Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN
Persalinan prematur merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan
morbiditas perinatal di seluruh dunia. Persalinan prematur menyebabkan 70% kematian
prenatal atau neonatal, serta menyebabkan morbiditas jangka panjang, yang meliputi
retardasi mental, gangguan perkembangan, serebral palsi, seizure disorder, kebutaan,
hilangnya pendengaran, dan gangguan non-neurologi seperti penyakit paru kronis, dan
retinopati. Hal ini berarti, morbiditas menjadi masalah sosial dan ekonomi yang signifikan,
baik bagi keluarga yang terlibat maupun negara secara keseluruhan. Oleh karena itu,
prematuritas bukan hanya menjadi komplikasi obstetri yang paling umum, namun juga
menjadi salah satu yang paling serius.
ngka kejadian prematuritas pada umumnya ber!ariasi antara "% sampai #$% dari
seluruh persalinan. %i merika &erikat, sekitar '$0.000 (##,$%) Prematuritas terjadi setiap
tahunnya, dan menyebabkan 7$% kematian neonatal dan $0% gangguan neurologis jangka
panjang pada anak. &elain itu juga menyebabkan pengeluaran biaya pera*atan kesehatan
sebesar +$% untuk bayi dan #0% untuk anak.

%i ,ndonesia belum ada angka yang secara
nasional menunjukan kejadian prematuritas, tetapi beberapa peneliti memberikan angka
kejadian prematuritas di rumah sakit. -oesoef dkk. melaporkan angka kejadian
prematuritas di beberapa rumah sakit di -akarta pada tahun #..# sebesar #+,+%,
sedangkan /sman dan 0ffendi di 1& dr. Hasan &adikin 2andung pada tahun 300# sebesar
.,.%.
4eberhasilan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas perinatal yang
berhubungan dengan prematuritas mungkin memerlukan identifikasi faktor risiko dan
pelaksanaan program modifikasi perilaku yang efektif untuk mencegah prematuritas.
&ehinggan diperlukan pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor risiko
psikososial, etiologi, dan mekanisme prematuritas, serta program yang akurat untuk
mengidentifikasi *anita yang berisiko mengalami prematuritas.