Anda di halaman 1dari 107

Presented By:

Donny Fahamsyah
M Miftahul Ilmi
1
Surabaya, 26 - 28 Agustus 2014



PT SURVEYOR INDONESIA (Persero)
AGENDA
DASAR HUKUM
KLASIFIKASI BARANG/JASA
KONSEP PERHITUNGAN TKDN
TKDN BARANG
TKDN JASA
TKDN GABUNGAN BARANG/JASA
BOBOT MANFAAT PERUSAHAAN
VERIFIKASI TKDN
HARGA EVALUASI AKHIR (HEA)
SANKSI
DAFTAR INVENTARISASI B/J DN


LOGO
DASAR HUKUM
Perpres : No. 70 Tahun 2012
Tentang
Perubahan Kedua atas
Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010
Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Inpres No. 2 Tahun 2009
Tentang
Penggunaan Produksi Dalam Negeri
Dalam Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah
Permenperin No. 02/2014
Tentang
Pedoman Penggunaan
Produksi
DN Dalam Pengadaan
B/J Pemerintah
Permenperin No. 16/2011
Tentang
Ketentuan dan Tatacara
Perhitungan
TKDN dan BMP
Permenperin
No.57/M-IND/PER/6/2006
Ttg Penunjukan Surveyor
Pelaksana Verifikasi
Peraturan TKDN lainnya:
1. PTK 007 Rev 2 (Migas)
2. Permenperin No. 54/2012
(ketenagalistrikan)
3. Permen Kominfo No.
41/2009 & No. 14/2010
DASAR HUKUM
Permenperin No. 49/2009
Tentang
Pedoman Penggunaan
Produksi
DN Dalam Pengadaan
B/J Pemerintah
Permenperin No.
102/2009
Tentang
Perubahan atas
Permenperin No. 49/2009
KETENTUAN TKDN INPRES NO. 2
/2009
Bagian Kedua:
Dalam rangka mengoptimalkan penggunaan barang/jasa
hasil produksi dalam negeri dalam pengadaan barang/jasa
pemerintah, agar berpedoman dan mengacu pada
Pedoman Peningkatan Penggunaan Barang/Jasa Produksi
Dalam Negeri yang ditetapkan oleh Menteri Perindustrian

KETENTUAN TKDN PERPRES NO.
70/2012
Pasal 96;
(1) Dalam Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa,
Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat
Daerah/Institusi lainnya wajib:
memaksimalkan Penggunaan Barang/Jasa hasil produksi dalam negeri,
termasuk rancang bangun dan perekayasaan nasional dalam
Pengadaan Barang/Jasa;
memaksimalkan pengunaan Penyedia Barang/Jasa nasional; dan
memaksimalkan penyediaan paket-paket pekerjaan untuk usaha
mikro dan usaha kecil termasuk koperasi kecil
(2) Kewajiban K/L/D/I sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
dilakukan pada setiap tahapan Pengadaan Barang/Jasa mulai
dari persiapan sampai dengan penyelesaian
perjanjian/Kontrak
KETENTUAN TKDN PERPRES NO.
70/2012
Pasal 97;
(1) Penggunaan produk dalam negeri sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 96 ayat (1) huruf a, dilakukan sesuai besaran
komponen dalam negeri pada setiap Barang/Jasa yang
ditunjukkan dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN).
(2) Produk Dalam Negeri wajib digunakan jika terdapat
Penyedia Barang/Jasa yang menawarkan Barang/Jasa dengan
nilai TKDN ditambah nilai Bobot Manfaat Perusahaan (BMP)
paling sedikit 40.

Barang Peserta
Lelang
TKDN
(%)
BMP
(%)
TKDN +
BMP
(%)
Produksi
DN
A 35 0 35
Produksi
DN
B 26 14 40
Produksi
DN
C 25 10 35
Produksi
DN
D 10 10 20
Impor E 0 0 0
Impor F 0 0 0
Barang
impor tak
bisa ikut
lelang
CONTOH TKDN + BMP 40%

