Anda di halaman 1dari 15

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
II.1 Dasar Teori
Suatu fluida dapat mengalir melalui pipa dengan cara
yang berbedabeda, ketika suatu fluida mengalir dalam pipa
silinder dan velositasnya diukur pada jarak yang berbeda dari
dinding pipa ke pusat pipa, ini telah ditunjukkan bahwa
keduanya beraliran laminer dan turbulen. Dimana fluida dalam
pusat itu berpindah lebih cepat daripada fluida yang dekat
dengan dinding. Dalam sejumlah aplikasi teknik, hubungan
antara velositas rata-rata(
av
! dalam pipa dan velositas
maksimum(
ma"
! itu sangat bergantung, karena dalam
beberapa masalah hanya
ma"
pada titik pusat pipa yang
diukur. Selanjutnya hanya pengukuran satu titik hubungan
antara
ma"
dan
av
ini dapat digunakan untuk menetapkan
av
.
elositas rata-rata itu lima kali velositas maksimum pada pusat
pipa dimana ini diberikan oleh kesetimbangan momentum
shell untuk aliran laminer. Sedangkan untuk aliran turbulen,
velositas rata-ratanya itu delapan kali velositas maksimum.
(Geankoplis C,J, 1997,P 83)
#ika fluida mengalir dalam pipa, belokan-belokan
(elbow!, katup-katup (valves! dan tee, maka akan terjadi
hambatan. $ambatan tersebut akan mengurangi tekanan,
terutama disebabkan gesekan antara aliran dan dinding dalam
yang dilewati fluida tersebut dan akibat terjadinya turbulensi
dari fluida tersebut. Sebab-sebab terjadinya pressure drop
(penurunan tekanan dalam pipa! antara lain adalah %
1. Diameter pipa yang dilewati fluida sangat kecil.
2. Suhu fluida sangat tinggi.
3. &anjang pipa yang terlalu besar.
4. elositas massa fluida yang terlalu besar.
(Geankoplis C,J, 1997,P 83)
'dapun hal-hal yang mempengaruhi pressure drop
(&! antara lain adalah %
((-)


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
- Diameter pipa (D!
Semakin besar diameter pipa, maka semakin kecil
penurunan tekanannya (pressure dropnya!
- *erat molekul fluida yang mengalir (+!
Semakin besar berat molekul fluida yang mengalir, maka
semakin kecil presure dropnya
- ,aktor friksi (f!
Semakin besar faktor friksinya, maka semakin besar pula
pressure dropnya (&!.
- &anjang pipa (-!
Semakin besar panjang suatu pipa, maka semakin besar
pula pressure dropnya.
- Suhu aliran (.!
Semakin besar suhu suatu aliran, maka semakin besar pula
pressure dropnya
- elositas massa aliran (/!
Semakin besar velositas massa aliran suatu aliran fluida,
maka semakin besar pula pressure dropnya..
$al ini sesuai dengan rumus %
(Geankoplis C,J, 1997,P 83)
Selain itu ada juga rumus pressure drop yang
menggunakan tekanan secara hidrostatis, berikut adalah
persamaannya %
(Geankoplis C,J, 1997,P 34)
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-7
888888. ()!
888888. (7!



