Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Gingivitis adalah proses peradangan yang terbatas pada jaringan epitel mukosa yang
mengelilingi bagian leher dari gigi dan proses alveolar. Gingivitis telah diklasifikasikan
berdasarkan penampilan klinis (misalnya, ulseratif, hemorrhagic, necrotizing, bernanah), etiologi
(misalnya, drug-induced, hormonal, nutrisi, infeksi, plaque-induced), dan durasi (akut, kronis).
enis yang paling umum dari gingivitis adalah bentuk kronis yang disebabkan oleh plak.
Gingivitis adalah suatu inflamasi pada gingiva yang biasanya disebabkan oleh akumulasi
plak. !enurut profil kesehatan "ndonesia tahun #$$% kelainan periodontal pada tahun #$$%
terjadi sebesar &%'. (enyakit periodontal salah satunya gingivitis yang disebabkan infeksi
bakteri, secara langsung melalui aliran darah (hematogen), maupun tidak langsung dari respon
imun sistemik infeksi melalui peningkatan mediator infeksi ((G)#, "*%, "*& dan +,-.) oleh
pertahanan tubuh. aringan periodonsium adalah jaringan penyokong gigi, terdiri atas gingiva,
sementum, ligamentum periodontal dan tulang alveolar. aringan ini dapat mengalami kelainan
akibat interaksi faktor pejamu, mikroba dan lingkungan misalnya gingivitis. Gingivitis adalah
suatu proses peradangan jaringan periodonsium yang terbatas pada gingiva dan bersifat
reversibel.
I.2 RUMUSAN MASALAH
".#.% /agaimana etiologi dan patofisiologi gingivitis et causa kalkulus0
".#.# /agaimana diagnosis dan penatalaksanaan gingivitis et causa kalkulus0
I.3 TUJUAN
".1.% !engetahui etiologi dan patofisiologi gingivitis et causa kalkulus.
".1.# !engetahui cara mendiagnosis dan penatalaksanaan gingivitis et causa kalkulus.
I.4 MANFAAT
".2.% !enambah 3a3asan mengenai ilmu kedokteran pada umumnya, dan ilmu gigi
dan mulut pada khususnya
".2.# 4ebagai proses pembelajaran bagi dokter muda yang sedang mengikuti
kepaniteraan klinik bagian ilmu gigi dan mulut
2
BAB II
STATUS PASIEN
2.1 IDENTITAS PASIEN
,ama 5 +n. 4
enis 6elamin 5 *aki-laki
7lamat 5 (agelaran
8mur 5 2& tahun
(ekerjaan 5 (edagang
4tatus 5 !enikah
4uku /angsa 5 a3a
+anggal (eriksa 5 %9 :esember #$%$
6onsul dari 5 - !enderita 5 -
2.2 ANAMNESIS
%. 6eluhan 8tama 5 (asien ingin membersihkan kotoran di giginya
#. ;i3ayat (enyakit 5 pasien ingin melakukan pera3atan gigi yaitu membersihkan kotoran di
giginya. !enurut pasien sudah cukup lama kotoran ber3arna hitam melekat di giginya.
1. ;i3ayat (era3atan
Gigi 5 (asien tidak pernah memeriksakan gigi.
ar.lunak rongga mulut dan sekitarnya 5 (asien tidak pernah memeriksakan.
