Anda di halaman 1dari 15

PENGENALAN GEJALA PENYAKIT TUMBUHAN

LAPORAN PRAKTIKUM FITOPATOLOGI





Oleh :
Nama : Pepi Ayu Legensa
NIM : B1J012003
Kelompok : 1
Rombongan : II
Asisten : Irawati Yasmin













KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2014
I. PENDAHULUAN
Tumbuhan dikatakan sehat atau normal jika tumbuhan tersebut mampu melaksanakan
fungsi-fungsi fisiologis. Fungsi tersebut meliputi pembelahan, diferensiasi, penyerapan air
dan mineral, fotosintesis, reproduksi, metabolisme dan sebagainya. Tumbuhan yang sehat
juga ditandai dengan adanya pertumbuhan sel yang normal. Penyakit tumbuhan
merupakan aktivitas fisiologis yang merugikan. Penyakit tumbuhan dapat disebabkan oleh
gangguan terus-menerus oleh faktor penyebab primer sehingga aktivitas sel menjadi tidak
normal.
Penyakit tumbuhan ditunjukan oleh keadaan patologis yang khas yang disebut gejala.
Tanaman yang terserang penyakit biasanya memiliki gejala maupun tanda-tanda alam.
Gejala merupakan perubahan struktur morfologi, anatomi ataupun fisiologi tanaman
sebagai reaksi tanggapan terhadap patogen. Kadang-kadang penyakit pada tanaman
menunjukkan gejala yang sama. Oleh karena itu, dengan memperhatikan gejala saja tidak
dapat menentukan diagnosis dengan pasti, maka perlu diperhatika tanda penyakit. Tanda-
tanda penyakit merupakan bagian atau keseluruhan morfologi patogen yang terlihat pada
bagian tumbuhan yang terserang penyakit. Apabila tanaman diganggu oleh patogen atau
oleh kondisi lingkungan tertentu dan satu atau lebih fungsi-fungsi fisiologisnya terganggu
sehingga terjadi penyimpangan tertentu dari normal, maka tanaman itu menjadi sakit.
Penyebab utama dapat dari golongan organisme hidup parasitik (patogen) atau faktor-
faktor dalam lingkungan fisik. Mekanisme terjadinya sakit berbeda-beda sesuai dengan
agensia penyebabnya dan kadang-kadang dengan tanamannya. Pertama kali tanaman
berinteraksi dengan agensia penyebab penyakit ditempat dari kesakitan. Reaksi yang
bersifat kemis tidak terlihat. Reaksi akan tersebar luas, terjadi perubahan histologis yang
muncul secara makroskopis dan terlihat sebagai gejala dari penyakit.
Organisme yang menyebabkan penyakit disebut sebagai patogen. Suatu jasad saprofit
mampu menghasilkan suatu produk yang dapat menyebabkan penyakit, misalnya toksin.
Toksin tersebut dapat menginfeksi tanaman sehingga tanaman tersebut menjadi sakit.
Organisme tersebut disebut patogen walaupun prosesnya tidak langsung (Rochdjatun,
1992).
Infeksi merupakan proses dimana patogen melakukan kontak dengan sel atau jaringan
tumbuhan yang rentan dan mendapatkan nutrisi dari tumbuhan tersebut. Infeksi yang
berhasil akan mengakibatkan timbulnya bagian-bagian yang berubah warna, bentuk,
pertumbuhan terhambat dan lain-lain. Beberapa infeksi dapat menyebabkan gejala yang
bersifat laten yaitu tidak terlihat setelah paska infeksi secara langsung tetapi terlihat pada
saat kondisi tertentu yang bersifat menguntungkan kehidupan inang (Agrios, 1996). Contoh
dari tanda-tanda penyakit tumbuhan yaitu spora, konidium, miselium, konidiofor,
sklerotium, badan buah, rust, smut, scab dari jamur, sel-sel bakteri dan partikel-partikel
virus (Donowidjojo dkk., 1999).
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui berbagai macam gejala penyakit pada
tumbuhan.








