Anda di halaman 1dari 18

theodolite

Sejarah THEODOLITE


Sebelum ke Theodolite, instrumen seperti geometris persegi dan berbagai
kalangan lulus dan semicircles telah digunakan untuk memperoleh secara
vertikal atau horisontal sudut pengukuran. Itu hanya soal waktu sebelum
seseorang menempatkan dua pengukuran perangkat dalam satu instrumen yang
dapat mengukur kedua sudut secara bersamaan. Gregorius Reisch menunjukkan
sebuah instrumen dalam lampiran dari bukunya Margarita Philosophica, dia yang
diterbitkan di dalam Strasburg 1512. ini dijelaskan dalam lampiran oleh Martin
Waldseemller, sebuah topographer Rhineland dan peta, yang menjadikan
perangkat ini di tahun yang sama . Waldseemller instrumen yang disebut-Nya
polimetrum.

Pertama kemunculan kata teodolit ditemukan dalam survei buku J geometris
praktek bernama Pantometria (1571) oleh Leonard Digges, yang telah diterbitkan
anumerta oleh anaknya, Thomas Digges. etimologi dari kata tersebut tidak
dikenal. Bagian pertama Baru latin theo-delitus mungkin berasal dari bahasa
Yunani ?ea?a?, tiba-tiba ke atas atau cari perhatian, tetapi bagian kedua lebih
banyak menimbulkan teka-teki dan sering dikaitkan dengan sebuah variasi d????
tdk seperti seorang sarjana, yang berarti jelas atau jelas .

Ada beberapa kebingungan tentang instrumen yang nama pada awalnya
diterapkan. Beberapa mengidentifikasi awal theodolite azimut sebagai instrumen
saja, sedangkan yang lain sebagai menentukan altazimuth instrumen. Dalam
Digges buku, nama theodolit dijelaskan alat untuk mengukur sudut horisontal
saja. Dia juga dijelaskan alat yang ***kur baik ketinggian dan azimut, dia yang
disebut sebagai instrumen topographicall [sic]. Jadi nama awalnya hanya
diterapkan ke azimut instrumen dan hanya kemudian menjadi terkait dengan
instrumen altazimuth. 1728 membandingkannya dengan ensiklopedi
graphometer menjadi setengah theodolit. Bahkan sebagai sebagai akhir abad
ke-19, dengan alat untuk mengukur sudut horisontal hanya disebut sederhana
alat survey theodolitedan instrumen altazimuth, yang biasa teodolit.

Instrumen pertama lebih seperti alat survey theodolite benar adalah
kemungkinan yang dibangun oleh Joshua Habermel (de: Erasmus Habermehl) di
Jerman pada 1576, lengkap dengan kompas dan tripod.

Awal altazimuth instrumen yang terdiri dari dasar lulus dengan penuh lingkaran di
sayap vertikal dan sudut pengukuran perangkat yang paling sering setengah
lingkaran. Alidade pada sebuah dasar yang digunakan untuk melihat obyek untuk
pengukuran sudut horisontal, dan yang kedua alidade telah terpasang pada
vertikal setengah lingkaran. Nanti satu instrumen telah alidade pada vertikal
setengah lingkaran dan setengah lingkaran keseluruhan telah terpasang
sehingga dapat digunakan untuk menunjukkan sudut horisontal secara langsung.
Pada akhirnya, sederhana, buka-mata alidade diganti dengan pengamatan
teleskop. Ini pertama kali dilakukan oleh Jonathan Sisson pada 1725.

Alat survey theodolite yang menjadi modern, akurat dalam instrumen 1787
dengan diperkenalkannya Jesse Ramsden alat survey theodolite besar yang
terkenal, yang dia buat menggunakan mesin pemisah sangat akurat dari desain
sendiri. Theodolit adalah salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan tinggi
tanah dengan sudut
mendatar dan sudut tegak. Berbeda dengan waterpass yang hanya memiliki sudut mendatar saja.
Di dalam
theodolit sudut yang dapat di baca bisa sampai pada satuan sekon (detik).Theodolite merupakan
alat yang paling canggih diantara peralatan yang digunakan dalam survei. Pada dasarnya alat ini
berupa sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar berbentuk membulat (piringan) yang
dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal, sehingga memungkinkan sudut horisontal
untuk dibaca. Teleskop tersebut juga dipasang pada piringan kedua dan dapat diputarputar
mengelilingi sumbu horisontal, sehingga memungkinkan sudut vertikal untuk dibaca. Kedua
sudut tersebut dapat dibaca dengan tingkat ketelitian sangat tinggi (Farrington 1997).


Survei dengan menggunakan theodolite dilakukan bila situs yang akan dipetakan luas dan atau
cukup sulit untuk diukur, dan terutama bila situs tersebut memiliki relief atau perbedaan
ketinggian yang besar. Dengan menggunakan alat ini, keseluruhan kenampakan atau gejala akan
dapat dipetakan dengan cepat dan efisien (Farrington 1997) .


