Anda di halaman 1dari 13

January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting



I. Data percobaan



Bobin kosong : 56,69 gram
Bobin + Benang : 57,76 gram
spindle : 2,55 cm
Thin Roll : 21 cm
Delivery Roll : 2,4 cm
RPM Motor : 1410
Puli A : 4,9 cm
Puli B : 15,4 cm
T
1
: 62
T
2
: 32
TCW
1
: 19
TCW
2
: 17
TCW
3
: 15
TCW
4
: 13
T
3
: 42
T
4
: 22
T
5
: 72
T
6
: 36
T
7
: 24
No Benang Ne
1
:

13


Perhitungan





















January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting



= 1410 x 0,32 x 8,23
= 3694,65

()



= 1410 x 0,32 x 1,93 x 0,45 x 0,305 x 1,5
= 179,27

()














()



= 1410 x 0,32 x 1,93 x 0,404 x 0,305 x 1,5
= 160,95

()















()



= 1410 x 0,32 x 1,93 x 0,357 x 0,305 x 1,5
January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting

= 142,22

()















()



= 1410 x 0,32 x 1,93 x 0,45 x 0,305 x 1,5
= 123,31

()
























January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting


II. Maksud & Tujuan

Maksud : Untuk melakukan proses penggintiran atau pemberian
antihan pada benang sehingga benang lebih kuat pada
proses pertenunan khususnya pada benang lusi.

Tujuan : - Untuk meningkatkan kekuatan benang.
- Untuk memperbesar diameter benang.
- Untuk mengubah arah antihan pada benang yaitu arah S
atau arah Z.

III. Teori dasar


Proses penggintiran adalah proses merangkap dua helai benang atau lebih
menjadi satu sambil diberi puntiran yang telah ditentukan dengan panjang dan
satuan tertentu. Hasil dari proses ini disebut benang gintir. Puntiran/gintiran
yang diberikan pada benang bila dinyatakan dalam satuan panjang dapat
dibedakan menjadi 3 yaitu :
Twist persentimeter (TPC)
Satuan ini biasa digunakan untuk jenis benang kapas.
Twist perinchi (TPI)
Satuan ini banyak digunakan dalam dunia tekstil karena menganut
sistim internasional, juga digunakan untuk benang kapas (Ne1)
Twist permeter (TPM)
Satuan ini biasa digunakan untuk benang dengan nomor Td, untuk
benang filament.
Proses perangkapan ada dua cara yaitu:
(a) Penggintiran langsung
Pada proses ini, benang yang digunakan merupakan benang-benang
single, yang mana perangkapan benang langsung dilakukan diatas
mesin.
Keuntungan dari cara ini adalah :
Prosesnya pendek
Tidak perlu mesin perangkap
January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting

Kekurangan dari cara ini adalah :
Setiap helai benang susah dikontrol keadaannya maupun
tegangannya sehingga hasil gintirannya kurang rata.
Untuk mesin yang tidak dilengkapi dengan stop motion, pada
setiap pengantar benang single kemungkinan besar terjadi
salah gintir.

(b) Penggintiran tidak langsung
Pada proses ini, benang yang digunakan adalah benang
rangkap. Jadi, pada proses ini perangkapan benang tidak dilakukan
di atas mesin gintir.
Keuntungan dari cara ini adalah :
Tegangan tiap helai benang terkontrol
Kemungkinan putus benang kecil
Kemungkinan salah gintir kecil
Efisiensi dan mutu benang dapat ditingkatkan

Kerugian dari cara ini adalah :
Diperlukan suatu proses tambahan, yaitu proses perangkapan benang.



IV. Alat dan Bahan


1. Mesin twister penggintiran turun.
2. Bobin kosong
3. Benang yang akan digintir


V. Cara kerja


1. Memasukkan atau melakukan benang yang akan diproses melalui kawat penghantar,
batang penghantar, press dan delivery roll, lapet, traveller, kemudian dililitkan pada
bobin, dan masuk pada spindel.
2. Menjalankan mesin dengan cara menekan tombol on pada mesin sambil mengamati
jalannya proses awal pada penggintiran.
3. Menyambung benang bila putus dengan cara sambungan tenun.
January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting

4. Mencari arah twist benang asal. Untuk mengetahui arah twist benang asal dapat
diketahui dengan cara memuntir kekanan dan ke kiri. Apabila twist benang terbuka
dengan memilin kekanan, berarti twist awalnya S, dan apabila twist lepas saat
memilin kekiri berarti twist asalnya Z.
5. Menentukan arah twist gintir.
6. Memasang pita spindle sesuai dengan rencana.

