Anda di halaman 1dari 7

Yusnia Satyawati Hardiningtyas

Struktur Kabel
Pengertian
Struktur kabel merupakan struktur yang bekerja dengan prinsip gaya tarik yang biasanya
menggunakan material kabel baja. Struktur ini biasanya digunakan untuk menahan beban atap
bentang lebar dengan tujuan untuk mengurangi banyaknya jumlah kolom pendukung/penopang
yang digunakan atau bahkan bisa saja tidak perlu menggunakan kolom pendukung sebagai
penopang atap.
Sejarah
Struktur kabel mulai dikenal sejak zaman Mesir Kuno dengan bahan/ material yang terbuat dari
serat-serat alami, seperti rotan dan akar pohon gantung yang kuat. Kemudian, digunakanlah kabel-
kabel dengan material metal besi atau baja (high tension strenght steel) pada akhir abad ke-19 dan
masih terbatas pada konstruksi jembatan berbentang lebar saja. Baru kemudian digunakan pada
struktur bangunan berbentang lebar. Selain sebagai penyelesai masalah struktur berbentang lebar
tanpa kolom, struktur kabel juga mampu memberikan kesan yang ringan, transparan, dan estetis.
Deskripsi Singkat
Kabel adalah elemen struktur fleksibel. Karena sifatnya yang fleksibel ini, maka sering terjadi
deformasi atau perubahan bentuk, seperti timbulnya getaran yang terus menerus karena isapan dan
hembusan angin. Hal ini dapat diatasi dengan beberapa sistem penanggulangan sehingga kabel-
kabel tersebut menjadi kaku dan kuat. Contohnya, jika struktur kabel ini diterapkan sebagai struktur
atap suatu bangunan dan saat itu angin bertiup kencang maka akan timbul gaya isap. Jika besar
isapan tersebut melampaui beban mati struktur atap tersebut maka permukaan atap akan naik dan
bentuknya pun akan berubah. Gaya angin yang ada di atas atap pun ikut berubah karena gaya ini
bergantung pada bentuk atap. Gaya angin yang berubah ini membuat struktur kabel yang bersifat
fleksibel menjadi berubah bentuk lagi sebagai respon terhadap beban baru yang muncul. Jadi,
selama ada gaya angin, proses dari perubahan bentuk ini akan terus berlangsung yang nantinya akan
mengakibatkan atap bergetar dan tidak mempunyai bentuk yang tetap. Hal itu dapat diatasi dengan
menggunakan jenis atap yang berat yang mampu mencegah getaran oleh beban mati, pengakuan
kabel dengan menambah jumlah kabel sehingga menciptakan cable net structure, diberi batang
tekan sebagai pemisah antar kabel dengan tujuan untuk menambah tarikan internal kabel,
memasang angkur/ pengangkuran ke pondasi (ground anchorage,) gaya tarik pada kabel dinetralisir
oleh pondasi akibat adanya perlawanan gaya tarik pada kabel.





Yusnia Satyawati Hardiningtyas
Tipe Kabel Konstruksi:

1. Spiral strands
Berdiameter 5-40 mm, kurang tahan terhadap korosi. Digunakan pada bangunan dengan
beban yang relatif kecil, contoh: ikatan angin pada struktur baja atau kayu
2. Full locked coil cables
Permukaan kabel tahan terhadap korosi. Digunakan sebagai kabel utama dalam konstruksi.
3. Structural ropes
Bersifat fleksibel. Digunakan sebagai kabel tepi pada struktur membran.
Jenis konstruksi:







1. Sistem single layer
Terdiri dari satu lapis kabel yang direntangkan pada rangka utama. Bisa juga diberi
kolom sebagai penunjang konstruksi. Jadi, kabel digantungkan langsung pada kolom
penunjang yang dimiringkan dengan derajat kemiringan tertentu atau bisa juga dengan
memberikan angkur pada landasan di atas tanah.