Barang Peserta
Lelang
TKDN
(%)
BMP
(%)
TKDN+
BMP
(%)
Produksi
DN
A 35 0 35
Produksi
DN
B 30 5 35
Produksi
DN
C 25 10 25
Produksi
DN
D 10 10 20
Impor E 0 0 0
Impor F 0 0 0
Barang Impor
masih bisa ikut
lelang
CONTOH TKDN + BMP < 40%
KETENTUAN TKDN PERPRES NO.
70/2012
Pasal 97;
(4) Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana
dimaksud pada ayat (3), hanya dapat diikuti oleh penyedia
Barang/Jasa produksi dalam negeri sepanjang penyedia
Barang/Jasa tersebut sesuai dengan spesifikasi teknis yang
dipersyaratkan, harga yang wajar dan kemampuan
penyerahan hasil Pekerjaan dari sisi waktu maupun jumlah.
(5) TKDN mengacu pada Daftar Inventarisasi Barang/Jasa
Produksi Dalam Negeri yang diterbitkan oleh Kementerian
yang membidangi urusan perindustrian..
KETENTUAN TKDN PERPRES NO.
70/2012
Pasal 97;
(1) Penggunaan produk dalam negeri sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 96 ayat (1) huruf a, dilakukan sesuai besaran
komponen dalam negeri pada setiap Barang/Jasa yang
ditunjukkan dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri
(TKDN).
(2) Produk Dalam Negeri wajib digunakan jika terdapat
Penyedia Barang/Jasa yang menawarkan Barang/Jasa dengan
nilai TKDN ditambah nilai Bobot Manfaat Perusahaan (BMP)
paling sedikit 40.
KETENTUAN HEA PERPRES NO.
70/2012
Pasal 98;
(1) Preferensi Harga untuk Barang/Jasa dalam negeri
diberlakukan pada Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai
pinjaman luar negeri melalui Pelelangan Internasional..
(2) Preferensi Harga untuk Barang/Jasa dalam negeri
diberlakukan untuk Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai
rupiah murni, dengan ketentuan sebagai berikut:
sampai dengan 31 Desember 2013, untuk Pengadaan Barang/Jasa
bernilai diatas Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah);
mulai 1 Januari 2014, untuk Pengadaan Barang/Jasa bernilai diatas
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
KETENTUAN HEA PERPRES NO.
70/2012
Pasal 98;
(2a) Preferensi Harga untuk Barang/Jasa dalam negeri
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, berlaku
terhadap produk yang diprioritaskan untuk dikembangkan,
yang ditetapkan oleh Menteri yang menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang perindustrian setelah mendapat
pertimbangan dari menteri/pimpinan lembaga teknis terkait.
(3) Preferensi Harga hanya diberikan kepada Barang/Jasa
dalam negeri dengan TKDN lebih besar atau sama dengan
25%.
(4) Barang produksi dalam negeri sebagaimana dimaksud
pada ayat (3), tercantum dalam Daftar Inventarisasi
Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri yang dikeluarkan oleh
Menteri yang membidangi urusan perindustrian.
KETENTUAN HEA PERPRES NO.
70/2012
Pasal 98;
(5) Preferensi harga untuk Barang produksi dalam negeri
paling tinggi 15%.
(6) Preferensi harga untuk Pekerjaan Konstruksi yang
dikerjakan oleh Kontraktor nasional adalah 7,5% harga
penawaran terendah dari Kontraktor asing.
KETENTUAN HEA PERPRES NO.
70/2012
Pasal 98;
(7) Harga Evaluasi Akhir (HEA) dihitung dengan ketentuan
sebagai berikut:
a. preferensi terhadap komponen dalam negeri Barang/Jasa adalah
tingkat komponen dalam negeri dikalikan preferensi harga;
b. preferensi harga diperhitungkan dalam evaluasi harga penawaran
yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan teknis, termasuk
koreksi aritmatik;
(6) Preferensi harga untuk Pekerjaan Konstruksi yang
dikerjakan oleh Kontraktor nasional adalah 7,5% harga
penawaran terendah dari Kontraktor asing.
HEA : Harga Evaluasi Akhir
KP : Koefisien Preferensi (Tingkat Komponen
Dalam Negeri dikali Preferensi tertinggi barang/jasa)
HP : Harga Penawaran (Harga Penawaran yang
memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi)


HEA = x HP


1
1 + KP
PERHITUNGAN HEA
Sumber : Perpres No. 70/2012, Pasal 98 ayat 7c
Pasal 98;
c. perhitungan Harga Evaluasi Akhir (HEA) adalah sebagai berikut:
KETENTUAN HEA PERPRES NO.
70/2012
Pasal 98;
(8) Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan
HEA yang sama, penawar dengan TKDN terbesar adalah
sebagai pemenang.
(9) Pemberian Preferensi Harga sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), tidak mengubah Harga Penawaran dan hanya
digunakan oleh ULP untuk keperluan perhitungan HEA guna
menetapkan peringkat pemenang Pelelangan/Seleksi
KETENTUAN TKDN
PERMENPERIN NO. 15/2011
Pasal 2;
Ketentuan penggunaan produk dalam negeri dalam
pengadaan barang/jasa pemerintah berlaku bagi:
a. Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan K/L/D/I yang pembiayaannya
baik sebagian atau seluruhnya bersumber dari APBN/APBD;
b. Pengadaan Barang/Jasa untuk investasi di lingkungan Bank Indonesia
(BI), Badan Hukum Milik Negara(BHMN} dan Badan Usaha Milik
Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang
pembiayaannya sebagian atau seluruhnya dibebankan pada
APBN/APBD; dan
c. Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang pembiayaannya melalui
pola kerjasama antara Pemerintah dengan Badan Usaha.
KETENTUAN TKDN
PERMENPERIN NO. 15/2011
Pasal 3;
TKDN meliputi TKDN pada barang, jasa, dan gabungan barang dan jasa.
Pasal 4;
TKDN barang untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah merujuk pada
Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Neger; yang diterbitkan
oleh Kementerian Perindustrian
Pasal 5;
TKDN jasa untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ditentukan melalui
penghitungan TKDN oleh Penyedia Jasa.
Pasal 6;
KDN gabungan barang dan jasa untuk Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
ditentukan melalui penghitungan TKDN oleh Penyedia Barang dan Jasa.
KETENTUAN TKDN
PERMENPERIN NO. 15/2011
Pasal 16;
1. Nilai TKDN barang hasil verifikasi berlaku selama 2 (dua)
tahun.
2. Hasil verifikasi terhadap nilai TKDN jasa dan TKDN gabungan
barang dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan
Pasal 6 berlaku pada setiap lelang/kontrak.
3. Nilai TKDN barang hasil verifikasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) ditandasahkan oleh Pejabat yang ditunjuk oleh
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian.
4. Dalam hal verifikasi terhadap nilai TKDN barang dilakukan
sebelum habis masa berlaku sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), berlaku hasil verifikasi yang baru dengan masa
berlaku selama 2 (dua) tahun.


