Anda di halaman 1dari 19

PENGELOLAAN PESTISIDA DALAM UPAYA

PENINGKATAN MUTU DAN KEAMANAN


PANGAN PRODUK PERTANIAN
Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu
2010
Dalam bidang pertanian, pengendalian hama, penyakit dan
organisme pengganggu tanaman lain masih menjadi masalah
utama. Dalam masyarakat telah dikenal pengendalian OPT antara
lain menggunakan varietas unggul, mekanis, kimiawi, biologi dan
sistem budidaya yang baik. Namun masih sering dijumpai
penggunaan secara kimiawi menjadi pilihan utama.
Penggunaan cara kimiawi dengan aplikasi pestisida merupakan
cara yang paling praktis, ekonomis dan efisien. Namun disisi lain
penggunaan pestisida tidak tepat guna dan bijaksana akan
menimbulkan berbagai masalah dan dampak negatif yang
merugikan antara lain terjadinya resistensi hama, meningkatnya
residu serta timbulnya pencemaran lingkungan hidup. Selain itu
juga menyebabkan peningkatan biaya produksi dan merugikan
kesehatan manusia.
Metode aplikasi yang dianjurkan pemerintah adalah
penggunaan pestisida berdasarkan ambang ekonomi atau ambang
pengendalian, terutama yang berdampak pada keamanan pangan.


PENDAHULUAN





1. Undang-Undang No. 12 Tahun 1992
Pasal 39 : Pemerintah menetapkan standar mutu
pestisida dan jenis pestisida yang boleh diimpor.
Pasal 40 : Pemerintah melakukan pendaftaran dan
mengawasi pengadaan, peredaran serta
penggunaan pestisida
Pasal 41 : Pemerintah dapat melarang atau
membatasi peredaran dan atau penggunaan
pestisida tertentu




Landasan Hukum Pengelolaan
Pestisida
Pasal 42 : Setiap orang atau badan hukum yang
menguasai pestisida yang dilarang peredarannya
atau tidak memenuhi standar mutu atau rusak atau
tidak terdaftar wajib memusnahkannya.


2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973
Setiap pestisida yang akan diedarkan, disimpan
dan digunakan harus terlebih dahulu terdaftar dan
atau memperoleh izin dari Menteri Pertanian



Pestisida adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad
renik dan virus yang dipergunakan untuk :
- Memberantas atau mencegah hama dan penyakit2 yang
merusak tanaman, bagian-bagian tanaman atau hasil-hasil
pertanian;
- Memberantas rerumputan;
- Mematikan daun dan mencegah pertumbuhan yang tidak
diinginkan;
- Mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau
bagian-bagian tanaman tidak termasuk pupuk;
- Memberantas atau mencegah hama-hama luar pada hewan-
hewan piaraan dan ternak;
- Memberantas atau mencegah hama-hama air;
- Memberantas atau mencegah binatang-binatang dan jasad-
jasad renik dalam rumah tangga, bangunan dan dalam alat-
alat pengangkutan; dan atau
- Memberantas atau mencegah binatang-binatang yang dapat
menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang
perlu dilindungi dengan penggunaan pada tanaman, tanah
atau air
PENGERTIAN








1. Jenis Pestisida Menurut Jasa Sasaran

- Akarisida, fungsinya untuk membunuh tungau atau
kutu
- Algisida, untuk membunuh algae
- Avisida, sebagai pembunuh atau penolak burung
- Bakterisida, untuk membunuh bakteri
- Fungisida, untuk membunuh jamur atau cendawan
- Herbisida, untuk membunuh gulma
- Insektisida, untuk membunuh serangga
- Molluksisida, untuk membunuh siput
- Nematisida, untuk membunuh nematoda

PENGENALAN PESTISIDA
- Ovisida, untuk merusak telur
- Pedukulisida, untuk membunuh kutu atau tuma
- Piscisida, untuk membunuh ikan
- Rodentisida, untuk membunuh binatang pengerat
- Termisida, untuk membunuh rayap