2. Sistem double layer
Penempatan kabel utama pada dua lapis kabel (melengkung ke atas dan melendut ke
bawah) dan diantara kedua lapisan tersebut nantinya dipasang batang-batang pengaku
(batang tekan atau pun batang tarik) yang berperan dalam memikul gaya eksternal.
Sistem single layer Sistem double layer
Yusnia Satyawati Hardiningtyas
Keuntungan
Fleksibilitas pemakaian dan pra pabrikasi pembuatan yang memudahkan pemasangan di
lokasi dan membutuhkan waktu yang singkat dalam pemasangannya
Ekonomis untuk bangunan bentang lebar dan luas
Ringan
Mempunyai daya tahan yang besar terhadap gaya tarik untuk bentangan ratusan meter
Efisiensi ruang yang diciptakan lebih besar
Tingkat keamanan terhadap api lebih baik dibandingkan struktur tradisonal (runtuh oleh
pembengkokan elemen tekan di bawah temperatur tinggi) karena kabel baja lebih tahan
terhadap temperatur tinggi.
Saat terjadi penurunan penopang, kabel segera menyesuaikan diri pada kondisi
keseimbangan yang baru tanpa adanya perubahan yang berarti dari tegangan

Kelemahan struktur kabel :
Adanya getaran mampu membuat bangunan yang menggunakan struktur kabel ini
berpotensi roboh.

Penerapan pada Jembatan



Struktur kabel dikaitkan
pada struktur utama
jembatan untuk menopang
beban jembatan dengan
bentangan yang panjang
Jalan raya yang ada pada
jembatan dibuat kaku
sebagai respon terhadap
posisi beban yang berubah-
ubah (dari kendaraan yang
melaju) dengan tujuan agar
beban yang diterima oleh
kabel nantinya bersifat
konstan
Yusnia Satyawati Hardiningtyas
Penerapan pada Bangunan
Crystal Palace Athletics Stadium

http://photos1.blogger.com/blogger/3579/104/400/cryststad.jpg
The Gregran-Larkham Stand

Pada kedua stadion tersebut, struktur kabel digunakan untuk menarik/ menahan beban atap
penonton tanpa harus menggunakan kolom pendukung yang menghalangi pandangan penonton
Millennium Dome

http://wwp.millennium-dome.com/images/millennium-dome/millennium-dome-at-dusk.jpg
Yusnia Satyawati Hardiningtyas

http://arsitek-muda-um.blogspot.com/2010/02/sistem-tenda.html
Struktur kabel digunakan untuk menarik beban atap tenda yang digunakan sebagai penutup
atap bangunan yang mempunyai bentangan yang luas

http://www.arkitekturnet.dk/anmeldelser/images/rl/domefig2.jpg
Yusnia Satyawati Hardiningtyas

http://www.arkitekturnet.dk/anmeldelser/images/rl/domefig3.jpg
Detail struktur kabel pada Millennium Dome

Struktur atap Khan Shatyr


Struktur
Membran
Struktur
Kabel
Bangunan Khan Shatyr
menggunakan struktur kabel
sebagai struktur utama pada
bangunan yang menarik beban
atap berupa membran

Yusnia Satyawati Hardiningtyas

Gambar potongan Khan Shatyr, Kazakstan




DAFTAR PUSTAKA
Struktur & Arsitektur Edisi 2, Agus John Macdonald, H. Wibi Hardani - 2001 - 134 halaman, Erlangga
Sumber dari internet:
Trilistyo, Hendro. 2005. Struktur Kabel pada National Athletics Stadium, Bruce, Australia.pdf
Struktur Kabel dan Lengkung (cable and arc structure.pdf
Hardjasaputra, Harianto. 2006. Struktur Kabel: Teknologi dan Desain.pdf
http://archipress-ub.blogspot.com/2013/05/struktur-membran.html
http://rachmat-arsitektur.blogspot.com/2011/02/elemen-elemen-sistem-struktur-bangunan.html
http://www.amusingplanet.com/2012/11/khan-shatyrthe-worlds-tallest-tent-in.html
http://adampriyadi.wordpress.com/2013/05/24/arsitektur-bentang-lebar/