Anda di halaman 1dari 26

KONSTITUSI &

KONSTITUSIONALISME
MOH. SALEH
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA
2013
ISTILAH
Istilah konstitusi dikenal sejak Kekaisaran Romawi
(Roman Empire) yang dimaksudkan sebagai the act
of legislation by the emperor.
Pada masa Yunani Kuno tergambar dari
pembedaan politeia dan nomoi oleh Aristoteles.
Politeia dipadankan dengan konstitusi dan nomoi
dengan undang-undang biasa.
PENGERTIAN KONSTITUSI
Berasal dari kata jus atau ius (bahasa latin) yang
berarti hukum atau prinsip.
Pembedaan Istilah Konstitusi dan UUD :
a. Inggris : Constitution
b. Belanda : Constitutie & Grondwet
c. Jerman : Verfassung & Grundgesetz
d. Perancis : Droit Constitutionelle & Loi
Constitutionelle
Menurut Brian Thompson a constitution is a
document which contains the rules for the operation of
an organization.



SEJARAH KONSTITUSI
WARISAN YUNANI KUNO
Plato : our whole state is an limitation of the best
and nobest life.
Aristoteles : the organization of a polis, in respect of
its offices generally, but especially in respect of the
particular office which is sovereign in all issues.
Aristoteles masih melihat hukum sebagai bagian
dari negara yang tergambar dalam bukunya
Rhetorica.
Pada masa Cicero dalam bukunya De Re Publica
mengatakan bahwa negara disebut sebagai kreasi
hukum (a bond of law atau vinculum juris).
Tidak ada perubahan yang mendasar dalam sejarah
perkembangan teori politik seperti yang
digambarkan dari Aristoteles ke Cicero.

WARISAN CICERO (ROMAWI KUNO)
Pada abad ke-2 : A lex is what the people olders and
has established.
Empat abad kemudian : A lex is what the roman
people was accustomed to establish when initiated
by a senatorial magistrate such as a consul.
Konstitusi mulai difahami berada di luar bahkan di
atas negara.
Sejak Romawi juga dibedakan antara jus publicum
dan jus privatum.
Manusia dikonsepsikan oleh Cicero sebagai legal
animal bukan sebagai polical animal.
Pada masa Romawi terkenal semboyan : Princep
Legibus Solutus Est, Salus Publica Suprema Lex
(Rajalah yang berhak menentukan struktur negara
karena dialah satu-satunya pembuat UU).

WARISAN ISLAM
Muncul Piagam Madinah (Al Shahifah atau Madinah
Charter atau The Constitution of Medina) pada 622
M.
Piagam Madinah ini dapat disebut Konstitusi tertulis
pertama dalam sejarah.
Terdapat 13 pihak yang mengikat dalam social
contract atau Piagam Madinah. Terdapat 47 Pasal.
Dunia Islam menjadi sumber inspirasi pertama bagi
perkembangan demokrasi, terumatama pada
pembentukan Piagam Madinah dan pergantian
kepemimpinan.




GAGASAN KOSNTITUSI MODERN
Menurut Brian Thompson a constitution is a
document which contains the rules for the operation of
an organization.
Konstitusi United States of America 1787 dianggap
konstitusi modern yang tertulis pertama.
Beberapa negara yang tidak punya konstitusi tertulis
sampai sekarang : Inggris, Israel, dan Saudi Arabia.
Persoalan yang penting dalam konstitusi adalah
pengawasan dan pembatasan terhadap kekuasaan.
Berlakunya konstitusi tergantung pada kekuasaan
tertinggi atau prinsip kedaulatan yang dianut dalam
negara. Oleh para ahli disebut constituent power.
Konstitusi yang dihasilkan oleh constituent power
disebut constituent act yang menjadi landasan otoritas
sehingga melahirkan hierarchy of law.



