Anda di halaman 1dari 23

Manajemen Energi

Disusun oleh :
Alam Setiawan (LT3B/01)
Edi Gunawan (LT3B/....)
Latar Belakang
APA ITU
EFISIEN
????
APA
PENGTINGNYA
EFISIENSI
DALAM
KEHIDUPAN
KITA ????
EFISIEN
Difinisi:
ketepatan cara (usaha, kerja) dalam menjalankan sesuatu (dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya);
kedayagunaan; ketepatgunaan; kesangkilan; 2 kemampuan menjalankan tugas dengan baik dan tepat (dengan
tidak membuang waktu, tenaga, biaya);
-- energi bagian energi yg disalurkan menjadi proses yang berguna (mengusahakan tanpa emisi);
-- skala produksi efisiensi yang disebabkan oleh operasi usaha di atas tingkat aktivitas minimum ( Proses Efisien)
Manajemen Energi dan Penurunan Emisi
Gas Rumah Kaca di Industri Apparel dan
Footwear
ADIDAS GROUP
Gambaran Umum :
Adidas Group adalah salah satu nama besar di industri peralatan olah
raga, memiliki banyak ragam produk dari merk dibawahnya: adidas,
Reebok, TaylorMade, Rockport dan Reebok-CCM Hockey. Bermarkas
besar di Herzogenaurach di Jerman, grup ini memiliki lebih dari 46.000
staf di seluruh dunia dengan nilai penjualan lebih dari 13 Miliar Euro di
tahun 2011.
Komitmen Perusahaan untuk Lingkungan
yang Lebih Baik
adidas Group telah lama berkomitmen mengelola dampak-dampak dari semua kegiatannya.
Usaha adidas telah dihargai oleh banyak lembaga terkemuka dan oleh index keuangan terkenal
seperti Dow Jones Sustainability Index (DJSI) yang melihat secara detil kinerja berkelanjutan
lingkungan dari lebih dari 2500 perusahaan besar yang tercatat di bursa saham Dow Jones Global
Stock Market. adidas Group merupakan satu-satunya grup perusahaan di bidang peralatan olah
raga yang telah sukses berada di dalam DJSI selama 13 kali berturut-turut (terakhir di tahun
2012).
Sebagai grup, adidas sepenuhnya mengakui pentingnya pengelolaan dampak lingkungan dan
telah mengambil tindakan dan menetapkan target spesifik baik untuk fasilitas milik grup serta
untuk pemasok sehubungan dengan pengurangan dampak lingkungan (semua pemasok harus
mematuhi peraturan lingkungan setempat), pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya,
pengurangan penggunaan energi, pengurangan konsumsi air, pengurangan produksi sampah,
serta penggunaan bahan daur ulang.
Untuk mendukung pemasok di Indonesia dalam meraih target-target yang disebutkan di atas,
adidas bekerjasama dengan GIZ dalam sebuah progam DPP yang memfokuskan pada
pengurangan emisi karbon melalui efisiensi energi. Proyek ini merupakan sebuah kisah sukses
karena komitmen yang tinggi dari para peserta, para pelatih yang berkapasitas tinggi serta pola
pelaksanaan pelatihan yang diterapkan dalam program ini.
ADIDAS GROUB
PT Shyang Yao Fung
PT Glostar Indonesia 2
PT Pancaprima Ekabrothers
PT Panarub Industry
PT Kahoindah Citragarment
Fokus Masalah PT Shyang Yao Fung
Shyang Yao Fung (SYF) merupakan produsen sepatu, berlokasi di Jl.
Industri Raya II No 2D Pasir Jaya Jati Uwung, Kawasan Industri Jatake
Tangerang dan Jl. Industri VIII Kelurahan Pasir Jaya Jati Uwung,
Tangerang, Banten. SYF merupakan grup Shyang Shin Bao, sebuah
perusahaan Taiwan yang didirikan di Indonesia tahun 2007.
Penggunaan Energi Pabrik
Penggunaan energi utama PT Shayang Yao Fung yaitu listrik yang
disuplai oleh trafo 1,040 kVA dan 830 kVA.
Bagian penjahitan memiliki 604 mesin jahit dari berbagai merek, yang
sebagian besar memiliki tipe motor induksi dan masih sedikit yang
menggunakan motor servo.
Rendahnya kesadaran karyawan akan pentingnya efisiensi energi dengan
masih ada ditemukan meja kerja karyawan yang lupa untuk melepas catu
daya, mematikan penerangan atau mematikan AC ketika tidak ada aktivitas
produksi/perkerjaan.
Fokus Masalah PT Glostar Indonesia 2
PT Glostar Indonesia 2 (PGS) adalah produsen
sepatu untuk adidas, yang berlokasi di Jl. Raya
Sukabumi Cianjur Km. 13, Desa Titisan Kecamatan
Sukalarang, Kabupaten Sukabumi 43191, Jawa
Barat. PGS, sebagai bagian dari Grup Pou Chen dari
Taiwan, didirikan pada tahun 2009. PGS memiliki
lahan seluas 30 hektar dan memiliki 9,000
karyawan.
PGS memiliki dua suplai listrik, yaitu dari PLN
dengan kapasitas 8,660 kVA dan dari generator
dengan kapasitas 5,000 kVA.
Pengunaan satu meter listrik tipe analog untuk pendata seluruh saluran
tenaga listrik dari sumber ke beban khususnya motor listrik. Menyebabkan
monitoring penggunaan energi menjadi terabaikan atau tak dapat terukur
dengan akurat sehingga tidak mengetahui secara cermat sektor mana yang
berpotensi mengalami atau terjadi proses produksi yang tidak efisien.
Rendahnya kesadaran karyawan akan pentingnya efisiensi energi.

