Anda di halaman 1dari 23

Implementasi SIM Dalam Pengambilan Keputusan Organisasi

Pendidikan
Diajukan untuk memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen dalam Pendidikan (3 SKS)
Dosen : Prof. Dr. Gerardus Polla, M. App. Sc
Disusun Oleh :
SO!I"
#"o. $egistrasi %&'(')*((+,
-"I./$SI0AS "/G/$I 1AKA$0A
P$OG$AM PAS2ASA$1A"A
MAGIS0/$ P/"/I0IA" DA" /.A-ASI P/"DIDIKA"
3*'4
A. atar 5elakang
!a"a mem#angun keefektifan !emim!in terletak semata !ada
!em#ekalan dimensi keteram!ilan teknis dan keteram!ilan konse!tual$
%da!un keteram!ilan !ersonal menjadi ter!inggirkan$ Padahal sejatin"a
efektifitas kegiatan manajerial dan !engaruhn"a !ada kinerja organisasi&
sangat #ergantung !ada ke!ekaan !im!inan untuk menggunakan
keteram!ilan !ersonaln"a$ Keteram!ilan !ersonal terse#ut meli!uti
kemam!uan untuk memahami !erilaku individu dan !erilaku kelom!ok
dalam kontri#usin"a mem#entuk dinamika organisasi& kemam!uan
melakukan modifikasi !erilaku& kemam!uan memahami dan mem#eri
motivasi& kemam!uan memahami !roses !erse!si dan !em#entukan
komunikasi "ang efektif& kemam!uan memahami relasi antar konse!
ke!emim!inan'kekuasaan'!olitik dalam organisasi& kemam!uan
memahami genealogi konflik dan negosiasin"a& serta kemam!uan
mengkonstruksikan #uda"a organisasi "ang ideal$
!a"a mem#angun keteram!ilan !ersonal terse#ut selaras dengan
!erkem#agan kekinian rum!un kajian Organi(ational Studies (Teori
Organisasi& Perilaku Organisasi& Manajemen SDM& dan Ke!emim!inan)&
"ang menemukan kontekstualisasin"a dalam semangat !endekatan
human relations$ Organisasi #irokrasi !u#lik !un idealn"a tidak terle!as
dari arah !erkem#angan ini$ Dalam hal ini& !aradigma organisasi
#irokratik')e#erian "ang #erkarakter (terlalu) im!ersonal dan dingin&
menda!atkan tantangan serius dari !aradigma !ost'#irokrasi "ang le#ih
humanis$
Kreativitas !enting #agi !engam#il ke!utusan& hal ini
memungkinkan !engam#il ke!utusan untuk le#ih se!enuhn"a menghargai
dan memahami masalah& termasuk melihat masalah'masalah "ang tidak
da!at dilihat orang lain& namum ken"ataann"a #an"ak !emim!in dalam
!engam#ilan ke!utusan tidak mem!erhatikan !erilaku !emim!in "ang
se#aikn"a$
SIM men"ediakan informasi #agi !ara !engelola !endidikan untuk
!engam#ilan ke!utusan "ang #ersifat taktis$ SIM men"ediakan informasi
men"angkut informasi strategis "ang di!erlukan untuk menentukan
langkah !endidikan$
Se*ara teoritis& SIM akan sangat mem#antu !ara !engelola
!endidikan dari #er#agai tingkatan dalam melaksanakan tugasn"a$ Dalam
teori SIM& tersirat !engertian #ah)a informasi akan selalu tersedia !ada
setia! tingkatan !engelola& sesuai dengan ke#utuhann"a$ Proses
!engolahan dan !en"e#aran informasi !ada SIM sifatn"a men"eluruh&
atau kadang kala dise#ut se#agai !endekatan s"stem se*ara total (Total
S"stems %!!roa*h)$
Sistem informasi mem#antu ke!ala sekolah dalam
mengkomunikasikan dan men"e#arluaskan informasi& salah satun"a
mem#antu ke!ala sekolah dalam !roses !engam#ilan ke!utusan$ ntuk
mengetahui #agaimana *ara !engam#ilan ke!utusan& terle#ih dahulu
akan di#ahas mengenai tingkatan !engam#ilan ke!utusan dalam suatu
organisasi$ Muhammad +akhri ,usein dan %min -i#o)o (.//0: 1/)
men"e#utkan !engam#ilan ke!utusan da!at diklasifikasikan melalui level
organisasi& #erkaitan dengan strategik& manajemen& knowledgei& dan
o!erasional$
Pengam#ilan ke!utusan tidaklah mudah& terkadang !engam#ilan
ke!utusan itu #ukan men"elesaikan masalah teta!i menam#ah masalah
#aru "ang mungkin dikerenakan oleh: !ertama& !emim!in tidak
mengam#il atau menda!at informasi "ang lengka!$ Kedua& )alau!un
lengka! informasi "ang di!eroleh ta!i tidak #isa mengolah informasi
terse#ut$ Oleh karena itu dalam !engam#ilan ke!utusan sangat
mem#utuhkan informasi "ang utuh dan diolah informasi terse#ut se*ara
#erkaitan (tersistem) dengan demikian sistem informasi manajemen
sangat #er!eran dalam !engam#ilan ke!utusan& terutama dalam lem#aga
!endidikan "ang se#agian #esarn"a untuk #idang !ela"anan jasa "ang
sangat menentukan dalam !erkem#angan !eserta didik$
5. !akekat Pengambilan Keputusan
Ke!utusan adalah hasil !eme*ahan masalah "ang dihada!in"a
dengan tegas$ ,al itu #erkaitan dengan ja)a#an atas !ertan"aan'
!ertan"aan mengenai 2a!a "ang harus dilakukan3 dan seterusn"a
mengenai unsur'unsur !eren*anaan$ Da!at juga dikatakan #ah)a
ke!utusan itu sesungguhn"a meru!akan hasil !roses !emikiran "ang
#eru!a !emilihan satu diantara #e#era!a alternatif "ang da!at digunakan
untuk meme*ahkan masalah "ang dihada!in"a$
Ke!utusan itu sendiri meru!akan unsur kegiatan "ang sangat vital$
4i)a ke!emim!inan seseorang itu da!at diketahui dari kemam!uan
mengatasi masalah dan mengam#il ke!utusan "ang te!at$ Ke!utusan
"ang te!at adalah ke!utusan "ang #er#o#ot dan da!at diterima #a)ahan$
Ini #iasan"a meru!akan keseim#angan antara disi!lin "ang harus
ditegakkan dan sika! manusia)i terhada! #a)ahan$ Ke!utusan "ang
demikian ini juga dinamakan ke!utusan "ang mendasarkan diri !ada
human relations$
Setelah !engertian ke!utusan disam!aikan& kiran"a !erlu !ula
diikuti dengan !engertian tentang 5!engam#ilan ke!utusan6$ %da
