Anda di halaman 1dari 13

Ujian Akhir Semester (UAS)

Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan (3


SKS)
Dosen : Dr. Komarudin, . Pd
Disusun Oleh :
SO!"#"$
($o. %egistrasi &'()(3*))+)
MAGISTER PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
1
2014
1. Sejak akhir tahun 90an dikenal istilah pembelajaran sebagai pengganti kegiatan belajar
mengajar (KBM). Mengapa hal tersebut kemudian semakin berkembang? Analisislah
menurut sudut pandang psikologi pendidikan khususn!a menurut teori"teori baru
psikologi pendidikan atau psikologi pembelajaran# Apa pandangan Anda sendiri
terhadap istilah pembelajaran tersebut?
Jawab :
$embelajaran merupakan proses kegiatan belajar mengajar !ang juga berperan
dalam menentukan keberhasilan belajar sis%a. &ari proses pembelajaran itu akan terjadi
sebuah kegiatan timbal balik antara guru dengan sis%a untuk menuju tujuan !ang lebih
baik.
$roses pembelajaran tidak akan berjalan dengan lan'ar apabila tidak didukung
dengan komponen"komponen dalam pembelajaran karena antara proses pembelajaran
dengan komponen pembelajaran saling berkaitan dan membutuhkan. Komponen dalam
pembelajaran sangat penting keberadaann!a karena dengan pembelajaran diharapkan
perilaku sis%a akan berubah ke arah !ang positi( dan diharapkan dengan adan!a proses
belajar mengajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada diri sis%a.
Keberhasilan pelaksanaan proses pembelajaran merupakan indikator pelaksanaan
kurikulum !ang telah dibuat oleh lembaga bimbingan belajar sehingga dalam proses
pembelajaran guru dituntut untuk men'iptakan suasana belajar !ang kondusi( sehingga
memungkinkan dan mendorong sis%a untuk mengembangkan segala kreati(itasn!a
dengan bantuan guru. $eranan guru di sini sangatlah penting !aitu guru harus
men!iapkan materi dan metode pembelajaran serta guru juga harus mengetahui dan
memahami keadaan sis%an!a demi kelan'aran pembelajaran.
&ari beberapa uraian tersebut dapat disimpulkan bah%a pembelajaran adalah
segala upa!a bersama antara guru dan sis%a untuk berbagi dan mengolah in(ormasi
dengan harapan pengetahuan !ang diberikan berman(aat dalam diri sis%a dan menjadi
landasan belajar !ang berkelanjutan serta diharapkan adan!a perubahan"perubahan
!ang lebih baik untuk men'apai suatu peningkatan !ang positi( !ang ditandai dengan
perubahan tingkah laku indi)idu demi ter'iptan!a proses belajar mengajar !ang e(ekti(
dan e(isien. Sebuah proses pembelajaran !ang baik akan membentuk kemampuan
intelektual ber(ikir kritis dan mun'uln!a kreati(itas serta perubahan perilaku atau
pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu.
2
Menurut kami istilah pembelajaran sebagai pengganti kegiatan belajar
mengajar (KBM) adalah sesuai dengan teori Social Learning menurut Albert Bandura.
*eori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori
belajar !ang relati( masih baru dibandingkan dengan teori"teori belajar lainn!a. Berbeda
dengan penganut Beha)iorisme lainn!a Bandura memandang $erilaku indi)idu tidak
semata"mata re(leks otomatis atas stimulus (S"+ Bond) melainkan juga akibat reaksi
!ang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kogniti( indi)idu
itu sendiri. $rinsip dasar belajar menurut teori ini bah%a !ang dipelajari indi)idu
terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan
pen!ajian 'ontoh perilaku (modeling). *eori ini juga masih memandang pentingn!a
conditioning. Melalui pemberian reward dan punishment, seorang indi)idu akan ber(ikir
dan memutuskan perilaku sosial mana !ang perlu dilakukan. ,adi pergantian istilah dari
KBM menjadi pembelajaran merupakan suatu 'ara !ang di lakukan untuk merubah
paradigma proses belajar dimana dalam belajar sis%a tidak han!a terpaku pada kegiatan
!ang ada di sekolah atau kegiatan di dalam kelas. Sis%a bisa belajar tidak han!a belajar
materi atau ilmu pengetahuan saja.