2. Bentuk Formulasi Pestisida
a. Formulasi Cair
- Emulsifiable Concentrate (EC) = Pekatan yang
dapat diemulsikan
- Water Soluble Concentrate (WSC) = Pekatan yang
larut dalam air
- Aqueous Concetrate (AC) = Pekatan dalam air
- Oil Concentrate (OC) = Pekatan dalam minyak
- Aerosol (A) = Aerosol
- Liquefied Gases (LG) = Gas yang dicairkan





b. Formulasi Padat
- Wettable Powder (WP) = Tepung yang dapat
disuspensikan
- Soluble Powder (SP) = Tepung yang dapat
dilarutkan
- Granula (G) = Butiran
- Dust Concentrate (DC) = Pekatan Debu
- Dust (D) = Debu
- Bait (B) = Umpan
- Tablet (T) = Tablet
- MC = Padatan Lingkar

3. Manfaat dan Dampak Negatif Pestisida
a. Manfaat Penggunaan Pestisida
- Dapat diaplikasikan dengan mudah
- Dapat diaplikasikan hampir di setiap waktu dan
disetiap tempat




- Hasilnya dapat dirasakan dalam waktu singkat
- Mudah diperoleh dan memberikan keuntungan
ekonomi, terutama jangka pendek

b. Dampak Negatif Pestisida
- Keracunan terhadap manusia
- Keracunan terhadap ternak dan hewan peliharaan
- Keracunan pada ikan dan biota lainnya
- Keracunan terhadap tanaman
- Residu penggunaan pestisida khususnya pada
tanaman yang dipanen
- Pencemaran lingkungan

c. Cara Pencegahan keracunan Pestisida
1. Cara masuknya pestisida ke dalam tubuh manusia



Pekerjaan yang paling sering menimbulkan
kontaminasi adalah mengaplikasikan, terutama
menyemprotkan pestisida. Namun yang paling
berbahaya adalah pekerjaan mencampur pestisida.
Cara pestisida masuk ke tubuh manusia atau hewan :
Penetrasi lewat kulit (dermal contamination)
Terhisap masuk ke dalam saluran pernafasan
(inhalation)
Masuk ke dalam saluran pencernaan makanan
lewat mulut (oral)



KONTAMINASI LEWAT KULIT
Pekerjaan yang menimbulkan resiko tinggi
kontaminasi lewat kulit adalah :
Penyemprotan
Pencampuran pestisida
Mencuci alat-alat aplikasi

TERHISAP LEWAT HIDUNG
Pekerjaan yang menyebabkan terjadinya kontaminasi
lewat saluran pernafasan adalah :
Bekerja dengan pestisida (menimbang, mencampur)
di ruangan tertutup atau yang berventilasi buruk
Aplikasi pestisida berbentuk gas atau yang akan
membentuk gas
Mencampur pestisida berbentuk tepung




2. Penyebab Keracunan dan Tindakan Pencegahan
Keracunan pestisida pada umumnya terjadi karena
hal-hal sbb :

Pengguna/petani tidak memiliki pengetahuan
tentang kesehatan pada umumnya
Pengguna/petani tidak memiliki informasi tentang
pestisida
Pengguna sering tidak mematuhi syarat-syarat
keselamatan dalam menggunakan pestisida







Untuk menekan resiko dan menghindari dampak
negatif penggunaan pestisida bagi pengguna/petani :
a. Peraturan perundangan
b. Pendidikan dan latihan
c. Peringatan bahaya
d. Penyimpanan pestisida
e. Tempat kerja
f. Kondisi kesehatan pengguna
g. Penggunaan pakaian/peralatan pelindung





Gunakan pestisida yang telah terdaftar dan memperoleh izin
dari Menteri Pertanian
Pilihlah pestisida yang sesuai dengan hama atau penyakit
tanaman serta jasad sasaran lainnya yang akan dikendalikan
Belilah pestisida dalam wadah asli yang tertutup rapat dan tidak
bocor atau rusak
Bacalah semua petunjuk yang tercantum pada label pestisida
Simpanlah pestisida di tempat khusus dan sejuk, kering dan
dapat dikunci
Lakukan penakaran, pengenceran atau pencampuran pestisida
ditempat terbuka atau dalam ruangan yang mempunyai ventilasi
baik
Pakailah sarung tangan dan gunakanlah wadah, alat pengaduk
dan alat penakar yang khusus hanya untuk pestisida
KEAMANAN DALAM
MENGGUNAKAN PESTISIDA
Bukalah tutup wadah pestisida dengan hati-hati
sehingga pestisida tidak memercik, tumpah atau
berhambur ke udara
Gunakanlah pestisida sesuai dengan takaran yang
dianjurkan
Periksalah alat penyemprot dan usahakan supaya
dalam keadaan baik dan bersih
Hindarkanlah pestisida terhirup melalui pernafasan
atau terkena kulit, mata, mulut dan pakaian
Apabila ada luka pada kulit tutuplah luka tersebut
dengan baik sebelum bekerja dengan pestisida
Selama menyemprot, pakailah baju khusus yang
berlengan panjang, penutup kepala, penutup muka,
celana panjang, sarung tangan dan sepatu bot
Jangan menyemprot berlawanan dengan arah angin


