Anda di halaman 1dari 19

TUGAS INDIVIDU

ILMU REPRODUKSI TERNAK



ORGAN REPRODUKSI JANTAN, BETINA
KELENJAR REPRODUKSI DAN HORMON YANG DI HASILKAN







MUH. RAHMAT SAPUTRA
I 111 08 283








FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2014




ALAT REPRODUKSI TERNAK BETINA







Ovarium
Ovarium merupakan organ betina yang homolog dengan testispada hewan
jantan, berada di rongga tubuh dekat ginjal dan tidakmengalami pergeseran atau
perubahan tempat seperti pada testis Ova (telur), yang bisa dibuahi oleh
spermatozoa pejantan akan menjadiembrio. Meski jumlah ova diperkirakan
sebanyak 75.000 pada 2ova hanya sedikit saja yaitu sekitar 20 sampai 30 yang
dilepaskan selamahidup seekor sapi, dalam kondisi alamiah normal (Blakely and
Bade,1998).Ovarium digantung oleh suatu ligamentum luas yang disebut
broad ligamentum yang banyak terdapat syaraf-syaraf dan pembuluh
darahberfungsi untuk memberi suplai zat-zat makanan yang diperlukan
olehovarium dan saluran reproduksi. Ligamentum yang menggantung ovarium
disebut mes ovarium. Fungsi ovarium adalah untuk menghasilkan sel teluratau
ovum dan menghasilkan kelenjar endokrin seperti hormon estrogen,progesteron,
dan inhibin (Widayatiet all.,2008).
Oviduct (Tuba fallopi)
Oviduct terdapat sepasang di kanan dan kiri, digantung olehligamentum
mesosalpink, merupakan saluran kecil berkelok-kelokmembentang dari depan
ovarium berlanjut ke tanduk uterus. Merupakansaluran yang menghantarkan sel
telur (ovum) dari ovarium ke uterus(Widayatiet all.,2008). Ovari dirangsang untuk
melepaskan ovum kedalam infundibulum dari tuba fallopi atau oviduct Peristiwa
ini sebenarnya tertunda sampai 12 jam setelah akhir birahi (estrus). Sel telur
bergerak ke infundibulum dari tuba fallopi dengan ciliated action dan kontraksi
otot, dan seterusnya ketanduk uterus. Pembuahan yaitu persatuan antara sel telur
dan sperma,terjadi di sepertiga bagian atas tuba fallopi Peristiwa seperti ini
dapatterjadi di kedua sisi sistem pasangan itu (Blakely and Bade, 1998).