Instrumen pertama lebih seperti alat survey theodolit benar adalah kemungkinan yang
dibangun oleh Joshua Habermel (de: Erasmus Habermehl) di Jerman pada 1576, lengkap
dengan kompas dan tripod. Awal altazimuth instrumen yang terdiri dari dasar lulus dengan
penuh lingkaran di sayap vertikal dan sudut pengukuran perangkat yang paling sering setengah
lingkaran. Alidade pada sebuah dasar yang digunakan untuk melihat obyek untuk pengukuran
sudut horisontal, dan yang kedua alidade telah terpasang pada vertikal setengah lingkaran. Nanti
satu instrumen telah alidade pada vertikal setengah lingkaran dan setengah lingkaran
keseluruhan telah terpasang sehingga dapat digunakan untuk menunjukkan sudut horisontal
secara langsung. Pada akhirnya, sederhana, buka-mata alidade diganti dengan pengamatan
teleskop. Ini pertama kali dilakukan oleh Jonathan Sisson pada 1725.

Alat survey theodolite yang menjadi modern, akurat dalam instrumen 1787 dengan
diperkenalkannya Jesse Ramsden alat survey theodolite besar yang terkenal, yang
dia buat menggunakan mesin pemisah sangat akurat dari desain sendiri. Di dalam
pekerjaan pekerjaan yang berhubungan dengan ukur tanah, theodolit sering
digunakan dalam bentuk pengukuran polygon, pemetaan situasi, maupun
pengamatan matahari. Theodolit juga bisa berubah fungsinya menjadi seperti
Pesawat Penyipat Datar bila sudut verticalnya dibuat 90. Dengan adanya teropong
pada theodolit, maka theodolit dapat dibidikkan kesegala arah. Di dalam pekerjaan
bangunan gedung, theodolit sering digunakan untuk menentukan sudut siku-siku
pada perencanaan / pekerjaan pondasi, theodolit juga dapat digunakan untuk
mengukur ketinggian suatu bangunan bertingkat.



DEFINISI THEODOLITE :
Dalam bidang survey pemetaan dan pengukuran tanah telah banyak dibuat peralatan
mengukur sudut,baik digunakan untu mengukur sudut atau didesain untuk keperluan lain.
Alat untuk mengukur sudut dalam bidang pengukuran tanah dikenal dengan nama transit atau
theodolite. Walaupun semua theodolit mempunyai mekanisme kerja yang sama, namun pada
tingkatan tertentu terdapat perbedaan baik penampilan, bagian dalamnya dan konstruksinya.
Theodolite adalah alat ukur optis untuk mengukur sudut vertikal dan horizontal,merupakan
alat untuk meninjau dan merencanakan kerja.untuk mengukur tempat yang tak dapat
dijangkau dengan berjalan. Sekarang theodolit juga sudah digunakan dalam bidang
meteorologi dan teknologi peluncuran roket.
Theodolite modern terdiri atas teleskop yang dapat dipindah-pindahkan terpasang dalam dua
tegaklurus axes the horisontal atau trunnion poros, dan poros vertikal. Jika teleskop menunjuk
ke benda yang diinginkan, sudut masing-masing poros ini bisa diukur dengan ketepatan yang
sangat teliti, biasanya atas skala arcseconds.
"Transit" mulai dikembangkan menjadi alat dalam bentuk theodolit, dan mulai
diperkembangkan di awal abad ke-19. Bacaan pada teleskop memungkinkan kesalahan
pembacaan sudut dan bacaan jarak, dengan mengubah skrup penggerak halus, maka bacaan
pada lensa obyektif akan semakin jelas sehingga dapat mengurangi kesalahan. Beberapa alat
transit dapat membaca sudut secara langsung ke tiga puluh arcseconds. Di pertengahan abad
ke20, "transit" mulai kembali diubah dengan acuan pada bentuk sederhana theodolite dengan
sedikit ketepatan, kekurangan roman seperti kerak magnification dan meteran mesin. Pada
zaman sekarang, transit sudah mulai jarang digunakan, karena theodolite digital mulai
dikembangkan dan lebih mudah dalam penggunaannya serta tingkat akurasi dan ketelitian
pembacaan sudutnya lebih akurat dan teliti, tetapi transit masih digunakan sebagai alat untuk
mengukur pada jarak yang cakupannya tidak begitu luas. Beberapa transit tidak dapat
digunakan untuk mengukur sudut vertikal, alat tersebut dinamakan Pesawat Penyipat Datar
(PPD).

