Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH RINGKASAN

WOMEN OF HEAVEN

PENULIS : EVI NIMATUZZAKIYAH
PERINGKAS : ANASTASYA PUTRI YUSUF
NRP : 3213100096
KELAS : 34

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2013
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
1

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah saw. beserta keluarga dan
para sahabatnya yang setia.
Makalah yang bersumber dari buku WOMEN OF HEAVEN ini berisi ringkasan
mengenai ciri-ciri wanita yang baik dimata Allah, wanita yang dirindukan oleh surga. Bagi
wanita yang telah berikrar setia dan menunaikan tugas mulia sebagai muslimah, yang bersabar
menghadapi berbagai rintangan hidup, yang senantiasa berupaya mewujudkan cita-cita mulia dan
hanya mengharap keridhaan Allah.
Sebagaimana kita tahu bahwa menjadi wanita bukanlah hal yang mudah. Banyak
rintangan serta ujian yang harus kita lewati. Oleh karena itu disini membahas seperti apa contoh
yang baik, agar para pembaca dapat meneladani perilaku-perilakunya. Para pembaca juga dapat
membaca sumber aslinya bila diperlukan.
Peringkas menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan
kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran para pembaca sangat diharapkan demi
kesempurnaan makalah ini.



Surabaya, 19 Oktober 2013
Peringkas



Anastasya Putri Yusuf
NRP.3213100096


WOMEN OF HEAVEN
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar... 1
Daftar Isi 2
Mukaddimah...... 3
Ringkasan
1 : Merenda Ridha Allah..

4
2 : Penambah Nikmat............................... 5
3 : Keelokannya Mengalahkan Bidadari.. 6
4 : Menjadi Manusia Terkaya................................... 7
5 : Lalu, Beristiqamahlah. 9
Kesimpulan..... 12
Daftar Pustaka 13
Daftar Riwayat Hidup 14

Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
3

MUKADDIMAH
Islam membawa revolusi paling besar dengan memberikan martabat terhormat untuk
wanita. Ia adalah sosok terhormat dengan hak-hak sangat istimewa, satu hal yang tidak pernah
dinikmati oleh wanita lain di luar Islam. Keadilannnya memberikan naungan terbaik bagi wanita.
Keselamatannya membuka jalan lurus bagi wanita untuk berpijak. menyemat kehidupan untuk
merengkuh mardhatillah.
Menerima apa pun yang menimpa kita dan meyakini bahwa akan selalu ada kebaikan
dalam setiap kejadian walaupun tampaknya merugikan, mengecawakan atau nyaris membuat diri
berputus asa. Tetapi, justru dengan ini kita masih dapat menyibukkan relung jiwa, lautan hati,
dan kedalaman lisan kita dengan kalimat syukur. Maka akan terpancarlah rona cahaya
kebenaran, yang kita sadari melalui pemahaman akan kebesaran dan keagungan Allah.
Jadi, adalah sebuah keharusan bagi kita untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada
Allah dan apa-apa yang telah ditetapkan-Nya. Apa pun yang kita alami dalam hidup ini kita
harus tetap mengingat bahwa Allah adalah Penggenggam seluruh alam semesta dan muara
segala. Dengan meyakini hal ini, kita akan memiliki pandangan yang lebih baik. Dengannya, kita
merasa bersyukur atas segala yang terjadi pada diri kita. Dengan kata lain, kita akan berupaya
untuk melihat kebaikan dalam segala sesuatu yang kita dengar, lihat, dan apa pun yang menimpa
kita.
Alhasil, dalam rangkaian fase kehidupan ini, kita akan memahami alurnya secara benar
dan tepat. Kita dapat membuat keputusan yang benar antara apa-apa yang ditawarkan kepada
kita. Kehendak manusia dan kehendak Allah mencapai hasil akhir yang mulia, yakni kehidupan
abadi di surga.
Untuk menebarkan indahnya cahaya kehidupan dengan menyadari bahwa pasti ada
kebaikan dalam setiap runtutan waktu dan peristiwa yang kita alami, serta untuk mengingatkan
diri kita akan keberkahan hidup yang dijanjikan-Nya, baik di dunia maupun di akhirat, bagi siapa
yang mengutamakan amanah dalam merenda ridhallah. Bagi siapa yang selalu melatih kokohnya
jiwa dengan bersyukur dalam setiap keadaan. Bagi siapa yang mendamba syahid dalam dalam
meneguhkan jalan kebenaran. Bagi siapa yang menhiasi rumah takwanya dengan bunga qanaah
nan harum dan memesona. Bagi siapa yang meniti jalan tuntunan ini dengan lentera istiqamah.
Untuk itulah buku ini hadir. Semoga ringkasan dari buku WOMEN OF HEAVEN ini dapat
berguna bagi para pembacanya.