,adi sis%a diharapkan juga belajar mengenai sikap atau karakter !ang akan di
bentuk oleh bangsa ini. &engan istilah pembelajaran sis%a juga di harapkan mampu
menemukan berbagai hal"hal baru !ang mungkin tidak ditemukan dalam kegiatan
belajar mengajar di sekolah. Maka disinilah di harapkan penting!a peran guru dalam
pembelajaran di sekolah. &engan peran guru !ang seoptimal mungkin diharapkan dapat
men'iptakan habit (kebiasaan sis%a) dan juga sikap"sikap !ang positi( melalui
pembelajaran di sekolah. Baik melalui metode belajar atau media pembelajaran !ang
bersi(at menunjang terbentukn!a sikap atau kebiasaan sis%a !ang positi(.
-al ini sesuai dengan teori Social Learning menurut Albert Bandura !ang
men!ebutkan $erilaku indi)idu tidak semata"mata re(leks otomatis atas stimulus (S"+
Bond) melainkan juga akibat reaksi !ang timbul sebagai hasil interaksi antara
lingkungan dengan skema kogniti( indi)idu itu sendiri. ,adi dengan istilah pembelajaran
diharapkan sis%a atai anak didik di harapkan tidak belajar mengenai materi pelajaran
atau ilmu pengetahuan saja. &engan istilah pembelajaran sis%a atau anak didik juga
belajar mengenai atau perilaku atau sikap"sikap !ang positi( dari pembelajaran di
sekolah. Karena sebenarn!a manusia !ang sukses atau !ang berhasil bukanlah manusia
3
!ang mempun!ai ilmu pengetahuan !ang tinggi atau menguasai ban!ak materi
pelajaran tetapi adalah manusia!ang mempun!ai perilaku atau sikap !ang positi(
dalam segala hal. manusia !ang mempun!ai perilaku atau sikap !ang positi( akan
terbiasa ketika menghadapi persoalan atau masalah !ang berbeda dengan ilmu
pengetahuan !ang ia dapatkan di bangku sekolah.
&engan istilah pembelajaran sis%a atau anak didik sudah terbiasa dengan
perilaku atau sikap" sikap !ang positi(. -al ini karena sis%a sudah terbiasa menghadapi
berbagai hal atau apapun ketika di sekolah. .leh karena itulah menurut kami istilah
pembelajaran lebih tepat digunakan dari pada istilah kegiatan belajar mengajar (KBM).
/. Ada pandangan konsep multiple intelligences telah diterapkan dalam kurikulum di
0ndonesia terutama kurikulum /011. Berikan bukti empiris bah%a pern!ataan tersebut
benar atau sebalikn!a pern!ataan itu salah# Bagaimana pandangan Anda agar multiple
intelligences diterapkan dalam pembelajaran di sekolah? 2unakan konsep teori atau
dan argumentasi !ang sesuai#
,a%ab3
$enerapan Multiple 0ntellegen'es (M0) dalam kurikulum pendidikan 0ndonesia
han!alah %ujud dari kurikulum !ang padat saja karena tidak sejalan dengan proses
pembelajaran !ang berlangsung. Ban!ak kritik berdatangan disebabkan oleh beban
belajar sis%a dinilai terlalu berat dari muatan nasional sampai muatan lokal. Materi
muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing"masing misaln!a bahasa
daerah kesenian keterampilan daerah dan lain"lain. Berbagai kepentingan kelompok"
kelompok mas!arakat juga mendesak agar isu"isu tertentu masuk dalam kurikulum.
Akhirn!a kurikulum sekarang menjelma menjadi kurikulum super padat.
Kurikulum 4asional sebagai bagian dari Standar 4asional $endidikan di
0ndonesia dalam implementasin!a belum menghasilkan anak"anak didik menurut
kriteria dan tujuan pendidikan !ang sesungguhn!a. $erubahan perilaku sebagai
indikator dasar suksesn!a pendidikan belum ter'apai dengan baik akibat eksplorasi
habis"habisan dalam ranah kognitif semata dan mengesampingkan nilai"nilai luhur
sebuah prilaku !ang beradab. Sistem pendidikan saat ini han!a men'etak orang"orang
pintar tanpa meletakkan pondasi moral dan budi pekerti dalam 5human attitude5.
6aktan!a dibalik e(oria dalam 5success story5 dunia pendidikan 0ndonesia sis%a"
sis%an!a bahkan mahasis%a sering terlibat ta%uran dan kekerasan !ang berujung
korban ji%a.