Mabuk, rasa mual, kepala sakit dan pusing, muntah,
penglihatan kabur dan diare, badan lemah, gugup, gemetar,
kejang-kejang





Tanggalkan pakaian yang terkena insektisida dan cucilah
kulit yang terkena dengan air bersih selama 15 menit dan
segera bawa ke dokter
Apabila insektisida tertelan dan penderita masih sadar,
segera usahakan dimuntahkan dengan memasukkan jari
yang bersih ke dalam tenggorokan atau memberikan
minum segelas air hangat yang diberi satu sendok garam
dapur

GEJALA KERACUNAN
PERTOLONGAN PERTAMA



A. ANJURAN PENGGUNAAN PESTISIDA


Penggunaan pestisida harus diusahakan untuk
memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan
dampak sekecil-kecilnya.
1. Penggunaan pestisida memenuhi kriteria 8 (delapan) tepat serta
memenuhi ketentuan baku lainnya sesuai dengan Pedoman
Umum Penggunaan Pestisida ;
Pestisida yang digunakan memenuhi kriteria tepat jenis;
Pestisida yang digunakan memenuhi kriteria tepat mutu
Gunakan pestisida dengan dosis yang tepat
Gunakan pestisida pada waktu yang tepat.
Gunakan pestisida dengan konsentrasi yang tepat
Pestisida yang digunakan memenuhi kriteria tepat OPT
target.
Gunakan pestisida dengan cara yang tepat
Pestisida yang digunakan memenuhi kriteria tepat alat
aplikasi


UNTUK MENGHASILKAN PRODUK
PERTANIAN YANG BERMUTU
2.Penggunaan Pestisida diupayakan seminimal mungkin
meninggalkan residu pada hasil panen, sesuai dengan
Pedoman Penggunaan Pestisida denga Residu
Minimum ;
3. Pestisida hayati, pestisida yang mudah terurai dan
pestisida yang tidak meninggalkan residu pada hasil
panen serta pestisida yang kurang berbahaya terhadap
manusia dan unsur lingkungan hidup lebih
diutamakan;
4. Penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak
negatif terhadap kesehatan pekerja atau aplikator
pestisida;
5. Penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak
negatif terhadap lingkungan hidup, antara lain meliputi
pencemaran tanah dan air, keracunan ternak hewan
piaraan, keracunan tanaman, serta kerusakan unsur
lingkungan hidup lainnya;
6. Tatacara aplikasi pestisida harus mengikuti aturan
yang tertera pada label.
7. Pestisida yang ressidunya berbahaya bagi manusia.


b. PENYIMPANAN PESTISIDA

1. Pestisida harus disimpan di tempat yang baik dan aman,
berventilasi baik dan tidak bercampur dengan material lainnya;
2. Harus terdapat fasilitas yang cukup untuk menakar dan
memcampur pestisida.
3. Tempat penyimpanan sebaiknya mampu menahan tumpahan
(antara lain untuk mencegah kontaminasi air);
4. Terdapat fasilitas untuk mengatasi keadaan darurat, seperti
tempat untuk mencuci mata dan anggota tubuh lainnya,
persediaan air yang cukup, pasir untuk digunakan apabila terjadi
kontaminasi atau terjadi kebocoran;
5. Akses ketempat penyimpanan pestisida terbatas hanya pada
pemegang kunci yang telah mendapat pelatihan;
6. Terdapat pedoman/tatacara penaggulangan kecelakaan akibat
keracunan pestisida yang terletak pada lokasi yang mudah
dijangkau;
7. Tersedia catatan tentang pestisida yang disimpan;
8. Semua pestisida harus disimpan dalam kemasan aslinya;
9. Tanda-tanda peringatan potensi bahaya pestisida diletakkan pada
pintu-pintu masuk.




Penyimpanan pestisida harus memenuhi
persyaratan standar sebagai berikut :