Pengertian Theodolite :

Theodolite atau theodolit adalah instrument / alat yang dirancang untuk menentukan tinggi
tanah pengukuran sudut yaitu sudut mendatar yang dinamakan dengan sudut horizontal dan
sudut tegak yang dinamakan dengan sudut vertical. Dimana sudut sudut tersebut berperan
dalam penentuan jarak mendatar dan jarak tegak diantara dua buah titik lapangan. Teodolit
merupakan salah satu alat ukur tanah yang digunakan untuk menentukan sudut mendatar dan
sudut tegak. Sudut yang dibaca bisa sampai pada satuan sekon ( detik ).
Dalam pekerjaan pekerjaan ukur tanah, teodolit sering digunakan dalam pengukuran
polygon, pemetaan situasi maupun pengamatan matahari. Teodolit juga bisa berubah
fungsinya menjadi seperti PPD bila sudut vertikalnya dibuat 90. Dengan adanya teropong
yang terdapat pada teodolit, maka teodolit bisa dibidikkan ke segala arah. Untuk pekerjaan-
pekerjaan bangunan gedung, teodolit sering digunakan untuk menentukan sudut siku-siku
pada perencanaan / pekerjaan pondasi, juga dapat digunakan untuk mengukur ketinggian
suatu bangunan bertingkat.
Theodolitemerupakan alat yang paling canggih di antara peralatan yang digunakan dalam
survei. Pada dasarnya alat ini berupa sebuah teleskop yang ditempatkan pada suatu dasar
berbentuk membulat (piringan) yang dapat diputar-putar mengelilingi sumbu vertikal,
sehingga memungkinkan sudut horisontal untuk dibaca. Teleskop tersebut juga dipasang pada
piringan kedua dan dapat diputar-putar mengelilingi sumbu horisontal, sehingga
memungkinkan sudut vertikal untuk dibaca. Kedua sudut tersebut dapat dibaca dengan
tingkat ketelitian sangat tinggi.
Teleskop pada theodolite dilengkapi dengan garis vertikal, stadia tengah, stadia atas dan
bawah, sehingga efektif untuk digunakan dalam tacheometri, sehingga jarak dan tinggi relatif
dapat dihitung. Dengan pengukuran sudut yang demikian bagus, maka ketepatan pengukuran
yang diperoleh dapat mencapai 1 cm dalam 10 km. Pada saat ini alat seperti alat theodolit
sudah diperbaiki dengan menambahkan suatu komponen elektronik. Komponen ini akan
menembakkan beam ke objek yang direfleksikan kembali ke mesin melalui cermin. Dengan
menggunakan komponen alat survey seperti alat theodolit tersebut pengukuran jarak dan
tinggi relatif hanya berlangsung beberapa detik saja. Bila komponen tersebut ditempatkan
pada bagian atas alat theodolite, maka disebut electronic distance measurers (edm), namun
bila merupakan satu unit tersendiri maka disebut automatic level atau theodolite total station.

Persyaratan pengoperasian theodolite :

Syarat syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite sehingga siap dipergunakan untuk
pengukuran yang benar adalah sbb :
1.Sumbu ke I harus tegak lurus dengan sumbu II / vertical ( dengan menyetel nivo tabung dan
nivo kotaknya ).
2.Sumbu II harus tegak lurus Sumbu I
3.Garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu II (Sumbu II harus mendatar).
4.Tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu (kesalahan indek vertical sama dengan
nol.)
5.Apabila ada nivo teropong, garis bidik harus sejajar dengan nivo teropong.
6.Garis jurusan nivo skala tegak, harus sejajar dengan garis indeks skala tegak
7.Garis jurusan nivo skala mendatar, harus tegak lurus dengan sumbu II ( Garis bidik tegak
lurus sumbu kedua / mendatar).

Syarat pertama harus dipenuhi setiap kali berdiri alat (bersifat dinamis), sedangkan untuk
syarat kedua sampai dengan syarat kelima bersifat statis dan pada alat-alat baru dapat
dihilangkan dengan merata-rata bacaan biasa dan luar biasa.

C. Jenis Theodolite

Macam teodolit berdasarkan konstruksinya, dikenal dua macam yaitu :
1. Teodolit Reiterasi ( Teodolit Sumbu Tunggal )
Dalam teodolit ini, lingkaran skala mendatar menjadi satu dengan
kiap, sehingga bacaan skala mendatarnya tidak bisa diatur.Teodolit yang termasuk ke dalam
jenis ini adalah teodolit type To ( Wild ) dan type DKM-2A( Kern ).
2. Teodolit Repetisi
Konstruksinya kebalikan dengan teodolit reiterasi, yaitu bahwa lingkaran mendatarnya dapat
diatur dan dapat mengelilingi sumbu tegak ( sumbu I ).Akibat dari , dapatkonstruksi ini,
maka bacaan lingkaran skala mendatar 0 ditentukan ke arah bidikkan / target yang
dikehendaki. Teodolit yang termasuk ke dalam jenis ini adalah teodolit type TM 6 dan TL 60-
DP ( Sokkisha ), TL 6-DE (Topcon), Th-51 ( Zeiss ).