#e#era!a definisi tentang !engam#ilan ke!utusan& dalam hal ini arti
!engam#ilan ke!utusan sama dengan !em#uatan ke!utusan& misaln"a
0err6& definisi !engam#ilan ke!utusan adalah !emilihan alternatif !erilaku
dari dua alternatif atau le#ih ( tindakan !im!inan untuk men"elesaikan
masalah "ang dihada!i dalam organisasi "ang di!im!inn"a dengan
melalui !emilihan satu diantara alternatif'alternatif "ang dimungkinkan)$
Menurut Siagian !engam#ilan ke!utusan adalah suatu !endekatan
terhada! hakikat suatu masalah& !engum!ulan fakta'fakta dan data&
!enentuan "ang matang dari alternatif "ang dihada!i dan !engam#ilan
tindakan "ang menurut !erhitungan meru!akan tindakan "ang !aling
te!at$
Dari kedua !engertian diatas maka da!at ditarik kesim!ulan #ah)a
ke!utusan itu diam#il dengan sengaja& tidak se*ara ke#etulan& dan tidak
#oleh sem#arangan$ Masalahn"a tele#ih dahulu harus diketahui dan
dirumuskan dengan jelas& sedangkan !eme*ahann"a harus didasarkan
!emilihan alternatif ter#aik dari alternatif "ang ada$
Pengam#ilan ke!utusan adalah tindakan !emilihan alternatif$ ,al
ini #erkaian dengan fungsi manajemen$$ Misaln"a& saat manajer
meren*anakan& mengelola& mengontrol& mereka mem#uat ke!utusan$
%kan teta!i& ahli teori klasik tidak menjelaskan !engam#ilan ke!utusan
terse#ut se*ara umum$ Pelo!or teori manajemen se!erti +a"ol dan r)i*k
mem#ahas !engam#ilan ke!utusan mengenai !engaruhn"a !ada
delegasi dan otoritas& sementara #a!ak manajemen'+rederi*k -$ Ta"lor'
han"a men"inggung metode ilmiah se#agai !endekatan untuk
!engam#ilan ke!utusan$ Se!erti ke#an"akan as!ek teori organisasi
modern& analisis a)al !engam#ilan ke!utusan da!at ditelusuri !ada
7hester 8arnard$ Dalam The Functions of the Exec 8arnard mem#erikan
analisis kom!rehensif mengenai !engam#ilan ke!utusan *lan men"at
9Proses ke!utusan $$$ meru!akan teknik untuk mem!ersem!it !ilihan$9
Ke#an"akan !em#ahasan !roses !engam#ilan ke!utusan ter#agi
dalam #e#era!a langkah$ ,al ini da!at ditelusuri dari ide "ang
dikem#angkan ,er#ert %$ Simon& ahli teori ke!utusan dan organisasi "ang
memenangkan hadiah :o#el& "ang mengonse!tualisasikan tiga taha!
utama dalam !roses& !engam#ilan ke!utusan:
l. Aktivitas inteligensi. 8erasal dari !engertian militer 9intelligen*e&9
Simon mendeskri!sikan taha! a)al ini se#agai !enelusuran kondisi
lingkungan "ang memerlukan !engam#ilan ke!utusan$
2. Aktivitas desain. Selama taha! kedua& mungkin terjadi tindakan
!enemuan& !engem#angan& dan analisis masalah$
3. Aktivitas memilih. Taha! ketiga dan terakhir ini meru!akan !ilihan
se#enarn"a'memilih tindakan tertentu dari "ang tersedia
8erhu#ungan dengan taha!'taha! terse#ut& teta!i le#ih em!iris
("aitu& menelusuri ke!ut); se#enarn"a dalam organisasi)& adalah langkah
!engam#ilan ke!utusan menurut Mint(#erg a kolegan"a:
<. Taha! identifikasi, di mana pengenalan masalah atau kesempatan
mun*ul dan diagnosis di#uat Diketahui #ah)a masalah "ang #erat
menda!atkan diagnosis "ang ekstensif dan sistematis& te! masalah
"ang sederhana tidak$
.. Taha! !engem#angan, di mana terda!at pencarian !rosedur atau
solusi standar "ang ada as mendesain solusi "ang #aru$ Diketahui
#ah)a !roses desain meru!akan !roses !en*arian d !er*o#aan di
mana !em#uat ke!utusan han"a mem!un"ai ide solusi ideal "ang
tidak jelas$
3. Taha! seleksi, di mana !ilihan solusi di#uat$ %da tiga *ara !em#entukan
seleksi: dengan penilainn !em#uat ke!utusan& #erdasarkan
!engalaman atau intuisi& #ukan analisis logis= dengan analisis alternatif
"ang logis dan sistematis= dan dengan tawar-menawar saat seleksi
meli#atkan kelom!ok !em#uat ke!utusan dan semua manuver !olitik
"ang ada$ Sekali ke!utusan diterima se*ara formal& otorisasi !un
kemudian di#uat$
Mint(#erg$ 8aik tereks!resi dalam taha! Simon mau!un Mint(#erg&
terda!at langkah a)al "ang da!at diidentifikasi "ang menghasilkan
aktivitas !emilihan dalam !engam#ilan ke!utusan$ Perlu di*atat #ah)a
!engam#ilan ke!utusan meru!akan !roses dinamis& terda!at #an"ak
*elah #eru!a um!an #alik dalam setia! taha!$ 97elah um!an #alik da!at
dise#a#kan oleh masalah )aktu& !olitik& ketidaksetujuan antarmanajer&
ketidakmam!uan untuk mengidentifikasi alternatif "ang te!at atau
mengim!lementasikan solusi& !ergantian manajer& atau mun*uln"a
alternatif #aru se*ara ti#a'ti#a$ >ang !enting adalah !engam#ilan
ke!utusan meru!akan !roses dinamis$ Proses dinamis ini mem!un"ai
im!likasi !erilaku dan strategis !ada organisasi$ Penelitian em!iris ter#aru
mengindikasikan #ah)a !roses ke!utusan "ang men*aku! !em#uatan
!ilihan strategis menghasilkan ke!utusan "ang #aik dalam organisasi 0
teta!i masih terda!at #an"ak masalah& "akni manajer mengam#il
ke!utusan "ang salah$ Kem#ali ke !eranan dominan "ang dimainkan
teknologi informasi dalam analisis dan !raktik !engam#ilan ke!utusan
"ang efektif& relevansi studi dan a!likasi !erilaku organisasi ini adalah a!a
"ang dise#ut !erilaku !engam#ilan ke!utusan$
+ungsi dari !engam#ilan ke!utusan "aitu& (<) !angkal !ermulaan
dari semua aktivitas manusia "ang sadar dan terarah& #aik se*ara
individual mau!un kelom!ok& #aik institusional mau!un organisasional= (.)