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Hubungan antara Pressure Drop dan Koefisien
Perpindahan Panas
&ada suatu perancangan alat industri kimia, kita akan
lebih sering dihadapkan pada suatu aliran yang turbulen,
mungkin hampir 9: ; aliran dalam tube atau dalam pipa
adalah turbulen. .entu para designer memilih hal ini agar
tercapai tujuan-tujuan antara lain, tercapainya kecepatan
maksimal aliran di pipa sehingga akan memperkecil diameter
pipa ,yang otomatis akan menghemat pengeluaran biaya untuk
pipa. #uga agar perpindahan panasnya baik,jika kita
dihadapkan pada perancangan suatu sistem perpindahan panas.
#adi jelas turbulensi akan mempengaruhi diameter pipa,yang
otomatis akan menaikkan pressure drop dalam pipa.#angan
heran jika turbulensi dalam pipa anda tinggi (punya kecepatan
tinggi! disebabkan diameter pipa anda kecil,akan
mengakibatkan pressure drop tinggi, yang berarti akan timbul
gesekan yang tinggi antara fluida dan pipa sehingga pipa akan
cenderung lebih panas. Disinilah perlunya kita meninjau,
bagaimana hubungan antara pressure drop dan koefisien
perpindahan panas. Dan seperti yang telah diketahui, pada saat
kita membuat suatu perancangan yang melibatkan perhitungan
neraca panas, kita akan selalu melibatkan kondisi bahan yang
dialirkan dan jenis pipa atau bahan penyalur<medianya.
+engingat ada hubungan yang erat antara kondisi aliran dan
media pengalir. 'liran turbulen tentulah akan mempunyai
kemampuan penyerapan panas yang relatif lebih besar
daripada aliran laminer. $al ini karena aliran laminer akan
membentuk suatu lapisan film di muka pipa yang seolah-olah
akan menjadi pelapis pipa dan menyebabkan perpindahan
panas menurun.
Penurunan tekanan dan faktor friksi daa! airan a!iner
2ntuk fluida yang beraliran laminer dalam pipa
tegangan pada fluida 5ewton dapat ditulis dalam persamaan
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-=


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
sebagai berikut %
Di!ana " > iskositas (&a.s atau kg<m.s!

?
> elositas (m
7
<s!
r > rading
(Geankoplis C,J, 1997,P 84)
&ersamaan $ougen &oiseullie untuk aliran laminer cairan
pada tube circular, adalah %
Pada densitas #$ %ang konstan& adaah "
Dimana @ p
)
> tekanan pada titik pertama (5<m
7
!
&
7
> tekanan pada titik kedua (5<m
7
!
v > elositas rata-rata (m<s!
D > diameter dalam (m!
-
7
--
)
> -ebar pipa (m!
(p
7
-p
)
!
f
> .ekanan yang hilang(5.m!
(Geankoplis C,J, 1997,P 85)
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-A
8888888888....(=!

r?
> -
dr
dv
z
&
f
> (p
)
p
7
!
f
>
7
) 7
! ( =7
D
v
8888..(A!
,
f
>
k!
"
a#a$
k!
% &
p p
'
.
! (
7 )
=

(S(!

,
f
>
l(%
l(' '#
p p
'
.
! (
7 )
=

(3nglish!
888(B!
888(C!



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Penurunan tekanan dan faktor friksi daa! airan
turbuen.
&ada aliran turbulen seperti aliran laminer, faktor
friksi juga tergantung pada bilangan reynold. *agaimanapun,
tidak mungkin untuk diprediksi secara teori faktor friksi
,anning untuk aliran turbulen seperti yang dilakukan pada
aliran laminer. ,aktor friksi harus ditemukan dengan
melakukan percobaan dan itu tidak hanya tergantung pada
bilangan 1eynold tetapi juga pada kekasaran permukaan pipa.
&ada aliran laminer, kekasaran permukaan piapa tidak
mempunyai akibat yang berarti.
2ntuk bilangan 1eynold dibawah 7)::, maka %
pada bilangan reynold di atas A:::, maka %
(Geankoplis C,J, 1997,P 87)89)
'fek transfer( perpindahan panas pada faktor friksi
4etika fluida dipanaskan atau didinginka, gradien
temperatur akan menyebabkan perubahan fluida secara fisik,
khususnya viskositasnya. 2ntuk penerapannya mengikuti
metode Sieder and .ate yang dapat digunakan untuk
memperkirakan faktor friksi bagi liDuid dan gas yang
mempunyai aliran non isothermal. -angkah langkahnya
sebagai berikut %
). +enghitung bulk temperatut rata rata (t
a
! sebagai
rata rata inlet dan outlet dari temperatut bulk fluida.
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-B
f >
< . .
)C
1e
)C
v D &
= 88888(C!
f> :,)EA
(5re!
:,7
88888..88(F!