Macam teodolit menurut sistem pembacaannya :
1.Teodolit sistem bacaan dengan Index Garis
2.Teodolit sistem bacaan dengan Nonius
3.Teodolit sistem bacaan dengan Micrometer
4.Teodolit sistem bacaan dengan Koinsidensi
5.Teodolit sistem bacaan dengan Digital

Macam teodolit menurut skala ketelitian :
1.Teodolit Presisi ( Type T3 / Wild )
2.Teodolit Satu Sekon ( Type T2 / Wild )
3.Teodolit Sepuluh Sekon ( Type TM-10C / Sokkisha )
4.Teodolit Satu Menit ( Type To / Wild )
5.Teodolit Sepuluh Menit ( Type DK-1 / Kern )

d. Nama-nama bagian theodolit :
Secara umum, konstruksi teodolit terbagi atas tiga bagian :
1. Bagian Atas, terdiri dari :
a)Teropong / teleskope
b)Lingkaran skala tegak
c)Nivo tabung
d)Nivo kotak
e)Sekrup okuler dan obyektif
f)Sumbu mendatar ( sb. II )
g)Sekrup gerak vertikal
h)Sekrup gerak horizontal
i)Teropong bacaan sudut vertical dan horizontal
j)Sekrup pengunci teropong
k)Sekrup pengunci sudut vertical
l)Sekrup pengatur menit dan detik
m)Sekrup pengatur sudut horizontal dan vertikal
Bagian atas, terdiri dari sumbu kedua yang diletakkan diatas kaki penyanggah sumbu kedua.
Pada sumbu kedua diletakkan suatu teropong yang mempunyai diafragma dan dengan
demikian mempunyai garis bidik. Pada sumbu ini pula diletakkan plat yang berbentuk
lingkaran tegak sama seperti plat lingkaran mendatar.

2. Bagian Tengah, terdiri dari :
a)Penyangga bagian atas
b)Sekrup mikrometer
c)Sumbu tegak ( sb. I )
d)Nivo kotak / Nivo tabung
e)Sekrup gerak horisontal
Bagian tengah, terdiri dari suatu sumbu yang dimasukkan ke dalam tabung dan diletakkan
pada bagian bawah. Sumbu ini adalah sumbu tegak lurus kesatu. Diatas sumbu kesatu
diletakkan lagi suatu plat yang berbentuk lingkaran yang berbentuk lingkaran yang
mempunyai jari jari plat pada bagian bawah. Pada dua tempat di tepi lingkaran dibuat alat
pembaca nonius. Di atas plat nonius ini ditempatkan 2 kaki yang menjadi penyanggah sumbu
mendatar atau sumbu kedua dan sutu nivo tabung diletakkan untuk membuat sumbu kesatu
tegak lurus. Lingkaran dibuat dari kaca dengan garis garis pembagian skala dan angka
digoreskan di permukaannya. Garis garis tersebut sangat tipis dan lebih jelas tajam bila
dibandingkan hasil goresan pada logam. Lingkaran dibagi dalam derajat sexagesimal yaitu
suatu lingkaran penuh dibagi dalam 360 atau dalam grades senticimal yaitu satu lingkaran
penuh dibagi dalam 400 g.

3. Bagian Bawah, terdiri atas :
a)Lingkaran skalamendatar
b)Sekrup repetisi
c)Tiga sekrup penyetel nivo kotak
d)Tribrach
e)Kiap
f)Unting unting
g)Statif / Trifoot
h)Sekrup pengunci pesawat dengan statif
Bagian bawah, terdiri dari pelat dasar dengan tiga sekrup penyetel yang menyanggah suatu
tabung sumbu dan pelat mendatar berbentuk lingkaran. Pada tepi lingkaran ini dibuat
pengunci limbus.

1.Bagian Bawah, terdiri dari pelat dasar dengan tiga sekrup penyetel yang
menyanggah suatu tabung sumbu dan pelat mendatar berbentuk lingkaran. Pada
tepi lingkaran ini dibuat pengunci limbus.
2.Bagian Tengah, terdiri dari suatu sumbu yang dimasukkan ke dalam tabung
dan diletakkan pada bagian bawah. Sumbu ini adalah sumbu tegak lurus kesatu.
Diatas sumbu kesatu diletakkan lagi suatu plat yang berbentuk lingkaran yang
berbentuk lingkaran yang mempunyai jari jari plat pada bagian bawah. Pada
dua tempat di tepi lingkaran dibuat alat pembaca nonius. Di atas plat nonius ini
ditempatkan 2 kaki yang menjadi penyanggah sumbu mendatar atau sumbu
kedua dan sutu nivo tabung diletakkan untuk membuat sumbu kesatu tegak
lurus.
Lingkaran dibuat dari kaca dengan garis garis pembagian skala dan angka
digoreskan di permukaannya. Garis garis tersebut sangat tipis dan lebih jelas
tajam bila dibandingkan hasil goresan pada logam. Lingkaran dibagi dalam
derajat sexagesimal yaitu suatu lingkaran penuh dibagi dalam 360 atau dalam
grades senticimal yaitu satu lingkaran penuh dibagi dalam 400 g.
3.Bagian Atas, terdiri dari sumbu kedua yang diletakkan diatas kaki penyanggah
sumbu kedua. Pada sumbu kedua diletakkan suatu teropong yang mempunyai
diafragma dan dengan demikian mempunyai garis bidik. Pada sumbu ini pula
diletakkan plat yang berbentuk lingkaran tegak sama seperti plat lingkaran
mendatar.
SISTEM SUMBU / POROS PADA THEODOLITE

SYARAT SYARAT THEODOLITE
Syarat syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite sehingga siap
dipergunakan untuk pengukuran yang benar adalah sbb :
1.Sumbu kesatu benar benar tegak / vertical.
2.Sumbu Kedua haarus benar benar mendatar.
3.Garis bidik harus tegak lurus sumbu kedua / mendatar.
4.Tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu.
MACAM MACAM THEODOLIT
Dari konstruksi dan cara pengukuran, dikenal 3 macam theodolite :
1.Theodolite Reiterasi
Pada theodolite reiterasi, plat lingkaran skala (horizontal) menjadi satu dengan
plat lingkaran nonius dan tabung sumbu pada kiap.
Sehingga lingkaran mendatar bersifat tetap. Pada jenis ini terdapat sekrup
pengunci plat nonius.

