Anda di halaman 1dari 2

A.

PENDAHULUAN
A.1 DESKRIPSI DAN IDENTIFIKASI
A.1.1 DESKRIPSI KAWASAN
A.1.2 IDENTIFIKASI KAWASAN TERPILIH
A.2 LATAR BELAKANG
Kota Surakarta atau kota Solo adalah suatu kota di Jawa Tengah yang merupakan kota budaya
dengan slogan Solo : the spirit of Java yang mencerminkan bahwa Solo merupakan jiwa dari orang
Jawa. Dari slogan tersebut dapat disimpulkan bahwa Solo meerupakan kota dengan nilai-nilai
kebudayan yang kuat. Perekonomian di kota Solo paling menonjol adalah bisnis pariwisata dan
tekstil terutama batik. Solo dikenal sebagai pusat industri batik dengan pasar Klewer sebagai sentra
utamanya.
Pada saat ini, kota Surakarta semakin padat dikarenakan mahasiswa-mahasiswa yang berkuliah
di kota ini, pebisnis tekstil ataupun wisatawan. Hal itu menyebabkan jalan-jalan utama di tengah
kota Solo menjadi ramai dan padat. Menjadi suatu potensi dan keanehan tersendiri bilamana
terdapat jalan di tengah kota yang padat menjadi relative sepi dibandingkan penggal-penggal jalan
lainnya. Dengan pertimbangan pemerataan akses, maka penggal jalan tersebut harusnya diolah dan
juga diberdayakan sebagaimana mestinya. Karena jalan merupakan cerminan dari karakter suatu
daerah atau kawasan maka muncullah alternative kedua pengolahan penggal jalan tersebut.
Penggal jalan yang relative lengang tersebut berpotensi untuk diolah sebagai area public yang
menguntungkan.
A.3 POTENSI DAN MASALAH
A.3.1 POTENSI KAWASAN TERPILIH
Berada di area ramai dan dekat dengan pusat aktivitas kotas eperti: pasar
nangka, Stadion Manahan, Paragon Mall, jalan utama Slamet Riyadi dan
berbagai lokasi strategis kota lainnya.
Terdapat fungsi yang telah eksis di kawasan ini yaitu sebagai daerah untuk
berjualan meubel.
Berada di dekat sarana transportasi missal yaitu stasiun Solo Balapan dan
stasiun Purwosari.
Eksisting kawasan teduh dan nyaman serta mempunyai approach yang bagus.
A.3.2 MASALAH DI KAWASAN TERPILIH
Sebagai sebuah penggal jalan di tengah kota yang padat penduduk, merupakan
suatu keanehan apabila terjadi suatu kondisi yang lengang seperti di kawasan
ini dan menjadikan kawasan tersebut seakan-akan terbuang dan menjadi sia-
sia.
Eksisting kawasan mempunyai akses yang agak rumit.
Area yang sepi atau terbuang akan menimbulkan area yang kotor dan
penggunaan lahan yang tidak semestinya seperti tindak kriminal atau shelter-
shelter liar yang kumuh.
Kawasan terpilih tidak memberikan fasilitas jalan kaki yang nyaman.
Berdekatan dengan rel kereta api sehingga cukup berisik.
A.4 TEMA YANG DIANGKAT
A.4.1 IDENTIFIKASI TEMA
Tema yang diangkat adalah Wisata budaya di area publik. Hal ini didasari oleh
beberapa alasan:
Kota Surakarta adalah suatu kota budaya.
Keinginan membuat area public bagi masyarakat kota berinteraksi.
Mendukung perkembangan pariwisata dan ekonomi di kota Solo
A.4.2 ISSUE PRIORITAS
Dari poin uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa issue prioritas tema
adalah:
Issue wisata budaya yang komersial.
Issue penambahan public space sebagai ruang interaksi.

A.5 TUJUAN DAN SASARAN
A.5.1 TUJUAN
Perencanaan dan perancangan dapat menghasilkan suatu kawasan yang
merupakan wisata budaya dan mampu mendukung perekonomian kota.
Perencanaan dapat menghasilkan suatu ruang public bagi masyarakat kota.
A.5.1 SASARAN
Issue wisata budaya komersial dapat dijawab dengan cara membuat kawasan
yang dapat menyuguhkan kebudayaan kota Surakarta dan kebudayaan tersebut
merupakan komoditas dagang yang komersial. Atau secara sederhananya,
kawasan tersebut diarahkan menjadi sebuah ruang pameran kebudayaan.
Issue public space dijawab dengan cara penataan kawasan yang terbuka dan
terdapat fasilitas yang nyaman bagi user khususnya pejalan kaki.