TEORI KONSTITUSI
Konstitusi merupakan resultante (hasil kesepakatan)
sesuai dengan kebutuhan ideologi, politik, ekonomi,
sosial, budaya, pertahanan dan keamanan (KC.
Wheare, The modern constitution, 1975)
Konstitusi bukan masalah salah dan benar karena
merupakan pilihan politik berdasarkan resultante
(Mahfud MD, 2010).
Untuk lebih memaksimalkan materi konstitusi,
haruslah dibentuk Komisi Konstitusi dan hasilnya
disahkan oleh MPR (Mahfud MD, 2010).



TINGKATAN PENGERTIAN
KOSNTITUSI
Pengertian sosio-politis
Mencerminkan keadaan sosio-politik masyarakat
sebagai bentuk kesepakatan politik yang tercermin
dalam prilaku nyata secara kolektif.
Pengertian yuridis
Bentuk kesepakatan poliitik diberlakukan dalam
perumusan normatif dan dipaksakan melalui sanksi.
Pengertian Peraturan tertulis
Sebagai pengaruh dari aliran kodifikasi untuk
mencapai kesatuan hukum (rechtseineheid),
kesederhanaan hukum (rechtsvereenvoundinging),
dan kepastian hukum (rechtszekerheid).


4 KELOMPOK PENGERTIAN
KONSTITUSI
1. Dalam Arti Absolut (Absoluter Verfassungsbegriff)
2. Dalam Arti Relatif (Relativer Verfassungsbegriff)
3. Dalam Arti Positif (der positive Verfassungsbegriff)
4. Dalam Arti Ideal (Idealbegriff der Verfassung)

KONSTITUSI DALAM ARTI ABSOLUT
1. Sebagai cermin dari faktor kekuasaan yang nyata
(de reele machtsfactoren)
2. Sebagai forma dari bentuk negara (forma-
formarum).
3. Sebagai faktor integrasi dalam arti kepemimpinan,
objektif, dan fungsional (factor integratie).
4. Sebagai norma dasar (grund norm)
5. Jaminan terhadap kepentingan golongan tertentu
(arti materiil)
6. Dibuat melalui prosedur yang khusus ( arti formal)
7. Sebagai produk keputusan politik tertinggi (arti
positif)
8. Sebagai jaminan HAM (arti ideal)

THE VALUES OF THE CONSTITUTION
Values merupakan hasil penilaian atas
pelaksanaan norma-norma dalam suatu konstitusi
dalam kenyataan praktik.
Karl Loewenstein membedakan the values of the
constitution menjadi 3 :
1. Normative values (Dilaksanakan dalam praktik)
2. Nominal values (Tidak dilaksanakan)
3. Semantical values (sebatas jargon atau
gincu politik).

SIFAT KONSTITUSI
1. Luwes (Flexible) dan kaku (rigid)
2. Tertulis dan tidak tertulis
3. Formal dan meteriil.

TUJUAN DAN HAKIKAT KONSTITUSI
1. Keadilan (Justice)
2. Kepastian (Certainty atau zekerheid)
3. Perwujudan nilai-nilai ideal seperti
kemerdekaan dan kesejahtyeraan umum.


4 TUJUAN BERNEGARA
DALAM UUD 1945
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia;
2. Memajukan kesejahteraan umum,
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia

KEBERLAKUAN KONSTITUSI

CONSTITUENT POWER


CONSTITUENT ACT


THE STATE ORGANS AND
POWERS

KONSTITUSIONALISME
1. Konstitutionalisme adalah pembatasan
kekuasaan negara melalui konstitusi.
2. Basik pokok konstitusionalisme adalah
persetujuan bersama (general consensus) di
antara rakyat mengenai bangunan negara
yang diidealkan.