Uterus
Uterus adalah suatu saluran muskuler yang diperlukan untukpenerimaan
ovum yang telah dibuahi, nutrisi dan perlindungan fetus danstadium permulaan
ekspulasi pada waktu kelahiran. Uterus terdiri dari cornu, corpus dan
cervix (Feradis, 2010).Uterus terdiri dari struktur yang menyerupai dua tanduk
yangmelengkung menyerupai tanduk domba, dengan satu badan yang
sama.Uterus pada sapi membentuk suatu puntiran spiral yang lengkap
sebelumkemudian bersambung dengan tuba fallopi Tanduk-tanduk uterusbiasanya
berkembang dengan baik, salah satunya akan merupakantempat perkembangan
fetus (Blakely and Bade, 1998).
Cervix
Cervix merupakan suatu struktur yang menyerupai sfinger yang
memisahkan rongga uterin dengan rongga vagina. Fungsi pokok Cervix adalah
untuk menutup uterus guna melindungi masuknya invasi bakterimaupun
masuknya bahan-bahan asing Sfinger itu tetap dalam keadaantertutup kecuali pada
saat kelahiran saja (Blakely and Bade, 1998).Dinding cervix terdiri dari mukosa,
muskularis dan serosa. Mukosa cervix tersusun dalam lipatan-lipatan utama yang
sebaliknya mengandunglipatan-lipatan sekunder yang kecil. Sel-sel yang
menghasilkan mukuspada mukosa mempunyai permukaan sekretoris yang luas.
Aktivitassekretorisnya yang tertinggi ditemukan pada waktu estrus, pada
waktuestrus mukos cervix terdapat dalam keadaan yang paling tidak
kental(Feradis, 2010)
Vagina
Vagina berbentuk pipa, berdinding tipis dan elastis. Lapisan luarberupa
tunika serosa yang diikuti oleh lapisan otot polos yang mengandung serabut otot
longitudinal dan sirkularis Umunya lapisanmukosa terbentuk dari stratified
squamousnepithelial cells. Sel epitel iniberubah menjadi sel epitel yang tanpa
nucleus karana pengaruh estrogen(Widayatiet all.,2008).Struktur reproduksi
internal yang paling bawah (paling luar) adalahvagina yang berperan sebagai
organ kopulasi pada betina. Di sinilahsemen ditumpahkan oleh penis jantan.
Seperti halnya cevix, vagina jugamengembang agar fetus dan membran dapat
lewat pada waktunya(Blakely and Bade, 1998).
Vulva
Vulva merupakan alat kelamin luar yang terdiri dari labia mayora, labia
minora, commisura dorsalis dan ventral dan clitoris. Pertemuanantara vagina dan
vestibulum ditandai oleh muara uretra externa, orificium uretra externa, dan sering
pula oleh lereng hymen Posterior dari muarauretra pada lantai
vestibulum terdapat suatu kantong buntu, diverticulum sub uretralis, yang
ditemukan pada sapi, domba dan babi (Feradis, 2010)
Clitoris
Clitoris homolog dengan gland penis pada hewan jantan, berlekasipada sisi
ventral. Sekitar 1 cm di dalam labia. Clitoris mengandung erectile tissue sehingga
dapat berereksi. Juga banyak mengandung ujungsyaraf perasa, syaraf ini
memegang peranan penting pada waktu kopulasi. Clitoris bereaksi pada hewan
yang sedang estrus, tetapi hal ini tidakcukup untuk dijadikan sebagai pendeteksi
estrus pada kebanyakanspesies (Widayatiet all.2008).





ALAT REPRODUKSI TERNAK JANTAN








Organ reproduksi ternak jantan tersiri dari testes, scrotum, corda spermaticus,
kelenjar tambahan (glandula accessories), penis, preputium, dan system saluran
reproduksi jantan. System saluran ini terdiri dari vasa, efferentia yang berlokasi di
dalam testis, epididymis, vas deferens, dan urethra external yang bersambung ke
penis. Pada masa ambrio, testis berasal dari corda genitalia primer, sedangkan
system saluran reproduksi berasal dari ductus wolffii. Perhatikan diagram organ
reproduksi jantan sebagaimana pada gambar di bawah ini:

Figure 3-1 Diagram of the reproductive system of the (a) bull; (b) ram; (c) boar;
and (d) stallion.(Redrawn from Sorenson. 1979. Animal Reproduction: Principles
and Practices. McGraw-Hill.)
Alat reproduksi ternak jantan di bagi menjadi tiga yaitu; alat kelamin primer
berupa testis, alat kelamin sekunder yaitu vas deverent, epididimis, penis, dan
uretra, sedangkan kelenjar aksesori yaitu kelenjar vesikula seminalis, kelenjar
prostata, dan kelenjar cowper.
2.1.1 Alat kelamin primer.
Testis
Adalah organ reproduksi primer pada ternak jantan, karena berfungsi
menghasilkan gamet jantan (spermatozoa) dan hormone kelamin jantan
(androgens). Testes berlokasi di dekat ginjal turun melalui canalis inguinalis
masuk ke dalam scrotum. Turunnya testes terjadi akibat memendeknya
gubernaculum, sebuah ligamentum yang memanjang dari daerah inguinalis
kemudian bertaut pada cauda epididymis. Pemendekan gubernaculum terjadi
karena pertumbuhan gubernaculum tidak secepat pertumbuhan tubuh. Testes
terletak dekat dengan daerah inguinalis dan tekanan intra-abdominal membantu
testes melalui canalis inguinalis masuk scrotum. Hormone yang terlibat dalam
pengaturan turunnya testes adalah gonadotropins dan androgen.

