Anda di halaman 1dari 10

DR AFRIDA KURNIATI

BAGIAN BIOLOGI FISIKA


AKPER SEHAT BINJAI
KELAINAN SEXUAL
KELAINAN SEKSUAL
Seks adalah salah satu kebutuhan utama manusia
diakui atau tidak seks yang menjadi salah satu alasan
manusia untuk membangun komitmen dalam ikatan
pernikahan.

Seandainya seks dijalankan secara wajar seks maka dapat
membuat hidup menjadi lebih baik dan jika seks dijalankan
dengan cara yang tidak wajar atau tidak umumnya tentunya
akan mengganggu stabilitas kehidupan.

Kelainan seks terjadi pada batin atau kejiwaan seseorang
walaupun dari segi fisik sama dengan orang-orang normal
yang lain.


PARAPHILIA
Istilah paraphilia (kelainan seksual) pertama kali
disebut oleh seorang psikoterapis bernama Wilhelm
Stekel dalam bukunya berjudul Sexual Aberrations pada
tahun 1925.
Paraphilia berasal dari bahasa Yunani:
Para berarti "di samping
Philia berarti "cinta

kondisi yang ditandai dorongan, fantasi, atau
perilaku seksual yang berulang dan intensif, yang
melibatkan objek, aktivitas atau situasi yang tidak
biasa dan menimbulkan keadaan distress (stres yang
berbahaya)
Jenis paraphilia
Paraphilia terdiri atas 9 jenis :
Ekshibisionisme: mempertunjukkan alat kelamin kepada orang
yang tidak dikenal untuk mendapatkan kenikmatan seksual.

Fetisisme: umumnya menggunakan benda-benda khas wanita
seperti bra, celana dalam, untuk mendapatkan kenikmatan seksual.

Froteurisme: kenikmatan seksual dengan menyentuh dan
menggesek-gesekkan ke bagian sensitif orang yagn sedang tidak
memperhatikan di tempat yang berdesakan.

Pedofilia: aktivitas seksual dengan anak-anak.

Masokisme: kenikmatan seksual diperoleh jika secara fisik dilukai,
diancam, atau dianiaya.


Jenis paraphilia
Sadisme seksual: kebalikan dari masokisme, yaitu kenikmatan
seksual diperoleh jika menyebabkan penderitaan fisik maupun psikis
pada mitra seksual.

Fetisisme transvestik: dorongan seksual diperoleh dengan berpikir
atau berimajinasi sebagai wanita, mengenakan baju wanita.

Veyourisme: kenikmatan seksual dengan mengintip orang lain yang
sedang mengganti atau menanggalkan pakaiannya, telanjang, atau
sedang beraktivitas seksual.

Paraphilia yang tak terdefinisikan, terdiri dari berpuluh-puluh jenis
kelainan seksual lainnya, seperti nekrofilia (perilaku seksual dengan
mayat), bestialiti (perilaku seksual dengan binatang), dan lain-lain.


Penyebab
Seperti dijelaskan Susan Noelen Hoeksema dalam bukunya Abnormal
Psychology, lebih dari 90 persen penderita paraphilia adalah pria.
Hal ini tampaknya berkaitan dengan penyebab paraphilia yang
meliputi pelampiasan dorongan agresif atau permusuhan, yang lebih
mungkin terjadi pada pria daripada wanita.
Penelitian-penelitian yang mencoba menemukan adanya
ketidaknormalan testoteron ataupun hormon-hormon lainnya sebagai
penyebab paraphilia, menunjukkan hasil tidak konsisten.
Artinya, kecil kemungkinan paraphilia disebabkan ketidaknormalan
hormon seks pria atau hormon lainnya.
Di sisi lain, penyalahgunaan obat dan alkohol ditemukan sangat umum
terjadi pada penderita paraphilia. Obat-obatan tertentu tampaknya
memungkinkan penderita paraphilia melepaskan fantasi tanpa
hambatan dari kesadaran.



Penyebab
Paraphilia menurut perspektif teori perilaku merupakan hasil
pengondisian klasik.

Contohnya, berkembangnya bestialiti mungkin terjadi sebagai
berikut: Seorang remaja laki-laki melakukan masturbasi dan
memperhatikan gambar kuda di dinding. Dengan demikian mungkin
berkembang keinginan untuk melakukan hubungan seks dengan
kuda, dan menjadi sangat bergairah dengan fantasi demikian.

Hal ini terjadi berulang-ulang dan bila fantasi tersebut berasosiasi
secara kuat dengan dorongan seksualnya, mungkin ia mulai
bertindak di luar fantasi dan mengembangkan bestilialiti.

Penyebab
Lingkungan keluarga dan budaya di mana seorang anak dibesarkan
ikut memengaruhi kecenderungannya mengembangkan perilaku seks
menyimpang.
Anak yang orangtuanya sering menggunakan hukuman fisik dan terjadi
kontak seksual yang agresif, lebih mungkin menjadi agresif dan
impulsif secara seksual terhadap orang lain setelah mereka
berkembang dewasa.
Banyak penderita pedofilia yang miskin dalam keterampilan
interpersonal, dan merasa terintimidasi bila berinteraksi seksual
dengan orang dewasa.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa empat dari lima penderita
pedofilia telah mengalami pelecehan seksual di masa kanak-kanak.

penanganan
Untuk mengobati bentuk penyimpangan aktivitas seks diperlukan suatu
bimbingan konseling yang baik PSIKOTERAPI

Dukungan orang-orang terdekat

Peran serta masyarakat untuk memberantas segala bentuk
penyimpangan seks yang tidak normal.