WOMEN OF HEAVEN
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
4

1
MERENDA RIDHA ALLAH
Segala yang kita jalani merupakan alur dari skenario panjang sang Khaliq, dan dunia fana
tempat kita memijakkan aktivitas merupakan tempat ujian (darul imtihan).
Keajaiban tidak diperoleh semua orang, kecuali mereka yang benar-benar takwa, ridha
dan patuh kepada Allah, maka Allah akan mengaruniakan kelebihan pada mereka. Kita
seharusnya masih harus banyak belajar untuk melapangkan dada dari setiap kejadian yang kita
alami, suka-dukanya, sedih-gembiranya, gagal-berhasilnya.
Jika ditelisik lebih jauh, memang hakikat kehidupan ini tiada lain hanyalah terdiri dari
detik dan menit. Ia tiada lain hanyalah terdiri dari malam dan siang dan tiada lain hanyalah
terdiri dari hembusan-hembusan nafas. Memang waktu adalah hidup; waktu lebih berharga dari
emas dan perak; waktu lebih berharga dan lebih tinggi artinya daripada ketenaran dan
kedudukan. Waktu lebih bernilai dari kesenangan maya duniawi.
Gunakanlah lima perkara sebelum dating lima perkara lainnya: gunakanlah masa
mudamu sebelum masa tuamu; masa hidupmu sebelum kematianmu; waktu luangmu sebelum
waktu sibukmu; waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu; waktu kayamu sebelum waktu
miskinmu (al-Misykat hadis no.5174 dan Imam Hakim mengetengahkannya [hadis no.7846]
dari Ibnu Abbas).
Jika ditelisik lebih jauh lagi, Nabiyullah kita mengajarkan bagaimana seharusnya kita
mengatur waktu sebagai amanah dengan benar dalam porsi kualitas yang bisa
dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak ada istilah jeda, santai, berhenti, atau berlibur. Karena
sebenarnya kita tidak mempunyai waktu libur barang sebentar pun, sebagaimana kebiasaan kita
sekarang ini. Sesungguhnya istirahat itu hanya di surga.
Dalam firman Allah dalam surat Fathir ayat 37, sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa
maksud dari kandungan ayat tersebut adalah peringatan tentang kematian. Sebagian dari mereka
ada yang mengatakan bahwa ia adalah Muhammad. Ada yang berpendapat pula bahwa ia adalah
al-Quran. Ada pula yang menafsirkan bahwa ia adalah agama Islam, dan sebagian lainnya
mengatakan bahwa bahwa yang diamaksud adalah uban.
Ketahuilah wahai Saudariku, sesungguhnya para ulama dan orang-orang saleh menangisi
ubannya. Karena mereka mengetahui bahwa uban adalah seruan yang mengajak ke kubur dan
bahwa ia adalah berita kematian dan penggiring manusia untuk menghadap Allah SWT.
Ketahuilah Saudariku, mereka para salafus saleh adalah sosok pemuda yang haus akan
ilmu pengetahuan dengan penuh semangat yang menyala-nyala dalam memecahkan berbagai
permasalahannya. Mereka selalu memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang berguna, disiplin,
dan antusisas menghadiri kajian-kajian ilmu.

Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
5

2
PENAMBAH NIKMAT
Hati tenteram, perasaan ridha, jiwa tenang selalu menjadi dambaan setiap dari kita.
Ketiga hal tersebut seakan sudah mencukupi dari apa yang kita cari sebenarnya di dunia ini.
Tenteram, ridha dan tenang hakikatnya bersumber dari pancaran energi syukur; syukur yang
sejatinya syukur. Syukur yang dibarengi dengan kesepakatan hati, lisan, tindakan dalam
menerima segala apa yang dianugerahkan Allah.
Betapa kerdilnya jiwa kita bila rasa syukur timbul saat kita merasa Allah memelihara kita
sepanjang perjalanan hidup kita atau kita merasa beruntung dengan keadaan nyaman yang
memihak kita. Astaghfirullah, semoga apa pun yang dianugerahkan Allah dalam scenario hidup
kita menjadi bukti penghambaan sejati kita lillah dan fillah.
Sesungguhnya Allah meemlihara kita bukan saja melalui kegembiraan, kebahagiaan,
serba kecukupan, kesehatan, kesuksesan, prestasi gemilang; Allah juga masih senantiasa
memelihara kita melalui kesedihan, musibah, ujian, serba kekurangan, penderitaan.Tujuannya,
supaya kita mencapai perkembangan yang baik, pelatihan jiwa yang sejati, kekokohan jiwa yang
utuh, penempaan mental yang kuat, manajemen emosi yang sehat, kegigihan tekad yang
membaja, dan pembangkitan semangat hidup yang tiada pernah padam. Ingatlah bahwa orang-
orang yang tidak dipelihara oleh penderitaan biasanya tidak berkembang ke arah kesempurnaan.
Pertama, bersyukur. Sekali lagi, bersyukur tidaklah hanya dapat kita lakukan saat senang,
tetapi juga saat susah, saat Anda didera derita atau musibah. Kita perlu menyadari bahwa setiap
musibah selalu mengandung rahmat yang terselubung. Musibah adalah alat yang sangat ampuh
untuk membuka mata kita pada banyaknya kenikmatan yang telah kita lupakan, anugerah indah
yang kita abaikan.
Dalam menerima musibah kita perlu senantiasa bersyukur bahwa apa yang telah
menimpa atas kita, tidaklah terlalu buruk. Falsafah Jawa mengenal istilah masih untung. Ini
sebuah cara pandang yang bijak. Paradigma masih untung ini bukanlah sekadar untuk
menghibur dan membesarkan hati kita. Sikap ini didasari oleh keyakinan mendalam bahwa Allah
masih dan senantiasa melindungi kita; bahwa rahmat selalu ada di sekitar kita, betapapun
kecilnya. Dengan demikian, hidup kita akan senantiasa diliputi perasaan penuh syukur dan selalu
merasa beruntung dalam situasi dan kondisi bagaimanapun. Apa pun yang sudah kita miliki
menjadi cukup, bahkan berlebih.
Kita sering kali tak dapat menemukan hal-hal yang patut disyukuri karena kita sering
merasa bahwa sesuatu itu sudah semestinya terjadi, atau sudah seharusnya menjadi jatah kita.
Padahal, segala sesuatu itu tidak terjadi begitu saja. Semuanya karena rahmat Allah.
Jadi, selama kita memenuhi hak-Nya dan melakukan apa yang menjadi tujuan kita
diciptakan maka sekali-kali Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan amalan kita. Yakinlah
bahwa Allah akan meridhai sikap bersyukur kita.

Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
6

3
KEELOKANNYA MENGALAHKAN BIDADARI
Jika kita memahami benar tentang iman kepada qadar, kita akan menjadi umat pejuang
yang tangguh, yang mampu mengendalikan sejarah. Jangan kau putus harapan saat mengalami
kegagalan. Tidak ada kesulitan kecuali beriringan dengan kemudahan. Berbaik sangkalah kepada
Allah, bertawakallah kepada-Nya. Mintalah apa yang ada pada-Nya dan tunggulah kemenangan
dari-Nya.
Segala peristiwa tak mengenakkan, menyedihkan, memilukan yang menimpa kita, itulah
yang akan mengajarkan bagaimana menikmati anugerah terindah dari sisi Allah, itulah salah satu
tarbiyah Allah untuk hamba-Nya.
Ujian dari Allah tidak selamanya berbentuk kesusahan ataupun kesulitan hidup, ada
kalanya sifatnya kebahagiaan. Namun, apa pun ujian itu, jangan pernah berputus asa untuk
menjalaninya, dan bercita-cita sukses di pengujungnya.
Terkadang jalan menuju keberhasilan tidak selamanya tanpa rintangan, ada kalanya harus
dibayar dengan pengorbanan, karena begitu berharganya makna sebuah perjuangan dan
keberhasilan. Kesuksesan akan dicapai ketika kita mau bertindak. Hasil yang kita capai hanyalah
satu akibat dari tindakan yang telah kita lakukan. Jadi, yang menentukan kegagalan atau
keberasilan adalah proses, bukan hasil yang kita capai.
Ridha. Ya Ridha disini adalah ridha dengan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama
dan tuntunan hidup, ridha Nabi Muhammad sebagai anutan sejati, teladan sepanjang masa, ridha
dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya dengan mengharamkan
apa yang diharamkan-Nya, mewajibkan apa yang telah dibolehkan-Nya. Termasuk ridha kepada
Allah adalah ridha dengan qada dan qadar-Nya dan memuji-Nya dalam semua keadaan dan
meyakini bahwa hal tersebut mengandung hikmah. Ridha kepada Allah berarti ridha mencintai-
Nya semata, ridha menyembah-Nya, takut dan berharap kepada-Nya, beriman kepada
pengaturan-Nya, dan menyukai ketentuan-Nya, bertawakal dan meminta pertolongan kepada-
Nya.
Ridha adalah pintu Allah yang paling besar, surga dunia, kenyamanan dan kenikmatan
bagi mereka yang mengenal Allah, pengharapan mereka yang mendambakan cinta sejati rabb-
Nya, kesenangan bagi para ahli ibadah.
Ada 3 tips untuk mengantarkan kita ke gerbang keridhaan:
Gerbang pertama, semangat yang tinggi.
Gerbang kedua, jiwa yang suci bersih.
Gerbang ketiga, meneguhkan pendirian terhadap semua yang menimpa diriitu adalah
dari Allah.
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
7

4
MENJADI MANUSIA TERKAYA
Wahai Saudariku Muslimah, begitu besar anugerah Allah yang diberikan atas kita, satu
karunia yang tak terhingga nilainya. Berbahagialah, tersenyumlah, Karen aengkaulah sumber
percikan cahaya peradaban. Engkaulah madrasah akhlakul karimah. Engkaulah pengokoh
kesempurnaan generasi. Engkaulah mata air bening surgawi, pekepas dahaga jiwa, penyejuk
kerinduan hati.
Jika tidak berpegang pada agama Allah dengan teguh dan benar, kita ibarat menapaki
pagi hari tanpa makna; bagai orang-orang yang bermain-main saja.
Qonaahmerasa cukup dengan apa yang adamerupakan salah satu kata perbuatan yang
menantang. Karena ia mudah dalam pengucapan, namun sulitnya dipraktikkan.
Keimanan kepada Allah SWT, mengenal Allah dengan nama dan sifta-sifat-Nya berikut
keagungan dan keindahan yang diakndungnya; keimanan yang mantap pada Hari Akhir;
keyakinan yang benar tentang takdir yang baik dan buruksemua ini menjadi rumus utama untuk
menumbuhkan sifat dan karakter mental positif yang kokoh. Keimanan dan pengetahuan seorang
mukmin terhadap Allah beserta nama dan sifat-Nya akan menjadikan dirinya merenungi firman,
perintah dan penjelasan-Nya, yang pada akhirnya ia akan memahami hakikat dunia, hakikat
dirinya, dan hakikat qanaah yang sebenarnya.
Untaian ketetapan Allah terhadap alam semesta dan syara-Nya mengaharuskan kita
melakukan hal-hal yang menjadi sebab terdepaknya kebahagiaan, terengkuhnya ketenteraman,
teraihnya kebersahajaan hidup.
Dengan demikian, iman kepada qada dan qadar tidak menafikan kerja dan usaha.
Sebaliknya, mendorong kita untuk bersungguh-sungguh meraih apa yang kita inginkan dan
menjaga diri dari sesuatu yang tidak kita inginkan. Karena itu, tidak dibenarkan sikap malas dan
suka menunda-nunda pekerjaan untuk melemparkan segala beban dan tanggungannya, dosa dan
kesalahannya kepada qadar. Sebab, sikap demikian menunjukkan kelemahan dan lari dari
tanggung jawab.
Hidup dunia hanyalah sementara, hanya sesaat, hanya selintas. Dengan demikian, untuk
apa lagi kita memburu nikmat dunia, sedangkan ia akan pudar dalam sekejap? Bersegeralah
kembali meniti jalan fitrah Rabbmu, menjadikan qanaah sebagai semen penguat azammu untuk
mengarungi hidup di dunia dengan amanah. Bersikap menerima apa pun yang terjadi dengan diri
kita dengan senang, hati yang ridha.
Setelah itu, mari kita kuatkan kembali keimanan kita terhadap takdir yang baik maupun
buruk, dengan demikian akan memberikan dampak sikap tenang dan ridha terhadap apa yang
kita alami, suka maupun duka. Hati kita senantiasa lapang, tidak mengenal kata gundah dengan
sedikitnya rezeki, lemah daya dengan kekurangan, maupun kemiskinan yang menimpa kita.
Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid al-Atsari, mewariskan permata-permata hikmah
pengokoh akhlak:
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
8