4
&ibandingkan dengan kondisi mata pelajaran di sekolah"sekolah luar negeri
pihak sekolah tidak memaksakan sis%a"sis%in!a untuk meramu semua bidang ilmu
dan mata pelajaran !ang ada mereka diberikan hak untuk memilih bidang ilmu !ang
mereka sukai. Sistem pendidikan seperti itu jauh lebih baik. Sis%a !ang senang sains
atau olahraga bisa mem(okuskan dirin!a untuk bergulat dalam bidang ilmu tersebut
tanpa harus dibarengi dengan belajar ilmu sosial atau hal"hal !ang tidak terkait se'ara
langsung dengan sains sehingga output !ang dihasilkan jauh lebih optimal.
&i sisi lain kurikulum 0ndonesia !ang begitu padat dengan muatan ilmu
pengetahuan men!ebabkan guru menjadi 5mesin pengajar5 !ang harus melaksanakan
tugas se'ara sistematis sesuai dengan urutan"urutan mekanis !ang terdapat dalam
petunjuk operasional pelaksanaan pembelajaran tanpa memiliki kesempatan melakukan
ino)asi dan pembaharuan !ang maksimal bagi pendidikan karakter sis%a. 2uru
terberangus oleh pembelajaran !ang 5kejar waktu kejar target5. Sis%a"sis%i akan
semakin dipusingkan dan tidak (okus terhadap hal"hal !ang disukain!a karena beban
untuk menuntaskan semua mata pelajaran !ang disajikan.
$roses pembelajaran !ang baik akan %ujud jika strategi dan metode
pembelajaran !ang dilakukan oleh guru sesuai dengan karakteristik sis%an!a. *iap anak
mempun!ai karakteristik !ang unik. Se!og!an!a dengan adan!a mata pelajaran !ang
me%akili aspek"aspek dalam multiple intelligen'es dapat memberi kebebasan kepada
sis%a untuk dapat mengembangkan potensin!a dengan memilih beberapa aspek mata
pelajaran saja sesuai dengan bakat dan minatn!a bukan tiap"tiap sis%a mempelajari
semua aspek dalam M0. -al ini akan berdampak pada tidak maksimaln!a proses
pembelajaran untuk aspek !ang bukan menjadi bakat dan minatn!a tersebut.
&alam pengajaran suatu mata pelajaran hendakn!a disesuaikan dengan kekhasan
konsep7pokok bahasan dan perkembangan berpikir sis%a sehingga diharapkan akan
terdapat keserasian antara pengajaran !ang menekankan pada pemahaman konsep dan
pengajaran !ang menekankan keterampilan men!elesaikan soal dan peme'ahan
masalah.
$ada penerapan kurikulum mun'ul beberapa permasalahan terutama sebagai
akibat dari ke'enderungan kepada pendekatan penguasaan materi ('ontent oriented) di
antaran!a sebagai berikut 3 (1) beban belajar sis%a terlalu berat karena ban!akn!a mata
pelajaran dan ban!akn!a materi7 substansi setiap mata pelajaran. (/) materi pelajaran
5
dianggap terlalu sukar karena kurang rele)an dengan tingkat perkembangan berpikir
sis%a dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari"
hari. (1) muatan materi pelajaran bersi(at teoritis tidak mengaitkan dengan
permasalahan (aktual di lapangan. *itik beratn!a pada materi apa saja !ang tepat
diberikan kepada sis%a di setiap jenjang pendidikan. (8) isi pendidikan diarahkan pada
kegiatan mempertinggi ke'erdasan han!a sebatas ranah kogniti( saja.
Solusi terbaik dalam memperbaiki moral dan akhlak sis%a saat ini adalah
dengan merombak kurikulum pendidikan 0ndonesia. Struktur kurikulum !ang padat
harus dirampingkan sehingga tidak men!engsarakan anak didik. *ambah alokasi %aktu
bagi pelajaran !ang khusus mengenai moral budi pekerti dan akhlak mulia dengan
demikian muatan ilmu pengetahuan harus dikurangi sehingga tidak menambah beban
jam pelajaran bagi sis%a. Selain itu sekolah harus menggalang kerjasama dengan orang
tua sis%a sehingga ter'apai pengertian !ang sama dalam membina karakter sis%a.