sesuatu "ang #ersifat futuristi*& artin"a #erhu#ungan dengan hari de!an$
(?t" @ohaet"& ./</:<A.)$
%da!un tujuan dari !engam#ilan ke!utusan& "aitu (<) tujuan #ersifat
tunggal& terjadi a!a#ila ke!utusan "ang dihasilakan han"a men"angkut
satu masalah& artin"a sekali di!utuskan tidak ada kaitann"a dengan
masalah lain= (.) tujuan "ang #ersifat ganda terjadi a!a#ila ke!utusan
"ang dihasilkan men"angkut le#ih dari satu masalah& artin"a #ah)a
ke!utusan "ang diam#il sekaligus meme*ahkan dua masalah atau le#ih&
"ang #ersifat kontradiktif atau "ang tidak kontradiktif$(?t" @ohaet"&
./</:<A3)$
Melihat fungsi dari !engam#ilan ke!utusan di atas& !engam#ilan
ke!utusan "ang dilakukan oleh ke!ala sekolah se#agai !im!inan akan
#er!engaruh #esar terhada! kelangsungan organisai sekolah$ Oleh
karena itu& hal ini akan memiliki dam!ak terhada! !erilaku mau!un sika!
#a)ahann"a & se!erti )akil ke!ala sekolah& guru& staf tata usaha& mau!un
sis)a$ Oleh se#a# itu ke!ala sekolah se#agai !im!inan harus mam!u
memilih alternative'alternatif ke!utusaan "ang te!at sehingga tujuan
organisasi sekolah untuk meningkatkan kinerja !endidikann"a da!at
ter*a!ai se*ara o!timal$
2. 7aktor87aktor 6ang Mempengaru9i Pengambilan Keputusan
Dalam !engam#ilan ke!utusan tidak akan terle!as dari fa*tor'faktor
"ang mem!engaruhin"a menurut ?t" @ohaet"& ./</:<AB se#agai #erikut:
<$ Kedudukan ke!ala sekolah se#agai !im!inan tertinggi di sekolah
dan #ertanggung ja)a# atas jalann"a !endidikan
.$ Masalah "ang di!utuskan a!akah masalah di dalam sekolah
ataukah masalah di luar sekolah se!erti ke#ijakan !emerintah
3$ Melihat situasi di dalam dan di luar sekolah sehingga ke!utusan itu
tidak mengaki#atkan hal'hal "ang le#ih #uruk$
B$ Kondisi "ang memungkinkan ke!utusan itu dikeluarkan dengan
melihat fa*tor'faktor "ang ada
A$ Tujuan dari !engam#ilan ke!utusan di!erhitungkan dam!ak internal
dan eksternal sekolah$
Penda!at lain mengatakan #ah)a fa*tor'faktor "ang
mem!engaruhi !engam#ilan ke!utusan dalam (?t"& ./</:<A0)& se#agai
#erikut:
<$ Keadaan internal organisasi
Keadaan ini #ersangkut !aut dengan a!a "ang ada di dalam
organisasi terse#ut "ang meli!uti dana& keadaan SDM&
kemam!uan kar"a)an& kelengka!an dari !eralatan organisasi$
.$ Keadaan eksternal organisasi
Keadaan ini #ersangkut !aut dengan a!a "ang ada di luar
organisasi& se!erti ekonomi& sosial'!olitik& hukum& #uda"a$
3$ Tersedian"a informasi "ang di!erlukan
Informasi "ang di!erlukan mem!un"ai sifat: (<) akurat= (.) u! to
date= (3) kom!erhensif= (B) relevan= (A) memiliki kesalahan "ang
ke*il$
B$ Ke!ri#adian dan ke*aka!an !engam#ilan ke!utusan
Ke!ri#adian dan ke*aka!an meli!uti ke#utuhan& intelegensi&
keteram!ilan& dan ka!asitas !enilaian$
+aktor'faktor "ang !erlu di!erhatikan dalam !engam#ilan ke!utusan
menurut 0err6, "aitu :
<$ ,al'hal "ang #er)ujud mau!un "ang tidak #er)ujud& "ang
emosional mau!un "ang rasional !erlu di!erhitungkan dalam
!engam#ilan ke!utusan$
.$ Setia! ke!utusan harus da!at dijadikan #ahan untuk men*a!ai
tujuan organisasi$
3$ Setia! ke!utusan jangan #erorientasi !ada ke!entingan !ri#adi&
teta!i harus le#ih mementingkan ke!entingan organisasi$
B$ 4arang sekali !ilihan "ang memuaskan& oleh karena itu #uatlah
altenatif'alternatif tandingan$
A$ Pengam#ilan ke!utusan meru!akan tindakan mental dari tindakan
ini harus diu#ah menjadi tindakan fisik$
0$ Pengam#ilan ke!utusan "ang efektif mem#utuhkan )aktu "ang
*uku! lama$
1$ Di!erlukan !engam#ilan ke!utusan "ang !raktis untuk
menda!atkan hasil "ang le#ih #aik$
C$ Setia! ke!utusan hendakn"a dilem#agakan agar diketahui
ke!utusan itu #enar$
D$ Setia! ke!utusan meru!akan tindakan !ermulaan dari serangkaian
kegiatan mata rantai #erikutn"a$
D. Pengambilan Keputusan Dalam Perspektif Informasi
Ketika se#uah lem#aga !endidikan memahami dan memiliki
!engetahuan untuk #ertindak& lem#aga !endidikan terse#ut diharuskan
melakukan !ilihan terhada! ka!a#ilitas "ang tersedia dan komitmen
terhada! ke!utusan "ang diam#il dengan strategi "ang telah ditentukan$
Pada !rinsi!n"a seorang !im!inan lem#aga !endidikan selalu
m*n*ari !erilaku "ang rasional dalam #ertindak$ :amun& karena !im!inan
terse#ut memiliki keter#atasan dalam ka!asitas kognitifn"a& informasi& dan
nilai'nilain"a& harus di*ari informasi terhada! alternatif "ang mungkin