Permata hikmah pertama, ilmu ad-din (ilmu agama). Ia adalah factor utama untuk
memperoleh harta yang begitu berharga, tidak terkira. Dengannya kita mengetahui hakikat,
manfaat, dan bahaya jika melalaikan qanaah. Ilmu agama menjelaskan tentang hakikat, rahasia,
dan bahaya-bahaya besar jika kita berorientasi duniawi.
Permata hikmah kedua, tsiqatul iman (keimanan yang mantap). Tanda kedalaman ilmu
agama seseorang akan menjadikannya senantiasa ber-tafaquh fid-din. Ia akan membuahkan
keimanan yang mantap (tsiqatul iman) yang akan menghiasi jiwa. Kuat lemahnya sifat qanaah
dalam menghadapi berbagai fitnah dunia ini, sesuai dengan tingkat kekuatan iman yang ada pada
setiap kita. Semakin kokoh pula bangunan qanaah yang ada dalam diri kita.
Permata hikmah ketiga, tsiqatul fahmi (pemahaman yang benar tentang qadha dan qadar).
Allah SWT telah membagi-bagi rezeki dengan Kehendak-Nya dan menentukan keadaan hidup
seluruh manusia sejak zaman azali dengan kebijaksanaan dan ilmu-Nya.
Permata hikmah keempat, jihadul manawi wa as-shabru (perjuangan mental dan
bersabar). Sesuai dengan kebijaksanaan-Nya, Allah SWT telah memberi kita nafsu yang
senantiasa menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat Tuhan. Salah satu
bentuk keliaran nafsu adalah permusuhannya terhadap sikap qanaah. Selama kita tidak melawan
nafsu dengan meluruskan keliarannya, maka saat itulah kita telah membuka pintu-pintu ambisi,
ketamakan, kerakusan, kekikiran, dan keluh kesah.
Syuhh menurut Imam Ibnu Rajab al Hanbali adalah ambisi besar yang mendorong
pemiliknya mengambil banyak hal yang tidak halal, tidak menunaikan kewajiban terhadapnya.
Substansi sifat ini adalah kerinduan diri kepada apa yang diharamkan oleh Allah serta tidak puas
dengan yang telah dihalalkan oleh Allah.
Permata hikmah kelima, ad-dua (berdoa dan memohon kepada Allah).
Permata hikmah keenam, menjauhi orang-orang yang suka berkeluh kesah.

Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
9

5
LALU, BERISTIQAMAHLAH
Kita perlu merapatkan barisan semangat dalam menyusuri jalan yang lurus. Tentunya
dengan menyinergikan antara sikap teguh pendirian dalam ketaatan kepada Allah dan konsisten
dengan apa yang kita pegang serta yakini. Itulah istiqamah.
Istiqamah, secara garis besar adalah komitmen dan kosisten kita kepada Allah. Kita
termasuk kategori kategori istiqamah (mustaqim), apabila kita senantiasa memiliki komitmen,
ketekunan, dan kegigihan dalam melakukan sesuatu pekerjaan, tugas dan tanggung jawab.
Setiap Muslim yang menjadikan dasar segala gerak langkah kehidupan dan sepak
terjangnya mengacu dan berpedoman pada mabda atau prinsip hidup lillah. Sehingga, mengikuti
pedoman Allah berarti mengantarkan kepada gerbang tujuan (ghayah ilallah) dengan tetap
menjaga konsisten di dalamnya, maka keadaan yang demikian itulah hakikat istiqamah yang
sesungguhnya.
Adapun pembeda istiqamah dengan yang tidak adalah pertama, mabda` yang dibangun
dalam langkah aktivitas kita bukan lillah lagi, tapi li ghairillahniatnya untuk selain Allah.
Kedua, minhaj yang dikokohkan bukan maallahbersama Allahtapi maa ghairillah, bersama
dengan selain Allah. Ketiga, ghayah yang dituju pastinya bukan ilallah tapi ila ghairillah.
Mari melatih diri dan mengenali lebih dekat sifat-sifat istiqamah melalui ruang-ruang
jiwa. Ruang jiwa pertama, memiliki daya tahan yang besar. Man jadda wa jaddabarangsiapa
yang bersungguh-sungguh maka ia akan dapat apa yang ia usahakan, sehingga secara otomatis,
kapasitas kesabaran yang dahsyat juga turut andil mentarbiyah kita mengahdapi berbagai risiko
di jalan Allah.
Ruang jiwa kedua, berterus terang dalam kebenaran. Hanya orang beristiqamahlah yang
memiliki keteguhan dan keberanian menanguung risiko berterus-terang dalam kebenaran.
Ruang jiwa ketiga, mempunyai kemampuan menyimpan rahasia. Orang yang konsisten
dalam bekerjanya, cermat dan penuh perhitungan terutama dalam perjuangan Islam, maka
otomatis ia dapat merencanakan, mngatur sekaligus menyimpan rahasia dengan baik.
Ruang jiwa keempat, berani mengakui kesalahan. Ibaratnya, berlapang dada seperti
samudera yang tak bertepi, menghampar luas tanpa batas. Seorang yang beristiqamah pastilah ia
berani mengakui kesalahan, bersedia meminta maaf, bersedia mengoreksi kesalahan dan
bertanggung jawab atas segala yang ia lakukan.
Ruang jiwa kelima, bersikap objektif terhadap diri sendiri. Orang yang benar dalam
keistiqamahannya tidak akan penah menganggap dirinyalah yang paling baik, lebih sempurna
dan tidak memiliki kelemahan.
Ruang jiwa keenam, mampu menahan nafsu pada saat marah. Jelas, orang yang
beristiqamahdapat mengendalikan diri dan menahan tangannya walaupun ada kemampuan dan
peluang untuk melampiaskan nafsu amarahnya.
.
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
10