Menurut &r. *homas Amstrong setiap anak dilahirkan dengan memba%a
potensi !ang memungkinkan mereka untuk menjadi 'erdas. Si(at !ang menjadi ba%aan
itu antara lain 3 keingintahuan da!a eksplorasi terhadap lingkungan spontanitas dan
(leksibilitas.
Ke'erdasan merupakan potensi !ang dimiliki seseorang !ang bersi(at dinamis
tumbuh dan berkembang. Ke'erdasan dapat berarti kemampuan !ang dimiliki oleh
seseorang untuk melihat suatu masalah lalu men!elesaikan masalah tersebut atau
membuat sesuatu !ang dapat berguna bagi orang lain. Ke'erdasan se'ara umum
dipahami pada dua tingkat !akni 3 Ke'erdasan sebagai suatu kemampuan untuk
memahami in(ormasi !ang membentuk pengetahuan dan kesadaran. Ke'erdasan sebagai
kemampuan untuk memproses in(ormasi sehingga masalah"masalah !ang sedang
dihadapi dapat dipe'ahkan (problem sol)ed) dan dengan demikian pengetahuan pun
bertambah. ,adi dapat dipahami bah%a ke'erdasan adalah pemandu bagi indi)idu untuk
men'apai sasaran"sasaran se'ara e(ekti( dan e(isien.
*eori Multiple 0ntelligen'es !ang men!atakan bah%a ke'erdasan meliputi
delapan kemampuan intelektual (9ogis"Matematis 9inguistik 0ntrapersonal
0nterpersonal Spasial +uang Musi'al Kinestetis 4aturalis). *eori tersebut didasarkan
pada pemikiran bah%a kemampuan intelektual !ang diukur melalui tes 0: sangatlah
terbatas karena tes 0: han!a menekan pada kemampuan logika (matematika) dan
6
bahasa (2ardner /001). $adahal setiap orang mempun!ai 'ara !ang unik untuk
men!elesaikan persoalan !ang dihadapin!a. Ke'erdasan bukan han!a dilihat dari nilai
!ang diperoleh seseorang. Ke'erdasan merupakan kemampuan !ang dimiliki oleh
seseorang untuk melihat suatu masalah lalu men!elesaikan masalah tersebut atau
membuat sesuatu !ang dapat berguna bagi orang lain.
&ari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bah%a kurikulum !ang baik adalah
kurikulum !ang menitik beratkan pada pengembangan kemampuan melakukan
(kompetensi) tugas"tugas dengan standar per(ormasi tertentu sehingga hasiln!a dapat
dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap serangkat kompetensi
tertentu.
Kurikulum !ang dilaksanakan hendakn!a diarahkan untuk mengembangkan
pengetahuan pemahaman kemampuan nilai sikap dan minat peserta didik agar dapat
melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran ketepatan dan keberhasilan dengan penuh
tanggungja%ab. Sehingga (o'us pendidikan tidak han!a terhenti pada ranah kogniti(
saja tetapi juga ranah psikomotorik dan a(ekti(.
-endakn!a pengajaran !ang berlangsung dapat mengakomodir bakat dan minat
tiap;tiap sis%a bukan membebani sis%a dengan mempelajari semua aspek pelajaran
!ang belum tentu aspek tersebut 'o'ok dengan karakteristik masing"masing sis%a.
1. Kita mengenal istilah asesmen autentik dan asesmen alternati(. ,elaskan apa batasan
masing"masing istileh tersebut apa perbedaan antara keduan!a dan bagaimana
aplikasin!a dalam pembelajaran?
Jawab
$enilaian autentik (Authentic Assessment) adalah pengukuran !ang bermakna
se'ara signi(ikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap keterampilan dan
pengetahuan. 0stilah Assessment merupakan sinonim dari penilaian pengukuran
pengujian atau e)aluasi. Sedangkan 0stilah Authentic merupakan sinonim dari asli
n!ata )alid atau reliabel.
Se'ara konseptual penilaian autentik lebih bermakna se'ara signi(ikan
dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekalipun. Ketika menerapkan
penilaian autentik untuk mengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik guru
menerapkan kriteria !ang berkaitan dengan konstruksi pengetahuan akti)itas
mengamati dan men'oba dan nilai prestasi luar sekolah.
