Anda di halaman 1dari 5

Ilmu Kedokteran Forensik

Fakultas Kedokteran UGM RSU DR Sardjito


Refleksi Kasus
Nama : Pangisti Dwi Ananingsih
No : 20050310170 / FK !"
Dokter Pembimbing : dr# I#$#%d# &ur'a Putra P( &)# F
I# Pengalaman Kasus
Nomer Visum : VeR !"#"$$
Identitas Korban
Nama : Sdr% D
&enis Kelamin : 'aki(laki
Umur : ) ta*un
+gama : ,slam
Pekerjaan : -uru*
+lamat : Dsn% Duku* rt $ Gu.osari ke/% Pajangan kab% -antul%
0anggal Pemeriksaan : $1 No2ember "$$
&am Pemeriksaan : $%!$ ( "%34 5,-
Peristi.a : Kriminal
Informasi Kasus
Versi keluarga 67aman korban dan saudara se7u7u korban8:
-7% -inardi9 4 ta*un dan +gus :ari;anto9 ") ta*un : 7ada *ari kamis "%$$ 5,-
korban berkunjung ke ruma* temann;a di daera* deresan9 -antul% Pada malam itu korban
duduk menunggu temann;a dide7an ruma*9 kondisi sekeliling dalam keadaan gela79
korban disenteri ole* .arga sekitar dan diteriaki maling lalu dikero;ok massa% Keluarga
sama sekali tidak ta*u9 dikabarkan 7agi *arin;a tanggal 4 No2ember "$$ jam $1%$$
5,- ole* 7etugas 7olisi9 dikatakan ba*.a korban dimasukan RS% Panemba*an Seno7ati
-antul% Sesam7ai di RS9 keluarga korban meli*at kondisi korban9 tidak sadarkan diri%
Sem7at dira.at sam7ai jam "%3$ 5,- lalu korban meninggal dunia9 keluarga korban
merasa kematian korban tidak .ajar se*ingga mela7orkan kejadian ini ke Polres -antul%
Versi 7en;idik:
Pada *ari kamis jam ""%3$ 5,- korban dila7orkan ke 7olsek -antul ole* duku*
deresan9 -antul atas dugaan 7en/urian% Saat dikantor 7olisi korban tidak da7at di7eriksa
karena dalam kondisi diduga *abis meminum minuman beralko*ol% Selama dikantor
1
7olisi kondisi korban tidak membaik9 keesokan *arin;a tanggal 4 No2ember "$$ jam
$1%$$ korban diantar ke RS% Panemba*an Seno7ati -antul lalu keluarga dikabari% Selama
dikantor 7olisi9 7etugas tidak melakukan 7ena*anan karena kondisi korban ;ang tidak
da7at di.a.an/ara% &am "%3$ 5,- keluarga korban lalu mela7or ke Polres -antul atas
dugaan 7engania;aan#7engero;okan%
Kesimpulan hasil pemeriksaan
0erda7at kaku jena<a* 7ada seluru* 7ersendian dan sukar digerakkan ke/uali 7ada
7ersendian jari(jari kaki kanan dan kiri%
0erda7at ber/ak jena<a* ba*u belakang kanan dan kiri9 7inggang belakang dan tidak
*ilang dengan 7enekanan% 0idak ditemukan adan;a 7embusukan%
Korban di7erkirakan meninggal9 antara tanggal 4 No2ember "$$ 7ukul "3%!$ 5,-
*ingga 1 No2ember 7ukul $3%!$%
II# !asalah 'ang dika*i
Perkiraan saat kematian dalam suatu kasus forensik adala* *al ;ang 7enting9
se*ingga *am7ir selalu di/antumkan dalam sebua* kesim7ulan auto7si forensik%
Perkiraan saat kematian membantu 7i*ak ke7olisian dalam konfirmasi alibi seseorang9
;ang 7ada gilirann;a akan mem7ersem7it daftar tersangka di tangan ke7olisian%