Fokus Masalah PT Pancaprima
PT Pancaprima Ekabrothers didirikan tahun 1988
sebagai bagian dari Grup Pan Brothers. Pancaprima
memproduksi pakaian jadi khususnya jaket, celana
panjang dan celana pendek. Pancaprima berlokasi di
Jl. Siliwangi Raya Km.1 No 178A, Desa Alam Jaya, Jati
Uwung, Tangerang 15133, Provinsi Banten, Indonesia
dengan lahan seluas 52,109 m2 dan memiliki 4,500
karyawan. Pancaprima memiliki 3,254 unit mesin
produksi dengan kapasitas produksi sekitar 200,000
potong pakaian jadi per bulan.
Tim energi mengidentifikasi bahwa beban listrik
total pada tahun 2011 untuk proses jahit adalah
sebesar 2.7 GWh. T (US$ 221,933), dengan tarif
listrik yaitu 800 rupiah/kWh (US$ 0.083). otal biaya
listrik sejumlah 2.1 milyar rupiah,
Banyak mesin jahit konvensional menggunakan sistem yang dikenal
sebagai 'clutch and plate' di mana motor dijalankan hampir terus-
menerus selama jam kerja

Fokus Masalah PT Panarub Industry
PT Panarub Industry merupakan perusahaan lokal
yang terletak di Jl. Moh Toha Km.1 Pasar Baru
Tangerang, Banten. Jumlah tenaga kerja pabrik
mencapai 10,939 karyawan pada Mei 2012.

Semua area produksi masih menggunakan pencahayaan dengan
kualitas lampu florescent
Fokus Masalah PT Kahoindah
Citragarment
PT Kahoindah Citragarment didirikan pada
tahun 1994, merupakan pabrik garmen
dengan orientasi 100% ekspor dan
memiliki unit pencetakan dan
pembordiran. Perusahaan ini terletak di Jl.
Inspeksi Kalimalang RT. 004 RW. 003
Setiadarma, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.