2. ;i3ayat 6esehatan 5
- 6elainan darah 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- 6elainan endokrin 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- 6elainan antung 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- Gangguan nutrisi 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- 6elainan kulit<kelamin 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- Gangguan pencernaan 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- 6elainan "munologi 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- Gangguan respiratori 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- Gangguan +! 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- +ekanan darah 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- :iabetes !elitus 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- *ain-lain 5 -
=. >bat-obatan yang telah<sedang dijalani 5 -
&. 6eadaan sosial<kebiasaan 5 menengah, pasien merupakan seorang perokok
9. ;i3ayat 6eluarga 5
- 6elainan darah 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- 6elainan endokrin 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
3
- :iabetes melitus 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- 6elainan jantung 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- 6elainan syaraf 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- 7lergi 5 (asien mengaku tidak ada kelainan
- lain-lain 5 -
2.3 PEMERIKSAAN FISIK
%. )kstra >ral
- !uka 5 simetris
- (ipi kiri 5 tidak ada kelainan
- (ipi kanan 5 tidak ada kelainan
- /ibir atas 5 tidak ada kelainan
- /ibir ba3ah 5 tidak ada kelainan
- 4udut mulut 5 tidak ada kelainan
- 6elenjar submandibularis kiri 5 tidak teraba- tidak ada kelainan
- 6elenjar submandibularis kanan 5 tidak teraba- tidak ada kelainan
- 6elenjar submental 5 tidak teraba- tidak ada kelainan
- 6elenjar leher 5 tidak teraba- tidak ada kelainan
- 6elenjar sublingualis 5 tidak teraba- tidak ada kelainan
- 6elenjar parotis kanan 5 tidak teraba- tidak ada kelainan
- 6elenjar parotis kiri 5 tidak teraba- tidak ada kelainan
#. "ntra >ral
- !ukosa labial atas 5 tidak ada kelainan
- !ukosa labial ba3ah 5 tidak ada kelainan
- !ukosa pipi kiri 5 tidak ada kelainan
- !ukosa pipi kanan 5 tidak ada kelainan
- /ukal fold atas 5 tidak ada kelainan
- /ukal fold ba3ah 5 tidak ada kelainan
- *abial fold atas 5 tidak ada kelainan
- *abial fold ba3ah 5 tidak ada kelainan
- Gingival rahang atas 5 tampak hiperemis, lesi (-)
- Gingival rahang ba3ah 5 tampak hiperemis, lesi (-)
- *idah 5 tampak bercak putih
- :asar mulut 5 tidak ada kelainan
- (alatum 5 tidak ada kelainan
- +onsil 5 tidak ada kelainan
- (haryn? 5 tidak ada kelainan

1 2 3 4 5 6
7 8
1 2 3 4 5 6
7 8
I II III
IV V
I II III
IV V
8 7 6 5 4 3
2 1
8 7 6 5 4 3
2 1
V IV III II
I
V IV III II
I
4
6alkulus terdapat di seluruh regio atas dan ba3ah gigi
2.4 DIAGNOSIS KERJA
Ginggivitis et causa kalkulus regio atas dan ba3ah
2.5 RENCANA PERAWATAN
(ro scalling
1. Peng!"#"n$ ;< :actylen gargle fl ,o "
4 2 dd gargle "
2. Pe%e&'()""n Pen*n+"ng $
*ab.;ontgenologi mulut< ;adiologi 5 -
*ab.(atologi anatomi 5 -
4itologi 5 -
/iopsi 5 -
*ab.!ikrobiologi 5 -
/akteriologi 5 -
amur 5 -
*ab.(atologi 6linik 5 -
3. R*+*("n $
(oli (enyakit :alam 5 -
(oli +@+ 5 -
(oli 6ulit A 6elamin 5 -
(oli 4yaraf 5 -
,I. DIAGNOSE AKHIR $
Ginggivitis et causa kalkulus regio atas dan ba3ah
LEMBAR PERAWATAN
T"ngg"- E-e%en D'"gn)" T.e&"/' Ke#e&"ng"n
%9<%#-
#$%$
;egio atas
dan
ba3ah
Ginggivitis et
causa kalkulus
(ro 5 scalling
;< :actylen gargle fl ,o "
4 2 dd gargle "
BAB III
5
TELAAH KASUS
III.1 DEFINISI
Gingivitis adalah suatu proses peradangan jaringan periodonsium yang terbatas pada
gingiva dan bersifat reversibel. "nflamasi gingiva cenderung dimulai pada papilla interdental dan
menyebar ke sekitar leher gigi. Gingivitis secara epidemiologis diderita oleh hampir semua
populasi masyarakat di dunia. *ebih dari B$' anak usia muda dan semua populasi de3asa sudah
pernah mengalami gingivitis. -aktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi dan derajat
keparahan gingivitis adalah umur, kebersihan mulut, pekerjaan, pendidikan, letak geografis,
polusi lingkungan, dan pera3atan gigi.