diam#il serta konsekuensi "ang men"ertai setia! alternatif$ %ltenatif "ang
telah diam#il kemudian dievaluasi agar hasil "ang telah di*a!ai
#erdasarkan !ilihan atau tujuan da!at diketahui$ Proses ini mem!akan
lindakan "ang dilakukan dalam men*a!ai !ilihan alternatif "ang rasional$
Pengum!ulan informasi dan !ers"aratan !roses informasi terjadi
melalui ka!a#ilitas masing'masing lem#aga !endidikan atau individu
!im!inan lem#aga !endidikan terse#ut$ serta tergantung !ada tingkat
am#iguitas tujuan atau konllik tujuan mau!un tingkat ketidak!astian
teknis$ Oleh karena itu& lem#aga !endidikan da!at mengatasin"a dengan
mengado!si salah satu model dari model !engam#ilan ke!utusan #erikut
ini$
a. ational !ode"
Model ini di!ergunakan jika tingkat am#iguitas atau konfliksitas
sasaran mau!un tingkat ketidak!astian teknis rendah$ Pilihan
di!ermudah oleh kinerja !rogram (Mar*h& Simon& IDD.) dan standar
o!erasional (7"ert$ <DD.& Mar*h& ID10) "ang disusun menurut
aturan ke!utusan serta rutiniias "ang telah di!elajari se#uah
organisasi atau lem#aga !endidikan$
#. $olitical !odel
Ketika tujuan di!*re#utkan oleh #erhagai kelom!ok ke!entingan
dan ke!astian teknis tinggi dalam kelom!ok& ke!utusan dari
tindakan meru!akan hasil ta)ar'mena)ar antara !emain "ang
mengejar ke!entingan mereka dan memani!ulasi instramen
!engaruh "ang tersedia$ Pengam#ilan ke!utusan !olitik mungkin
dikaitkan dengan game pla%ing atau sema*am !ermainan ketika
!ara !emain mengam#il tem!at& !osisi& dan !engaruh& serta
mem#uat gerakan'gerakan menurut aturan'aturan dan kekuatan
ta)ar'mena)ar mereka (%llison& <D1<)$
c. Anarch% !odel
Model ini di!ergunakan jika tingkat am#iguitas atau konfliksitas
sasaran mau!un tingkat ketidak!astian teknis tinggi (Mar*h dan
Olsen& <DD.)$ Situasi ke!utusan se*ara relatif inde!enden "ang
terdiri dari alur masalah& solusi& !artisi!asi& dan !ilihan !eluang$
Ke!utusan terjadi melalui !eluang dan )aktu ketika ada masalah&
!artisi!an& dan !ilihan te!at serta ketika solusi dilekatkan terhada!
!ersoalan dan !ersoalan di!ilih oleh !artisi!an "ang memiliki )aktu
dan energi untuk melakukan hal terse#ut$
d. $rocess !odel
Model ini di!ergunakan jika tingkat am#iguitas atau konfliksitas
sasaran rendah sedangkan ketidak!astian teknisn"a tinggi
(Mint(#*rg& @aisinghani& dan Theoret& <DD0)$ Ketika tujuan atau
sasaran #ersifat strategis dan jelas& teta!i metode teknis untuk
men*a!ain"a tidak !asti$ !engam#ilan ke!utusan menjadi !roses
dinamis "ang ditandai dengan #an"ak interu!si dan iterasi$
Meski!un !roses menunjukkan suatu struktur umum= !roses
terse#ut dimulai dengan !engakuan dan diagnosis !ro#lem "ang
diikuti dengan !engem#angan altematif melalui !en*arian solusi
"ang sia! !akai atau desain "ang telah di#uat untuk !esanan$
Selanjutn"a$ !roses terse#ut #erakhir dengan evaluasi dan seleksi
dari altematif "ang harus disahkan atau disetujui$
Keem!at model ke!utusan terse#ut masing'masing di*irikan oleh
!er#edaan !endekatan dalam menda!atkan dan menggunakan informasi$
Dalam model anarki& !en*arian informasi #erada !ada level "ang rendah
dalam memahami solusi dan alternatif mele!askan diri dari masalah& serta
meninggalkan atau masuk ke dalam situasi ke!utusan dengan sejumlah
ke*aka!an tertentu$ Penggunaan informasi masih tidak terkontrol& ketika
solusi terkait langsung dengan masalah melalui kejadian dan ketertarikan
seorang !im!inan dan ke!utusan di#uat dengan tingkat k*salahan "ang
le#ih sering dari!ada solusi model rasional$ Dalam model rasional$
!en*arian informasi meningkat se*ara luas$ %kan teta!i& a)aln"a ter#atas
!ada !en*arian lokal !ada lingku! gejala atau solusi saja dan didorong
oleh #entuk rangsangan atau masalah "ang telah ditentukan dengan #aik$
Penggunaan informasi relatif terkontrol dituntut oleh !rinsi! seleksi
alternatif "ang *uku! #aik untuk mele)ati kriteria "ang minimal da!at
diterima$
/. 1enis81enis Pengambilan Keputusan
4enis'jenis ke!utusan da!at disusun #erdasarkan #er#agai sudut
!andang dan se*ara garis #esar dikenal tiga jenis ke!utusan& "aitu :
1. Keputusan Berdasarkan Tingkat Kepentingan
Pada umumn"a se#uah lem#aga termasuk lem#aga !endidikan
memiliki hierarki manajemen$ Se*ara umum ter#agi atas 3 tingkatan
"aitu manajemen tingkat atas& manajemen tingkat menengah& dan