Testis pada sapi mempunyai panjang berkisar 10-13 cm, lebar berkisar 5-6,5
cm dan beratnya 300-400 gr. Babi mempunyai ukuran testes serupa pada sapi,
tetapi domba dan kuda ukuran testisnya lebih kecil. Pada semua ternak, testis
ditutupi oleh tunica vaginalis, sebuah jaringan serous yang merupakan perluasan
dari peritoneum. Lapisan ini diperoleh ketika testis turun masuk ke dalam scrotum
dari tempat asalnya dalam ruang abdominal yang melekat sepanjang garis
epididymis. Lapisan luar dari testis adalah tunica albuginea testis, merupakan
membrane jaringan ikat elastis berwarna putih. Pembuluh darah dalam jumlah
besar dijumpai tepat di bawah permukaan lapisan ini. Lapisan fungsional dari
testis, yaitu parenchyma terletak di bawah lapisan tunica albuginea. Parenchyma
ini berwarna kekuningan, terbagi-bagi oleh septa yang tidak sempurna menjadi
segmen-segmen. Parenchyma mempunyai pipa-pipa kecil didalamnya yang
disebut tubulus seminiferous (tunggal), tubuli seminiferi (jamak). Tubuli
seminiferi berasal dari primary sex cord yang berisi sel-sel benih (germ cells),
spermatogonia, dan sel-sel pemberi makan, yaitu sel sertoli. Sel sertoli berukuran
lebih besar dengan jumlah lebih sedikit daripada spermatogonia. Hormone
gonadotropin asala kelenjar pituitary, follicle stimulating hormone (FSH) memacu
sel-sel sertoli menghasilkan androgen binding protein (ABP) dan inhibin. Panjang
tubuli seminiferi dari sepasang testes sapi, diperkirakan spanjang 5 km, sedangkan
diameternya hamper 200. berat tubuli seminiferi diperkirakan 80-90% dari berat
testes. Tubuli seminiferi bersambungan dengan sebuah tenunan tubulus, yaitu rete
testes yang berhubungan dengan 12-15 saluran kecil, yaitu vasa efferentia yang
Menyatu pada caput epididymis
Hormone testosterone diperlukan untuk perkembangan tanda-tanda kelamin
sekunder dan untuk tingkah laku perkawinan secara normal. Testosterone juga
berfungsi untuk mengontrol aktivitas kelenjar-kelenjar tambahan (accessory
glands), produksi spermatozoa, dan pemeliharaan system saluran reproduksi
jantan. Sedangkan perannya dalam diri ternak sendiri adalah membantu
mempertahankan kondisi optimum pada spermatogenesis, transportasi
spermatozoa dan deposisi spermatozoa ke dalam saluran reproduksi betina.
2.1.2 Alat Reprodusi sekunder
a) Vas deverent dan uretra
Vas deferens. Merupakan sebuah saluran dengan satu ujung berawal dari bagian
ujung distal dari cauda epididymis. Kemudian dengan melekat pada peritoneum,
membentang sepanjang corda spermaticus, melalui daerah inguinalis masuk ruang
pelvis, dimana vas deferens bergabung dnegan urethra di suatu tempat dekat
dengan lubang saluran kencing dari vesica urinaria. Bagian vas deferens yang
membesar dekar dengan urethra, di sebut ampulla. Vas deferens mempunyai otot
daging licin yang tebal pada dindingnya dan mempunyai fungsi tunggal yaitu
sebagai sarana transportasi spermatozoa. Spermatozoa dikumpulkan dalam
ampulla selama ejakulasi, sebelum dikeluarkan ke dalam urethra.
Urethra. Merupakan sebuah saluran tunggal yang membentang dari
persambungan dengan ampulla sampai ke pangkal penis. Fungsi urethra adalah
sebagai saluran kencing dan semen. Pada sapid an domba selama ejakulasi terjadi
percampuran yang kompleks antara spermatozoa yang padat asal vas deferens dan
epididymis dengan ciran sekresi darikelnjar-kelenjar tambahan dalam urethra
yang berada di daerah pelvis menjadi semen. Pada kuda dan babi percampuran ini
tidak sesempurna pada sapid an domba. Semen kuda dan babi terdiri dari bagian
bebas (tanpa) spermatozoa dan bagian yang kaya spermatozoa.