LOGO
www.ptsi..com
KLASIFIKASI
BARANG/JASA

BARANG

Diserahkan dan menjadi milik
pengguna barang
JASA
(Alat Kerja)
Dipakai sebagai layanan jasa
tetapi tetap dimiliki Penyedia
Jasa (hanya sebagai alat kerja)
PRODUK
IDENTIFIKASI PRODUK
Preferensi
Barang & Jasa
berbeda
Penentuan KDN
& KLN untuk
Barang & Jasa
berbeda
Barang = 15%
Jasa = 7,5%
terhadap Kontraktor Asing
Barang (Material & Barang
Jadi) di-treatment sebagai
Country of Origin
Jasa (Alat Kerja) ditreatment
sebagai Kepemilikan
1
2
Klasifikasi diperlukan karena :
KLASIFIKASI BARANG/JASA
Produk
Tunggal
TKDN BARANG
(MASS PRODUCT)
TKDN LELANG BARANG
ATAU
GABUNGAN BARANG &
JASA
BARANG
Multi
Produk
IDENTIFIKASI BARANG
Contoh:


Pompa
Jika lelang sewa
2 unit POMPA
selama 2 tahun
Jika lelang nya
pengadaan
2 unit POMPA
Barang


Jasa


Baju
Jika Penjahit Baju
menjahit dan
menyiapkan Bahan
Jasa


Jika Penjahit Baju
hanya menjahit saja
dan Bahan dari
pengguna
Barang


IDENTIFIKASI PRODUK
Komputer
Jika lelang nya
pengadaan
20 unit komputer
Jika lelang nya
rental service
12 unit komputer
???


???


Mobil
Jika Pabrik melakukan
fabrikasi dan
menyiapkan
materialnya
???


Jika material dari
pengguna, pabrik
hanya membuat saja.
???


Contoh:


IDENTIFIKASI PRODUK
LOGO
www.ptsi..com
KONSEP
PERHITUNGAN
TKDN
KDN KLN
Berdasarkan
BIAYA PRODUK
KDN
KDN KLN
%TKDN X 100% =
Barang
Jasa
Gabungan barang/jasa
(Proyek)
Terdiri dari:
1. Material
2. Tenaga Kerja
3. Alat Kerja
Produk
KONSEP PERHITUNGAN TKDN
1.Material
Ketentuan
TKDN
2.Tenaga
Kerja
3. Alat
Kerja
KDN KLN
KDN KLN
KDN KLN
Dibuat LN, TKDN 0% Dibuat DN, TKDN 0% - 100%
NEXT SLIDE.
KETENTUAN TKDN
DN
LN
Dimiliki ..
Dibuat ............
LN DN DN+LN LN DN DN+LN
%TKDN .. 100%
75%
75%+ 25%
proporsional
Saham DN
100% 0%
proporsional
saham DN
1 2
3 4 5
6
KETENTUAN TKDN BARANG
DN
LN
Dimiliki ..
Dibuat ............
LN DN DN+LN LN DN DN+LN
%TKDN .. 100%
75%
75%+ 25%
proporsional
Saham DN
75% 0%
proporsional
saham DN
1 2
3 4 5
6
Alat Kerja Permen No. 49/2009
Alat Kerja Permen No. 15/2011
Berinvestasi di Indonesia
Berlokasi di Indonesia
Berproduksi di Indonesia
SYARAT PERUSAHAAN
PRODUKNYA BISA DIHITUNG TKDN
LOGO
www.ptsi..com
TKDN BARANG
TKDN Barang dihitung berdasarkan biaya produksi
sbb :
% TKDN Barang =
Biaya Produksi Total Biaya Produksi LN
Biaya Produksi Total
x 100%
RUMUS TKDN - BARANG
STRUKTUR HARGA BARANG
1. BIAYA MATERIAL LANGSUNG (Variabel)
2. BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG (Variabel)
3. BIAYA TIDAK LANGSUNG (Factory Overhead) (Variabel + Tetap)
_____________________________________________________+
4. BIAYA PRODUKSI (Cost to Make) (Variabel + Tetap)

5. BEBAN PEMASARAN (Marketing Expenses)
6. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (G&A Expenses)
_________________________________________+
7. HARGA POKOK PENJUALAN (Cost of Goods Sold)