manajemen tingkat #a)ah$ Manajemen tingkat atas #erkaitan
dengan !eren*anaan "ang #ersifat strategis (strategic planning)$
Manajemen tingkat menengah menangani masalah !enga)asan dan
kegiatann"a le#ih #an"ak #ersifat administrasi$ Manajemen tingkat
#a)ah "aitu manajemen o!erasional& #erkaitan dengan kegiatan
o!erasional sehari'hari$
2. Keputusan Berdasaran Regularitas
Ke!utusan "ang dikemukakan oleh Simon (<DDA) di#agi menjadi
ke!utusan ter!rogram dan ke!utusan tidak ter!rogram "ang
diuraikan se#agai #erikut$
a. $engam#ilan &eputusan Terprogram
Pengam#ilan ke!utusan ini #ersifat rutinitas dan #erulang'ulang
dengan *ara !enanggulangan telah ditentukan untuk !en"elesaian
masalah melalui: (<) prosedur, "aitu serangkaian langkah "ang
#erhu#ungan dan #erurutan "ang harus diikuli oleh !engam#il
ke!utusan= (.) aturan& "aitu ketentuan "ang mengatur a!a "ang
harus dan a!a "ang tidak #oleh dilakukan oleh !engam#il
ke!utusan= (3 'ke#i(akan, "aitu !edoman "ang menentukan
!arameter untuk mem#uat ke!utusan$
#. $engam#ilan &eputusan Tidak Terprogram
Pengam#ilan ke!utusan ini #*rsifat tidak rutinitas dan digunakan
untuk men"elesaikan masalah "ang tidak #erstruktur$
3. Keputusan Berdasarkan Lingkungan
Ke!utusan ini di#edakan menjadi em!at kelom!ok #erikut ini$
a. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Pasti
Pengam#ilan ke!utusan da!at #erlangsung dengan hal'hal se#agai
#erikut$
<) %lternatif "ang harus di!ilih han"a memiliki satu konsekuensi
ja)a#an atau hasil$ Ini #erarti hasil dari setia! alternatif tindakan
terse#ut da!at ditentukan dengan !asti$
.) Ke!utusan "ang akan diam#il didukung oleh informasi atau data
"ang lengka! sehingga hasil dari setia! tindakan "ang dilakukan
da!at diramalkan se*ara akurat atau eksak$
3) Pengam#ilan ke!utusan harus mengetahui se*ara !asti a!a
"ang akan terjadi di masa "ang akan datang$
B) Pengam#ilan ke!utusan selalu dihu#ungkan dengan ke!utusan
"ang men"angkut masalah rutin karena kejadian tertentu di
masa "ang akan datang da!at di!astikan terjadi$
A) Pengam#ilan ke!utusan da!at ditemui dalam kasus dan model
"ang #ersifat deterministik$
0) Teknik !en"elesaian atau !eme*ahann"a #iasan"a
menggunakan !rogram linier& model trans!ortasi& model
!enugasan& model inventori& model antrean& dan model network.
b. Pengambilan keputusan dalam Kondisi Berisiko
Pengam#ilan ke!utusan ini da!at #erlangsung dengan adan"a hal'
hal se#agai #erikut$
<) %lternatif "ang di!ilih mengandung le#ih dari satu kemungkinan
hasiln"a$
.) Pengam#ilan ke!utusan me)akili le#ih dari satu alternatif
tindakan$
3) %dan"a asumsi #ah)a !engam#il ke!utusan mengetahui
!eluang "ang akan terjadi terhada! #er#agai tindakan dan hasil$
B) @isiko terjadi karena hasil !engum!ulan ke!utusan tidak da!at
diketahui dengan !asti )alau!un nilai !ro#a#ilitasn"a diketahui$
A) Pada kondisi ini keadaan alam sama dengan kondisi tidak !asti$
Per#edaann"a dalam kondisi ini& ada informasi atau data "ang
akan mendukung !em#uatan ke!utusan #eru!a #esar atau nilai
!eluang terjadin"a #erma*am'ma*am keadaan$
0) Teknik !eme*ahann"a menggunakan konse! !ro#a#ilitas&
se!erti model ke!utusan !ro#a#ilistik& model inventori
!ro#a#ilistik model antrean !ro#a#ilistik$
c. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Tidak Pasti
>ang timaksud dengan !engam#ilan ke!utusan dalam kondisi tidak
!asti meli!uti #e#era!a hal #erikut$
<) Tidak diketahui sama sekali kondisi "ang mungkin tim#ul serta
kemungkinan mun*uln"a kondisi'kondisi itu$
.) Pengam#ilan ke!utusan tidak da!at menentukan !ro#a#ilitas
terjadin"a #er#agai kondisi atau hasil "ang keluar$
3) >ang diketahui han"alah kemungkinan hasil dari sualu tindakan&
teta!i tidak da!at di!rediksi #era!a #esar !ro#a#ilitas setia!
hasil terse#ut$
B) Pengam#ilan ke!utusan tidak mem!un"ai !engetahuan dan
informasi lengka! mengenai !eluang terjadin"a #erma*am'
ma*am keadaan terse#ut$
A) ,al "ang akan di!utuskan #iasan"a relatif #elum !ernah terjadi$
0) Tingkat ketidak!astian ke!utusan sema*am ini da!at dikurangi
dengan *ara men*ari informasi "ang le#ih #an"ak melalui riset
atau !enelitian dan !enggunaan !ro#a#ilitas su#jektif$
1) Teknik !eme*ahann"a adalah menggunakan #e#era!a metode
(kriteria)& "aitu metode minimax regret, metode realisme& dan
di#antu dengan ta#el hasil )$a% *ff Ta#le'.
d. Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Konflik
Pengam#ilan ke!utusan meli!uti em!at hal #erikut$
<) Ke!entingan dua atau le#ih !engam#ilan ke!utusan saling
#ertentangan dalam situasi !ersaingan$
.) Pengam#ilan ke!utusan saling #ersaing dengan !engam#ilan
ke!utusan lainn"a "ang rasional& tangga!& dan #ertujuan untuk
memenangkan !ersaingan terse#ut$
3) Pengam#il ke!utusan #ertindak se#agai !emain dalam suatu
!ermainan$
B) Teknik !eme*ahann"a menggunakan teori !ermainan (4$
Su!ranto$ <DD<: <C'<D)$
4enis !engam#ilan ke!utusan "ang sesuai tergantung !ada
ke!utusan itu sendiri mau!un )aktu !engam#ilan ke!utusann"a$
Pengam#ilan ke!utusan ter!rogram a!a#ila ke!utusan itu #ersifat rutinitas
dan #erulang'ulang$ Pengam#ilan ke!utusan "ang dalam kondisi !asti
harus mem!erhitungkan alternatif'alternatif "ang ada$ %!a#ila
!engam#ilan ke!utusan #erisiko& harus diam#il risiko "ang !aling ke*il$
ntuk kondisi "ang tidak !asti da!at menggunakan ma*am'ma*am
metode dan mengam#il ke!utusan dengan tim sekolah$ %da!un
!engam#ilan dalam kondisi konflik harus #an"ak menggunakan "ang
#ersifat rasional$
Menurut E$,$ Eromm dan P$-$ >etton dalam -ira)an (.//3: <.A)$
mengemukakan !engam#ilan ke!utusan se#agai teori !engam#ilan
ke!utusan normatif& "ang didasarkan !ada asumsi #ah)a !roses
!engam#ilan ke!utusan ditentukan oleh !emim!in& !engikut& dan faktor
situasi$ Menurut teori ini ada 3 jenis !roses !engam#ilan ke!utusan& "aitu
se#agai #erikut$
', Pengambilan keputusan otokratik
Pim!inan men"elesaikan masalah atau mengam#il ke!utusan
sendiri tan!a mengikutsertakan !engikutn"a #erdasarkan informasi
"ang tersedia )aktu itu atau !im!inan menerima informasi "ang
di!erlukan dari !ara !engikutn"a untuk kemudian menentukan
ke!utusan sendiri$ Pim!inan dalam hal ini da!at mem#eri tahu atau
tidak mem#eri tahu ke!ada !engikutn"a mengenai tujuan& masalah&
informasi& atau!un !roses ke!utusan "ang sedang dilakukann"a$
Para !engikutn"a tidak ikut #er!eran aktif dalam mendefinisikan
se*ara o!erasional !ro#lem untuk men*i!takan altematif "ang
di!erlukan dalam !ola !engam#ilan ke!utusan$
2) Pengambilan keputusan konsultatif
Dalam !engam#ilan ke!utusan ini !im!inan mendiskusikan
!ro#lem dengan !ara !engikut "ang relevan se*ara individual untuk
mengum!ulkan ide dan saran mereka tan!a mem#ahasn"a dalam
kelom!ok !engikut$ Proses !engam#ilan ke!utusan konsultatif ini
!im!inan #isa juga mendiskusikan !ro#lem "ang dihada!i dengan
!ara !engikutn"a dalam !ertemuan kelom!ok$ Dalam !ertemuan
ini !im!inan menda!atkan ide dan masukan$ Kemudian !im!inan
mengam#il ke!utusan "ang merefleksikan atau!un tidak
menrfleksikan !engaruh !engikutn"a$
3) Pengambilan keputusan kelompok
Pim!inan dalam !roses !engam#ilan ke!utusan #er#agi !ro#lem
"ang dihada!i dengan !im!inan lain se*ara #erkelom!ok$
Kemudian se*ara #ersama'sama !im!inan dan !ara !engikutn"a
mengidentifikasi dan mongevaluasi alternatif "ang di!erlukan dalam
!engam#ilan ke!utusan dan #erusaha men*a!ai konsensus untuk
menda!atkan satu solusi$ Peran seorang !im!inan adalah
mengoordinasikan diskusi agar le#ih fokus !ada !ro#lem "ang
dihada!i$ Pim!inan mendorong !artisi!asi !ara !engikut untuk
men"am!aikan informasi& ide& atau !enda!at teta!i tidak
memaksaf*an mereka untuk mengado!sin"a$ Pim!inan juga
mendorong !engikutn"a agar mau menerima dan melaksanakan
solusi "ang dihasilkan dari diskusi keilom!ok$
7. angka98langka9 dalam Pengambilan Keputusan
Pengam#ilan ke!utusan "ang rasional sangat di!erlukan #agi
setia! organisasi dimana !ara manjer dituntut melakukan suatu tindakan
"ang le#ih rasional dalam menghada!i setia! masalah "ang ada$
Pengam#ilan Ke!utusan @asional adalah suatu !roses sistematik dimana
!ara manjer meneta!kan masalah& mengevaluasi alternatif dan memilih
o!timal untuk mem#erikan manfaat "ang maksimal ke!ada organisasi$
Menurut 7hu*k -illiams (.//<) langkah'langkah !engam#ilan ke!utusan
"ang rasional adalah se#agai #erikut :
<$ Mendefinisikan masalah
Fangkah !ertama dalam !engam#ilan ke!utusan adalah mengenali
masalah "ang ada$ Suatu masalah tim#ul a!a#ila ada !er#edaan
antara keingina "ang diteta!kan dengan keadaan "ang sesungguhn"a
terjadi$ %dan"a !er#edaan ini tidak menjamin #ah)a manajer akan
langsung mem#uat ke!utusan men"elesaikan masalah$ Pertama
manajer harus mengetahui adan"a !er#edaan$ Manajer harus
termotivasi untuk mengurangi !er#edaan terse#ut$ Ketiga& selain hal'
hal terse#ut manajer juga harus memilikki !engetahuan& keteram!ilan&
kemam!uan dan sum#er'sum#er da"a untuk men"elesaikan masalah
terse#ut$
.$ Mengidentifikasi kriteria ke!utusan
Kriteria ke!utusan adalah ukuran dasar "ang digunakan untuk
menuntun !ertim#angan dan ke!utusan$ Pada umumn"a semakin
#an"ak ditemukan kriteria "ang memungkinkan untuk meme*ahkan
masalah& maka akan semakin #aik !eme*ahan masalahn"a$
3$ Menim#ang kriteria
Setelah mengetahui kriteria ke!utusan& langkah #erikutn"a adalah
memutuskan kriteria mana "ang le#ih !enting atau kurang !enting$
Sementara #an"ak jumlah model matematika "ang da!at di!akai
untuk menim#ang kriteria ke!utusan& semuan"a memerlukan
!engam#il ke!utusan untuk menentukan !eringkat a)al kriteria
ke!utusan$ 8e#era!a menggunakan perbandingan mutlak (a#solute
comparisons'& adalah dimana setia! !atokan di#andingkan dengan
ukuran dasar (standar) atau tingkatan atas manfaatn"a sendiri$
Metode lain adalah perbandingan nisbi )relative comparisons'
dimana masing'masing !atokan di#andingkan se*ara langsung
terhada! tia!'tia! !atokan "ang lain$
B$ Mem#uat alternatif !ilihan tindakan
Setelah mengenali dan menim#ang kriteria ke!utusan& langkah
#erikutn"a adalah mengenali !ilihan tindakan "ang mungkin da!at
meme*ahkan masalah$ Pada langkah ini& !emikirann"a adalah untuk
men"usun se#an"ak mungkin alternatif$
A$ Mengevaluasi setia! alternatif
Fangkah #erikutn"a adalah se*ara sistematis mengevaluasi tia!'tia!