KONSENSUS DALAM
KONSTITUSIONALISME MODERN
1. Kesepakatan tentang tujuan atau cita-cita
bersama (the general goals of society or
general acceptance of the same philosophy of
goverment)
2. Kesepakatan tentang The Rule of Law
sebagai landasan pemerintahan (the basic of
government)
3. Kesepakatan tentang bentuk konstitusi dan
prosedur ketatanegaraan (the form of
institution and prosedures)

FUNGSI KONSTITUSI
1. Penentu & pembatas kekuasaan organ negara
2. Pengatur hubungan kekuasaan antar organ
negara
3. Mengatur hubungan kekuasaan antar organ
negara dengan warga negara
4. Pemberi atau sumber legitimasi terhadap
kekuasaan negara atau kegiatan
penyelenggaraan kekuasaan negara
5. Penyalur atau pengalih kewenangan dari
sumber kekuasaan yang asli kepada organ
negara

Lanjutan
6. Simbolik sebagai pemersatu (symbolik of
Unity)
7. Simbolik sebagai rujukan identitas dan
keagungan kebangsaan (Identity of Nation)
8. Simbolik sebagai pusat upacara (Center of
Ceremony)
9. Sarana pengendalian masyarakat baik dalam
arti sempit di bidang politik maupun arti luas di
bidang politik, sosial, dan ekonomi.
10.Sarana perekayasa dan pembaruan
masyarakat (Social engineering atau social
reform).

PERUBAHAN KONSTITUSI
Perubahan dalam arti luas bermakna penggantian dan
perubahan.
Tiga bentuk tradisi perubahan Konstitusi :
a. Perubahan dengan memasukkan materi baru ke
dalam naskah konstitusi, seperti Perancis, Belanda,
Jerman, Indonesia UUD 1945 perubahan
b. Mengganti konstitusi lama dengan konstitusi baru,
misalnya Indonesia dengan KRI 1949 & UUDS 1950.
c. Perubahan konstitusi yang terpisah dari naskah
aslinya. Sehingga disebut amandemen kesatu, kedua
dan seterusnya, seperti di Amerika Serikat.
Perubahan konstitusi ada yang bersifat flexible & rigid.
Flexible dan rigid kadang dikaitkan dengan penafsiran.
Makin abstrak isi konstitusi, maka makin flexible
penafsirannya. Begitupun sebaliknya.



PERUBAHAN KONSTITUSI
PERANCIS
Usul dapat berasal dari Presiden, Perdana Menteri dan
anggota Parlemen
Jika usul dari Pemerintah atau perorangan anggota
parlemen, Rancangan harus mendapat persetujuan
kedua kamar dan baru dinyatakan berlaku seteleh
mendapat persetujuan rakyat melalui referendum.
Jika berasal dari Pemerintah, tidak perlu melalui
referendum jika Presiden menghendaki mengajukan ke
parlemen. Perubahan disahkan dengan dukungan 3/5
suara konggres.
Perubahan tidak dapat dilakukan jika dianggap
mengancam integritas wilayah negara
Article 89 bahwa bentuk pemerintahan Republik
dikecualikan atau tidak boleh dijadikan objek
perubahan.



PERUBAHAN KONSTITUSI
IRLANDIA
Perubahan hanya dapat dilakukan melalui
Constituent Power
Perubahan harus mendapat persetujuan kedua
kamar parlemen Irlandia dan dapat dinyatakan
berlaku seteleh mendapatkan persetujuan rakyat
melalui Referendum.




PERUBAHAN UUD 1945
NEGARA KESATUAN INDONESIA
UUD 1945 pernah mengalami pergantian dan
perubahan
Pergantian terjadi dari UUD 1945 ke Konstitusi
RIS 1949 dan menjadi UUDS 1950 dan kembali
lagi ke UUD 1945 Proklamasi.
Perubahan terjadi dari UUD 1945 Proklamasi
menjadi UUD NRI 1945 hasil perubahan 1999,
2000, 2001, dan 2002.
Prosedur Perubahan UUD NRI 1945 harus
diusulkan 1/3 dari jumlah anggota MPR.
Sidang dihadiri minimal 2/3 dan disetujui minimal
50% + 1 dari seluruh anggota MPR
Bentuk Negara Kesatuan dikecualikan dari
perubahan.




IRIAN JAYA
MALUKU
E.NUSA TENGGARA W.NUSA TENGGARA
BALI
E.JAVA
C.JAVA
DI YOGYAKARTA
C.SULAWESI
JAMBI
RIAU
PAPUA
S.KALIMANTAN
S.SULAWESI
W.JAVA
LAMPUNG
N.SUMATRA