Anda di halaman 1dari 20

MENGAJARKAN

CALISTUNG PADA
ANAK USIA DINI
Oleh : Diah Alfianingtias, S.Pd
Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan
manusia
Bahasa memberikan sumbangan yang pesat dalam
perkembangan anak menjadi manusia dewasa.
Penguasaan bahasa sangat erat kaitannya dengan
kemampuan kognisi anak.sistematika berbicara anak
menggambarkan sistematika berpikirnya. Yang
termasuk dalam pengembangan bahasa selain
berbicara adalah kemampuan menyimak, membaca
dan menulis.

Perkembangan kemampuan berbahasa anak usia 4-6 tahun
ditandai oleh berbagai kemampuan sebagai berikut:
1. Mampu menggunakan kata ganti saya dalam berkomunikasi.
2. Memiliki berbagai perbendaharaan kata kerja, kata sifat, kata
keadaan, kata tanya, dan kata sambung.
3. Menunjukkan pengertian, dan pemahaman tentang sesuatu.
4. Mampu mengungkapkan pikiran, perasaan, dan tindakan dengan
menggunakan kalimat sederhana.
5. Mampu membaca dan mengungkapkan sesuatu melalui gambar.
Tahapan Perkembangan Membaca

1. Tahap Fantasi (magical stage)
2. Tahap Pembentukan Konsep Diri (self concept
stage)
3. Tahap Membaca Gambar (Bridging reading
stage)
4. Tahap Pengenalan Bacaan (Take-off reader
stage)
5. Tahap Membaca Lancar (Independent reader
stage)

Tahapan Perkembangan Menulis

1. Tahap Mencoret atau Membuat Goresan
(Scrible stage)
2. Tahap Pengulangan secara Linear (Linear
repetitive stage
3. Tahap Menulis secara Random/acak (Random
letter stage)
4. Tahap Berlatih Huruf (Menyebutkan huruf-
huruf )
5. Tahap Menulis Tulisan Nama (Letter-name
writting or phonetic writting)

6. Tahap Menyalin Kata-kata yang Ada di
Lingkungan
7. Tahap Menemukan Ejaan
8. Tahap Ejaan sesuai ucapan

Strategi Pembelajaran Permainan
Membaca dan Menulis
Menciptakan suasana kondusif, cocok serta memotivasi minat baca tulis
anak.
Mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi anak.
Menciptakan ruangan di luar maupun di dalam kelas yang dapat
menumbuh-kan kreativitas, rasa aman, rasa nyaman, menyenangkan serta
kebebasan.
Meja kursi tidak memenuhi ruangan, sehingga masih cukup ruang gerak
bagi anak.
Ruang gerak anak dapat dilakukan di lantai.
Rak-rak dapat diletakkan sebagai penyekat ruangan.
Papan pajangan harus ada di ruangan. Pajangan yang dipasang dapat
meningkat-kan budaya baca, tulis, misalnya abjad dengan benda-benda,
gambar yang dimulai huruf awal tertentu.

Identifikasi Kemampuan Permainan
Membaca dan Menulis
1.Permainan Membaca
a. Kemampuan Mendengar
Menirukan kembali 2 s.d 4 urutan angka/kata.
Mengikuti beberapa perintah secara berurutan.
Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa, berapa,
mengapa, di mana, dan bagaimana.
Menjawab pertanyaan tentang cerita pendek 5 s.d. 6 kalimat yang
sudah diceritakan guru.
Mendengar cerita dan menceritakan kembali secara sederhana

Melanjutkan cerita/sajak sederhana yang sudah dimulai
guru.
Mengenal suara huruf dari kata yang berarti, misalnya:
bola, baju, batu, biji, dan sebagainya.
Mengenal bunyi huruf akhir dari kata-kata yang berarti,
misalnya: kolam, malam, ayam, dan sebagainya.
Menyebutkan berbagai bunyi/suara tertentu.