alternatif terhada! masing'masing !atokan$ Karena sejumlah
informasi harus dikum!ulkam& langkah ini memakan )aktu jauh le#ih
lama dan le#ih mahal dari langkah lain dalam !roses !engam#ilan
ke!utusan$ Kemudian !ada saat informasi telah terkum!ul& da!at
di!ergunakan untuk mengevaluasi setia! alternatif terhada! setia!
!atokan$
0$ Mem!erkirakan ke!utusan "ang o!timal
Fangkah terakhur dalam !roses !engam#ilan ke!utusan adalah
mem!erkirakan ke!utusan "ang !aling o!timal dengan menentukan
nilai o!timal setia! alternatif$ Ini dilakukan dengan mengalikan
!enilaian setia! !atokam ( langkah A) dengan #o#ot !atokan terse#ut
(langkah 3)& dan kemudian menjumlahkan nilai'nilai terse#ut setia!
alternatif rangkaian tindakan "ang disusun (langkah B)$
Taha!an !roses !engam#ilan ke!utusan menurut ,er#*t %$ Simon
dalam Onong *h"ana ?ffendi& <DD0: <0< meli!uti hal'hal #erikut ini$
<$ "nteligensi )inteligence', "aitu men"elidiki lingkungan #agi kondisi
dalam mengam#il ke!utusan& data mentah di!eroleh& di!roses& dan
di!eriksa untuk !ertunjukan "ang da!at mengidentifikasikan
masalah$
.$ ancangan )design', "aitu menemukan& mengem#angkan$ dan
menganalisis kegiatan "ang mungkin dilakukan$ ,al ini men*aku!
!roses memahami masalah& mem#angkitkan *ara !eme*ahan& dan
menguji !eme*ahan untuk mengetahui mungkin tidakn"a
dilaksanakan$
3$ $ilihan )choice', "aitu memilih suatu *ara kegiatan khusus dari
*ara'*ara "ang telah di!eroleh& suatu !ilihan diam#il dan
dilaksanakan$
B$ "mplementasi )implementation)& "aitu !elaksanaan tindakan setelah
mem!eroleh !ilihan atas #er#agai altematif kegiatan "ang telah
ditentukan
Dalam !roses !engam#ilan ke!utusan !im!inan lem#aga
!endidikan dihada!kan !ada langkah'langkah "ang harus ditem!uh$
%kan teta!i& dari #e#era!a langkah terse#ut !engam#ilan ke!utusan juga
dimungkinkan dilakukan di luar langkah terse#ut$ ,al ini tergantung
ke!ada jenis !ro#lem "ang dihada!i oleh masing'masing !im!inan
lem#aga !endidikan s*#agai !engam#il ke!utusan di sam!ing
keteram!ilan mau!un !engetahuan "ang dimiliki oleh !engam#il
ke!utusan$
Kinerja "ang efektif dari aktivitas se#uah lem#aga !endidikan
ditentukan oleh mutu dalam !engam#ilan ke!utusan karena !engam#ilan
ke!utusan adalah #agian integral dari !eranan !im!inan lem#aga
!endidikan$ 8e#era!a !ihak #ahkan men"atakan #ah)a !engam#ilan
ke!utusan adalah inti dari !eranan !im!inan lem#aga !endidikan$
Ke!utusan "ang harus diam#il dalam hal !rioritas& #ia"a& )aktu& dan
lainn"a dilim!ahkan serta di!e*ahkan dalam setia! taha! o!erasional
lem#aga !endidikan$ Pim!inan lem#aga !endidikan di#eri )e)enang dan
#ertanggung ja)a# atas hasil ke!utusan "ang diam#il$
%ktivitas !engam#ilan ke!utusan tidak terle!as dari ham#atan "ang
dihada!i #eru!a: (I) idealisme "ang #erle#ihan& (.) rasa frustrasi "ang
#erle#ihan& (3) sika! +es man, (B) keinginan untuk di*intai dan disukai& (A)
tuntutan diri "ang #erle#ihan& (0) tidak da!at mem#edakan ke!entingan
"ang utama& (1) ingin me)ujudkan semua !ilihan$ (C) men"erahkan
ke!utusan !ada nasi#& (D) suasana #atin "ang tidak seim#ang& (</)
ketidakmam!uan menilai !ilihan& serta (<<) harga diri "ang tidak )ajar
(,ar"ono @udi& .///: 3A)$
G. Sistem Informasi 7ungsional Mana:emen Pendidikan
Dalam !em#ahasan ini akan diuraikan !eran sistem informasi dari
fungsi'fungsi manajemen !endidikan "ang men*aku! sistem informasi
manajemen keuangan& sistem informasi manajemen sum#er da"a
manusia& sistem informasi manajemen o!erasi& dan sistem informasi
manajemen !emasaran$ Mengingat !endidikan termasuk jasa (service)
maka !em#ahasan le#ih #erorientasi ke manajemen jasa$ Oleh karena itu&
!em#ahasan fungsional manajemen "ang diuraikan akan menekankan
#agaimana se#uah jasa !endidikan da!at disajikan$ disam!aikan& dan
digunakan oleh !ara !emakain"a (!elangganGkonsumen)$
Ke!utusan "ang akan diam#il se#agai !eme*ahan masalah "ang
dihada!i lem#aga !*ndidikan akan didasarkan atas sistem informasi