b) Penis
Merupakan organ kopulasi pada ternak jantan, membentang dari titik urethra
keluar dari ruang pelvis di bagian dorsal sampai dengan pada orificium urethra
eksternal pada ujung bebas dari penis. Pada sapi, domba, kambing, dan babi penis
mempunyai bagian yang berbentuk seperti huruf S (sigmoid flexure) sehingga
penis dapat ditarik dan berada total dalam tubuh. Keempat jenis ternak tersebut
dan kuda mempunyai musculus retractor penis, yaitu sepasang otot daging licin,
jika releks memberikan kesempatan penis untuk memanjang dan jika kontraksi
dapat menarik penis ke dalam tubuh kembali.
Pada kuda glans penisnya tipe vascular, mengandung lebih banyak
jaringan erectile dibandingkan dengan glans penis pada domba, kambing, sapid an
babi. Jaringan erectile adalah jaringan cavernous (sponge) terletak dalam dua
daerah penis, yaitu pada corpus spongiosum penis yang merupakan jaringan
cavernouse yang terletak di sekitar urethra, ditutupi oleh musculus
bulbospongiosum pada pangkal penis. Kemudian pada corpus cavernosum penis,
merupakan sebuah daerah jaringan cavernouse yang lebih besar, terletak di bagian
dorsal dari corpus spongiosum penis. Pada mulanya kedua cavernouse tersebut
berasal dari musculus ischlocavernouse. Kedua musculus bulbospongiosum dan
musculus ischlocavernous adalah otot daging seran lintang yang merupakan
musculus skeletal bukan otot daging licin sebagaimana halnya dengan otot-otot
daging licin yang pada umumnya ada pada saluran reproduksi ternak jantan
maupun betina. Pada saat ereksi penis dari type fibroelastic, diameternya tidak
banyak berbeda dengan pada saat releks, tetapi pada penis type vascular,
diameternya menjadi lebih besar dibandingkan ketika tidak ereksi. Gambar
perbandingan bentuk glans penis antara sapi, domba, babi dan kuda, ditunjukkan
pada gambar di bawah ini :
Figure 3-7 Comparative diagram showing the shape of the glans penis of
the bull, boar, ram. and stallion. Note the twisted groove containing the external
urethral orifice in the bull, the urethral proxess (filiform appendage)extending
beyond the glands penis ing the ram, the corkscrew spiral in the boar, and the
flattened glans penis in the stallion with the small urethral process extending
beyond.(Redrawn from Ashdown and Hancock. 1974. Reproduction in Farm
Animals.(3rd ed.). ed. Hafez.Lea and Febiger.)
Menurut tipenya penis dibagi menjadi dua macam yaitu:
1. Tipe muskulokavernosus yang terdapat pada golongan anjing, kuda, primata
dan sebagainya.
2. Tipe fibroelastis terdapat pada sapi ,domba, kambing,babi,rusa, dan kerbau.
Penis mempunyai fungsi sebagai alat kopulasi dan jalan keluar air mani
pada waktu ejakulasi dan mendeposisikan air mani pada alat kelamin betina.
Permukaan penis terutama kepala penis (glans penis ) sangat kaya dengan syaraf.
Oleh karena itu, bagian ini sangat peka terhadap segala rangsangan ,serperti
panas, dingin atau sakit.hal ini penting untuk diperhatikan terutama pada waktu
pengambilan air mani seekor pejantan dengan memakai vagina buatan. Perlakuan
yang kasar dan suhu yang panas atau dingin, demikian pula permukaan yang
terlalu kasar dari vagina buatan dapat mengakibatkan terganggunya proses
ejakulasi , sehingga air mani yang dihasilkan sangat berkurang. Oleh karena itu,
suhu yang tepat dan permukaan vagina yang licin harus diperhatikan dari
pengambilan air mani dengan memakai vagina buatan.penis mempunyai
persediaan daraah yang besar dan permukaan yang lunak karena itu penis mudah
sekal;i terluka dan pendarahan bisa cepat terjadi.