b. Kemampuan Melihat dan Memahami
Menunjuk, menyebut, dan memperagakan gerakan-gerakan sederhana,
misalnya duduk, jongkok, berlari, makan, menangis, dan sebagainya.
Bercerita tentang kejadian di sekitarnya secara sederhana.
Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri 4-6 gambar.
Menyebut sebanyak-banyaknya nama benda, binatang, dan tanaman yang
mempunyai bentuk, warna atau menurut ciri-ciri tertentu.
Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari suatu benda.
Menceritakan gambar yang telah disediakan.
Bercerita tentang gambar yang telah dibuat sendiri.
Mengenai kata-kata yang menunjukkan posisi di dalam, di luar, di atas, di
bawah, dan sebagainya.
Menghubungkan gambar/benda dengan kata.
Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambang-kannya


c. Kemampuan Berbicara (Berkomunikasi)
Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa, berapa, di
mana, mengapa, dan bagaimana secara sederhana.
Bicara lancar dengan kalimat sederhana.
Bercerita tentang kejadian di sekitarnya secara sederhana.
Menjawab pertanyaan tentang cerita pendek, 5-6 kalimat yang
sudah diceritakan guru.
Bercerita dengan kata ganti aku atau saya.
Memberikan keterangan atau informasi tentang suatu hal.
Memberi batasan tentang kata/benda.
Menjawab pertanyaan tentang keterangan atau informasi secara
sederhana


Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri.
Melanjutkan cerita/sajak sederhana yang sudah dimulai guru.
Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari suatu benda.
Menceritakan gambar yang telah disediakan.
Menyanyikan beberapa lagu anak-anak.
Mengucapkan beberapa sajak sederhana.
Membuat sebanyak-banyaknya kata dari suku kata awal yang
disediakan bentuk lisan.
Bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri.

d. Membaca Gambar

Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri.
Bercerita tentang gambar yang dibuat sendiri.
Membaca gambar yang memiliki kata atau kalimat sederhana.



2. Permainan Menulis
a. Persiapan Menulis
Meronce dengan merjan/manik-manik .
Mencipta sesuatu dengan menggunting, mencocok, dan
merobek kertas.
Menggambar.
Mewarnai bentuk gambar sederhana.
Menyusun menara lebih dari delapan kubus.
Menciptakan bermacan-macam bentuk bangunan dari
balok yang banyak.


Menjahit sederhana dengan menggunakan tali sepatu,
benang woll, tali rafia, dan sebagainya.
Menggunting.
Melipat kertas.
Menganyam dengan berbagai media.
Permainan warna dengan menggunakan krayon, cat air,
arang, kapur, dan lain-lain.
Mencetak, membatik
b. Bentuk Tulisan
1. Mencoret
Menarik garis datar, tegak, miring kanan, miring kiri,
lengkung berulang-ulang dengan alat tulis secara
bertahap.
Menggambar bentuk silang (+ dan x) lingkaran/bujur
sangkar dan segitiga secara bertahap.
Melukis dengan jari (finger painting) kuas, pelepah
pisang, dan sebagainya.
Permainan warna dengan menggunakan krayon, cata
air, arang, lilin, kapur, dan lain-lain. )

2) Tulisan horisontal (tahap linear)
3) Menulis acak
4) Menulis nama bilangan
Mencontoh angka 1 10.
Menulis angka 1 10


Kapan kita boleh mengajarkan
membaca?

Saat yang tepat untuk mengajari anak membaca,
tentu saat anak telah memiliki kesiapan untuk
membaca (reading readiness).

Menurut Burns dan kawan-kawan, kesiapan membaca
pada anak dapat dirangsang dengan memberikan
pengalaman pramembaca. Kita mengenalkan satau
atau lebih bagian membaca kepada anak sehingga
timbul ketertarikan yg kuta untuk membaca.

Kapan kita mulai memberi
pengalaman pra membaca?

Jim Trelease yg terkenal dengan bukunya The Read-
Aloud Handbook, menunjukkan bahwa pengalaman
pra membaca bisa kita berikan sejak anak lahir.
Kebiasaan yg dimulai sejak bayi bisa menjadi pola
belajar apabila kita merawat kebiasaan itu dengan
baik.

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN DASAR
BERHITUNG UNTUK AUD

1. Kemampuan memahami bahwa satu obyek
berhubungan dengan obyek lainnya dan dapat
dipasangkan
2. Pengetahuan terhadap strategi dalam berhitung yang
berkaitan dengan menjumlah dan mengurangi
3. Pengetahuan terhadap strategi dalam berhitung yang
berkaitan dengan menjumlah dan mengurangi
4. Kemampuan dasar yang berkaitan dengan ukuran
5. Mulailah dari sekarang !

Anda mungkin juga menyukai