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
7. +enghitung 5re menggunakan viskositas
a
pada t
a.
untuk mendapatkan f.
=. +enggunakan temperatur dinding pipa t
w
untuk
menentukan
w
pada t
w
.
A. +enghitung untuk keadaan di bawah ini %
>
)) , :

*
a

(pendinginan! 5
re
G 7)::
>
)F , :

*
a

(pemanasan! 5
re
G 7)::
>
=E , :

*
a

(pemanasan! 5
re
H 7)::
>
7= , :

*
a

(pendinginan! 5
re
H 7)::
B. 5ilai faktor friksi telah diperoleh.
4etika liDuid dipanaskan, lebih besar dari ),: dan f
akhir menurun. Dan sebaliknya terjadi pada
pendinginan liDuid.
(Geankoplis C,J, 1997,P 92)
Penurunan tekanan dan faktor friksi daa! airan gas
&ersamaan dan metode dibahas untuk aliran turbuent
dalam pipa untuk aliran incompressible. &ipa tersebut juga
bisa untuk udara jika density (atau tekanan! berubah kurang
dari ):;. 4emudian density rata rata,
av
in kg<m
=
,
digunakan dan kesalahan yang terjadi akan kurang dari batas
ketidaktentuan dalam faktor friksi f. 2ntuk gas, persamaan
untuk aliran laminer dan turbulent %
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-C
(&
)

&
7
!f >
+,
D
G '
7
A
7

88888(E!



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
dimana
'
> (&
)
I &
7
! < 7. #uga, 5re menggunakan D/<,
dimana / adalah kg<m
7
dan konstan berdiri sendiri dari
density dan velocity untuk gas.
Dimana % 1 > E=)A,= #<kg mol 4 atau )BAB,= ft. lbf<lb mol1
+ > berat molekular.
'sal dari persamaan diatas digunakan hanya untuk
soal gas dimana tekanan relatif berubah cukup kecil sehingga
perubahan besar dalam velocity tidak dapat diabaikan, karena
penting. 2ntuk perubahan tekanan diatas sekitar ):;, aliran
bertekanan terjadi. Dalam aliran adiabatic di pipa seragam,
velocity di dalam pipa tidak dapat melebihi velocity suara.
(Geankoplis C,J, 1997,P 91)
Penurunan tekanan pada she
&ressure drop pada shell di e"changer adalah setara
dengan niai yang menunjukkan waktu suatu fluida yang
melewati bundle antara baffle. &ersamaan yang digunakan
merupakan modifikasi persamaan ,anning.
$ubungan yang didapat jarak yang dilemati bundle
diambil sebagai diameter dalam shell De dinyatakan dalam
feet dan number of crosses 5 I ), dimana 5 adalah jumlah
baffle dan - adalah panjang tube dalam feet.
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-F
&
)
7
&
7
7
>
D-
./ G '
7
A
(S(!
&
)
7
&
7
7
>
D- !0
./ G '
.
A
7

(3nglish!
8...(9!
8..():!


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
5umber of crosses, 5 I ) > tube length, in.baffle space, in
> )7 " -<*
&ersamaan isothermal pressure drop fluida yang dipanaskan
akan didinginkan menjadi %

(1ern, Donald, 1925,P 118)
Penurunan tekanan pada tube
&ersamaan yang digunakan dalam tube adalah %
dimana % n > jumlah passes
- > panjang tube
-n > panjang keseluruhan tub, ft
dimana % > velocity
S > specific gravity
/ > gravitasi, ft<sec
7
Dan total pressure drop pada tube adalah
(1ern, Donald, 1925,P 137)
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-E
&s >
Ds !
& Ds 'Gs
7
! ) (
7
+
&t >
# Des 3
n 'G#

):
7
): 77 , B
&r >
! s
n,
7
A
7
88888())!
88888()7!
88888888.()=!
&
.
> &r I &t
88888...()A!