II. TELAAH PUSTAKA
Tumbuhan sakit menunjukkan gejala yang khusus. Gejala (symptom) adalah
perubahan-perubahan yang ditunjukkan oleh tumbuhan sebagai akibat adanya
penyakit. seringkali penyakit tertentu tidak hanya menyebabkan timbulnya satu
gejala, tetapi juga menimbulkan sindroma. selain itu beberapa penyakit berbeda
menunjukkan gejala yang sama, sehingga dengan memperhatikan gejala saja sulit
untuk mendiagnosis dengan pasti. maka, selain memperhatikan gejala kita harus
memeperhatikan tanda (sign) dari penyakit. Tanda adalah semua pengenal dari
penyakit selain raksi tumbuhan inang (gejala), misalnya bentuk tubuh buah parasit,
miselium, warna spora, bledeok, lendir dan sebagainya (Semangun, 2004).
Gejala dapat di bedakan menjadi tiga yaitu: tipe nekrosis, tipe hipoplasia,dan
tipe hiperplasia. Tipe nekrosis meliputi gejala-gejala yang terjadinya karena adanya
kerusakan pada sel atau matinya sel, tipe hipoplasia meliputi gejala-gejala yang
terjadinya karena terhambatnya atau terhentinya pertumbuhan sel
(underdevelopment) dan tipe hiperplasia meliputi gejala-gejala yang terjadinya
karena pertumbuhan sel yang melebihi biasa (overdevelopment). Berdasarkan uraian
di atas maka perlu diadakannya praktikum pengenalan gejala-gejala penyakit
tanaman agar kita dapat melihat secara langsung perubahan-perubahan yang terjadi
ketika tanaman tersebut terinfeksi (Surtikanti, 2012).
1. Nekrosis
Keadaan dimana sel tanaman atau organ tanaman mati sebagai akibat adanya
aktivitas patogen.
2. Hipoplasia
Terjadinya kekerdilan ini sebagai akibat adanya penghambatan daIam
pertumbuhan. Seluruh tanaman atau hanya terbatas pada bagian tertentu saja dapat
menunjukkan gejala kerdil.
3. Hiperplasia
Terjadi pembesaran secara abnormal dalarn ukuran dari organ tanaman. Hal ini
terjadi karena adanya perangsangan terhadap jaringan tanaman untuk tumbuh secara
berlebihan. Pembesaran organ tanaman ini dapat terjadi karena hiperplasia atau
hipertrofi atau karena keduanya yang terjadi sekaligus. Hiperflasia: pembesaran
dalam ukuran secara abnormal karena bertambah dalam jumlah sel. Hipertrofi:
Perbesaran karena pertambahan besar dalam ukuran sel. Pertambahan besar keadaan
ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk yang disebabkan oleh berbagai penyakit:
a) Puru (galls). Salah bentuk (malformation) dengan bentuk yang agak bulat seperti
Crown gall, akar gada, bintil akar dan sebagainya.
b) Keriting (curl). Bentuk ini terjadi karena ada pertumbuhan yang lebih cepat pada
salah satu bagian dari organ tanaman (antara lain daun).
c) Sapu (witches broom). Sejumlah percabangan timbul dari bagian tertentu
sehingga menimbulkan berkas yang menyerupai sapu.
d) Akar berambut (hairy root). Sejumlah akar halus yang dibentuk secara
abnormal.
e) Intumescence. Pembengkakan yang menyerupai kudis yang terdiri dari
parenkim.















III. MATERI DAN METODE
A. Materi
Alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah kamera, buku
identifikasi.
Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adala sampel tumbuhan sakit
(Buah Cabai : Capsicum annum, Buah Pisang : Musa sp, Buah Strawbery : Fragaria
sp, Kentang : Solanum tuberosum, Daun Pepaya : Carica papaya, Labu Siam :
Sechium edule, Daun Jagung : Zea mays, Daun Jambu Biji : Psidium guajava.

B. Cara Kerja




























Sampel tumbuhan sakit
Diamati gejala yang tampak
Identifikasi patogen
Foto







IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Tabel 1.Hasil Pengamatan Gejala Penyakit Tumbuhan
No Nama preparat Tanda Gejala Penyakit Patogen
1 Daun jagung
(Zea mays)
Ada
bercak
Timbulnya
bercak-bercak
warna coklat
Karat daun Puccinia
sorghii
2 Daun jambu
biji (Psidium
guajava)
Ada
bercak
Timbulnya
bercak-bercak
warna coklat
Bercak daun Phyllosticta
sp.
3 Daun pepaya
(Carica
papaya)
Ada
bercak
Bagian atas
permukaan
daun ada
bercak-bercak
kuning atau
hijau muda
Penyakit
tepung
Oidium
caricae
4





Labu siyam
(Sechium
edule)
Ada
bercak dan
miselliun
Daging buah
mengalami
pembusukkan
tetapi tetap
keras
Bercak daun
bersudut
Pseudomonas
lachrymans




5 Kentang
(Solanum
tuberosum)
Ada bercak
dan
misellium
Permukaan
buah terdapat
terdapat
misellium
berbentuk
bantal-bantal
yang berwarna
putih sampai
merah jambu
dan
membentuk
banyak
konidium
Busuk
kering
Fusarium
Fusarium sp.
6 Pisang
(Musa sp.)
Tekstur
lunak dan
ada bercak
Buah seperti
dipanggang,
warna cokelat,
melorot dan
busuk
Layu bakteri Pseudomonas
solanacearum
7 Strawberry
(Fragaria sp.)
Ada
bercak
Pada buah
terdapat
bercak cokelat
muda
kebasah-
basahan, agak
mengendap
dan sedikit
demi sedikit
menjadi
warna cokelat
Busuk buah
matang
Colletotricum
fragariae
8 Cabai
(Capsicum
annum)
Ada
bintik-
bintik kecil
Bintik kecil
berwarna
kehitaman dan
berlekuk. Tepi
bintik
berwarna
kuning, besar
memanjang
dan bagian
tengah
semakin gelap
Antraknosa
cabai
Gloeosporium
piperantum
dan
Coletotrichu
m capsici


