Anda di halaman 1dari 25

Fiil, Fail, Maful Bih dan

Zharaf
Fiil adalah kalimat yang menunjukkan suatu arti
dan disertai dengan waktu. Contoh :

= Telah Menulis

= Sedang Menulis

= Telah Membaca

= Sedang
Membaca
A. Pengertian
Fiil dalam Bahasa Indonesia disebut dengan
Kata Kerja atau Verb dalam Bahasa Inggris.
B. Pembagian Fiil
Dilihat dari waktunya, fiil terbagi menjadi tiga
macam:
1
Fiil Madhi
2
Fiil Mudhari
Fiil Amar
3
1
Fiil Madhi
Fiil Madhi adalah fiil yang menunjukkan
suatu perbuatan yang terjadi di masa lampau
(Past Tense), contoh :

= Telah menulis

= Telah membaca

= Telah membuka

= Telah duduk
Fiil Mudhari adalah fiil yang menunjukkan
suatu perbuatan yang tejadi di masa sekarang
atau akan datang, contoh :

= Sedang/akan menulis

= Sedang/akan membaca

= Sedang/akan membuka

= Sedang/akan duduk
2
Fiil Mudhari
3
Fiil Amar
Fiil Amar adalah kata kerja dalam bentuk
perintah, contoh :

= Tulislah

= Bacalah

= Bukalah

= Duduklah
A. Pengertian
Fail artinya yang mengerjakan. Yaitu isim
(kata benda) yang terletak setelah fiil dan
menunjukkan pelaku suatu perbuatan.
Fail dalam Bahasa Indonesia disebut dengan
Subjek.
Contoh :

= Siswa telah menulis


= Seorang laki-laki telah duduk


= Guru sedang/akan duduk


= Aisyah telah berkata


Kata

dalam contoh di
atas adalah FAIL, yaitu pelaku suatu perbuatan
(subjek).
1. Fail harus selamanya marfu (dibaca Rafa).
Adapun tanda marfu-nya disesuaikan dengan
macam isim-nya.
Dalam contoh-contoh



2. Jika fail-nya muannats (perempuan), maka
diberi tanda muannats pada fiil-nya, yaitu:
a. Jika Fiil Madhi dengan Ta Mati (

)
diakhirnya, seperti :

= Siswi telah menulis



= Seorang perempuan telah


duduk

= Bu guru telah datang



b. Jika Fiil Mudhari, dengan Ta di awal fiil-nya,
seperti :

= Fatimah sedang/akan duduk


= Maryam sedang/akan menulis





Jadi, dalam contoh:

= Fiil

= Fail

= Maful Bih

= Fiil

= Fail

= Maful Bih

= Fiil

= Fail

= Maful Bih

Dilihat dari objeknya, FIIL terbagi menjadi dua,
yaitu:
1 Fiil Mutaaddi
2 Fiil Lazim
Fiil Mutaaddi
Fiil Lazim

= Seorang anak laki-laki sedang membaca Al-Quran




= Seorang anak perempuan sedang belajar
Matematika

= Muhammad telah membuka pintu



Kata

dan

adalah tergolong Fiil Mutaaddi,


karena membutuhkan


dan

sebagai
Maful Bih untuk kesempurnaan maknanya.
Fiil Mutaaddi
Contoh
:

= Seorang guru sedang berdiri



= Hujan turun

= Seorang siswi telah datang



Kata

dan

adalah tergolong Fiil Lazim,


karena tidak membutuhkan Maful Bih untuk
kesempurnaan maknanya. Tanpa adanya Maful Bih pun
kalimat-kalimat dalam contoh di atas telah sempurna.