III.2 ETIOLOGI
Gingivitis biasanya disebabkan oleh buruknya kebersihan mulut sehingga terbentuk plak
atau karang gigi di bagian gigi yang berbatasan dengan tepi gusi. (enyebab utama gingivitis
adalah bakteri plak, plak dan karang gigi mengandung banyak bakteri yang akan menyebabkan
infeksi pada gusi. /ila kebersihan mulut tidak diperbaiki, gingivitis akan bertambah parah dan
berkembang menjadi periodontitis. Gingivitis biasanya disebabkan oleh buruknya kebersihan
mulut sehingga terbentuk plak atau karang gigi di bagian gigi yang berbatasan dengan tepi gusi.
(lak dan karang gigi mengandung banyak bakteri yang akan menyebabkan infeksi pada gusi.
/ila kebersihan mulut tidak diperbaiki, gingivitis akan bertambah parah dan berkembang
menjadi periodontitis.
Gingivitis juga dapat disebabkan oleh penyakit sistemik. Contohnya pada pasien penderita
leukemia dan penyakit Degner yang cenderung lebih mudah terkena gingivitis. (ada orang
dengan diabetes atau @"E, adanya gangguan pada sistem imunitas (kekebalan tubuh)
menyebabkan kurangnya kemampuan tubuh untuk mela3an infeksi bakteri pada gusi. (erubahan
hormonal pada masa kehamilan, pubertas, dan pada terapi steroid juga menyebabkan gusi lebih
rentan terhadap infeksi bakteri. (emakaian obat-obatan pada pasien dengan tekanan darah tinggi
dan paska transplantasi organ juga dapat menekan sistem imunitas sehingga infeksi pada gusi
lebih mudah terjadi.
III.3 ANATOMI GINGGI,A
6
Gingiva adalah bagian mukosa mulut yang mengelilingi gigi. Gingiva melekat pada gigi
dan tulang alveolar. (ada permukaan vestibulum di kedua rahang, gingiva secara jelas dibatasi
mukosa mulut yang lebih dapat bergerak oleh garis yang bergelombang disebut perlekatan
mukogingiva. Garis demarkasi yang sama juga ditemukan pada aspek lingual mandibular antara
gingival dan mukosa mulut. (ada palatum, gingiva menyatu dengan palatum dan tidak ada
perlekatan mukogingiva yang nyata Gingival, lebih dikenal dengan gusi adalah mukosa di dalam
mulut yang menutupi tulang alveolar dan menyelimuti leher gigi. 4ecara anatomi terbagi atas5
%. 8nattached gingival atau marginal gingival yang merupakan tepi akhir atau batas dari
gingival yang mengelilingi gigi seperti kerah baju.
1. 7ttached gingival yang melekat pada tulang alveolar gigi.
2. "nterdental gingival yang mengisi daerah pertemuan # gigi yang bersebelahan, di ba3ah
titik kontak pertemuan antara dua gigi tersebut.
:i antara marginal gingival dan gigi terdapat ruang sempit di sekeliling gigi yang disebut sulcus
gingival. 6edalaman dari sulcus gingival dibatasi oleh attached gingival yang berukuran normal
rata-rata %,B mm.7pabila kedalaman dari sulcus gingival melebihi batas normal maka sudah
dikategorikan sebagai poket periodontal yang merupakan tanda klinis dari penyakit jaringan
periodontal.