2.Theodolite Repetisi
Pada theodolite repetisi, plat lingkarn skala mendatar ditempatkan sedemikian
rupa, sehingga plat ini dapat berputar sendiri dengan tabung poros sebagai
sumbu putar.
Pada jenis ini terdapat sekrup pengunci lingkaran mendatar dan sekrup nonius.

3. Theodolite Elektro Optis
Dari konstruksi mekanis sistem susunan lingkaran sudutnya antara theodolite
optis dengan theodolite elektro optis sama. Akan tetapi mikroskop pada
pembacaan skala lingkaran tidak menggunakan system lensa dan prisma lagi,
melainkan menggunkan system sensor. Sensor ini bekerja sebagai elektro optis
model (alat penerima gelombang elektromagnetis). Hasil pertama system
analogdan kemudian harus ditransfer ke system angka digital. Proses
penghitungan secara otomatis akan ditampilkan pada layer (LCD) dalam angka
decimal.

PENGOPERASIAN THEODOLITE
1)Penyiapan Alat Theodolite
Cara kerja penyiapan alat theodolita antara lain :
1.Kendurkan sekrup pengunci perpanjangan
2.Tinggikan setinggi dada
3.Kencangkan sekrup pengunci perpanjangan
4.Buat kaki statif berbentuk segitiga sama sisi
5.Kuatkan (injak) pedal kaki statif
6.Atur kembali ketinggian statif sehingga tribar plat mendatar
7.Letakkan theodolite di tribar plat
8.Kencangkan sekrup pengunci centering ke theodolite
9.Atur (levelkan) nivo kotak sehingga sumbu kesatu benar-benar tegak / vertical
dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat
ukur tersebut.
10.Atur (levelkan) nivo tabung sehingga sumbu kedua benar-benar mendatar
dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat
ukur tersebut.
11.Posisikan theodolite dengan mengendurkan sekrup pengunci centering
kemudian geser kekiri atau kekanan sehingga tepat pada tengah-tengah titi ikat
(BM), dilihat dari centering optic.
12.Lakukan pengujian kedudukan garis bidik dengan bantuan tanda T pada
dinding.
13.Periksa kembali ketepatan nilai index pada system skala lingkaran dengan
melakukan pembacaan sudut biasa dan sudut luar biasa untuk mengetahui nilai
kesalaha index tersebut.

Theodolite SOKKIA TM20E pandangan dari belakang
KETERANGAN :
1. .Tombol micrometer 13. Sekrup koreksi Nivo tabung
2. Sekrup penggerak halus vertical 14. Reflektor cahaya
3. Sekrup pengunci penggerak vertical 15. Tanda ketinggian alat
4. Sekrup pengunci penggerak horizontal 16. Slot penjepit
5. Sekrup penggerak halus horizontal 17. Sekrup pengunci Nivo Tabung
Telescop
6. Sekrup pendatar Nivo 18. Nivo Tabung Telescop
7. Plat dasar 19. Pemantul cahaya penglihatan Nivo
8. Pengunci limbus 20. Visir Collimator
9. Sekrup pengunci nonius 21. Lensa micrometer
10.Sekrup penggerak halus nonius 22. Ring focus benang diafragma
11.Ring pengatur posisi horizontal 23. Lensa okuler
12. Nivo tabung 24. Ring focus okuler

Theodolite SOKKIA TM1A pandangan dari samping kanan
KETERANGAN :
1. Ring focus objektif 10. Slot Penjepit
2. Ring bantalan lensa okuler 11. Pengunci limbus
3. Lensa okuler 12. Reflektor cahaya
4. Penutup Koreksi reticle 13. Nivo tabung
5. Sekrup pengunci penggerak vertical 14. Sekrup koreksi Nivo tabung
6. Sekrup Pengatur bacaan Horizontal dan vertical 15. Nivo kotak
7. Sekrup penggerak halus vertikal 16. Sekrup pendatar Nivo
8. Pengunci limbus 17. Plat dasar
9. Tanda ketinggian alat

Theodolite SOKKIA TM1A pandangan dari samping kiri
KETERANGAN :
1. Visir Collimator 11. Penutup Koreksi reticle
2. Lensa objektif 12. Ring bantalan lensa okuler
3. Sekrup pengatur bacaan horizontal dan vertical 13. Ring focus benang
diafragma
4. Nivo tabung 14. Lensa okuler
5. Sekrup koreksi Nivo tabung 15. Lensa micrometer
6. Sekrup pengunci penggerak horizontal 16. Ring focus micrometer
7. Nivo kotak 17. Sekrup pengunci penggerak vertical
8. Sekrup pendatar Nivo 18. Tombol micrometer
9. Plat dasar 19. Sekrup penggerak halus vertical
10. Ring focus objektif 20. Sekrup penggerak halus horizontal
CARA MENGGUNAKAN THEODOLITE


Dirikan statif sesui dengan prosedur laser auto level dan laser liner yang ditentukan.