8. KEUNTUNGAN DAN PAJAK (Profit & Tax)
_________________________________________+
9 . HARGA JUAL (Selling Price)
10. TRANSPORTASI DAN PERGUDANGAN
_________________________________________+
11 . HARGA FOB
KETENTUAN PERHITUNGAN
TKDN BARANG
Sumber : Permen Perindustrian No. 16 tahun 2011
Pasal 3;
1) Perhitungan TKDN barang dilakukan terhadap setiap jenis
barang.
2) Jenis barang merupakan barang yang diproduksi berdasarkan
proses produksi dan bahan baku (material) yang sama.
Pasal 4;
1) Perhitungan TKDN barang dilakukan sampai dengan produsen
tingkat 2.
2) TKDN barang tingkat dua dinyatakan 100%, apabila:
barang tingkat dua diproduksi di dalam negeri;
harga barang tingkat dua di bawah 3% (tiga persen) dari biaya
produksi barang tingkat satu; dan
akumulasi harga seluruh barang tingkat dua sebagaimana
dimaksud pada huruf b maksimal 10% (sepuluh persen) dari total
biaya barang tingkat satu.
KETENTUAN PERHITUNGAN
TKDN BARANG
Sumber : Permen Perindustrian No. 16 tahun 2011
Pasal 4;
3) Apabila dalam penelusuran terhadap barang tingkat dua
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdapat barang/
komponen yang berasal dari barang tingkat tiga yang dibuat di
dalam negeri, TKDN barang/komponen dari barang tingkat tiga
dimaksud dinyatakan 100% (seratus persen).
Tenaga
Kerja
TKDN Barang
Alat Kerja
Material
Biaya
Produksi
Barang
Keuntungan &
PPn Jual
Overhead
Perusahaan
Transportasi,
Handling,
Asuransi dan
Biaya lainnya
dalam rangka
serah terima
Barang Jadi
Transportasi, Handling,
Asuransi dan Biaya lainnya
dalam rangka serah terima
Bahan Baku
DIHITUNG
TIDAK
DIHITUNG
STRUKTUR HARGA TKDN BARANG
BATASAN BIAYA
Biaya dihitung
sampai di lokasi
pabrik/workshop
BAHAN
BAKU/MATERIAL
BIAYA TIDAK
LANGSUNG
PABRIK
TENAGA KERJA
Penelusuran dilakukan sampai dengan produsen tingkat 2.
Contoh:
KABEL : NYM
Wire Rod
PVC Copper
Alumunium
Plastik
Kayu
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Packaging Insulator
PE
Marking
PENELUSURAN LAYER
TKDN Kabel NYM = 60/120
TKDN = 50%

DN LN
10
5 15
25 25
10 10
Biaya Produksi
60 60 120
Saham 50:50
Tenaga
Kerja
Bahan
Baku
Alat
Kerja
10
20
50
20
10
Total
TKDN 25%
5 5
TKDN 50%
TKDN 50%
10 5 5
TKDN 50%
CONTOH TKDN KABEL
CONTOH SERTIFIKAT
CONTOH BIAYA BARANG
43
FORMULIR REKAPITULASI TKDN BARANG
DAFTAR INVENTARISASI B/J
PRODUKSI DN
Daftar barang/ jasa
produksi dalam
negeri
Acuan bagi
Penyedia /
Pengguna barang
dalam pelaksanaan
lelang.
Diperbarui dan
dievaluasi setiap
tahun
Disebarluaskan
oleh Kementerian
Perindustrian
WEBSITE PRODUK DN
http://tkdn.kemenperin.go.id/
MENGHITUNG TKDN BARANG
F O R M ISIAN TKDN BARANG
LOGO
www.ptsi..com
TKDN
GABUNGAN
BARANG
% TKDN Gabungan Barang =
Biaya KDN Gabungan Barang x 100%
Biaya Total Gabungan Barang
PENGADAAN GABUNGAN BARANG
Pengadaan paket gabungan barang terdiri dari beberapa jenis
poduk.
Jenis produk yang diikutsertakan bisa berupa gabungan:
Produk Lokal (Dalam Negeri)
Produk Impor (Luar Negeri)
Produk Lokal dan Produk Impor

Penelusuran dilakukan sampai dengan Penyedia Barang / Jasa tingkat 3.
Contoh:
Pengadaan
Pipa Baja
Pipa Baja
LSAW
Pipa Baja
ERW
Pipa Baja
API
Cat Pelat Kawat Las
Produk Tingkat 1
(Layer 1)
Produk Tingkat 2
(Layer 2)
Produk Tingkat 3
(Layer 3)
STRUKTUR HARGA GABUNGAN
BARANG
Barang B
Barang C
Barang A
Biaya
Pengadaan
Barang
LAMPIRAN 3.2 : REKAPITULASI FORMULIR ISIAN PENILAIAN SENDIRI CAPAIAN TINGKAT KOMPONEN
DALAM NEGERI BARANG DAN JASA PRODUKSI DALAM NEGERI ( BARANG MULTI PRODUK )
FORMULIR 3.2
Penyedia Barang/Jasa

: PT. Bening Sejati
Alamat : Jl. Jend Sudirman 007
Paket Pengadaan Multi Produk :
Pengadaan Pipa dan
Pompa

Pengguna Barang : Pemda Kabupaten XX
No. Dokumen : 557/Pemda/XX

Uraian
PENILAIAN OLEH PRODUSEN
Biaya Barang Multi Produk
TKDN Multi Produk
(%)
Biaya KDN Biaya KLN Biaya Total