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
P)*PA
2ntuk menggerakkan fluida melalui sistem perpipaan
memerlukan tenaga. .enaga tersebut berasal dari luar dan
memindahkan tenaga menjadi bentuk aliran fluida dengan
menggunakan alat yang disebut dengan po%pa (selain aliran
karena gaya gravitasi!. 2ntuk memilih ukuran pompa perlu
mengetahui karakteristiknya, yaitu %
- 4apasitas
- 3nergi atau head yang disupply fluida.
- Sifat sifat fluida (korosifitas, dingin atau panas,
viscous atau tidak, ada atau tidaknya ?at yang
tersuspensi!.
- 4ondisi suction atau discharge.
- Jara pemakaian (kontinyu atau tidak!.
&ompa secara garis besar dibedakan menjadi dua,
yaitu % centrifugal pump dan positive displacement pump.
Cen#ri'$!al p$%p
/aya centrifugal yang dihasilkan oleh alat ini akan
melempar cairan yang ada ke dinding pompa (casing!,
sehingga ?at cair memiliki tenaga kinetik. .enaga ini diubah
menjadi tenaga tekan sewaktu ?at cair meninggalkan impeller.
&ompa centrifugal banyak digunakan di dalam industri karena%
&erencanaan mudah.
$arganya relatif murah.
&emakaian fle"ible.
&emeliharaan mudah.
4apasitas pompa ini bisa dengan kapasitas kecil () < jam!
dengan head kecil sampai mencapai F::.::: /pm dengan
head =)9 ft.
&rinsip kerja centrifugal pump %
- Jentrifugal pump terdiri dari impeller (sudu! berputar
pada suatu KasL (poros!.
- ,luida masuk pompa pada pusat impeller dan
dilemparkeluar dengan gaya sentrifugal. /aya
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-9


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
sentrifugal yang dihasilkan akan melempar cairan
yang ada ke dinding pompa (casing!, sehingga ?at cair
memiliki tenaga kinetik. .enaga ini dirubah menjadi
tenaga tekan sewaktu ?at cair meninggalkan impeller.
*erdasarkan design bentuk impeller maka pompa sentrifugal
mempunyai beberapa type, yaitu %
). 1adial type J.&
7. .urbine pump (mi"ed flow J.&!
=. &ropeller pump.
Proses ka+itasi
*ila pompa sentrifugal beroperasi pada kapasitas yang
besar maka tekanan ?at cair pada ujung sudu akan menurun.
'pabila tekanan tersebut lebih rendah dari tekanan uap ?at ?at
cairnya (head! akan menyebabkan ?at cairnya menguap dan
membentuk butir butir air (bubles!. Sewaktu butir butir ini
memasuki sudu, tekanannya akan naik, sampai butiran
tersebut pecah dan membuat suara bising proses tersebut
disebut dengan kavi#asi. &roses ini dapat merusak performance
atau unjuk kerja dari pompa yang akan menyebabkan pompa
akan menjadi rusak. &rose ini dapat dihindarkan dengan cara
menurunkan kapasitas pemompaan dan memperbaiki kondisi
suction pompanya.
',ISI'NSI P)*PA
1umus %
4eterangan %
M$& > Mork $orse &ower (power teoritis!, lbf.ft < lbm.
*$& > *rake $orse &ower (power yang sebenarnya masuk!
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-):
3fisiensi pompa >
; ):: 3
45P
65P
888..()B!



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
&erhitungan M$& (dari sistem perpipaan! %
7 6'
!0
,
!0
!
8
P
=

+ +

N
7
7
- MfO >
7
!0
,
!0
!
8
P
+

+ +

7
7

&ower teoritis (M$&! > 5P


6' %
::: . ==
! N (
Dimana % m > massa flow rate, lbm < menit.
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-))


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II-. Apikasi Industri
Studi 'ksperi!enta Tentang Pengaruh Airan
,uida Pada Pipa Spira Terhadap /a0u
Perpindahan Panas
Abstrak
4arakteristik alat penukar panas selain
dipengaruhi bentuk geometri dan konfigurasi, juga
dipengaruhi oleh jenis alat penukarpanas tersebut. 2ntuk
mengetahui karakteristik sesungguhnya dari suatu alat
penukar panas perlu dilakukan uji coba model. 2ji
eksperimental terhadap Spiral &late $eat 3"changer
dilakukan dengan cara memvariasikan laju aliran massa
fluida pada kedua sisi aliran fluidanya, dimana fluida
panas yang digunakan berupa oil dari jenis .hermia 0il
*, sedangkan fluida dingin yang digunakan adalah air.
+odel Spiral &late $eat 3"changer yang akan
diuji mempunyai spesifikasi sebagai berikut% diameter
core :,7 m@ lebar plat :,)BB m@ channel spacing :, :)B m,
dan panjang plat =,=9 m dengan kapasitas panas
maksimum = 4M.
Spiral plate heat e"changer dibuat dari dua buah
plat datar yang relatif panjang, yang diberi jarak secara
terpisah dan dibuat sedemikian rupa membentuk spiral
yang sepusat. Spiral plate heat e"changer memberikan
banyak keuntungan yang lebih daripada shell and tube
heat e"changer%
). 'liran satu laluan membuatnya ideal untuk
pendinginan atau pemanasan sludge (endapan!,
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-)7