fungsional manajemen !endidikan$ Pem#ahasan dalani #agian ini
didasarkan atas !okok !emikiran dari @a"mond (.//<: 3..)$ 8ah)a
setia! organisasiGlem#aga termasuk lem#aga !endidikan untuk
mem!ertahankan eksistensin"a harus #er!egang !ada ke!utusan "ang
diam#il #erdasarkan !ertim#angan'!ertim#angan "ang matang&
ke!utusan "ang diangga! la"ak untuk dilaksanakan adalah ke!utusan
"ang didasarkan atas sistem informasi "ang akurat$
Di sam!ing su#sistem informasi manajemen& terda!at su#sistem
lainn"a dalam !roses !engam#ilan ke!utusan& "aitu sistem informasi
akuntansi& sistem !endukung ke!utusan& fakta (fenomena) "ang ada di
la!angan& dan !engetahuan "ang harus dimiliki oleh !engam#il ke!ulusan
(decision maker'. Su#sistem lain se#agai !endukung ke!utusan
digam#arkan dalam diagram sistem informasi "ang #er#asis kom!uter
(computer-#ased information s%stem,-."/' se#agai #erikut$
Ham#ar B : /istem "nformasi .er#asis &omputer untuk $emecahan
!asalah
Sistem Informasi
Pendidikan Berbasis
Komputer
Sistem Informasi
Akuntansi
Sistem Informasi
Akuntansi
Sistem Informasi
Manajemen
Pendidikan
Sistem Informasi
Manajemen
Pendidikan
Sistem Pendukung
Keputusan
Sistem Pendukung
Keputusan
Sistem Berbasis
Pengetahuan
Sistem Berbasis
Pengetahuan
INFORMASI
INFORMASI
KEP!SAN
KEP!SAN
MAS
A"A
#
MAS
A"A
#
PEME$A#AN
MASA"A#
PEME$A#AN
MASA"A#
!. Kesimpulan
Pengam#ilan ke!utusan adalah tindakan !emilihan alternatif$ ,al ini
#erkaian dengan fungsi manajemen$ Menurut ,er#ert %$ Simon& ahli teori
ke!ufusan dan organisasi mengonse!tualisasikan tiga taha! utama dalam
!roses& !engam#ilan ke!utusan: (l) %ktivitas inteligens& (.) %ktivitas
desain& (3) %ktivitas memilih. Taha! ketiga dan terakhir ini meru!akan
!ilihan se#enarn"a'memilih tindakan tertentu dari "ang tersedia$
Sedangkan Mint(#erg a kolegan"a mengemukakan tentang langkah'
langkah !engam#ilan ke!utusan& "aitu: (<) Taha! identifikasi (.) Taha!
!engem#angan, dan )3) Taha! seleksi$
Pengam#ilan ke!utusan meru!akan tugas !enting #agi !emim!in
lem#aga khususn"a lem#aga !endidikan$ SIM dalam !endidikan sangat
#er!eran dalam !roses !engam#ilan ke!utusan #agi !im!inan lem#aga
sekolah$ Salah satu fungsi "ang sangat !enting dalam ke!emim!inan
adalah !engam#ilan ke!utusan$ Semakin tinggi !osisi seseorang menjadi
!emim!in maka semakin #esar tugas "ang diem#an dalam !engam#ilan
ke!utusan agar lem#agan"a da!at terus maju$
Pada !rinsi!n"a seorang !emim!in lem#aga !endidikan selalu
men*ari !erilaku "ang rasional dalam #ertindak$ :amun& karena !im!inan
terse#ut memiliki keter#atasan dalam ka!asitas kognitifn"a& informasi& dan
nilai'nilain"a& harus di*ari informasi terhada! alternatif "ang mungkin
diam#il serta konsekuensi "ang men"ertai setia! alternatif$ %lternatif "ang
diam#il kemudian dievaluasi agar hasil "ang telah di*a!ai #erdasarkan
!ilihan atau tujuan da!at diketahui$
+ungsi dari !engam#ilan ke!utusan "aitu& (<) !angkal !ermulaan
dari semua aktivitas manusia "ang sadar dan terarah& (.) sesuatu "ang
#ersifat futuristi*& artin"a #erhu#ungan dengan hari de!an
DA70A$ P-S0AKA
?t" @ohaet"& dkk$ .//D$ /istem "nformasi !ana(emen $endidikan$ 4akarta
: 8umi %ksara
+ahmi& Irham$ ./<<$ !ana(emen $engam#ilan &eputusan$ 8andung :
%lfa#eta
Moekijat$ .//A$ $engantar /istem "nformasi !ana(emen$ Mandar Maju
Muhammad +akhri ,usein dan %min -i#o)o$ .//0$ /istem informasi
mana(emen$ >og"akarta: PP STIM >KP: >og"akarta$
htt!:GGala)ililis$#logs!ot$*omG./<.G<.Gmakalah'manajemen'
!endidikan$sistem$html
htt!:GGha#i#ahsmart$)ord!ress$*omG./<3G/BG.CG!eranan'sim'dalam'
!engam#ilan'ke!utusan'dalam'!endidikanG
htt!:GGsisteminformasimanajemen!endidikan<$#logs!ot$*omG
htt!:GGumarrosadiuninus$#logs!ot$*omG./<.G/DG!eran'sim'dalam'
mengam#il'ke!utusan'di$html
htt!:GGoktinad)i$#logs!ot$*omG./<.G/0G!eran'sistem'informasi'
manajemen'dalam$html
htt!:GGsri#udiraha"u#log$#logs!ot$*omG./<.G/3G!eran'sistem'informasi'
manajemen'!ada$html