Gambar % anatomi ginggiva
III.4 PATOGENESIS
7
(enyebab paling utama dari radang gusi adalah akumulasi plak. 7kumulasi plak berkaitan
dengan bakteri yang jumlahnya meningkat. @al ini terjadi karena sisa-sisa makanan yang
tertinggal diantara sela-sela gigi atau di gusi. ika dalam 3aktu #2 jam sisa makanan itu belum
tersikat maka akan terbentuk plak. @anya dalam beberapa hari plak yang tidak tersikat atau tidak
terganggu sudah menimbulkan radang gusi tahap inisial. 7da tiga tahap radang gusi yaitu tahap
inisial (#-2 hari), tahap lesi dini (2-9 hari) dan tahap lesi mantap (#-1 minggu). (ada tahap lesi
mantap ini sudah terjadi kerusakan jaringan penyangga gigi.
4elain plak sebagai faktor penyebab utama radang gusi, ada beberapa faktor penunjang
yang memudahkan akumulasi plak seperti tersangkutnya makanan disela-sela gigi dan
menimbulkan rasa sakit, gigi tiruan yang tidak baik, sikat gigi yang tidak bersih, atau tambalan
yang tidak sempurna. 4edangkan faktor fungsional yang berpengaruh terhadap gigi pada saat
berfungsi dan menyebabkan radang gusi dapat berupa gigi yang tidak beraturan, gigi hilang tidak
diganti, atau kebiasaan buruk mengunyah disaat tidur. 4elain itu faktor resiko yang menyebabkan
radang gusi seperti umur, gender, ras, merokok, genetik, hormonal (masa pubertas atau hamil),
kondisi penyakit sistemik (diabetes), pendidikan, obat-obatan, stress psikologis juga dapat
berpengaruh.
III.5 MANIFESTASI KLINIS
;adang gusi merupakan kelainan jaringan penyangga gigi yang paling sering terjadi dan
hampir selalu dapat ditemukan pada semua bentuk penyakit gusi. ;adang gusi yang menetap
dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi sehingga gigi menjadi
goyang atau terlepas. +anda-tanda dari gingivitis adalah 5
%. adanya perdarahan pada ginggiva
#. terjadi perubahan 3arna pada ginggiva
1. perubahan tekstur permukaan ginggiva
2. perubahan posisi dari ginggiva
=. perubahan kontur dari ginggiva
&. adanya rasa nyeri
faktor lokal penyebab ginggivitis disebabkab oleh akumulasi plak. /entuk penyakit gusi yang
umum terjadi adalah ginggivitis kronis yang ditandai dengan pembengkakan gusi atau lepasnya
epitel perlekatan. Ginggivitis mengalami perubahan 3arna gusi mulai dari kemerahan sampai
merah kebiruan sesuai dengan bertambahnya proses peradangan yang terus menerus. ;asa sakit
8
atau nyeri jarang dirasakan, rasa sakit yang merupakan gejala pembeda antara ginggivitis akut
dan ginggivitis kronis.
III.0 PENEGAKKAN DIAGNOSIS
8ntuk mendiagnosis radang gusi berdasarkan gejala pada saat pemeriksaan, penumpukan
plak dan tartar pada gigi dan gusi akan dilihat. 6emudian diperiksa juga apakah ada kemerahan,
bengkak pada gusi dan mudah terjadi pendarahan. (emeriksaan jumlah plak dan kalkulus dapat
dilakukan melalui berbagai macam metode. (emeriksaan plak dapat menggunakan plak indeks.
aringan yang mengelilingi gigi dibagi menjadi 2 bagian, yaitu papilla distofasial, margin fasial,
papilla mesiofasial, dan bagian lingual. Eisualisasi plak dapat dilakukan dengan mengeringkan
gigi dengan udara. (lak adalah bagian yang tidak memiliki stain
Gambar # pemeriksaan plak
Gingival inde? menyediakan penilaian status inflamasi gingiva yang digunakan dalam praktek
untuk membandingkan kesehatan gingiva sebelum dan setelah terapi fase " atau sebelum dan
setelah operasi. Gingival inde? juga untuk membandingkan status gingiva pada kunjungan rutin.
9
Gambar 1 gingival inde?