Pasang pesawat diatas kepala statif dengan mengikatkan landasan peawat dan sekrup pengunci di
kepala statif ur laser auto level dan laser liner.

Stel nivo kotak dengan cara:
putarlah sekrup a,b laser theodolite dan theodolite level secara bersama-sama hingga gelembung
nivo bergeser kearah garis sekrup c. (lihat gambar a)
Putarlah Sekrup Laser Theodolite Dan Theodolite Level Ke Kiri Atau Ke Kanan Hingga Gelembung
Nivo Bergeser Ketengah (Lihat Gambar B)
setel nivo tabung dengan sekrup penyetel nivo tabung. Bila penyetelan nivo tabung menggunakan
tiga sekrup penyetel (a,b,c), maka caranya adalah:
Putar Teropong Laser Level Dan Liner Laser Dan Sejajarkan Dengan Dua Sekrup A,B (Lihat Gambar
A)
Putarlah Sekrup Laser Level Dan Liner Laser A, B Masuk Atau Keluar Secara Bersama-Sama, Hingga
Gelembung Nivo Bergeser Ke Tengah (LIHAT GAMBAR A)
PUTARLAH TEROPONG 90 KE ARAH GARIS SEKRUP C (LIHAT GAMBAR B)
Putar Sekrup C Level Theodolite Atau Theodolite Ke Kiri Atau Ke Kanan Hingga Gelembung Nivo
Bergeser Ketengah.
Periksalah Kembali Kedudukan Gelembung Nivo Kotak Dan Nivo Tabung Dengan Cara Memutar
Teropong Ke Segala Arah
Kosep Operasi
Kedua axes teodolit yang dilengkapi dengan lulus kalangan yang dapat dibaca
melalui magnifying lensa. Lingkaran yang vertikal (yang 'transits' tentang sumbu
horisontal) harus membaca 90 atau 100 grad ketika melihat poros adalah
horisontal, 270 atau (300 grad), ketika instrumen tersebut di posisi kedua, yaitu,
"turned over" atau "plunged". Setengah dari perbedaan antara dua posisi ini
disebut sebagai "index error".

Vertikal dan horisontal yang axes dari teodolit harus tegak lurus. Kondisi di mana
mereka menyimpang dari tegak lurus dan jumlah yang mereka lakukan disebut
sebagai "horizontal axis error". Optik poros dari teleskop, yang disebut "sight
axis" dan ditentukan oleh pusat optik tujuan dan bagian tengah crosshairs fokus
dalam pesawat, juga harus bisa tegak lurus ke sumbu horisontal. Setiap deviasi
dari tegak lurus adalah "collimation kesalahan".

Sumbu horisontal kesalahan, collimation kesalahan, dan secara teratur indeks
kesalahan yang ditentukan oleh kalibrasi dan dibuang oleh mekanik penyesuaian
di pabrik jika mereka tumbuh terlalu besar. Keberadaan mereka dibawa ke dalam
pilihan prosedur pengukuran untuk menghapuskan mereka berpengaruh pada
hasil pengukuran.

J teodolit terpasang pada tripod kepala dengan cara yang dipaksa centering plate
atau tribrach berisi empat thumbscrews, atau dalam beberapa modern
theodolites, tiga, untuk penyamarataan cepat. Sebelum digunakan, teodolit yang
harus ditempatkan tepat dan vertikal pada titik yang akan diukur-centering-sumbu
vertikal dan berpihak dengan lokal gravity - leveling. Mantan dilakukan dengan
betul-betul bob, semangat tinggi, atau optik atau laser jatuh terjerambab.
Sejarah
Istilah diopter telah lama kadang-kadang digunakan dalam teks sebagai sinonim
untuk teodolit. [1] ini berasal dari seorang tua astronomi instrumen disebut
dioptra.

Sebelum ke teodolit, instrumen seperti geometris persegi dan berbagai kalangan
lulus (lihat circumferentor) dan semicircles (lihat graphometer) telah digunakan
untuk memperoleh secara vertikal atau horisontal sudut pengukuran. Itu hanya
soal waktu sebelum seseorang menempatkan dua pengukuran perangkat dalam
satu instrumen yang dapat mengukur kedua sudut secara bersamaan. Gregorius
Reisch menunjukkan sebuah instrumen dalam lampiran dari bukunya Margarita
Philosophica, dia yang diterbitkan di dalam Strasburg 1512. [2] ini dijelaskan
dalam lampiran oleh Martin Waldseemller, sebuah topographer Rhineland dan
peta, yang menjadikan perangkat ini di tahun yang sama . [3] Waldseemller
instrumen yang disebut-Nya polimetrum. [4]


