Anda di halaman 1dari 4

ESSAI GAGASAN TERTULIS

PRA-PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA



Judul Essai :

Should We Change to Geothermal?

Ditulis oleh :
Nama : Ramadhani Yasyfi Cysela
NPM : 140710130038
Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam




UNIVERSITAS PADJADJARAN
2013



Should We Change to Geothermal?

Indonesia, negara yang kita cintai ini memiliki alam yang menakjubkan. Terhampar
dari sabang hingga merauke berbagai Sumber Daya Alam yang menanti untuk kita manfaatkan.
Sayangnya hanya sebagian kecil dari anugerah Tuhan tersebut yang mampu kita gunakan secara
optimal. Miris ketika negeri yang kaya akan sumber daya ini justru tidak mampu
membahagiakan penduduknya. Sumber Daya Manusia dan potensi alam yang melimpah tidak
mampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Dari berbagai masalah yang menghinggapi ibu pertiwi ini, masalah energi menjadi
salah satu isu yang sering mencuat akhir akhir ini. Krisis energi tidak hanya terjadi di indonesia
melainkan telah menjadi isu global yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia. Permintaan
energi global yang terus meningkat serta cadangan sumber energi dari hidro karbon yang mulai
menipis merupakan faktor utama pemicu krisis energi global.
Konsumsi energi dunia diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan
melejitnya angka pertumbuhan penduduk. Menurut sebuah laporan dari British Petroleum,
konsumsi energi primer di Asia Pasifik diprediksi akan meningkat 63,4 persen menjadi 7.8 miliar
ton minyak di tahun 2030.
Tercatat pada 2011, 71% dari konsumsi energi primer di Indonesia adalah
hidrokarbon. Sumber energi hidrokarbon seperti minyak, gas, dan batubara merupakan sumber
daya yang lama kelamaan akan habis serta menimbulkan efek yang tidak baik bagi lingkungan.
Sudah sepatutnya kita beralih pada sumber energi lain yang lebih bersahabat bagi lingkungan.
Generasi masa depan tidak seharusnya menanggung akibat dari ketiadaan tindakan yang kita
lakukan sekarang.
Pemerintah kini mulai mencari alternatif sumber daya untuk menggantikan
ketergantungan terhadap hidrokarbon. Terdapat bermacam sumber energi terbarukan yang dapat
dimanfaatkan antara lain biofuel, biomassa, tenaga hidro, tenaga surya, tenaga angin, serta
tenaga panas bumi atau geothermal.
Khusus bagi energi panas bumi, Indonesia memiliki sumber energi panas bumi
terbesar di dunia. Menurut Badan Geologi, sekitar 40% potensi panas bumi dunia berada di
Indonesia. Potensi panas bumi tersebut tersebar pada 276 titik dengan total potensi sebesar
29.038 MW. Dengan potensi yang luar biasa tersebut Indonesia memiliki kesempatan yang besar
untuk memenuhi kebutuhan energi masa depannya dengan panas bumi. Sayangnya, hingga saat
ini baru 4% dari total sumber energi panas bumi di Indonesia yang dapat dimanfaatkan. Keadaan
ini menunjukan ketidakmampuan kita mengambil manfaat dari kondisi alam yang ada.
Peluang tersebut dapat menjadi solusi bagi krisis energi yang mengancam Indonesia
dimasa yang akan datang. Geothermal merupakan sumber energi yang ramah lingkungan.
Berbeda dengan hidro karbon, energi panas bumi tidak menyisakan polusi yang berlebihan serta
emisi gas rumah kaca. Selain itu jika dibandingkan dengan energi angin dan surya, energi
geothermal memerlukan ruang yang lebih sedikit.
Kesempatan ini justru tidak dimaksimalkan pemerintah. Kegiatan eksploitasi panas
bumi tidak didukung positif oleh pihak terkait. Pengembangan energi geothermal masih di
dominasi perusahaan nasional. PT Pertamina Geothermal Energy (PT PGE) yang mendominasi
pengelolaan energi panas bumi di Indonesia baru memiliki 15 Wilayah Kerja Pertambangan
(WKP).

Untuk mendukung program pengembangan energi geothermal dibutuhkan sumber
daya manusia yang tidak sedikit. Dikutip dari esdm.go.id, Indonesia memerlukan 3000 operator
terlatih serta 1000 orang tenaga ahli untuk mengembangkan panas bumi. Oleh karena itu
dibutuhkan fasilitas agar pengadaan SDM terlatih dapat segera terwujud.
Kerjasama dengan pihak asing juga mulai dilakukan. Pemerintah menjalin
kerjasama dengan Selandia Baru untuk mencetak ahli geothermal dengan kualitas ringkat dunia.
Beberapa insinyur dikirim untuk mendapatkan pelatihan di Geothermal Institute. Alumni yang
lulus diharapkan dapat membantu Indonesia untuk mengembangkan potensi panas bumi yang
ada.
Jika program ini terus dikembangkan, bukan mustahil kedepannya geothermal
dapat menjadi solusi dari krisis energi yang dihadapi Indonesia. Semoga semangat energi
terbarukan dapat mengalir pada generasi muda Indonesia. Dengan ilmu yang akan saya dapatkan
di UNPAD, saya yakin dapat berkontribusi dalam kemajuan tanah air. UNPAD akan menjadi
jembatan untuk mewujudkan mimpi saya, yaitu menjadikan geothermal sebagai sumber energi
utama bangsa Indonesia