Ada pengorbanan, pasti akan ada kenikmatan setelahnyawamalladztu illa
badattabitidak ada kenikmatan, kesenangan kecuali setelah berpayah-payah, begitu jua
halnya dengan keistimewaan yang diberikan oleh Allah bagi mereka yang mampu menapak
dalam keistiqamahan, setelah berpayah-payah untuk menggapainya pastinya.
Quran surat Fushilat ayat 30-32 menjelaskan jaminan bagi mereka yang beriman kepada
Allah lalu beristiqamah:
Garansi pertama, akan mendapat perlindungan langsung dari Allah melalui malaikat-
malaikat-Nya;
Garansi kedua, akan terbebas dari rasa takut dan rasa sedih dari apa pun yang
menimpanya;
Garansi ketiga, akan dipenuhi apa yang di inginkannya baik di dunia maupun di
akhirat.
Kelas-kelas istiqamah:
Kelas pertama: istiqamah dalam keyakian, kita sebut dengan iman. Ia adalah sebuah
karakter yang melekat pada jiwa setiap pribadi Muslim yang memiliki semangat
tauhid La ilaha illallah.
Kelas kedua: istiqamah dalam ibadah (ritual) yang sudah ditetapkan waktu dan
kadarnya. Dalam kelas kedua ini, seseorang yang mengaku mukmin dan muslim
pastinya memaknai ibadah-ritual bukan sekadar kewajiban yang harus dilakukan
secara konsisten, tetapi memaknainya sebagai kebutuhan yang jika sekali saja
melewatkan atau menunaikannya tidak tepat waktu, membuatnya seakan telah
berbuat zalim kepada Rabbnya.
Kelas ketiga: istiqamah dalam syariat agama. Orang yang telah sampai pada kelas ini
akan mempraktikkan segala apa yang ada pada potensi diri, peran, tujuan hidup, serta
harapan-harapannya dalam bentuk tindakan nyata, dengan menempuh jalan yang
telah ia yakini kebenaran syariatnya.
Kelas keempat: istiqamah dalam inti pemikiran, prinsip kebenaran. Dengan ini
seseorang tidak mudah berbelok arah betapapun godaan untuk mengubah tujuan dan
kebenaran begitu memikatnya.
Kelas kelima: istiqamah dalam tindakan yang benar (amaliah). Dalam kelas ini,
seseorang dituntut untuk berani untuk memilih sikap serta bertindak secara saleh
sebagai bukti pengabdian tulus kepada Allah Rabbul izzati.
Kelas keenam: istiqamah dalam perjuangan di jalan Allah. Tiada yang didamba dalam
jihad fi sabilillah kecuali keridhaan Allah dalam usaha kita.
Ada 3 medali penghargaan dari Allah:
Medali pertama, keutamaan (fadhilah) baik dalam sifat (nama baik, pengaruh, martabat).
Medali kedua, pertolongan (maunah) yang diberikan Allah SWT kepada kita melebihi
kemampuan yang kita punya. Medali ketiga, karamah atau keistimewaan, kemuliaan. Ini adalah
derajat tertinggi dari buah istiqamah. Karena kedekatan kita dengan Allah SWT maka sampailah
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
11

pada titik puncak dimana tidak ada ketakutan dan kesedihan sedikit pun terhadap apa yang
menimpa atas diri kita.
Kebaikan yang kita lakukan sebenarnya terlalu kecil untuk mendapatkan balasan yang
istimewa dari Allah, karena yang Allah berikan kepada kita jauh lebih besar daripada apa yang
telah kita usahakan.
The Real Success:
Kunci pertama: ilmu. Ilmulah yang membedakan kita dengan makhluk Allah yang lain.
Kalau bukan karena ilmu, maka manusia itu bagaikan binatang ternak. Dengan ilmu pula Allah
meninggikan derajat kita.
Kunci kedua: kerja/usaha. Usaha adalah sesuatu yang lazim dilakukan olah kita. Usaha
(amal) menandakan bahwa kita itu hidup, bergerak, dinamis. Usaha memerlukan kesungguhan
yang nyata, konsentrasi yang utuh, konsisten dalam menitinya, keoptimisan yang besar.
Kunci ketiga: doa. Doa pada Allah merupakan bentuk lain penghambaan dan ketaatan
yang dua kali lebih utama daripada sekadar tercapainya hal yang diinginkan. Seorang hamba
yang menemukan nilai indah dan terdalam dari sebuah doa akan merasa puas. Yang ada hanya
ketenangan jiwa, ketenteraman pikiran, dan kekhusukan hati yang mengait sempurna.
Secara garis besarnya, istiqamah dalam medan ibadah memang mengajak sekaligus
mengaharuskan kepada kepatuhan, ketaatan dan ketekunan dalam mengamalkan dan
melaksanakan segala ajaran agama yang dituntunkan oleh Rasulullah dalam kehidupan sehari-
hari. Jelasnya, dengan istiqamah yang sempurna (kaffah) akan didapati kesempurnaan pula
dalam Islam seseorang.
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
12


