Anda di halaman 1dari 20

SKENARIO 2

MUNTAH DARAH
KELOMPOK 6
Kasus
Anda sedang berugas di UGD malam hari
datang seorang laki-laki usia 55 tahun
diantar anaknya dalam keadaan panic
mengeluh muntah warna merah segar.

Anamnesa
Identitas Pasien
Nama : Tn. Budi
Jenis Kelamin : laki-laki
Usia : 55 tahun
Alamat : Darmo Permai Selatan
Pekerjaan: Swasta
Status : Menikah

Anamnesa
Keluhan Utama : Muntah warna merah segar
Riwayat Penyakit Sekarang :
-. Muntah 2 jam sebelum ke UGD
-. Muntah disertai darah segar
-. Sore sebelum muntah pasien mengeluh perut
mual lalu
muntah, sebagian kehitaman kira-kira 2 gelas
aqua
-. Muntah baru 1x

Riwayat Penyakit Dahulu :
-. Sejak 6 bulan terakhir perut membesar
-. BAB sudah 2 minggu kehitaman
-. Gastritis
-. Waktu remaja pernah sakit kuning
Riwayat Keluarga :
-. Ayahnya meninggal usia 60 tahun karena kanker hati
Riwayat Terapi :
-. Suka minum jamu pegel linu sejak 1 tahun terakhir, 2x seminggu
Riwayat Kebiasaan :
-. Tidak merokok
-. Dulunya peminum alkohol, berhenti sejak 15 tahun lalu karena
divonis sakit maag

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Tampak sakit berat
Kesadaran : Somnolen (GCS: 3 5 6)
Vital Sign : -. Tensi : 80/50 mmHg
-. Nadi : 110x/menit, lemah teratur
-. RR : 20x/ menit
-. Suhu: 37,8C
Kepala/ Leher : -. A/I/C/D : +/-/-/-
Thorax : Inspeksi : Spider nevi (+), ginekomasti (+)
Jantung : DBN
Paru-paru: DBN
Abdomen : Inspeksi : Spider nevi (-), Vena collateral (+), bentuk perut seperti
katak
Palpasi : nyeri tekan (-), Hepar tidak teraba, undulasi (+), sifting
dullness (+)
Ekstremitas : pitting edema tungkai bawah, akral dingin pucat

Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap
Hb 9,2
Leukosit 8300
Trombosit 540.000
PCV 28%
MCV 82
MHC 30,5
MCHC 34%
LFT (Liver Funcition
Test)
AST 90
ALT 52
Albumin 2,9
Globulin 4,1
PTT 12,5
APTT 54
Kontrol 36,42


HIPOTESIS AWAL
Ruptur Varises esophagus
Sindroma Mallory-Weiss
Perdarahan ulkus peptikum
Ruptur Varises esophagus

Penyakit yang ditandai dengan pembesaran abnormal pembuluh
darah vena di esophagus bagian bawah. Varises esophagus
biasanya tidak bergejala, kecuali jika sudah robek dan berdarah.
Varises esophagus terjadi jika aliran darah menuju hati terhalang.
Penyebab utama varises esophagus biasanya merupakan
komplikasi sirosis dimana adalah gangguan serius dari hepar, yang
merupakan bekas luka ireversibel dari jaringan hepar, sering hasil
dari penyakit hati alkoholik atau hepatitis B atau infeksi hepatitis .
Penderita dengan hematemesis melena yang disebabkan oleh
pecahnya varises esophagus tidak pernah mengeluh perih dan rasa
sakit di epigastrium
Pada umumnya sifat perdarahan timbul spontan dan massif
Darah yang dimuntahkan berwarna kehitam-hitaman dan tidak
membeku karena telah bercampur dengan asam lambung

Sindroma Mallory-Weiss

Mallory-Weiss sindrom atau sindrom laserasi gastro-
esofagus adalah luka robek atau lecet pada bagian bawah
kerongkongan dan bagian atas lambung selama muntah-
muntah atau cekukan yang kuat.
Penyebab penyakit ini sering berhubungan dengan
alkoholisme dan gangguan makanan, selain itu faktor
predisposisi syndrome ini berhubungan dengan adanya
hernia hiatus, mual, muntah, batuk, trauma tumpul abdomen,
dan resusitasi cardiopulmoner.
Hematemesis biasanya timbul di dahului muntah-muntah
hebat tanpa isi kemudian akan mengerosi atau
menyebabkan luka robek pada bagian bawah kerongkongan
dan bagian atas lambung sehingga menimbulkan
perdarahan. Robekan Mallory-Weiss biasanya disebabkan
oleh muntah kuat atau batuk. Juga bisa disebabkan oleh
kejang epilepsi, atau apa pun yang meningkatkan tekanan di
dalam perut.
Gejala
tinja berdarah
Muntah darah (merah terang)

Perdarahan ulkus peptikum

Gejala ulkus peptikum
perut nyeri, epigastrium klasik dengan keparahan yang berkaitan dengan makan, setelah sekitar 3 jam
untuk mengambil makan (ulkus duodenum klasik lega oleh makanan, sedangkan ulkus lambung
diperburuk oleh itu);
perut kembung dan kepenuhan;
waterbrash (terburu-buru air liur setelah episode regurgitasi untuk mengencerkan asam dalam
esofagus);
mual, dan muntah berlebihan;
kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan;
hematemesis (muntah darah), hal ini dapat terjadi karena pendarahan langsung dari ulkus lambung, atau
dari kerusakan esofagus dari muntah yang parah / melanjutkan.
melena (tinggal, tinja berbau busuk karena teroksidasi besi dari hemoglobin);
jarang, maag dapat menyebabkan perforasi lambung atau duodenum, yang menyebabkan peritonitis
akut. Hal ini sangat menyakitkan dan membutuhkan operasi segera.
Sebuah sejarah mulas, gastroesophageal reflux disease (GERD) dan penggunaan bentuk-bentuk
tertentu dari obat-obatan dapat meningkatkan kecurigaan untuk ulkus peptikum.
Obat-obatan yang berhubungan dengan ulkus peptikum mencakup NSAID (non steroid anti-inflammatory
drugs) yang menghambat siklooksigenase, dan glukokortikoid sebagian besar (misalnya deksametason
dan prednisolone).



