Anda di halaman 1dari 14

Subject

JR, lelaki 56 tahun. Telah menderita skizoprenia selama


7 tahun. Pada minggu ini menunjukkan kelakuan
mencurigakan sepanjang minggu dan berdelusi bahwa
acara TV dan radio membicarakan dirinya. JR menelpon
dan mengancam membunuh pembaca berita. JR
kemudian membuang TVnya ke luar jendela.
- Tidak bisa membedakan khayalan dan kenyataan
- Mengalami episode akut skizoprenia karena
pengobatan yang tidak lengkap


Object
Result Nilai rujukan (P) Penilaian
Na 142 135-145 mmol/L Normal
K 40 3.5-5.0 mmol/L Normal
Cl 110 94-111 mmol/L Normal
Hct 43 43-51 % Normal
Glu 120 <200 Normal
Hgb 13 12-18 Normal
Uji fisik:
- Suka berkelahi
- Agitasi
- Tidak rapi
- Halusinasi

BP: 130/90 pre-hipertensi
HR: 80 normal (60-100)
Eritema
Terdapat plak tebal berwarna silver pada kaki dan lutut (psoriasis)


Riwayat Pengobatan
Trifluoperazine
FGA
Dosis biasa: 5-40 mg/hari
Dosis maksimum: 80 mg/hari




Riwayat Pengobatan
Triheksifenidil:
Antikolibnergik
Sebagai:
Potensi antispasmodik sstengahnya
Efek midriatik spsertiganya
Efek erhadap kelenjar ludah dan vagus spersepuluhnya
Dosis besar: menyebabkan perangsangan otak
Efek samping:
Sentral
Gangguan neurologik: ataksia, disartia, hipertermia.
Gangguan mental: pikiran kacau, amnesia, delusi, halusinasi, somnolen, koma.
Perifer: sama dengan atropin.
Dapat menyebabkan kebutaan: akibat konplikasi glaukoma sudut tertutup;
terutama terjadi bila dosis harian 15-30 mg/hari.
Gejala insomnia dan gelisah.
Dosis
2 mg, 2-3 kali/hari
Rentang dosis 10-20 mg/hari tergantung respon dan keterterimaan.


Amitriptilin/imipramin
Antidepresi trisiklik
Untuk terapi parkinson; dosis 1o-25 mg, 4x/hari (dosis ini aman
untuk pemberian lama).
Efek sedasi lebih tinggi karena termasuk TCA amin tersier.
Efek
Reuptake antagonis norepineprin (moderat) dan serotonin (moderat).
Antikolinergik (moderat)
Sedasi (moderat)
Hipotensi ortostatik (tinggi)
Seizures (moderat)
Abnormalitas (moderat)
Dosis
Inisial: 25 mg/hari
Range dosis biasa: 100-300 mg/hari
Pilokarpin
Cholinergic agonis direct acting
Prodrug dari epinerpin.
Sebagai line ke tiga terapi: karena efek buruk/ menurunkan
efikasi dari pada agen baru
Untuk open-angle glaucoma
Kekuatan
Larutan: 0,25; 0,5; 1; 2; 4; 6; 8; 10 %
Gel: 4%
Dosis biasa:
1 drop 2-3 kali/hari (larutan)
Setiap 24 jam, saat waktu tidur (gel)
Fluocinonide
Kekuatan cream 0,05%
Tingkat potensi vasokonstriksi tingkat II
Kostikosteroid
Efek merugikan
Local tissue atropi
Skin degeneration
striae

Riwayat keluarga
Ayah melakukan bunuh diri.
Saudara laki-laki dan saudara perempuannya mempunyai
sejarah depresi.

Alergi
Thorazine (klorpromazin) upsets stomach
Pasien menderita psoriasis
Agitasi yang dialami kemungkinan adalah efek
samping pengobatan
Trihexylpenidine HCl, diazepam dan flucinonide
digunakan untuk mengobati efek samping pengobatan
Planning
Tujuan terapi:
Meredakan gejala, menghindari efek samping,
meningkatkan fungsi psikososial dan produktivitas,
mematuhi aturan minum obat, dan melibatkan pasien
dalam rencana terapi.

1. Hentikan trifluoperazine, ganti dengan clozapine. Berdasarkan algoritma
terapi skizoprenia akut, disarankan pengobatan langsung ke stage 3 dengan
pertimbangan pasien melakukan kekerasan (level B) dan kondisi pasien tidak
membaik dengan single antipsychotic (Trifluoperazine).
Dosis lazim: 50-500 mg per hari (Dipiro)
150-600 mg perhari (APA guideline)
menurut guideline APA, apabila maintenance treatment tidak dilakukan, 60-70%
pasien akan mengalami kekambuhan dalam waktu satu tahun. Dan 90% akan
kambuh dalam waktu dua tahun. Sehingga harus diberikan dosis clozapine pada
lowest effective dose.

2. Diazepam dan tryhexypenidil HCl tetap digunakan apabila EPS masih terjadi,
dengan beberapa pertimbangan
3. Fluocinonide tetap digunakan untuk psoriasis yang diderita pasien
4. Pilocarpine HCl digunakan untuk mengobati glaukoma. Apabila glaukoma masih
berlanjut maka penggunaannya dilanjutkan


Manajemen psikiatrik pada fase
akut

Tujuan dari intervensi psikososial:
Mengurangi overstimulasi atau hubungan, lingkungan dan
kejadian yang menyebabkan stress, meningkatkan relaksasi
melalui komunikasi yang jelas, simple dan koheren.

- Pasien diberikan informasi mengenai kondisi dan
manajemen pengobatannya sesuai dengan kemampuan
pasien mencerna informasi
- Pasien harus dimotivasi untuk bekerja sama dengan
psikiater dalam pemilihan obat dan treatmen lainnya
- Keterlibatan keluarga dalam rencana treatmen seringkali
merupakan komponen kritis dalam treatmen