Preputium
Kata prepuce atau preputeum mempunyai arti sama dengan sarung adalah
ivaginato dari kulit yang membungkus secara sempurna pada ujung bebas dari
penis. Perkembangan embrionik dari organ ini sama dengan perkembangan dari
organ labia minira pada ternak betina. Prepuce dapat dibagi menjadi dua bagian,
yaitu bagian prepenile, lipatan luar dan bagian penile, lipatan dalam. Sekitar
lubang prepuse ditumbuhi oleh rambut panjang dan kasar. Pada saat penampungan
semen dalam program inseminasi buatan, perlu diadakan pencukuran terhadap
rambut ini, untuk menjaga agar semen tidak tercemar oleh kotoran yang
kemungkinan besar menempel pada rambut tersebut
c) Skrotum dan kauda spermatikus
Scrotum, adalah sebuah kantung dengan dua lobus pembungkus testes,
terletak di daerah inguinalis, pada kebanyakan ternak yaitu terletak di antara dua
paha kaki belakang. Tersusun atas lapisan luar kulit yang tebal yang mempunyai
banyak kelenjar keringat dan kelenjar sebaceae, dilapisi selapis otot yang licin,
tunica dartos yang bercampur dengan tenunan ikat.. Kantong skrotum terdiri dari
beberapa lapisan. Lapisan pertama adalah kulit diliputi oleh bulu dan kelenjar
keringat di dalamnya. Lapisan kedua adalah tunika dartos yang terletak sangat
rapat dengan kulit kecuali pada bagian dorsal dari kantong skrotum. Lapisan
ketiga adalah tunika vaginalis yang mempunyai pelebaran sampai ke peeritoneum
dari rongga perut. Tunika vaginalis mempunyai dua lapisan yaitu lapisan viseral
yang membungkus testis dan epidididmis, lapisan pariental yang bersatu dengan
rongga skrotum. Fungsi skrotum adalah melindungi testis dari gangguan luar,
berupa pukulan, panas, dingin, dan gangguan-gangguan mekanis lainnya, fungsi
terpenting adalah memcegah menurunnya suhu testis sampai beberapa derajat di
bawah suhu tubuh sehingga memungkinkan terjadinya proses spermatogenesis
secara sempurna.
Kontrol Temperature
Pada sapi, jika fluktuasi temperature berayun dari 5-120C, maka suhu
dalam testes menjadi 4-70C di bawah suhu tubuhnya. Jika suhu luar mencapai
380C, maka perbedaan suhu testes dan suhu tubuhnya menjadi separuhnya, yaitu
2-30C di bawah suhu tubuh. Namun demikian, rendahnya suhu luar tidak diikuti
dengan rendahnya fertilitas.
d) Epididimis
Merupakan saluran eksternal pertama yang keluar dari testes di bagian
apeks testis menurun longitudinal pada permukaan testes, dikurung oleh tunica
vaginalis dan testis. Epididymis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu, caput (kepala),
corpu (badan) dan cauda (ekor) epididymis. Caput epididymis, nampak pipih di
bagian apeks testis, terdapat 12-15 buah saluran kecil, vasa efferentia yang
menuyatu menjadi satu saluran.
Corpus epididymis memanjang dari apeks menurun sepanjang sumbu
memanjang testis, merupakan saluran tunggal yang bersambungan dengan cauda
epididymis. Panjang total dari epididymis diperkirakan mencapai 34 meter pada
babi dan kuda. Lumen cauda epididymis lebih lebar daripada lumen corpus
epididymis. Struktur dari epididymis dan saluran eksternal lainnya, vas deferens
dan urethra adalah serupa pada saluran reproduksi betina. Tunica serosa di bagian
luar, diikuti dengan otot daging yang licin pada bagian tengah dan lapisan paling
dalam adalah epithelial.
*Fungsi Epididymis
Transportasi. Epididymis mempunyai fungsi pertama yaitu sebagai sarana
transportasi bagi spermatozoa. Lama perjalanan spermatozoa dalam epididymis
pada domba, sapi dan babi bervariasi, masing-masing adalah dari 13-15, 9-11, dan
9-14 hari. Beberapa factor yang menunjang perjalanan spermatozoa dalam
epididymis, yaitu diantaranya adalah factor tekanan yang diakibatkan oleh
produksi spermatozoa baru dari dalam tubuli seminiferi. Hal ini menyebabkan
tekanan pada rete testis, vasa efferentia dan sampai pada epididymis. Gerakan
spermatozoa dapat ditimbulkan oleh adanya pemijatan pada testis dan epididymis,
hal ini dapat juga terjadi selama ternak memperoleh latihan atau gerak untuk
mempertahankan kondisi tubuh yang baik (exercise). Pergerakan spermatozoa
dibantu oleh adanya ejakulasi. Selama ejakulasi, kontraksi peristaltic melibatkan
otot daging licin epididymis dan tekanan negative yang ditimbulkan oleh
kontraksi vas deferens dan urethra menyebabkan spermatozoa dapat bergerak
secara aktif dari epididymis menuju dalam vas deferens dan urethra.
Konsentrasi. Fungsi yang kedua adalah konsentrasi spermatozoa, dimana sewaktu
spermatozoa memasuki epididymis bersama cairan asal testis dalam keadaan
relative encer, diperkirakan sejumlah 100 juta per millimeter pada sapi, domba
dan babi. Dalam epididymis spermatozoa dikonsentrasikan menjadi kira-kira 4
milyar spermatozoa per millimeter. Mekanismenya terjadi karena sel-sel epithel
yang ada pada dinding epididymis mengabsorbsi cairan asal testis. Sebagian besar
absorbsi cairan ini terjadi pada caput dan ujung proximal dari corpus epididymis.