Hipotesa Akhir
Menurut hasil diskusi kelompok kami,
berdasarkan informasi yang kami
dapatkan dari anamesa, pemeriksaan
fisik, dan pemeriksaan penunjang,
diagnosis kami untuk pasien Tn. Budi
adalah Ruptur Varises esophagus akibat
sirosis hati.

Penatalaksanaan
Menghentikan perdarahan dengan :
Terapi farmakologis
Vasopresin
Glipresin dengan atau tanpa nitrogliserin
Somatostatin dan Octreide
Terapi Endoskopik
Skleroterapi
Ligasi varises
Terapi endoskopi lainnya
Tamponade Balon

Table 1. Hypovolaemic shock: symptoms, sign, and fluid replacement
Blood loss (ml)
Blood loss (%bv)
Pulse rate
Blood pressure
Pulse pressure
Respiratory rate
Urine output
Mental status
Fluid replacement
<750
<15%
<100
Norma
Normal or increased
14-20
>30
Slightly anxious
Crystalloid
750-1500
15-30%
>100
Norma
Decreased
20-30
20-30
Mildly anxious
Crystalloid
1500-2000
30-40%
>120
Decreased
Decreased
30-40
30-40
Anxious & confused
Crystalloid & blood
>2000
<40%
>140
Decreased
Decreased
>35
>35
Confused & letargic
Crystalloid blood
Anannesis & pemeriksaan fisis
Tanda vital, Jalan infus yg sangat besar
Selang nasogastrik Hb, Ht, trombosit,
hemostaisis
Pengobatan empirik
Cairan krostaloid, cairan koloid,
Transfusi darah, koreksi
faktor koagulasi
Obat Vasoaktif
Octreotide, Somat ostatin,
Vasopressin
Emergensi atau Dini
Endoskopi SCBA
Elektif
Endoskopi SCBA
Skleroterapi
Atau ligasi
Atau SB tube
Injeksi,
hemostatik
Atau bedah segera
Radiologi, Intervensional
Diagnostik & terapeutik
Atau bedah segera
Pengobatan
definitif
Bedah
RESUSITASI
Hemodinamik tidak stabil
Perdarahan aktif
Hemodinamik stabil
Tidak ada perdarahan aktif
Hemodinamik stabil
Perdarahan berhenti
Hemodinamik stabil
Perdarahan tetap berlangsung
Perdarahan berhenti
Sumber perdarahan
Tak tervisualisasi
Tukak
Varises esophagus lambung
Jika
gagal
History & Physical Exam;vital sign;
large bore iv line;nasogastric tube;laboratory
examtasis;Hb, Ht, thrombocyte,hemostasis
Crystalloid solution; Colloid solution
Blood Transfusion; Correction for
coagulation factors
Emperical treatment
VASOACTIVE DRUGS
Ocreotide; Somatostatin
vasopressin
ELECTIVE UGI endoscopy
EMERGENCY or EARLY UGI
endoscopy
Sclerotherapy or Ligattion
Or SB tube
Hemostatic injection
Or urgent surgery
Interventional diagnostic
& therapeutic
radiology or urgent surgery
DEFINITIVE TREATMT Surgery
INITIAL ASSESSMENT
RESUSCITATION
Hemodynamic stable; No active bleeding Hemodynamic instable; Active bleeding
Bleeding stop
Hemodynamic stable; Bleeding stop Hemodynamic instable; Bleeding continued
If fail
Ulcer Esophageal/gastric Varices Bleeding site non-visualized
Algoritma penatalaksanaan perdarahan varises di Rumah Sakit
Tipe A dan B, dimama tersedia fasilitas endoskopi.
History & Physical Exam; Vital sign;
Large bore iv line;nasogastric tube;laboratory
examtasis;Hb, Ht, thrombocyte,hemostasis
INITIAL ASSESSMENT
Hemodynamic stable; No active bleeding Hemodynamic instable; Active bleeding
Emperical treatment
Vit.K;Antisecretory
Drugs;Antacida;Sucralfate
Crystalloid solution;Colloid solution; Transfusion: PRC +/- FFP
BP.90/60 mmHg;pulse,100/m;
Hb>9g%;Tilt test (-)
BP<90/60 mmH;Pulse>100/m;
Hb<9g%;Tilt test (+)
VASO-ACTIVE DRUG
Octreotide;Somatostatin
vasopressin
Fluid resuscitation; blood
Transfusion; Coagulation factors
UGI Barium Radiography or
Referal for Upper GI Endoscopy
DEFINITIVE TREATMT
REFERRAL in
Stable hemodynamic
Hemodynamic stable; Bleeding stop Hemodynamic instable; Bleeding
RESUSCITATION
Referral system for
Elective Evaluation
STABILIZATION
Resuscitation
a. Mild or Moderate Bleed
* Pulse and blood pressure : N
* Hb > 10 mg/ml
* Without comorbidity
* Less than 60 years of age

b. Severe Bleed
Pulse > 100 beats/min
Sistolic blood pressure < 100 mmHg
Hb < 10 mg/ml
Aged > 60 years
THANK YOU