0ersusunn;a daftar tersangka ;ang tajam dan te7at akan meng*emat .aktu9 tenaga dan
dana dalam suatu 7en;idikan%
Dalam ilmu kedokteran9 mem7erkiraan saat kematian tidak da7at dilakukan
dengan metode saja9 gabungan dari " atau lebi* metode akan memberikan *asil
7erkiraan ;ang lebi* akurat dengan rentang bias ;ang lebi* ke/il% -ebera7a metode ;ang
la<im digunakan dalam membuat 7erkiraan saat kematian adala* 7engukuran 7enurunan
su*u tubu*9 inter7retasi lebam dan kaku ma;at9 inter7retasi 7roses dekom7osisi9
7engukuran 7eruba*an kimia 7ada 2itreous9 inter7retasi isi dan 7engosongan lambung
serta inter7retasi aktifitas serangga 6entomologi forensik8%
III# Analisis
Sam7ai sekarang belum ada /ara ;ang da7at di7akai untuk menentukan dengan
te7at saat kematian seseorang9 jadi selalu masi* ada =range> *an;a saja makin sem7it
=range> ini makin baik% Perlu diingat ba*.a saat kematian seorang korban terletak
2
diantara saat korban terak*ir dili*at dalam keadaan masi* *idu7 dan saat korban
ditemukan setela* keadaan mati%
0anda(tanda ;ang da7at di7akai untuk mem7erkirakan saat kematian antara lain adala*
dengan meli*at adan;a tanda 7asti kematian9 ;aitu sebagai berikut :
% 'ebam ma;at 6li2or mortis8%
Meru7akan ber/ak ungu mera* 7ada bagian terba.a* tubu* karena 7enum7ukan
erirosit 7ada lokasi terenda* akibat 7engaru* gra2itasi9 ke/uali bagian tubu* ;ang
tertekan alas keras% Mulai tam7ak "$(3$ menit 7as/a mati9 dan meneta7 setela* )("
jam% Sebelum .aktu ini lebam ma;at masi* memu/at 7ada 7enekanan dan bisa
ber7inda* jika 7osisi ma;at diuba*% Memu/atn;a lebam akan lebi* sem7urna atau
7eruba*an 7osisi ma;at dilakukan dalam 1 jam 7ertama setela* mati klinis% Pada
lebam ma;at dara* terda7at dalam 7embulu* dara*9 untuk membedakan dengan
resa7an dara* akibat trauma 6ekstra2asasi8 dilakukan irisan dan kemudian disiram
dengan air9 maka 7ada lebam ma;at .arna mera* dara* akan *ilang atau 7udar9
sedangkan 7ada resa7an dara* tidak meng*ilang%
"% Kaku ma;at 6rigor mortis8
Kaku ma;at dilakukan dengan 7emeriksaan 7ada 7ersendian% Mulai tam7ak setela* "
jam 7as/a mati ;ang dimulai dari luar tubu* ke dalam tubu* 6sentri7etal8% Setela*
mati klinis " jam kaku ma;at suda* menjadi lengka79 dan di7erta*ankan setela* itu
maka kaku ma;at akan meng*ilang sesuai urutan ;ang sama% Faktor ;ang da7at
mem7er/e7at kaku ma;at adala* akti2itas fisik sebelum mati9 su*u tubu* ;ang tinggi9
tubu* ;ang kurus9 su*u lingkungan ;ang tinggi
3% Penurunan su*u tubu* 6algor mortis8
Penurunan su*u tubu* terjadi karena 7roses 7eminda*an 7anas dari suatu benda ke
benda ;ang lebi* dingin9 melalui /ara radiasi9 konduksi9 e2a7orasi9 dan kon2eksi%
Penurunan su*u tubu* akan lebi* /a7at 7ada su*u keliling ;ang renda*9 lingkungan