Deposisi. Fungsi ketiga, adalah sebagai tempat deposisi (penyimpanan)
spermatozoa. Sebagian besar disimpan pada cauda, dimana spermatozoa
terkonsentrasi di bagian yang mempunyai lumen besar. Epididymis sapi jantan
dewasa berisi antara 50-74 milyar spermatozoa. Viskositas tinggi, pH rendah,
konsentrasi CO2 tinggi, ratio K terhadap Na tinggi, pengaruh testosterone, dan
factor-faktor lain bergabung membentuk suasana bagi spermatozoa mempunyai
laju metabolisme yang rendah dan dapat hidup lama. Spermatozoa tetap dapat
hidup dan tetap fertile dalam waktu kira-kira 60 hari dalam epididymis.
Maturasi. Merupakan fungsi keempat. Hal ini dapat dibuktikan bahwa
spermatozoa yang baru saja masuk ke caput epididymis berasal dari vasa
efferentia tidak memiliki fertilitas dan juga tidak memiliki motilitas. Spermatozoa
setelah melewati epididymis, maka akan memiliki fertilitas dan motilitas. Jika
kedua ujung Cauda epididymis diikat, maka diketahui spermatozoa yang berada
terdekat dengan corpus menigkat kemampuan fertilitasnya dalam waktu sampai
25 hari, sedangkan spermatozoa yang terdekat dengan vas deferens menurun
kemampuan fertilitasnya. Hal ini membuktikan bahwa semakin tua spermatozoa,
maka semakin hilang kemampuan fertilnya jika tidak keluar atau bergerak keluar
dari epididymis. Sementara spermatozoa dalam epididymis, spermatozoa
melepaskan butir protoplasma (cytoplasmic droplet) yang terbentuk pada leher
spermatozoa selama spermatogenesis.