Fiil Lazim
Contoh
:
Zharaf adalah isim yang menunjukkan keterangan waktu
atau tempat terjadinya suatu perbuatan.
Selanjutnya, Zharaf terbagi menjadi dua, Zharaf Zaman dan Zharaf
Makan.
Jika menunjukkan keterangan waktu, maka disebut .
Jika keterangan tempat, maka disebut
Contoh:

= Seorang guru sedang berdiri di depan para


murid

Kata

disebut dengan Zharaf Makan


Zharaf berfungsi sebagai kata keterangan yang
melengkapi kalimat. Dalam arti, kesempurnaan sebuah
kalimat tidak tergantung pada keberadaan zharaf.

Setiap Zharaf hukumnya manshub (dibaca Nashab)
dengan tanda Nashab fathah, seperti pada kata

dan

di atas.

Contoh lain:

= Seorang siswi sedang belajar


Matematika di pagi hari
Kata

merupakan keterangan yang menunjukkan


waktu, disebut dengan Zharaf Zaman.

Selain Zharaf, kata keterangan bisa juga berbentuk
.

.

Yang dimaksud dengan Jar di sini adalah huruf (kata
sambung). Dan Majrur adalah isim yang dibaca Jar akibat
huruf Jar tersebut. Contoh:

= di (dalam) masjid

Kata

disebut huruf Jar, dan

adalah Majrur-nya,
yang baca Jar dengan tanda Kasroh pada akhir kata.

Perhatikan contoh-contoh berikut!

= Seorang siswi sedang belajar


Matematika di sekolah

= Said pergi ke Bandung



Kata

dan

adalah huruf Jar, yang berfungsi membuat


isim setelahnya menjadi Majrur.

Kata

dan

adalah Majrur.

Dalam contoh di atas, kata

dan

adalah
Jar-Majrur yang berfungsi sebagai kata keterangan
untuk melengkapi kalimat.

Perbedaan Zharaf dan Jar-Majrur
Meskipun keduanya memiliki kesamaan dalam segi kata
keterangan waktu atau tempat, namun berbeda:
- Zharaf adalah sebuah isim. Sedangkan Jar berupa huruf
- Zharaf Makan berupa susunan idhafah, yaitu
menyandarkan sesuatu kepada sesuatu. Seperti dalam
contoh

, isim yang pertama, yakni

, disebut
Mudhaf (

), isim yang kedua, yakni

, disebut
Mudhaf Ilaih (

). Mudhaf Ilaih haruslah majrur


(dibaca Jar).
Sedangkan Jar-Majrur, kata yang pertama, yakni

, disebut
Huruf Jar. Kata yang kedua, yakni

, disebut Majrur.
Setiap isim yang terletak setelah Huruf Jar harus
dibaca Jar dengan tanda Jar disesuaikan jenis isim
tersebut.

= di pagi hari

= di sore hari

= di malam hari

= di siang hari

= selamanya

= besok

= kemarin

= sekarang

= setelah

= sebelum

= di depan

= di belakang

= di atas

= di bawah

= di kanan

= di kiri

= di antara

= di sisi

= di sekitar

= dengan

= seperti

= untuk/milik

= sehingga



= dari

= ke

= dari/tentang

= atas/terhadap

= di

= banyak/sedikit

= sejak

= sejak


Contoh:


Muhammad pergi dari
Mekkah ke Palestina



Kesimpulan
Fiil adalah kata kerja
- Dilihat dari waktunya, Fiil terbagi menjadi Madhi,
Mudhari dan Amar
- Dilihat dari kebutuhan akan objek, Fiil terbagi menjadi
Mutaaddi dan Lazim
Fail adalah subjek, pelaku perbuatan. Fail selalu Marfu
Maful Bih adalah objek, yang dikenai suatu perbuatan.
Maful Bih selalu Manshub
Zharaf terbagi dua: Zharaf Zaman (keterangan waktu)
dan Zharaf Makan (keterangan tempat). Zharaf harus
Manshub
Jar-Majrur adalah susunan Huruf Jar dan isim yang dibaca
Jar (Majrur)
Zharaf dan Jar-Majrur adalah kata keterangan yang
berfungsi sebagai pelengkap kalimat