Anda di halaman 1dari 1

1.

Suatu contoh tanah dalam keadaan basah mempunyai berat volume 2 gr/cc, dan berat
jenis 2,67 gr/cc, kadar air = 12 %, berat jenis air raksa 13,6 gr/cc.
Hitunglah :
a. Berat volume kering, kadar pori, angka pori dan derajat kekenyangan tanah,
b. Kadar air tanah jika tanah dalam keadaan kenyang air.

2. Jika tanah pada soal No. 1 mempunyai batas cair 45 % dan batas plastis 30 %. Tentukan
kondisi tanah berdasarkan indeks konsistensinya, baik pada keadaan asli maupun dalam
keadaan kenyang air.

3. Hasil pengujian Standar Proctor dari suatu tanah dengan berat jenis 2,6 gr/cm
3
didapat
hasil sbb :

Kadar air (%) Berat volume tanah (gr/cm
3
)
9,60
11,00
12,50
14,00
16,00
18,00
19,00
1,80
1,90
1,96
2,045
2,10
2,05
2,01

a. Gambarkan grafik hubungan antara berat volume kering tanah dan kadar air,
dan tentukan berapa
kmax
dan
opt.

b. Hitunglah besarnya kadar pori, angka pori, dan derajat kekenyangan tanah
tersebut pada kondisi kadar air = kadar air optimum.

4. Suatu tanah dalam keadaan asli di lapangan mempunyai angka pori 1,2 dan kadar air 8%.
Berat jenis tanah 2,65 gr/cm
3
. Pada pengujian Proctor digunakan mold dengan volume =
1 liter. Pada saat tanah didalam mold mencapai kepadatan maksimum dan kadar air
optimum, berat tanah = 1,92 kg. Setelah dikeringkan berat tanah = 1,6 kg.

a. Apakah yang dimaksud dengan kepadatan maksimum dan kadar air optimum?
b. Berapa kadar air optimum (OMC) dan kepadatan maksimum tanah tersebut?
c. Berapa banyak volume air (dalam cc) yang harus ditambahkan pada setiap 1
liter tanah asli agar dicapai OMC
d. Berapa % pengurangan volume tanah asli, jika tanah tersebut dipadatkan
hingga mencapai 95% kepadatan Proctor?
e. Berapa kadar air tanah asli jika tanah tersebut kenyang air?.


Catatan :
Kerjakan di kertas HVS bukan kertas bergaris.