Anda di halaman 1dari 4

Konsep Nyeri sendi

1. Pengertian
Sendi adalah suatu ruangan, tempat satu atau dua tulang berada saling berdekatan.
Sendi adalah pertemuan antara dua tulang atau lebih, sendi memberikan adannya
segmentasi pada rangka manusia dan memberikankemungkinan variasi pergerakan di
antara segmen-segmen serta kemungkinan variasi pertumbuhan ( Chairudin Rasjad ).
2. Etiologi
Penyebab utama penyakit nyeri sendi masih belum diketahui secara pasti. Biasanya
merupakan kombinasi dari faktor genetik, lingkungan, hormonal dan faktor sistem
reproduksi. Namun faktor pencetus terbesar adalah faktor infeksi seperti bakteri,
mikroplasma dan virus. Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab nyeri
sendi , yaitu:
a. Mekanisme imunitas
Penderita nyeri sendi mempunyai auto anti body di dalam serumnya yang di kenal
sebagai faktor rematoid nti body nya adalah suatu faktor antigama globulin(IgM) yang
bereaksi terhadap perubahan IgG titer yang lebih besar 1:100, Biasanaya di kaitkan
dengan Vaskulitis dan prognosis yang buruk.
b. Faktor metabolik
Faktor metabolik dalam tubuh erat hubungannya dengan proses auto imun.
c. Faktor genetik serta faktor pemicu lingkungan
Penyakit nyeri sendi terdapat kaitannya dengan pertanda genetik. Juga dengan
masalah lingkungan, Persoalan perumahan dan penataan yang buruk dan lembab juga
memicu pennyebab nyeri sendi.


d. Faktor usia
Degenerasi dari organ tubuh menyebabkan usia lanjut rentan terhadap penyakit baik
yang bersifat akut maupun kronik.
3. Patofisiologi
Pemahaman mengenai anatomi normal dan fisiologis persendian diartrodial atau
sinovial merupakan kunci untuk memahami patofisiologi penyakit nyeri sendi. Fungsi
persendian sinovial adalah gerakan. Setiap sendi sinovial memiliki kisaran gerak tertentu
kendati masing-masing orang tidak mempunyai kisaran gerak yang sama pada sendi-sendi
yang dapat digerakkan. Pada sendi sinovial yang normal. Kartilago artikuler membungkus
ujung tulang pada sendi dan menghasilkan permukaan yang licin serta ulet untuk gerakan.
Membran sinovial melapisi dinding dalam kapsula fibrosa dan mensekresikan cairan
kedalam ruang antara-tulang. Cairan sinovial ini berfungsi sebagai peredam kejut (shock
absorber) dan pelumas yang memungkinkan sendi untuk bergerak secara bebas dalam arah
yang tepat.
Sendi merupakan bagian tubuh yang sering terkena inflamasi dan degenerasi yang
terlihat pada penyakit nyeri sendi. Meskipun memiliki keaneka ragaman mulai dari
kelainan yang terbatas pada satu sendi hingga kelainan multi sistem yang sistemik, semua
penyakit reumatik meliputi inflamasi dan degenerasi dalam derajat tertentu yang biasa
terjadi sekaligus. Inflamasi akan terlihat pada persendian sebagai sinovitis. Pada penyakit
reumatik inflamatori, inflamasi merupakan proses primer dan degenerasi yang merupakan
proses sekunder yang timbul akibat pembentukan pannus (proliferasi jaringan sinovial).
Inflamasi merupakan akibat dari respon imun.
Sebaliknya pada penyakit nyeri sendi degeneratif dapat terjadi proses inflamasi yang
sekunder. Sinovitis ini biasanya lebih ringan serta menggambarkan suatu proses reaktif,
dan lebih besar kemungkinannya untuk terlihat pada penyakit yang lanjut. Sinovitis dapat
berhubungan dengan pelepasan proteoglikan tulang rawan yang bebas dari karilago
artikuler yang mengalami degenerasi kendati faktor-faktor imunologi dapat pula terlibat
(Smeltzer).
4. Anatomi

Gambar 2.1 Perbandingan sendi lutut normal dan nyeri sendi

Sistem muskuloskeletal bekerja membuat gerakan dan tindakan yang harmoni sehingga
manusia menjadi seorang yang bebas dan mandiri. Sistem muskuloskeletal terdiri dari
kerangka, sendi, otot, ligamentum dan bursa. Kerangka membentuk dan menopang tubuh,
melindungi organ penting dan berperan sebagai penyimpanan mineral tertentu seperti
kalsium, magnesium, dan fosfat. Rongga medula tulang adalah tempat utama yang
memproduksi sel darah. Otot memberikan kekuatan untuk menggerakkan tubuh, menutup
lobang luar dari sistem gastrointestinal dan saluran kencing serta meningkaykan produksi
panas untuk menjaga kontrol temperatur.
5. Fisiologi
Tulang tulang dalam tubuh dihubungkan satu sama lain dengan sendi atau artikulasi
yang memungkinkan berbagai macam gerakan. Berapapun besarnya gerakan yang
mungkin dilakukan, ada tiga macam sendi : sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Sendi
sinartrosis adalah sendi yang tidak dapat digerakkan, misalnya adalah sendi pada
tengkorak. Sendi amfiartrosis seperti sendi pada vertebra dan simfisis pubis,
memungkinkan gerakan terbatas. Tulang dipisahkan oleh tulang rawan fibrus. Sendi
diartrosis adalah sendi yang mampu digerakkan secara bebas. Pada sendi yang dapat
digerakkan, ujung persendian tulang ditutupi oleh tulang rawan hialin yang halus.
Persendian tulang tersebut dikelilingi oleh selubung fibrus kuat kapsul sendi. Kapsul
dilapisi oleh membran, sinofium, yang mengsekresi cairan pelumas dan peradam getaran
kedalam kapsul sendi. Maka, permukaan tulang tidak dapat kontak langsung. Pada
beberapa sendi sinovial, terdapat diskus fibrokartilago diantara permukaan tulang rawan
sendi. Ligamaen (pita jaringan ikat fibrus) mengikat tulang dalam sendi. Ligamen dan
tendon otot, yang melintasi sendi, menjaga stabilitas sendi. Pada beberapa sendi, ligamen
antara sendi (mis. Ligamen krusiatum di lutut) terletak di dalam kapsul sendi dan
memperkuat stabilitas sendi. Bursa adalah suatu kantung yang berisi cairan sinovial yang
terletak dititik pergeseran tendon, ligamen dan tulang di siku, lutut, dan beberapa sendi
lainnya (Smetzer).
6. Manifestasi klinik
Ada banyak sekali sebab mengapa persendian sakit, nyeri sendi dapat
merupakan gejala tunggal atau menjadi bagian banyak gejala lain yang di
alami . Manifestasi nyeri sendi dapat bervariasi, seperti kelembutan atau
tidak nyaman ketika di sentuh, pembengkakan, peradangan, kekakuan,
atau pembatasan gerakan.
8. Penatalaksanaan
Sendi yang meradang di istirahatkan selama eksaserbasi, periode-periode
istirahat setiap hari, kompres panas dan dingin bergantian, aspirin, obat
anti-inflamasi nonsteroid lainnya, atau steroid sistemik, pembedahan
untuk mengeluarkan membran sinovium (Corwin, 2001).