berangin dengan kelemba7an renda*9 tubu* ;ang kurus9 7osisi terlentang9 tidak
ber7akaian atau ber7akaian ti7is9 dan 7ada umumn;a orang tua serta anak ke/il%
-erguna untuk 7eng*itungan saat kematian%
!% Pembusukan 6de/om7osition9 7utrefa/tion
Pembusukan baru tam7ak kira(kira "! jam 7as/a mati beru7a .arna ke*ijauan 7ada
7erut kanan ba.a*9 ;aitu daera* sekum ;ang isin;a lebi* /air dan 7enu* dengan
bakteri serta terletak dengan dinding 7erut% Se/ara berta*a7 .arna ke*ijauan ini akan
men;ebar ke seluru* 7erut dan dada9 dan bau busuk7un mulai ter/ium% Pembulu*
3
dara* ba.a* kulit akan tam7ak se7erti melebar dan ber.arna *ijau ke*itaman%'ar2a
lalat akan dijum7ai setela* 7embentukkan gas 7embusukan n;ata9 ;aitu kira(kira 31(
!) jam 7as/a mati%
4% +di7osera
0erbentukn;a ba*an ;ang ber.arna ke7uti*an9 lunak9 atau bermin;ak9 berbau tengik
;ang terjadi di dalam jaringan lunak tubu* 7as/a mati% Dulu disebut sebagai
sa7onifikasi9 teta7i istila* adi7osera lebi* disukai karena menunjukkan sifat(sifat
diantara lemak dan lilin% Setela* " minggu 7as/a kematian9 adi7osera jelas terli*at
se/ara makrosko7ik%
1% Mummifikasi
Proses 7engua7an /airan atau de*idrasi jaringan ;ang /uku7 /e7at se*ingga terjadi
7engeringan jaringan ;ang selanjutn;a da7at meng*entikan 7embusukan% &aringan
beruba* menjadi keras dan kering9 ber.arna gela79 berkeri7ut9 dan tidak membusuk
karena kuman tidak da7at berkembang 7ada lingkungan ;ang kering% 0erjadi bila
su*u *angat9 kelemba7an renda*9 aliran udara ;ang baik9 tubu* ;ang de*idrasi dan
.aktu ;ang lama 6"(! minggu8%
Pada kasus ini9 7erkiraan saat kematian dilakukan dengan metode meli*at adan;a lebam
dan kaku ma;at% Pada kasus ini ditemukan lebam ma;at ;ang tidak *ilang dengan
7enekanan9 se*ingga saat kematian di7erkirakan antara )(" jam% Kaku jena<a* 7ada
seluru* 7ersendian dan sukar digerakkan menjukkan adan;a 7erkiraan kematian dalam "
jam sebelum 7emeriksaan% Pemeriksaan kaku ma;at kaku ma;at dilakukan 7ada
7ersendian9 menjadi lengka7 dalam " jam9 di7erta*ankan selama " jam9 kemudian
meng*ilang sesuai urutan terbentukn;a%
I+# Dokumentasi
Perkiraan saat kematian ;ang dibuat tela* sesuai dengan teori ;ang ada9 dan tela*
dilakukan dengan gabungan dari " metode se*ingga akan memberikan *asil 7erkiraan
;ang lebi* akurat dengan rentang bias ;ang lebi* ke/il%
+# ,e-erensi
% ,dries +M9 et all% Peran ,lmu Kedokteran Forensik dalam 7roses 7en;idikan% &akarta :
Sagung Seto9 "$$)% Page : ?$ "$%
4
"% -udi;anto +9 dkk% ??!% ,lmu Kedokteran Forensik% -agian Kedokteran Forensik%
&akarta : Fakultas Kedokteran Uni2ersitas ,ndonesia
3% Mansjoer9 +rif9 dkk% "$$$% Ka7ita Selekta Kedokteran @disi Ketiga &ilid Kedua%
&akarta : Media +es/ula7ius Fakultas Kedokteran Uni2ersitas ,ndonesia%
5