1. Barang Multi Produk 1.920.000,00 1.730.000,00 3.650.000,00 52,60
Capaian Nilai TKDN diatas dinyatakan sendiri (self assessment) oleh PT. Bening Sejati
Formulasi Perhitungan :
% TKDN Barang Multi Produk =
Biaya Total Barang Multi Produk - Biaya KLN Barang Multi Produk
X 100%
Biaya Total Barang Multi Produk
% TKDN Barang Multi Produk =
Biaya KDN Barang Multi Produk
X 100%
Biaya Total Barang Multi Produk
PERHITUNGAN TKDN GABUNGAN
BARANG
TKDN Barang
Multi Produk
FORMULIR REKAPITULASI TKDN
GABUNGAN BARANG
MENGHITUNG TKDN GABUNGAN
BARANG
F O R M ISIAN TKDN
GABUNGAN BARANG
LOGO
www.ptsi..com
TKDN JASA
TKDN Jasa dihitung berdasarkan biaya jasa sbb :
RUMUS TKDN - JASA
% TKDN Jasa =
Biaya Jasa Total Biaya Jasa LN
Biaya Jasa Total
x 100%
Harga Jasa Kontrak/PO
Pajak/PPN Keuntungan
Total Biaya
Operasional Jasa
Biaya tidak langsung
Perusahaan (Overhead)
Biaya Jasa
Manajemen Proyek
& Perekayasaan
Alat Kerja/ Fasilitas
Kerja
Konstruksi &
Fabrikasi
Jasa Umum
STRUKTUR HARGA
JASA
BATASAN BIAYA
1. Manajemen
Proyek dan
Perekayasaan
Biaya dihitung
sampai di SITE
3. Konstruksi dan
Fabrikasi
4. Jasa Umum
2. Alat
Kerja/Fasilitas
Kerja
KETENTUAN PERHITUNGAN
TKDN JASA
Sumber : Permen Perindustrian No. 16 tahun 2011
Pasal 9;
1) TKDN jasa dihitung pada setiap kegiatan penyediaan jasa.
2) Perhitungan TKDN barang dilakukan sampai dengan jasa
tingkat 2.
3) Apabila dalam penelusuran terhadap jasa tingkat dua terdapat
komponen yang berasal dari jasa tingkat tiga yang
dilaksanakan oleh Penyedia Jasa dalam negeri, TKDN
komponen dari jasa tingkat tiga dimaksud dinyatakan 100% .
Penelusuran dilakukan sampai dengan Penyedia Jasa tingkat 2.
Contoh:
Jasa Pengangkutan Udara (Kargo)
Jasa Pengangkutan Udara (Kargo)
Jasa Cargo
Handling
Jasa Penyewaan
Gudang
Jasa Pengurusan
Dokumen
Tingkat 1
Tingkat 2
Tingkat 3
Jasa Suplai
Bahan Bakar
Jasa Penyewaan
Pesawat
TKDN = 100%
Jika
dilaksanakan
Penyedia Jasa
Dalam Negeri
PENELUSURAN BIAYA
TKDN Sewa Kapal = 367/725
TKDN = 50,62%

DN LN
12 8
300 300
50 50
Biaya Produksi
367 358 725
Dimiliki 50% WNI
Material
Jasa
Penyewaan
Kapal
20
600
100
5
Total
5
Alat
Kerja
Tenaga
Kerja
Jasa
Umum
Persh Asuransi DN
CONTOH BIAYA JASA
FORMULIR REKAPITULASI TKDN JASA
MENGHITUNG TKDN JASA

F O R M ISIAN TKDN JASA
LOGO
www.ptsi..com
TKDN GAB.
BARANG/JASA
TKDN Gabungan Barang/Jasa dihitung berdasarkan
biaya gabungan barang/jasa sbb :
RUMUS TKDN GABUNGAN
BARANG/JASA
% TKDN Jasa =
Biaya Jasa Total Biaya Jasa LN
Biaya Jasa Total
x 100%
% TKDN Gabungan =
Biaya Gabungan Biaya Gabungan LN
Biaya Gabungan
x 100%
Harga Jasa
Kontrak/PO
Pajak/PPN Keuntungan
Total Biaya
OperasiJasa
Biaya tidak
langsung
Perusahaan
(Overhead)
Biaya Gab
Biaya Barang
Material
Langsung
Peralatan
Biaya Jasa
Manajemen
Proyek&Pereka
yasaan
Alat
Kerja/Fasilitas
Kerja
Konstruksi &
Fabrikasi
Jasa Umum
STRUKTUR HARGA GABUNGAN
BARANG/JASA
BATASAN BIAYA
2. Peralatan
(Barang Jadi)
3. Manajemen
Proyek dan
Perekayasaan
4. Alat Kerja /
Fasilitas Kerja
Biaya dihitung
sampai di SITE
1. Material
Langsung
(Bahan Baku)
5. Konstruksi &
Fabrikasi
6. Jasa Umum
Penelusuran dilakukan untuk masing2 kelompok sub Total biaya
Barang & sub Total biaya Jasa, Contoh : Pembangunan Gardu
Induk
PEMBANGUNAN GARDU INDUK
Transformator
Struktur
Baja
Pondasi
Penelusuran sesuai
TKDN Barang
JASA
Kabel
Jasa
Konstruksi
Jasa Instalasi
BARANG
Penelusuran sesuai
TKDN Jasa
CONTOH BIAYA GABUNGAN
BARANG/JASA
FORMULIR TKDN GABUNGAN
F O R M ISIAN TKDN
GABUNGAN BARANG/JASA
MENGHITUNG TKDN GABUNGAN
BARANG/JASA
LOGO
www.ptsi..com
VERIFIKASI TKDN
Sebelum Proses Lelang
Proses Lelang
Setelah
Proses Lelang
WAKTU PENILAIAN & VERIFIKASI
- Verifikasi yang dilakukan pada saat lelang
apabila terjadi dispute TKDN : sanggahan/keraguan
panitia lelang.
- Nilai TKDN hasil verifikasi hanya berlaku untuk
lelang yang bersangkutan saja.
- Verifikasi yang dilakukan pada saat kontrak berjalan
- Untuk memastikan kesesuaian antara komitmen
dengan realisasi dan optimalisasi produksi DN
- Nilai TKDN hasil verifikasi hanya berlaku untuk
kontrak yang bersangkutan saja
-Verifikasi yang dilakukan setelah kontrak selesai dilakukan
- Untuk memastikan kesesuaian TKDN komitmen dengan realisasi
- Nilai TKDN hasil verifikasi hanya berlaku untuk kontrak yang
bersangkutan saja.
- Verifikasi yang dilakukan utk industri barang dalam negeri yang
mempunyai fasilitas produksi.
- Masa berlaku sertifikat 2 tahun diterbitkan Kemenperin
Verifikasi
TKDN
1.
Mass
Produk
2.
Lelang
3.
Monitoring
Kontrak
4.
Post Audit
LINGKUP TKDN
METODE PENILAIAN
Self Assessment
Verifikasi
Penyedia Barang & Jasa
Surveyor Independent
PROSEDUR SERTIFIKASI TKDN -
BARANG
Ya
Tidak
Pengajuan Permohonan
Sertifikasi TKDN
- Penelaahan Permohonan
- Perhitungan Biaya Sertifikasi
Penawaran Biaya Sertifikasi
Menelaah Penawaran
dari PT.SI
Setuju ? Revisi Penawaran
Penerbitan KO /
Konfirmasi Order
Menerima KO
Menandatangani KO
- Opening Meeting
- Verifikasi Layer 1 dan Layer 2
( Verifikasi Dok & Lapangan)
Laporan dan Tanda Sah
Menerima Tanda Sah
TKDN ( Asli)
Tanda Sah Kemenperin
Perusahaan PT. Surveyor Indonesia Kemenperin
Menerima Tanda Sah TKDN
(Copy)
KETENTUAN DOKUMEN
PENDUKUNG TKDN
Pada Saat Pelaksanaan Verifikasi TKDN diperlukan
dokumen pendukung sbb :
Penilaian Sendiri/Self Assessment (Rekapitulasi dan
Lampirannya) Capaian TKDN untuk produk yang
bersangkutan