7
$enilaian autentik memiliki rele)ansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam
pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum /011. &imana penilaian tersebut
mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik baik dalam rangka
mengobser)asi menalar men'oba membangun jejaring dan lain"lain. $enilaian
autentik 'enderung (okus pada tugas"tugas kompleks atau kontekstual memungkinkan
peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan !ang lebih
autentik sehingga penilaian autentik sangat rele)an dengan pendekatan tematik terpadu
dalam pembelajaran khususn!a jenjang sekolah dasar atau untuk mata pelajaran !ang
sesuai.
$enilaian autentik sering dikontradiksikan dengan penilaian !ang menggunakan
standar tes berbasis norma pilihan ganda benar"salah menjodohkan atau membuat
ja%aban singkat. *entu saja pola penilaian seperti ini tidak digantikan dalam proses
pembelajaran karena memang la<im digunakan dan memperoleh legitimasi se'ara
akademik. $enilaian autentik dapat dibuat oleh guru sendiri guru se'ara tim atau guru
bekerja sama dengan peserta didik.
&alam hal penilaian autentik seringkali pelibatan sis%a sangat penting.
Asumsin!a peserta didik dapat melakukan akti)itas belajar lebih baik ketika mereka
tahu bagaimana akan dinilai. $eserta didik diminta untuk mere(leksikan dan
menge)aluasi kinerja mereka sendiri dalam rangka meningkatkan pemahaman !ang
lebih dalam tentang tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan belajar !ang
lebih tinggi.
$ada penilaian autentik guru menerapkan kriteria !ang berkaitan dengan
konstruksi pengetahuan kajian keilmuan dan pengalaman !ang diperoleh dari luar
sekolah. $enilaian autentik men'oba menggabungkan kegiatan guru mengajar kegiatan
sis%a belajar moti)asi dan keterlibatan peserta didik serta keterampilan belajar karena
penilaian itu merupakan bagian dari proses pembelajaran guru dan peserta didik
berbagi pemahaman tentang kriteria kinerja.
&alam beberapa kasus peserta didik bahkan berkontribusi untuk mende(inisikan
harapan atas tugas"tugas !ang harus mereka lakukan. $enilaian autentik sering
digambarkan sebagai penilaian atas perkembangan peserta didik karena ber(okus pada
kemampuan mereka berkembang untuk belajar bagaimana belajar tentang subjek. .leh
sebab itulah penilaian autentik harus mampu menggambarkan sikap keterampilan dan
8
pengetahuan apa !ang sudah atau belum dimiliki oleh peserta didik bagaimana mereka
menerapkan pengetahuann!a dalam hal apa mereka sudah atau belum mampu
menerapkan perolehan belajar dan sebagain!a. Atas dasar itu guru dapat
mengidenti(ikasi materi apa !ang sudah la!ak dilanjutkan dan untuk materi apa pula
kegiatan remedial harus dilakukan.
$enilaian autentik mengharuskan pembelajaran !ang autentik pula. Menurut
.rmiston belajar autentik men'erminkan tugas dan peme'ahan masalah !ang
diperlukan dalam ken!ataann!a di luar sekolah. $enilaian autentik terdiri dari berbagai
teknik penilaian !aitu3 pertama pengukuran langsung keterampilan peserta didik !ang
berhubungan dengan hasil jangka panjang pendidikan seperti kesuksesan di tempat
kerja= kedua penilaian atas tugas"tugas !ang memerlukan keterlibatan !ang luas dan
kinerja !ang kompleks= dan ketiga analisis proses !ang digunakan untuk menghasilkan
respon peserta didik atas perolehan sikap keterampilan dan pengetahuan !ang ada.
$enilaian autentik akan bermakna bagi guru untuk menentukan 'ara"'ara terbaik
agar semua sis%a dapat men'apai hasil akhir meski dengan satuan %aktu !ang berbeda.
Konstruksi sikap keterampilan dan pengetahuan di'apai melalui pen!elesaian tugas di
mana peserta didik telah memainkan peran akti( dan kreati(. Sehingga keterlibatan
peserta didik dalam melaksanakan tugas sangat bermakna bagi perkembangan pribadi
mereka.