KESIMPULAN
Segala kebaikan yang kita lakukan, sebenarnya terlalu kecil untuk mendapatkan balasan
dari Allah, karena yang Allah berikan kepada kita jauh lebih besar dari apa yang telah kita
usahakan. Karena Mahaagung Allah yang memiliki sifat ar-Rahman. Dari sinilah terbukti bahwa
yang kita peroleh bukanlah semata-mata hasil upaya kita. Di dalamnya ada rahmat Allah yang
jauh lebih besar.
Ketika suatu saat pikiran mulai menggugat apa yang digariskan Allah dalam lembar
pejalanan hidup ini, maka ingatlah sesungguhnya Allah memelihara kita bukan saja melalui
kebahagiaan, serba kecukupan, kesehatan, keberlimpahan, kesuksesan dan prestasi gemilang;
Allah juga masih senantiasa memelihara kita melalui kesedihan, musibah, ujian, kesulitan, serba
kekurangan, penderitaan. Tujuannya, supaya kita mencapai perkembangan yang lebih baik,
pelatihan jiwa yang sejati, penempaan mental yang kuat, pengokohan jiwa yang utuh,
pengelolaan emosi yang sehat, pengukuhan tekad yang membaja, dan pembangkitan semangat
hidup yang tiada pernah padam.
Kita tidak akan pernah menemukan kenikmatan hakiki tanpa perjuangan sejati,
kebahagiaan tertinggi tanpa pengorbanan tiada henti. Apa yang kita persembahkan untuk
meninggikan Agama Allah tidak akan sia-sia.
Keindahan hidup, kedamaian hati, ketenteraman batin, dan kelembutan jiwa akan
terpancar dari setiap mukmin yang ikhlas memilih jalan Allah, menyusuri yang haq denga
kstaria, membasmi yang batil dengan gagah berani dan tiada takut mati.
WOMEN OF HEAVEN
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
13

DAFTAR PUSTAKA
Evi Nimatuzzakiyah. 2008. Women Of Heaven; Menjadi Wanita yang dirindu Surga.
Yogyakarta: Pro U Media.
Al-Quranul Karim dan terjemahannya.
Agenda Tarbiyah. 2004. Solo: Auliya Press.
DR. Aidh al-Qarni. 2004. Cambuk Hati. Bandung: Irsyad Baitus Salam.
Evi Nimatuzzakiyah. 2006. Berani Mengambil Keputusan; Memantapkan Hati menerima
Pinangan di Usia Muda. Yogyakarta: Pro U Media.
Elizabeth Hartley-Brewer. 2005. Raising Happy Kids Mencetak Generasi Cerdas, Kreatif &
Smart. Yogyakarta: Inspirasi Buku Utama.
Fuad Kauma. 2003. Bunga-Bunga di Taman Hati Rasulullah. Surabaya: Pustaka Hikmah
Perdana.
K.H. Toto Tasmara. 2004. Membudayakan Etos Kerja Islami. Jakarta: Gema Insani Press.
Muhammad Nazhif Masykur. 2007. Living Smart; Membangkitkan Kecerdasan Hidup Anda.
Yogyakarta: Pro U Media.
Muhammad bin Shalih al-Munajid. 2006. Silsilah Amalan Hati. Bandung: Irsyad Baitus Salam.
WOMEN OF HEAVEN
Anastasya Putri Yusuf [3213100096] Agama Islam
14

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Anastasya Putri Yusuf
Nama Panggilan : Tasya
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 19 Januari 1996
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Anak ke- : satu dari tiga bersaudara
Alamat : Komplek Aira Jalan Pradana XI/4, Citayam, Bojonggede, Bogor
Alamat Surabaya : Perumdos ITS Jalan Teknik Sipil Blok V/1B
No. HP : 085714220590
Nama Ayah : Muhammad Yusuf Rahman
Nama Ibu : Tiodora Hadumaon Siagian
Riwayat Pendidikan
TK : RA Nurul Fajar Bogor (2000)
SD : SDN Citayam 04 (2001 2003)
Colonel Light Garden Primary School (2003 2005)
SDN Citayam 04 (2005-2007)
SMP : SMPN 9 Depok (2007 2010)
SMA : SMAN 1 Depok (2010 2013)
PT : Institut Teknologi Sepuluh Nopember (2013)
Jurusan : Arsitektur, FTSP ITS
Hobi : berenang, bermain
Cita cita : menjadi seorang arsitek hebat, membanggakan orang tua, kuliah di luar
negeri, menikah.
WOMEN OF HEAVEN