Fakta-fakta berupa invoice/penawaran untuk
mendukung data-data yang ada pada Penilaian Sendiri
/Self Assessment
JENIS DOKUMEN

Description


Dokumen pendukung

Keterangan
Tenaga Kerja 1. KTP / Passport Tenaga kerja yang terlibat
2. Slip gaji / surat pernyataan gaji bermaterai yang ditandatangani
dan stempel pejabat yang berwenang
3. Untuk biaya-biaya jasa terkait personel harus disertai dokumen
pendukung.
Surveyor
melakukan
verifikasi
berdasarkan
dokumen
pendukung yang
diserahkan.
Keabsahan
dokumen
pendukung menjadi
tanggung jawab
penyedia barang
dan jasa .
Alat Kerja (Dimiliki
Sendiri)
1. Akte perusahaan terakhir
2. Invoice pembelian alat kerja
3. perhitungan depresiasi alat kerja (berdasarkan laporan
keuangan tahun terakhir perusahaan yang di ttd pejabat
berwenang dan bermaterai atau yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik).
Alat Kerja (Disewa) 1. Quotation sewa alat kerja
2. Akte pendirian Perusahaan yang menyewakan alat tersebut
Bahan baku/Material 1. PO/Quotation/invoice penawaran material
2. Mill Certficate
3. Sertifikat TKDN Mass Produk dari Deperin (jika belum ada, dapat
membuat self assesment sesuai aturan yang berlaku berikut
dokumen pendukungnya).
Jasa Pendukung 1. PO/Quotation/invoice penawaran jasa
2. Akte Vendor

KETENTUAN KLN
LOGO
www.ptsi..com
HARGA EVALUASI
AKHIR (HEA)
Pemberian Preferensi Harga digunakan Panitia Lelang untuk
keperluan perhitungan Harga Evaluasi Akhir (HEA) dan tidak
mengubah harga penawaran.

Apabila terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan
Harga Evaluasi Akhir (HEA) yang sama, pemenang
diberikan kepada penawar dengan Capaian TKDN terbesar.
H E A = X H P H P= Harga Penawaran
Kp = Koefisien Preferensi
Kp = TKDN (%) x Preferensi (%)
1
1 + Kp
HARGA EVALUASI AKHIR
(HEA)


Penyedia
Brg/Jasa

Harga Penawaran
(Rp)

TKDN (%)

HEA (Rp)

Peringkat
A 1.050.000.000 60 II
B 1.150.000.000 50 III
C 1.025.000.000 25 I
1
HEA = -------------- X HP ; HP = harga penawaran Kp = koef. preferensi
1 + Kp Kp = TKDN X preferensi
Catatan: Untuk Pengadaan barang dalam negeri dgn preferensi 15%.
CONTOH - HEA
PENGADAAN BARANG

Kp = TKDN (%) X preferensi (%)