Pertama kemunculan kata "teodolit" ditemukan dalam survei buku J geometris
praktek bernama Pantometria (1571) oleh Leonard Digges, yang telah diterbitkan
anumerta oleh anaknya, Thomas Digges. [2] etimologi dari kata tersebut tidak
dikenal [5 ]. Bagian pertama Baru latin theo-delitus mungkin berasal dari bahasa
Yunani , "tiba-tiba ke atas atau cari perhatian", [6] tetapi bagian kedua
lebih banyak menimbulkan teka-teki dan sering dikaitkan dengan sebuah variasi
tdk seperti seorang sarjana, yang berarti "jelas "atau" jelas ". [7] [8]

Ada beberapa kebingungan tentang instrumen yang nama pada awalnya
diterapkan. Beberapa mengidentifikasi awal teodolit azimut sebagai instrumen
saja, sedangkan yang lain sebagai menentukan altazimuth instrumen. Dalam
Digges buku, nama "teodolit" dijelaskan alat untuk mengukur sudut horisontal
saja. Dia juga dijelaskan alat yang diukur baik ketinggian dan azimut, dia yang
disebut sebagai instrumen topographicall [sic]. [9] Jadi nama awalnya hanya
diterapkan ke azimut instrumen dan hanya kemudian menjadi terkait dengan
instrumen altazimuth. 1728 membandingkannya dengan ensiklopedi
"graphometer" menjadi "setengah teodolit". [10] Bahkan sebagai sebagai akhir
abad ke-19, dengan alat untuk mengukur sudut horisontal hanya disebut
sederhana teodolit dan instrumen altazimuth, yang biasa teodolit. [11]

Instrumen pertama lebih seperti teodolit benar adalah kemungkinan yang
dibangun oleh Joshua Habermel (de: Erasmus Habermehl) di Jerman pada 1576,
lengkap dengan kompas dan tripod. [3]

Awal altazimuth instrumen yang terdiri dari dasar lulus dengan penuh lingkaran di
sayap vertikal dan sudut pengukuran perangkat yang paling sering setengah
lingkaran. Alidade pada sebuah dasar yang digunakan untuk melihat obyek untuk
pengukuran sudut horisontal, dan yang kedua alidade telah terpasang pada
vertikal setengah lingkaran. Nanti satu instrumen telah alidade pada vertikal
setengah lingkaran dan setengah lingkaran keseluruhan telah terpasang
sehingga dapat digunakan untuk menunjukkan sudut horisontal secara langsung.
Pada akhirnya, sederhana, buka-mata alidade diganti dengan pengamatan
teleskop. Ini pertama kali dilakukan oleh Jonathan Sisson pada 1725. [11]

Teodolit yang menjadi modern, akurat dalam instrumen 1787 dengan
diperkenalkannya Jesse Ramsden teodolit besar yang terkenal, yang dia buat
menggunakan mesin pemisah sangat akurat dari desain sendiri. [11] Sebagai
teknologi progressed, di 1840s, yang sebagian lingkaran itu vertikal diganti
dengan penuh lingkaran, dan kedua vertikal dan horisontal kalangan telah lulus
halus. Ini merupakan transit teodolit. Theodolites yang disesuaikan dengan waktu
yang lebih luas dan berbagai mountings menggunakan. Di 1870s, yang menarik
dari versi waterborne teodolit (menggunakan bandul perangkat menetralkan
gelombang gerakan) telah jadian oleh Edward Samuel Ritchie. [12] Ia digunakan
oleh US Navy untuk pertama presisi survei American pelabuhan di Atlantik dan
pantai Teluk. [13] Dengan perbaikan yang berkelanjutan, yang terus berkembang
menjadi instrumen yang modern teodolit digunakan oleh surveyors hari ini.
Operasi Saat Survey
Triangulasi, sebagai invented oleh Gemma Frisius sekitar 1533, terdiri dari arah
membuat semacam plots dari sekitar lansekap dari dua standpoints. Setelah itu,
dua karya grafik yang dilapiskan keatasnya, memberikan skala model
pemandangannya, atau bukan target di dalamnya. Skala yang benar dapat
diperoleh hanya oleh satu mengukur jarak kedua di nyata di daerah dan
perwakilan grafis.

Triangulasi sebagai modern, misalnya, dilakukan oleh Snellius, sama prosedur
dijalankan oleh numerik berarti. Photogrammetric blok stereo penyesuaian dari
pasangan foto udara yang modern, tiga dimensi berlainan.

Di akhir 1780s Jesse Ramsden, seorang Yorkshireman dari Halifax, Inggris yang
telah mengembangkan mesin pemisah untuk memisahkan skala akurat tajam ke
dalam kedua dari arc, telah meminta untuk membangun instrumen baru untuk
Survey British meriam. Ramsden teodolit yang telah digunakan selama beberapa
tahun ke peta seluruh wilayah selatan Inggris oleh triangulasi.