PT Kahoindah Citragarment membutuhkan steam untuk sebagian proses
produksi. Boiler lama yang menggunakan 63% dari total konsumsi energi
pabrik
Konsumsi energi terbesar pabrik ini berasal dari boiler konvensional
yang diperkirakan menggunakan Marine Fuel Oil (MFO) sebesar 230,400
liter/tahun dengan total biaya energi sekitar 1.8 milyar rupiah (US$
195,000).
Solusi
Masalah
Sosialisasi Hemat Energi
Mendorong karyawan untuk ikut serta
dalam aksi efesien dalam pengunaan
energi.
Menggunakan media poster untuk
mengkapayekan sikap efisiensi energi
Solusi
Masalah
Boiler konvensional yang menggunakan Marine Fuel Oil (MFO)
Perfect Boiler yang menggunakan bahan bakar
dari sisa produksi garment, modalnya hanya
memperbaiki sistem pembuangan dengan kuwalitas
filter udara yang lebih baik dengan nilai kerapat yang
kecil.
Kesimpulan
Mereka memulai sosialisasi melalui poster untuk meningkatkan kesadaran tentang isu energi dan memasangnya di banyak lokasi di sekitar pabrik
inisiatif mereka adalah pengadaan pelatihan yang memberikan pemahaman kepada staf akan pentingnya penghematan energi dan bagaimana 'staf
dapat membuat perbedaan'. SYF telah menargetkan 5% penghematan dari kampanye kesadaran ini dan bersama dengan rencana pemasangan
beberapa teknologi yang hemat energi
sosialisasi manajemen energi dan juga telah mengaitkan dengan inisiatif untuk mengotomatisasi beberapa mesin produksi. Sebagai hasil inisiatif
melalui penerapan manajemen energi, PGS memperkirakan telah melakukan penghematan 5% (840 MWh) dari total keseluruhan penghematan lebih
dari 16% (2.7 GWh) dengan program berbiaya rendah ini. PGS juga telah memasang beberapa sub-meter listrik baru, menginisiasi pelatihan, dan
memiliki poster-poster yang baik untuk sosialisasi kesadaran hemat energi untuk semua staf.
Penjahitan pakaian dan sepatu merupakan proses yang umum dan penggunaan energi dalam jumlah besar pada proses ini umum terjadi.
Penghematan energi dapat dilakukan melalui pemilihan teknologi mesin jahit yang efisien. Motor servo dapat menggantikan motor induksi tanpa
mengubah komponen produksi dan menghemat lebih dari 50% sekaligus meningkatkan kualitas produk
Semua pabrik manufaktur garmen umumnya memiliki beban listrik yang cukup tinggi untuk pencahayaan. Pemasangan lampu fluorescent di area
produksi merupakan hal wajar untuk menyediakan pencahayaan yang berkualitas bagi operator. Namun teknologi baru kini memungkinkan untuk
mengurangi konsumsi listrik dengan tetap menjaga kualitas cahaya. PT Panarub Industry telah memulai program untuk mengganti sistem
pencahayaan di pabrik dengan lampu jenis Light Emitting Diode (LED).
Steam merupakan utilitas yang digunakan oleh banyak pabrik manufaktur garmen dan sepatu, terutama digunakan dalam finishing produk. PT
Kahoindah Citragarment (Kaho) melalui sistem manajemen energi mengidentifikasi bahwa mereka menggunakan 63% dari total energi untuk
menghasilkan steam, dan mengidentifikasi bahwa perusahaan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sampai dengan nol jika mengganti
boiler lama berbahan bakar minyak dengan boiler baru berbahan bakar production scrap. Kaho telah memasang boiler tersebut dan berhasil
menghemat 2.4 GWh bahan bakar fosil setahun dengan penghematan lebih dari 2 milyar rupiah per tahun. Diperkirakan emisi sejumlah 500 ton
CO2/tahun2 dapat diturunkan melalui penggunaan boiler ini.
Hasil Studi Kasus ini