Apabila twist menghendaki arah S , maka dapat ditempuh dengan cara pengaturan
pita spindle sebagai berikut :
Dalam mesin gintir ada dua jenis pengikatan spindle. Pengikatan ini maksudnya
adalah jenis putaran arah twist ataupun jenis putaran arah antihan:
a) Arah antihan S, lihat gambar : b) Arah antihan Z, lihat gambar :



































TIN ROL
JOCKEY
SPINDEL

January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting

VI. Alur proses


2 3
1 Keterangan :
5 1. Rak benang
4 6 2. Benang (cones )
17 3. Kawat penghantar
4. Batang penghantar
5. Press roll
7 6. Delivery roll
7. Lapet
8. Balooning
9. Traveller
8 10.Ring roll
11.Bobin
12.Spindle
13.Alat pengerem
9 10 14.Pita spindle
15.Tin roll
16.Jockey pulley
17.Kawat penghubung stop motion
11
15 14 13
16 12
Gambar 1. Mesin Gintir turun Twister







January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting



VII. Diskusi


Kualitas benang yang akan digintir harus diperhatikan karena jika benang
yang akan digintir tidak baik maka akan menghambat proses penggintiran,
seperti : benang akan sering putus sehingga akan mengakibatkan
banyaknya sambungan dan gulungan yang dihasilkan memiliki kerataan
yang kurang baik.
Pada saat penyetelan arah twist harus benar-benar diperhatikan letak /
posisi dari pita spindle (jangan sampai terbalik antara arah twist S dengan
Z)
Pada saat menentukan arah twist dari masing2 benang harus sangat teliti
karena apabila terbalik akan lepas dan berpengaruh pada kualitas hasil
penggintiran




VIII. Kesimpulan

Proses penggintiran pada benang dilakukan untuk menambah kekuatan pada
benang sehingga benang lebih kuat pada proses pertenunan.Selain itu dalam
penggintiran ada arah twist dimana itu akan berpengaruh pada efek permukaan
kain nantinya


January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting

PERTANYAAN DAN JAWABAN
1. Gambarkan gearing diagram dan jalannya proses penggintiran berikut
keterangannya !
Jawab :

Alur proses


2 3
1 Keterangan :
5 1. Rak benang
4 6 2. Benang (cones )
17 3. Kawat penghantar
4. Batang penghantar
5. Press roll
7 6. Delivery roll
7. Lapet
8. Balooning
9. Traveller
8 10.Ring roll
11.Bobin
12.Spindle
13.Alat pengerem
9 10 14.Pita spindle
15.Tin roll
16.Jockey pulley
17.Kawat penghubung stop motion
11
15 14 13
16 12
Gambar 1. Mesin Gintir turun Twister







January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting

Gearing diagram
















2. Hitung produksi per spindle perjam untuk no benang yang saudara
kerjakan !
Jawab































January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting











3. Jelaskan maksud dan tujuan penyetelan arah twist
Jawab :

Agar tidak terjadi pelepasan twist,apabila benang dan pita atau belt
penyetel arah twist berlainan maka arah twist sebelumnya pada
benang akan lepas

4. Hitunglah TPI dan no gintir benang yang digintir Ne 20 dan Ne 30
dengan cara mengubah ubah roda gigi!
Jawab:


()





()





()





()






January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting

5. Bila benang asal berbeda arah twistnya apa yang terjadi pada
benang gintirnya
Jawab :

Arah twist sebelumnya akan lepas dan berganti arah,dan juga akan
berpengaruh pada hasil dan kualitas gintiran

January 1, 1901 [ALDDY RIZKYAWAN

Persiapan pertenunan twisting

LAPORAN PRAKTIKUM PERSIAPAN PERTENUNAN
TWISTING




Disusun Oleh :

Nama : ALDDY RIZKYAWAN
NPM : 13010038
Group : 2T2


















SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL
BANDUNG
2014