Pengukuran dalam jaringan, penggunaan terpaksa centering kecepatan sampai
operasi sambil mempertahankan presisi tinggi. The teodolit atau target bisa cepat
dihapus dari atau ke socketed, maka terpaksa centering plate dengan sub-mm
presisi. Saat ini antena GPS digunakan untuk penentuan posisi geodetik
mounting menggunakan sistem serupa. Ketinggian dari titik referensi dari teodolit
- atau target - di atas tanah patokan harus diukur tepat.

American transit popularitas didapat selama abad ke-19 dengan jalan kereta api
insinyur Amerika mendorong barat. Transit yang menggantikan kompas jalan
kereta api, dan sekstan octant dan telah membezakan dengan menggunakan
teleskop pendek daripada dasar senjata, mengizinkan teleskop yang akan
diputar secara vertikal terakhir lurus ke bawah. Transit yang memiliki
kemampuan untuk 'gagal' pada lebih dari lingkaran vertikal dan mudah
menunjukkan tepat 180 derajat pandangan bagi pengguna. Ini difasilitasi dengan
tampilan panjang garis lurus, seperti ketika survei di Amerika Barat. Sebelumnya
pengguna teleskop yang diputar pada lingkaran horisontal ke 180 dan harus hati-
hati ketika memeriksa sudut-Nya kembali berubah 180 derajat.
Theodolite Modern
Theodolites di hari ini, membaca dari kalangan vertikal dan horisontal biasanya
dilakukan secara elektronik. Readout yang dilakukan oleh rotary encoder, yang
dapat absolut, misalnya Gray menggunakan kode, atau meningkat, dengan
terang dan gelap sama jauh radial band. Dalam kasus yang kedua lingkaran
berputar cepat, mengurangi sudut pengukuran elektronik untuk ukuran
perbedaan waktu. Selain itu, akhir-akhir ini sensor CCD telah ditambahkan ke
dalam pesawat fokus teleskop yang memungkinkan kedua auto-target dan
otomatis ukuran sisa target offset. Semua ini diimplementasikan dalam perangkat
lunak tertanam.

Selain itu, banyak modern theodolites, biaya hingga $ 10.000 masing-masing,
dilengkapi dengan terpadu elektro-optik mengukur jarak perangkat, umumnya
berbasis inframerah, mengizinkan pengukuran sekaligus lengkap dari tiga
dimensi vektor - walaupun ditetapkan dalam instrumen-polar co-ordinates - yang
kemudian dapat diwujudkan ke pra-ada koordinasi sistem di daerah dengan
jumlah titik kontrol. Teknik ini disebut resection solusi gratis atau stasiun posisi
survei dan banyak digunakan dalam survei pemetaan. Dengan instrumen,
"cerdas" theodolites disebut self-registering tacheometers atau "stasiun total",
perlu melakukan operasi, menyimpan data ke dalam unit internal mendaftar, atau
ke perangkat penyimpanan data eksternal. Biasanya, ruggedized laptop atau
PDA yang digunakan sebagai pengumpul data untuk tujuan ini.
Gyrotheodolites
Yang digunakan ketika gyrotheodolite utara-selatan bearing referensi dari
meridian diperlukan karena ketiadaan astronomi bintang pemandangan. Hal ini
terutama terjadi di industri pertambangan di bawah tanah dan terowongan di
rekayasa. Misalnya, di mana kanal harus melewati sungai di bawah, batang
vertikal di setiap sisi sungai mungkin dihubungkan oleh sebuah terowongan
horisontal. J gyrotheodolite dapat dioperasikan di permukaan, kemudian kembali
di kaki dari shafts untuk mengidentifikasi petunjuk yang dibutuhkan untuk
terowongan antara dasar dua shafts. Tidak seperti sebuah cakrawala buatan
atau inertial sistem navigasi, yang gyrotheodolite tidak dapat dipindahkan ketika
sedang beroperasi. Harus ulang lagi di setiap situs.

J gyrotheodolite terdiri biasa teodolit dengan lampiran yang berisi mount giroskop
sehingga rasa rotasi dari Bumi dan dari yang berpihak pada meridian. Meridian
yang merupakan pesawat yang berisi baik dari sumbu rotasi bumi dan pengamat.
Di persimpangan dari meridian pesawat dengan benar horisontal berisi utara-
selatan geografis referensi bearing diperlukan. Gyrotheodolite yang biasanya
disebut sebagai dapat menentukan benar atau mencari utara.

J gyrotheodolite akan berfungsi di khatulistiwa dan kedua di sebelah utara dan
selatan hemispheres. The meridian adalah undefined di kutub geografis. J
gyrotheodolite tidak dapat digunakan pada tiang di mana bumi poros adalah
tepat tegak lurus dengan sumbu horisontal dari pemintal, memang itu tidak biasa
digunakan dalam waktu sekitar 15 derajat dari tiang karena komponen timur-
barat dari rotasi bumi tidak cukup untuk memperoleh hasil yang dapat
diandalkan. Jika ada, astronomi bintang pemandangan dapat memberikan
meridian bearing untuk lebih dari seratus kali ketepatan gyrotheodolite. Dimana
presisi ekstra ini tidak diperlukan, gyrotheodolite mampu memproduksi hasil
cepat tanpa perlu untuk observasi malam.