Kp A = 60% x 15% = 0,09
Kp B = 50% x 15% = 0,075
Kp C = 25% x 15% = 0,0375


HEA A = ------------ X 1.050.000.000 = 963.302.752
HEA B = -------------- X 1.150.000.000 = 1.069.767.442
HEA C = -------------- X 1.025.000.000 = 987.951.807
PERHITUNGAN - HEA
PENGADAAN BARANG

1
HEA = -------------- X HP ; HP = harga penawaran Kp = koef. preferensi
1 + Kp Kp = TKDN X preferensi



Penyedia
Brg/Jasa

Harga Penawaran
(Rp)

TKDN (%)

HEA (Rp)

Peringkat
A 1.050.000.000 60 963.302.752 II I
B 1.150.000.000 50 1.069.767.442 III
C 1.025.000.000 25 987.951.807 I --- II
PERHITUNGAN - HEA
PENGADAAN BARANG



Nama
Perusahaan
Status
Perusahaan
Penawaran
( dalam Juta Rupiah )
TKDN Preferensi
Barang Jasa Total Barang Jasa Barang Jasa
A Nasional 730,000 10,000 740,000 30.00% 100.00% 15.00% 0.00%
B Nasional 730,000 7,000 737,000 25.00% 50.00% 15.00% 0.00%
C Asing 718,000 8,000 726,000 10.00% 20.00% 15.00% 0.00%
Preferensi harga untuk Pekerjaan Konstruksi yang dikerjakan oleh Kontraktor
nasional adalah 7,5% (tujuh koma lima perseratus) diatas harga penawaran
terendah dari Kontraktor asing
CONTOH - HEA PEKERJAAN
KONSTRUKSI
1
HEA = -------------- X HP ; HP = harga penawaran Kp = koef. preferensi
1 + Kp Kp = TKDN X preferensi
1 1
HEA PT. A = --------------------- X 730.000 + -------------------- X 10.000
1 + (30%x15%) 1 + (100%x0%)

= 698.564,6 + 10.000 = 708.564,6
1 1
HEA PT. B = --------------------- X 730.000 + ------------------- X 7.000
1 + (25%x15%) 1 + (50%x0%)

= 703.614,5 + 7.000 = 710.614,5
PERHITUNGAN - HEA
PEKERJAAN KONSTRUKSI



Nama
Perusahaan
Status
Perusahaan
HEA Barang & Jasa
( dalam Juta Rupiah )
Preferensi
kontraktor
Nasional
HEA Kontraktor
Nasional
( dalam Juta
Rupiah )
Barang HEA Barang Jasa HEA Jasa
HEA Gabungan
Barang/Jasa
A Nasional 730,000 698,564.59 10,000.00 10,000.00 708,564.59
7,5% x
726.000,00 =
54.450,00
654,114.59
B Nasional 730,000 703,614.46 7,000.00 7,000.00 710,614.46 656,164.46
C Asing 718,000 718,000.00 8,000.00 8,000.00 726,000.00 726,000.00
Harga Penawaran
Asing Terendah
CONTOH - HEA PEKERJAAN
KONSTRUKSI
KETENTUAN TKDN PERPRES NO.
70/2012
Pasal 98;
(8) Dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan
HEA yang sama, penawar dengan TKDN terbesar adalah
sebagai pemenang.
(9) Pemberian Preferensi Harga sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), tidak mengubah Harga Penawaran dan hanya
digunakan oleh ULP untuk keperluan perhitungan HEA guna
menetapkan peringkat pemenang Pelelangan/Seleksi
LOGO
www.ptsi..com
SANKSI
KETENTUAN SANKSI PERPRES
NO. 70/2012
SANKSI

Pasal 118 :
Ayat 1 huruf f : Sanksi bagi Penyedia barang/jasa
Berdasarkan hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99
ayat 3 ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam penggunaan barang/jasa
produksi dalam negeri.
Pasal 118 Ayat 2 :
Sanksi Administrasi
Pencantuman dalam Daftar Hitam

Pasal 119 :
Perbuatan atau tindakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 118 ayat 1
huruf f selain dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud dalam pasal 118
ayat 2 huruf a dan b dikenakan sanksi Finansial
KETENTUAN SANKSI
PERMENPERIN NO. 16/2011
TATA CARA PENGHITUNGAN SANKSI FINANSIAL
(Pasal 15)