&alam pembelajaran autentik peserta didik diminta mengumpulkan in(ormasi
dengan pendekatan ilmiah memahami aneka (enomena atau gejala dan hubungann!a
satu sama lain se'ara mendalam serta mengaitkan apa !ang dipelajari dengan dunia
n!ata !ang ada di luar sekolah. Sehingga guru dan peserta didik memiliki tanggung
ja%ab atas apa !ang terjadi. $eserta didik pun tahu apa !ang mereka ingin pelajari
memiliki parameter %aktu !ang (leksibel dan bertanggungja%ab untuk tetap pada
tugas. $enilaian autentik pun mendorong peserta didik mengkonstruksi
mengorganisasikan menganalisis mensintesis mena(sirkan menjelaskan dan
menge)aluasi in(ormasi untuk kemudian mengubahn!a menjadi pengetahuan baru.
$ada pembelajaran autentik guru harus menjadi >guru autentik.5 $eran guru
bukan han!a pada proses pembelajaran melainkan juga pada penilaian. ?ntuk bisa
melaksanakan pembelajaran autentik guru harus memenuhi kriteria tertentu !aitu3
9
1. Mengetahui bagaimana menilai kekuatan dan kelemahan peserta didik serta
desain pembelajaran.
/. Mengetahui bagaimana 'ara membimbing peserta didik untuk mengembangkan
pengetahuan mereka sebelumn!a dengan 'ara mengajukan pertan!aan dan
men!ediakan sumber da!a memadai bagi peserta didik untuk melakukan akuisisi
pengetahuan.
1. Menjadi pengasuh proses pembelajaran melihat in(ormasi baru dan
mengasimilasikan pemahaman peserta didik.
8. Menjadi kreati( tentang bagaimana proses belajar peserta didik dapat diperluas
dengan menimba pengalaman dari dunia di luar tembok sekolah.
*erdapat 8 (empat) jenis penilaian autentik. &imana dari keempat jenis penilaian
autentik tersebut adalah sebagai berikut3
Pertama penilaian kinerja. $ada penilaian ini sebisa mungkin melibatkan partisipasi
peserta didik khususn!a dalam proses dan aspek"aspek !ang akan dinilai. 2uru dapat
melakukann!a dengan meminta para peserta didik men!ebutkan unsur"unsur
pro!ek7tugas !ang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria pen!elesaiann!a.
Berikut ini 'ara merekam hasil penilaian berbasis kinerja.
1. &a(tar 'ek (checklist).
/. @atatan anekdot7narasi (anecdotal/narative records).
1. Skala penilaian (rating scale).
8. Memori atau ingatan (memory approach).
Kedua penilaian pro!ek (project assessment). Merupakan kegiatan penilaian terhadap
tugas !ang harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode7%aktu tertentu.
$en!elesaian tugas dimaksud berupa in)estigasi !ang dilakukan oleh peserta didik
mulai dari peren'anaan pengumpulan data pengorganisasian pengolahan analisis dan
pen!ajian data.
Berikut ini tiga hal !ang perlu diperhatikan guru dalam penilaian pro!ek.
10
1. Keterampilan peserta didik dalam memilih topik men'ari dan mengumpulkan
data mengolah dan menganalisis memberi makna atas in(ormasi !ang
diperoleh dan menulis laporan.
/. Kesesuaian atau rele)ansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap
keterampilan dan pengetahuan !ang dibutuhkan oleh peserta didik.
1. Keaslian sebuah pro!ek pembelajaran !ang dikerjakan atau dihasilkan oleh
peserta didik.
Ketiga penilaian porto(olio. Merupakan penilaian atas kumpulan arte(ak !ang
menunjukkan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia n!ata. $enilaian
porto(olio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik se'ara perorangan atau
diproduksi se'ara berkelompok memerlukan re(leksi peserta didik dan die)aluasi
berdasarkan beberapa dimensi.
$enilaian porto(olio dilakukan dengan menggunakan langkah"langkah seperti berikut
ini.
1. 2uru menjelaskan se'ara ringkas esensi penilaian porto(olio.
/. 2uru atau guru bersama peserta didik menentukan jenis porto(olio !ang akan
dibuat.
1. $eserta didik baik sendiri maupun kelompok mandiri atau di ba%ah bimbingan
guru men!usun porto(olio pembelajaran.
8. 2uru menghimpun dan men!impan porto(olio peserta didik pada tempat !ang
sesuai disertai 'atatan tanggal pengumpulann!a.
A. 2uru menilai porto(olio peserta didik dengan kriteria tertentu.
B. ,ika memungkinkan guru bersama peserta didik membahas bersama dokumen
porto(olio !ang dihasilkan.
