga.
b) Setiap perusahaan dalam menentukan keputusannya tidak tergantung pada perusahaan
lainnya,karena itu setiap perusahaan menganggap bahwa harga-harga pesaing,iklan dari
pesaing tidak berbeda dengan tindakannya sendiri. Oleh karena itu perubahan harga
oleh suatu perusahan dianggap tidak akan mempengaruhi perusahaan lain untuk
beraksi mengubah harga-harga mereka.
c) jumlah perusahaan dalam suatu industri sangat banyak dan semuanya memproduksi
produk dasar yang sama. Namun demikian asumsi bahwa produk adalah homogen
sempurna dihilangkan, setiap perusahaan dianggap mampu untuk membedakan
produknya paling tidak dalam beberapa tingkat atau derajat dari produk-produk
perusahaan saingannya. Dalam persaingan monopolistik sejalan dengan waktu
persaingan jangka panjang akan banyak perusahaan yang akan memasuki pasar. Jika
semakin banyak perusahaan yang memasuki industri tersebut dan menawarkan barang
pengganti yang sangat dekat (tetapi tidak sempurna) maka pangsa pasar dari
perusahaan yamg pertama akan menurun.




34


DAFTAR PUSTAKA

Boediono . 1982. Ekonomi Mikro. Seri Sinopsis PIE No. 1, BPFE, Yogyakarta
Ferguson, C.E., and J.P. Gould. 1975. Microeconomic Theory. Fourth Edition, Yale University.
Henderson, J.M. and R.E. Quandt. Microeconomic Theory: A Mathematical Approach. Third
Edition, McGraw-Hill International Book Company.
Koutsoyiannis, A. 1985. Modern Microeconomics. ELBS Edition, Macmillan Publishers Ltd,
London.
Nicholson, Walter. 1999. Teori Mikroekonomi. Alih bahasa: Daniel Wirajaya, Edisi ke-5,
Binarupa Aksara, Jakarta.
Rosidi, Suherman. 2000. Pengantar Teori Ekonomi. Pendekatan kepada Teori Makro & Mikro.
Cetakan ke-4, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Sukirno, Sadono. 2001. Pengantar Teori Mikroekonomi. Cetakan ke-15, PT Raja Grafindo
Persada, Jakarta.
WWW.Scribd.Com