III.1 PENATALAKSANAAN
8ntuk pencegahan radang gusi itu sebenarnya sangat mudah, cukup dengan menjaga
kebersihan mulut kita. 6arena penyebab utama radang gusi adalah plak, maka terapi keadaan
tersebut diarahkan ke pembersihan plak serta mencegah pembentukkannya, disebut sebagai
mengontrol plak adalah dengan prosedur mekanik termasuk penyikatan gigi, pemakaian benang
gigi, dan tindakan pembersihan plak dan karang gigi. 6ebersihan mulut yang buruk, caries serta
adanya cavitas pada gigi akan menjadi predisposisi untuk terjadinya superinfeksi, nekrosis, rasa
nyeri serta perdarahan pada gusi. :engan sikat gigi yang lunak dan perlahan, anjuran kumur-
kumur dengan antiseptic yang mengandung klorheksidin $,#' untuk mengendalikan plak dan
mencegah infeksi mulut. (embersihan karang gigi supraginggiva dapat dilakukan bertahap.
10
BAB I,
PENUTUP
I,.1 K ESIMPULAN
Gingivitis adalah suatu proses peradangan jaringan periodonsium yang terbatas pada
gingiva dan bersifat reversibel. "nflamasi gingiva cenderung dimulai pada papilla interdental dan
menyebar ke sekitar leher gigi. Gingivitis secara epidemiologis diderita oleh hampir semua
populasi masyarakat di dunia. *ebih dari B$' anak usia muda dan semua populasi de3asa sudah
pernah mengalami gingivitis. -aktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi dan derajat
keparahan gingivitis adalah umur, kebersihan mulut, pekerjaan, pendidikan, letak geografis,
polusi lingkungan, dan pera3atan gigi.
4elain plak sebagai faktor penyebab utama radang gusi, ada beberapa faktor penunjang
yang memudahkan akumulasi plak seperti tersangkutnya makanan disela-sela gigi dan
menimbulkan rasa sakit, gigi tiruan yang tidak baik, sikat gigi yang tidak bersih, atau tambalan
yang tidak sempurna. 4edangkan faktor fungsional yang berpengaruh terhadap gigi pada saat
berfungsi dan menyebabkan radang gusi dapat berupa gigi yang tidak beraturan, gigi hilang tidak
diganti, atau kebiasaan buruk mengunyah disaat tidur. 4elain itu faktor resiko yang menyebabkan
radang gusi seperti umur, gender, ras, merokok, genetik, hormonal (masa pubertas atau hamil),
kondisi penyakit sistemik (diabetes), pendidikan, obat-obatan, stress psikologis juga dapat
berpengaruh.
8ntuk pencegahan radang gusi itu sebenarnya sangat mudah, cukup dengan menjaga
kebersihan mulut kita. 6arena penyebab utama radang gusi adalah plak, maka terapi keadaan
tersebut diarahkan kepembersihan plak serta mencegah pembentukkannya, disebut sebagai
mengontrol plak adalah dengan prosedur mekanik termasuk penyikatan gigi, pemakaian benang
gigi, dan tindakan pembersihan plak dan karang gigi. 6ebersihan mulut yang buruk, caries serta
adanya cavitas pada gigi akan menjadi predisposisi untuk terjadinya superinfeksi, nekrosis, rasa
nyeri serta perdarahan pada gusi.
I,.2 SARAN
%. (emberian dental health education kepada masyarakat a3am mengenai gingivitis
#. (embahasan yang lebih mendetail lagi tentang kemungkinan komplikasi dari gingivitis

11
DAFTAR PUSTAKA
%. ulianti et al. +utorial gigi dan mulut. #$$B. fakultas kedokteran universitas ;iau.
(ekanbaru
#. !ustaqimah :,. "nfeksi dalam bidang periodonsia. 6G8" #$$#5%2.
1. 4tephen . Gingivitis. F>nlineG. F#$$&0G Fcited #$$9 >ct 2GH 7vailable from58;*5
http5<<333.emedicinehealth.com. :iakses tanggal #% desember #$%$
2. 4iti 7nggraeni. (lak gigi sumber penyakit gigi dan mulut. #$$9. http<<333.google.com.
:iakses tanggal #% desember #$%$