2.1.3 Kelenjar Kelenjar Tambahan
Kelenjar kelenjar tambahan (accessory glands) berada di sepanjang
bagian uretra yang terletak di daerah pelvis, mempunyai saluran saluran yang
mengeluarkan sekresi sekresinya kedalam uretra. Kelenjar kelenjar tambahan
ini terdiri dari kelenjar vasikular, kelenjar, kelenjar prostate dan kelenjar
bulbourethral atau kelenjar cowper.
Kelenjar kelenjar ini mempunyai sumbangan besar bagi volume cairan
semen. Lebih lanjut diketahui bahwa sekresi kelenjar kelenjar tambahan ini
mengandung sebuah larutan buffers, zat zat makanan dan substansi lain yang
diperlukan bagi motilitas dan fertlitas.
Kelenjar vesicular. Kelenjar ini di sebut juga sebagai kelenjar seminal
vesicles, merupakan sepasang kelenjar yang mempunyai lobuler, mudah dikenali
karenamirip segerombol anggur, berbonggol bonggol. Panjang kelenjar ini sama
pada beberapa jenis ternak seperti kuda, sapid an babi yaitu berkisar 13 15 cm,
tetapi lebar dan ketebalannya berbeda, kelenjar vesicular pada sapi mempunyai
ketebalan dan lebar hamper separuh dari yang ada pada babi dan kuda. Domba
mempunyai kelenjar vesicular jauh lebih kecil, mempunyai panjang kira kira 4
cm. saluran saluran ekskretori kelenjar vesicular terletek di dekat bifurcation
ampulla dengan uretra. Pada sapi, kelenjar vesicular memberikan sekresinya lebih
dariseparuh volume total dari semem dan pada jenis jenis ternak lainnya
rupanya juga sama sebagai mana pada sapi. Sekresi kelenjar vesicular
mengandung beberapa campuran organic yang unik, yakni tidak dijumpai pada
substansi substansilain di mana saja ada tubuh. Campuran campuran
anorganik ini di antaranya adalah fructose dan sorbitol, merupakan sumber energi
utama bagi spermatozoa sapid a spermatozoa domba, tetapi pada kuda dan babi
konsentrasinya rendah. Sekresi kelenjar vesikula juga mengandung dua larutan
buffer, yaitu phosphate dan carbonate buffer yang penting sekali dalam
mempertahankan pH semen agar tidak berubah, karena jika terjadi perubahan pH
semen, hal ini dapat berakibat jelek bagi spermatozoa.
Kelenjar Prostate. Kelenjar prostate merupakan kelenjar tunggal yang
terletak mengelilingi dan sepanjang uretra tepat dibagian posterior dari lubang
ekskretoris kelenjar vesicular. Badan kelenjar prostate jelas dapat dilihat pada
ternak yang dewasa, pada sapid an kuda dapat di raba melalui palpasi parectal.
Pada domba, seluruh prostatenya mengelilingi otot daging uretra. Ekskresi
kelenjar prostate hanya sebagian kecil saja menyusun pada cairan semen pada
cairan semen pada beberapajenis ternak yang diteliti. Tetapi beberapa laporan
menunjukkan bahwa setidak tidaknya sumbangan kelenjar prostate sebagaimana
substantial kelenjar vesicular pada babi. Kelenjar prostate mengandung banyak
ion ion anorganik, meliputi Na, Cl, dan Mg semuanya dalam larutan.
Kelenjar Bulbourethral atau Cwoper. Kelenjar bulborethal terdiri sepasang
kelenjar yang terletak sepanjang uretra, dekat dengan titik keluarnya uretra dari
ruang pelvis. Kelenjar ini mempunyai ukuran dan bentuk seperti bulatan yang
berdaging dan berkulit keras, pada sapi lebih kecil dibandingkan pada babi. Pada
sapi terletek mengelilingi otot daging bulbospongiosum. Sumbangannya pada
cairan semen hanya sedikit. Pada sapi, sekresi kelenjar bulbourethral
membersihkan sisa sisa urine yang ada dalam uretra sebelum terjadi ejakulasi.
Sekresi ini dapat di lihat sebagai tetes tetes dari preputilium sesaat sebelum
ejakulasi. Pada babi, sekresinya mengakibatkan sebagian dari semen babai
menjadi menggumpal. Gumpalan ini dapat dipisahkan jika semen babai akan
digunakan dalam inseminasi buatan. Selama perkawinan secara alam, gumpalan
gumpalan ini menjadi sumbat yang dapat mencegah membanjirnya semen keluar
melalui canalis cervicalis menuju kedalam vagina dari babi betina.