(1) Penyedia Barang/Jasa yang dengan sengaja menyediakan Barang/Jasa
dengan nilai TKDN realisasi pelaksanaan yang tidak sesuai dengan nilai
TKDN Penawaran dikenakan sanksi finansial.
(2) Sanksi finansial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung
berdasarkan perbedaan antara nilai TKDN Penawaran dengan nilai TKDN
realisasi pelaksanaan dikalikan dengan Harga Penawaran, dengan
perbedaan nilai TKDN maksimal sebesar 15% (lima belas persen).
Penyedia
Barang/
Jasa
Penawaran Pelaksanaan
Harga
Penawaran
(Ribu Rp)
TKDN
Kontrak
HEA
(Ribu Rp)
TKDN Realisasi
Selisih TKDN X Harga
Penawaran
Sanksi
(Ribu Rp)
PT. ABC
110,000,000 80% 98,214,286 70% 10% X 110,000,000 11,000,000
110,000,000 80% 98,214,286 50% 15% X 110,000,000 16,500,000
110,000,000 80% 98,214,286 5% 15% X 110,000,000 16,500,000
Sanksi :
Besarnya Sanksi yang dikenakan kepada PT. ABC adalah :
(80% - 70%) x Rp. 110,000,000 = Rp. 11,000,000
(80% - 5%) x Rp. 110,000,000 = Rp. 16,500,000 (Max 15% dari Harga Penawaran)
CONTOH SANKSI FINANSIAL
Sanksi Maks
adalah 15% dari
Harga Penawaran
LOGO
www.ptsi..com
BOBOT MANFAAT
PERUSAHAAN
BMP Maksimum = 15%
Obyek yang dinilai :
No Obyek yang Dinilai Bobot Maks.
1. Memberdayakan Usaha Mikro dan Kecil
termasuk Koperasi Kecil melalui kemitraan
30% dari 15% (=4,50%)
2. Kepemilikan sertifikat:
- kesehatan, keselamatan kerja (30%);
- pemeliharaan lingkungan (70%)
20% dari 15% (=3,00%)
3. Pemberdayaan Masyarakat/Lingkungan 30% dari 15% (=4,50%)
4. Fasilitas Pelayanan Purna Jual 20% dari 15% (=3,00%)
BOBOT MANFAAT PERUSAHAAN
(BMP)
- Min. Rp 500 Jt 5%
- Setiap Kelipatan Rp 500 Jt 5%
- Tidak Ada 0%
- Ada 20%
- Minimal Rp 250 Jt 3%
- Setiap kelipatan Rp 250 Jt 3%
- Investasi Min. Rp 1 Milyar 5%
- Setiap kelipatan Rp 1 Milyar 5%
Memberdayakan Usaha Mikro dan Kecil
termasuk Koperasi Kecil melalui
kemitraan
KRITERIA BOBOT
Pemberdayaan Masyarakat / Lingkungan
Fasilitas Pelayanan Purna Jual
Kepemilikan sertifikat:
- kesehatan, keselamatan kerja (30%)
- pemeliharaan lingkungan (70%)
FAKTOR PENENTUAN BOBOT PERUSAHAAN
KRITERIAN PENILAIAN BMP
BATASAN WAKTU DATA UNTUK
BMP
Untuk Memberdayakan Usaha Mikro dan Kecil termasuk
Koperasi Kecil melalui kemitraan, serta pemberdayaan
masyarakat / lingkungan adalah satu tahun fiskal terakhir
sebelum diverifikasi.
Untuk kepemilikan sertifikat kesehatan dan keselamatan kerja
(K3) dan sertifikat pemeliharaan lingkungan adalah pada saat
diverifikasi sertifikat tersebut masih berlaku.
Fasilitas Pelayanan Purna Jual adalah dari mulai melakukan
investasi sampai dengan tahun fiskal terakhir sebelum
diverifikasi.

PRODUK
CONTOH

CONTOH
LOGO
www.ptsi..com
DAFTAR
INVENTARISASI
DAFTAR INVENTARISASI
1. Bahan Penunjang Pertanian
2. Mesin & Peralatan Pertanian
3. Mesin & Peralatan
Pertambangan
4. Mesin & Peralatan Migas
5. Alat Berat, Konstruksi dan
Meterial Handling
6. Mesin dan Peralatan Pabrik
7. Bahan Bangunan/Konstruksi
8. Logam & Barang Logam
9. Bahan / Barang Kimia
10.Peralatan Elektronika


11 Peralatan Kelistrikan
12 Peralatan Telekomunikasi
13 Alat Transpor
14 Bahan / Peralatan Kesehatan
15 Peralatan Laboratorium
16 Komputer dan Peralatan Kantor
17 Pakaian & Perlengkapan Kerja
18 Peralatan OR & Pendidikan
19 Sarana Pertahanan
20 Barang Lainnya
21 JASA ENGINEERING
PROCUREMENT & CONSTRUCTION
(EPC )
KELOMPOK BARANG
DAFTAR INVENTARISASI B/J
PRODUKSI DN
Daftar barang/ jasa
produksi dalam
negeri
Acuan bagi
Penyedia /
Pengguna barang
dalam pelaksanaan
lelang.
Diperbarui dan
dievaluasi setiap
tahun
Disebarluaskan
oleh Kementerian
Perindustrian
WEBSITE PRODUK DN
http://tkdn.kemenperin.go.id/
Daftar inventarisasi barang/jasa Produksi Dalam Negeri
dipublikasikan secara on-line pada situs internet
Kementerian Perindustrian
Daftar inventarisasi barang/jasa Produksi Dalam Negeri juga
dapat diterbitkan dalam bentuk buku atau CD-ROM
Daftar inventarisasi dalam bentuk buku atau CD-ROM
diperbarui dan dievaluasi setiap tahun
Dalam hal terdapat perbedaan nilai TKDN atau BMP antara
yang dipublikasikan secara On-Line dengan yang
dipublikasikan dalam bentuk buku atau CD-ROM, maka yang
berlaku adalah yang secara On-Line
Informasi lebih lanjut
dapat mengunjungi website Kementerian
Perindustrian

http://www.kemenperin.go.id

klik : Produksi Dalam Negeri
atau

http://tkdn.kemenperin.go.id
Donny Fahamsyah
d.fahamsyah@ptsi.co.id
donny_abie@yahoo.com
0852 8180 3165
M. Miftahul Ilmi
m.ilmi@ptsi.co.id
mmilmi@yahoo.com
0817 511 7183