Anda di halaman 1dari 2

Perbedaan Penyakit Kronis dan Akut

Info Sehat
1
Selasa, 15 April 2014 18:01

(Foto: Istimewa)
Liputan6.com, Jakarta Satu kesalahan sering terjadi di masyarakat ketika berobat ke dokter.
Yaitu, sulit membedakan mana penyakit yang tergolong akut dan mana yang kronis.

"Kalau kita tiba-tiba terkena sesuatu yang berat, mendadak, dan singkat, itu disebut akut. Misal,
serangan jantung. Mana ada serangan jantung yang direncanakan," kata Dokter Penyakit Dalam
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. M. Ikhsan Mokoagow, SpPD, M.Med.Sci,
dalam acara 'Kepatuhan Pengobatan Faktor Penting Keberhasilan Penanganan Penyakit
Kronis' di Sere Manis, Jakarta, Selasa (15/5/2014)

"Sedangkan kronis, kondisi yang terjadi tidak selalu bergejala, perlahan, dan dalam waktu yang
lama," kata Ikhsan menambahkan.

Ikhsan pun memberikan contoh. Kalau ada pengendara motor jatuh dan mengalami patah tulang,
dan semua terjadi tidak terencana, berarti tergolong akut. Karena, tidak ada patah tulang
sebabnya kronis.

"Atau kalau orang sesak secara tiba-tiba karena kehirup debu, binatang, dan perlu disemprot, itu
masuk kategori akut," kata Ikhsan menjelaskan.

Tapi, lanjut Ikhsan, kalau sebelum si pengendara motor yang jatuh sudah mengalami keropos
tulang, itu merupakan proses yang kronis. Karena, tidak ada orang yang mengalami osteoporosis
dalam satu malam.

"Orang yang asma dari kecil sampai tua, mungkin itu akan asma terus. Itulah yang disebut
kronis," kata Ikhsan menekankan.
(Igw)