C. 2uru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian porto(olio.
Keempat penilaian tertulis. *es tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta
didik mampu mengingat memahami mengorganisasikan menerapkan menganalisis
mensintesis menge)aluasi dan sebagain!a atas materi !ang sudah dipelajari. *es
11
tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersi(at komprehensi( sehingga mampu
menggambarkan ranah sikap pengetahuan dan keterampilan peserta didik.
Asesmen alternati)e tidak han!a menilai hasil belajar tetapi dapat member
in(ormasi se'ara lengkap tentang proses pembelajaran.Asesment alternati)e tidak han!a
menilai produk belajar saja tetapi juga menilai proses belajar untuk menghasilkan
kemampuan produk tersebut.
Asesmen alternati)e dilaksanakan bersdasarkan teori belajar khususn!a dari aliran
psikologi kogniti(. Beberapa teori belajar !ang digunakan sebagai landasan dalam
pelaksanakan asesmen alternati)e adalah3
1. *eori (leksibilitas kogniti( dan +.spiro (1990)
/. *eori belajar Bruner (19BB)
1. 2enerati)e learning model dari .sborne dan %ittro'k (19D1)
8. EFperiential learning theor! dari ' rogers (19B9)
A. Multiple intelligent theor! dari -o%ard gardner (19D1)
Asesmen alternati( tidak menghilangkan asesmen dengan metode paper and
pencil test tetapi merupakan bentuk asesmen lain !ang dapat mengukur kemampuan
peserta didik !ang tidak dapat dijangkau dengan penilaian kon)ensional. Asesmen
alternati( diartikan sebagai peman(aatan pendekatan non"tradisional untuk mengakses
kinerja atau hasil belajar peserta didik. Ada kalanya asesmen alternatif juga dapat
disebut dengan asesmen otentik atau asesmen kinerja
&alam mengumpulkan in(ormasi pendidik biasan!a menggunakan paper and pen'il
test atau disebut dengan asesmen (ormal atau asesmen kon)ensional. &isebut demikian
karena metode inilah !ang biasa digunakan oleh guru. Metode paper and pen'il test
han!a dapat mengukur kemampuan kogniti( peserta didik namun belum dapat
mengukur hasil belajar peserta didik se'ara holisti'.
*es tertulis (paper and pen'il test) !ang sudah biasa dilakukan oleh guru ini
tidak mampu mengukur kemampuan hasil belaja peserta didik se'ara keseluruhan
dengan kata lain tes ini han!a mampu mengukur kemampuan kogniti( peserta didik saja
sehingga tidak dapat menilai se'ara holistik atau men!eluruh.
&engan kata lain asesmen alternati( tidak menghilangkan peran dari asesmen
tradisional tetapi sebagai suplemen atau pelengkap sehingga kemampuan hasil belajar
peserta didik dapat dideskripsikan se'ara holistik.
12
Apabila perubahan kurikulum di 0ndonesia ditelaah lebih jauh maka dapat
dipahami perubahan tersebut tidak han!a dipandang sekedar pen!esuaian substansi
materi dan (ormat kurikulum dengan tuntutan perkembangan <aman tetapi juga
pergeseran paradigma. Selanjutn!a implikasi dari diterapkann!a standar kompetensi
adalah proses asesmen !ang dilakukan oleh guru baik !ang bersi(at (ormati( maupun
sumati( harus menggunakan a'uan kriteria. &engan demikian dalam melakukan
asesmen guru memerlukan instrumen selain paper and pencil test artin!a diperlukan
asesmen !ang lain atau alternati(.
Ken!ataan di lapangan bah%a ban!ak guru !ang masih menggunakan asesmen
tradisional daripada asesmen alternati(. *es sering dijadikan sebagai satu"satun!a alat
pengambil keputusan tentang sis%a pada pembelajaran. $adahal seluruh hasil belajar
tidak dapat dinilai han!a menggunakan tes saja. *es tradisional (obje'ti)e test) tidak
dapat digunakan untuk menilai penalaran ilmiah !ang mendalam.
Se'ara umum Alasann!a pendidik kurang menggunakan asesmen alternati(
adalah pengkonstruksiann!a sulit dan %aktu penskorann!a juga memakan %aktu !ang
'ukup lama. 4amun demikian asesmen alternati( harus ditegakkan G%alaupun tidak
mudahH.
13