Anda di halaman 1dari 6

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Kewajiban tidak lancar adalah utang yang jatuh


temponya lebih dari satu tahun buku dan
sumber pembiayaannya tidak diambil dari aset
lancar.
Kewajiban tidak lancar meliputi utang obligasi
dan utang hipotek.

Utang Obligasi

Obligasi adalah janji tertulis untuk membayar bunga secara
periodik dan jumlah nilai nominal pada tanggal jatuh tempo.
Pada obligasi dapat terjadinya agio (premium) dan disagio
(discount). Agio terjadi apabila surat obligasi dijual dengan
harga diatas nilai nominal. Disagio terjadi apabila surat
oblogasi dijual dengan harga dibawah nilai nominal. Agio dan
disagio merupakan penyesuaian terhadap tarif bunga nominal
Surat Utang Negara (SUN) merupakan surat berharga yang
berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah
maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan
pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan
masa berlakunya.
Jenis SUN adalah sebagai berikut.
Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang berjangka waktu paling lama 12
bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto,
Obligasi negara yang berjangka waktu di atas 12 bulan dengan kupon atau
pembayaran bunga secara diskonto.

Dalam PP 27 Tahun 2008 jo. PMK-63/PMK.03/2008, diatur mengenai
pemotongan PPh bersifat final dengan tarif 20% dari diskonto SPN dimana
diskonto SPN adalah selisih antara :
Nilai nominal pada saat jatuh tempo dengan harga perolehan di pasar
perdana/ pasar sekunder, atau
Harga jual di pasar sekunder dengan harga perolehan di pasar perdana/
pasar sekunder.




Besarnya PPh adalah sebagai berikut.
Bunga dari obligasi dengan kupon sebesar :
15% bagi WP dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap (BUT) dari jumlah
bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi.
20% dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi
atau sesuai dengan tarif berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak
Berganda (P3B) yang berlaku, bagi WP luar negeri selain BUT .
Diskonto dari obligasi dengan kupon sebesar:
15% dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan
obligasi, tidak termasuk bunga berjalan bagi WP dalam negeri dan BUT.
20% dari selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan
obligasi, tidak termasuk bunga berjalan atau sesuai dengan tarif
berdasarkan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B) yang
berlaku, bagi WP luar negeri selain BUT .


Diskonto dari obligasi tanpa bunga sebesar:
15% dari selisih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan
obligasi bagi WP dalam negeri dan BUT.
20% dari selisih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan
obligasi atau sesuai dengan tarif berdasarkan Persetujuan
Penghindaran Pajak Berganda (P3B) yang berlaku, bagi WP luar negeri
selain BUT .

Bunga dan/atau diskonto dari obligasi yang diterima dan/atau diperoleh
WP reksadana yang terdaftar pada Bapepam dan lembaga keuangan
sebesar :
0% untuk tahun 2009 sampai dengan 2010
5% untuk tahun 2011 sampai dengan 2013
15% untuk tahun 2014 dan seterusnya.


Utang Hipotek

Utang hipotek pada umumnya hampir sama dengan utang obligasi, tetapi
utang hipotek tidak memiliki agio maupun diskonto.pinjaman hipotek
terutama untuk pembelian tanah dan bangunan umumnya merupakan
pinjaman dengan beban bunga tetap dan ditutup pada waktu yang lama.
Biaya penutupan hipotek umumnya langsung dibebankan pada periode
tersebut.