Gambar Hasil Pengamatan Gejala Penyakit Tumbuhan


Gambar 1. Preparat (a) dan gambar skematis (b) Zea mays terserang penyakit
b a


Gambar 2. Preparat (a) dan gambar skematis (b) Psidium guajava terserang
penyakit




Gambar 3. Preparat (a) dan gambar skematis (b) Daun pepaya (Carica papaya)
terserang penyakit


b
b
a
a


Gambar 4. Preparat (a) dan gambar skematis (b) Labu siyam (Sechium edule)
terserang penyakit




Gambar 5. Preparat (a) dan gambar skematis (b) Kentang (Solanum tuberosum)
terserang penyakit


b
b
a
a


Gambar 6. Preparat (a) dan gambar skematis (b) Pisang (Musa sp.) terserang
penyakit





Gambar 7. Preparat (a) dan gambar skematis (b) Strawberry (Fragaria sp.)
terserang penyakit


b
b a
a


Gambar 8. Preparat (a) dan gambar skematis (b) Cabai (Capsicum annum)
terserang penyakit










Sechium edule (Labu siyam).


B. Pembahasan
1. jelaskan hasil identifikasi tumbuhan yang didapat (preparatnya, tanda, gejala,
penyakit, dan patogennya) vs pustaka
2.klasifikasi dan deskripsikan patogen yang didapat
3. faktor-faktor yang menyebabkan penyakit

Hasil dari praktikum yang kami lakukan di laboratorium dapat di ketahui
bahwa Cabai (Capsicum annum) mengalami penyakit antraknosa, gejalanya ada
bintik-bintik kecil, berwarna kehitaman dan berlekuk, tandanya terdapat lubang,
sifatnya lokal, penyebabnya Gloeosporium piperatum. Pisang (Musa sp) mengalami
penyakit layu bakteri, gejalanya buah seperti dipanggang, warna kuning coklat,
b a
melorot dan busuk, tekstur lunak, tandanya terdapat bercak, sifatnya lokal,
penyebabnya Pseudomonas solanaceatum. Strawberry (Fragaria sp) mengalami
penyakit busuk buah, gejalanya buah berwarna hitam, lunak, busuk, dengan tanda
terdapat miselium, sifat gejala lokal, penyebabnya Colletotrichum fragariae.
Kentang (Solanum tuberosum) mengalami penyakit busuk kering, gejalanya pada
permukaan terdapat miselium berbentuk bantal-bantal yang berwarna putih sampai
merah jambudan membentuk banyak konidium, tandanya terdapat miselium dan
terdapat bercak, sifatnya lokal, penyebab Fusarium sp. Daun papaya (Carica
papaya) mengalami penyakit tepung, gejalanya adanya bercak-bercak kuning/hijau
muda, tandanya terdapat bercak, sifatnya local, penyebab Oidium caricae. Labu siam
(Sechium edule) mengalami penyakit bercak daun bersudut, gejalanya terjadi
pembusukan yang masuk sampai ke daging buah, meskipun busuk tapi buah tetap
keras, tanda terdapat miselium, bau busuk, bercak noda berwarna coklat muda,
sifatnya lokal, penyebab Pseudomonas lachrymans. Daun jagung (Zea mays)
mengalami penyakit karat daun, gejalanya daun berwarna kuning, tandanya terdapat
bercak, sifatnya lokal, penyebabnya Puccinia sorghi. Jambu (Psidium guajava)
mengalami penyakit becak daun, gejalanya daun berwarna coklat, sifatnya lokal,
penyebabnya Phyllostica sp.
Pada tanaman, jarak penyakit antraknosa mempunyai ciri-ciri pada permukaan
daun terdapat bercak-bercak bulat berwarna coklat kehitaman yang dibatasi oleh
warna kuning, gejalan lanjut penyakit ini adalah bercak bulat meluas, mengering dan
berlubang ditengahnya, menginfeksi buah cabai muda menyebabkan kematian dan
kemudian gugur. Teridentifiksi juga bahwa layu bakteri merupakan penyebab dari
bakteri Pseudomonas sp. yang berbentuk batang, gram negative dengan warna koloni
keruh kekuningan. Embun tepung yang menyerang daun membentuk suatu bercak
putih kelabu, gejala lanjut yang disebabkan adalah penyakit yang berupa tepung
putih meluas hampir menutupi seluruh bagian permukaan daun, gejala ini
mengakibatkan warna daun kusam kecoklatan dan jaringan tanaman menjadi klorosis
sehingga proses fisiologis terganggu sehingga daun kering dan gugur (Laksono,
2010).





















V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan

B. Saran



















DAFTAR PUSTAKA