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
dimana endapan ini dapat diproses dalam spiral pada
kecepatan yang rendah sebesar 7 ft<sec.
7. &ada spiral plate heat e"changer umumnya terjadinya
kerak (fouls! lebih kecil jika dibandingkan dengan
shell and tube heat e"changer, karena aliran fluida
didalam 7B spiral plate adalah turbulen.
=. 3"changer tersebut disesuaikan untuk pemanasan atau
pendinginan fluida viscous (viscous fluid! karena
rasio -<D lebih rendah daripada tubular e"changer
A. Dengan kedua fluida mengalir secara spiral, aliran
dapat berlawanan arah walaupun tidak secara nyata
dengan cara menaikkan atau menurunkan debit dari
fluida kerja.
*etodoogi
2ntuk mengetahui karakteristik alat penukar panas pipa
spiral ini, maka metode yang akan dilakukan adalah
metode eksperimental dengan melakukan pengukuran
effectiveness sebagai fungsi dari 5.2 dan pressure drop
(Pp! fungsi debit fluida pendingin.
Anaisa hubungan antara drop pressure dengan debit
fuida pendingin.
/ambar E s<d ): menunjukkan hubungan antara
drop pressure sepanjang pipa spiral terhadap debit aliran
fluida pendingin, dimana dibandingkan antara
perhitungan teoritis dengan hasil eksperimental, berturut-
turut untuk kapasitas fluida panas Qh > )B: -<h@ 7:: -<h@
=:: -<h@ A:: -<h dan B:: -<h. &ada grafik dapat dilihat
bahwa secara umum grafik kenaikan drop pressure
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-)=


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
terhadap kapasitas Q memberikan kecenderungan yang
sama. Selebihnya memang terdapat perbedaan antara
pressure drop teoritis dan percobaan, dimana grafik
pressure drop percobaan lebih tinggi dibanding dengan
pressure drop teoritis. $al ini disebabkan pada
perhitungan teoritis untuk menghitung pressure drop
hanya dilakukan pendekatan terhadap jumlah spacer
stood, dikarenakan tidak adanya standar yang
menentukan jumlah spacer stood yang ada dalam spiral
plate heat e"changer yang berfungsi untuk menaikkan
efek turbulensi fluida kerja.
Kesi!puan
Dari hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa
alat penukar panas tipe spiral plate heat e"changer yang
dikaji
mempunyai karakteristik sebagai berikut%
$arga koefisien menyeluruh maksimum (2! sebesar
):=,==C M<m7 4, pada Jr > 79 :,) dan minimum
7C,7) M<m7 4 untuk Jr > ).
4ondisi operasional maksimal tercapai pada harga Jr
> :,) dengan Qc > 9:: -<h dan Qh > )B: -<h, dimana
effectiveness tertinggi sebesar :,BC7, sehingga pada
kondisi operasional ini dicapai Daktual peralatan
tertinggi.
4ondisi operasional minimum tercapai pada harga Jr
> ) dengan Qc > )B: l<j dan Qh > B:: l<j, dimana
effectiveness terendah :,:C sehingga pada kondisi
operasional ini dicapai Daktual peralatan terendah.
(6idodo, 4$di, 2992, :;#$di <ksperi%en#al /en#an! Pen!ar$=
+liran 7l$ida Pada Pipa ;piral /er=adap a"$ Perpinda=an
Panas>)
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-)A



BAB II TINJAUAN PUSTAKA
-'*01'.01(2+ 0&31'S( .345(4 4(+(' )
&10/1'+ S.2D( .345(4 4(+'
,.( (.S S21'*'6'
((-)B