Anda di halaman 1dari 6

BELAJAR ESTIMASI HARGA

Bagian 1 . Pengenalan
Pengertian Estimasi harga sesungguhnya sangat luas, Kita ambil contoh saat membeli
mobil bekas, sesorang yang telah berpengalaman dapat menentukan berapa kisaran harga
mobil tersebut untuk dapat dijual kembali dengan mudah dan untung, atau contoh lain
misalnya saat seseorang akan membeli rumah yang hendak dijual pemiliknya tidak dalam
kondisi butuh uang, maka yang bersangkutan dapat menentukan harga rumah tersebut sekian
rupiah. Demikian contoh-contoh estimasi harga secara luas Wah, emangnya yang dibahas
mengenai estimasi harga seperti itu di sini, ya tidak lah yau emangnya Saya punya sorum
mobkas ( amiiiiin aja dulu ahh..hehehehe ), atau makelar rumah ( amiiiinjuga ahh,
makelar sekaligus yang mbangun amiiinya Alllah ..), tidak,sekali lagi tidakEstimasi
yang akan dibahas di sini adalah estimasi harga dalam lingkup dunia konstruksi baik itu
untuk kepentingan kontraktor ( misalnya PT. Jaya Konstruksi, PT. Wijaya Karya, PT.
Rekayasa Indusri,dll ..Saya alumni di dua perusahaan yang disebutkan terakahir ) sebagai
yang membangun sesuatu, maupun dari sisi owner ( pemilik proyek misalnya PT. Pertamina,
PT. PLN, PT. PGN, dll ) yang memesan untuk membangunkan sesuatu, maupun dari sisi
investor ( pemilik modal,Sayaamiiiinhehehe jangan kaget, hanya bercanda*saat ini* )
yang menanamkan dananya ke owner untuk dibangunkan sesuatu oleh kontraktor. Disini kita
berfokus dulu ya ke sisi kontraktor kemudian sisi owner.
Pengertian Estimasi harga dari segi orang lapangan adalah menghitung harga
pekerjaan berdasarkan data-data yang valid yang dapat dipertanggung jawabkan baik berupa
data tertulis lengkap, maupun informasi lisan terpercaya dengan mempertimbangkan
berbagai faktor seperti ruang, waktu, tempat, kepentingan baik kepentingan jangka pendek,
menengah, maupun jangka panjang, faktor luar yang mempengaruhi secara langsung maupun
tidak langsung, dan terutama strategi apabila estimasi harga disini dalam rangka
memenangkan tender proyek. Lha,panjang amat, ..hehehehe.. itu aja udah di singkat kok
yaBaiklah, kata sederhananya Estimasi harga cukup 3 kata pertama yaitu menghitung
harga pekerjaan kok ( kok-nya ga dihitung ya hehehehe ).
Kemudian, komponen utama estimasi harga adalah jumlah unit satuan ( A ) dan harga
satuan ( B ). Sementara harga ( C ) sendiri adalah pengalian 2 komponen diatas. ( C = A x B
)Simpelkan..ya udah selesai..hehehe..becanda ya supaya ga bocenRasanya ga marem
atau ga afdol kalau tanpa contoh, baik contohnya adalah :
Pekerjaan pengelasan pipa 3 titik.
Datanya adalah, ukuran pipa carbon steel diameter12 inch dengan tebal standar.
Berapa biaya estimasi harga pengelasannya saja ?
Perhatikan disini, informasi yang dimiliki misalnya adalah bahwa harga satuan ( B )
pengelasan tiap diameter inch adalah Rp. 150 rb rupiah. Maka unit satuan yang dipakai
adalah diameter inch dengan jumlah unit satuan ( A ) adalah 36 dian inch. Nah lhodari
mana angka 36 itu.Angka 36 itu adalah :
A = 3 titik pengelasan x ukuran pipa 12 inch = 36 dia.inch.
Maka harga pengelasan piapa adalah :
C = A x B = 36 dia.inch x Rp. 150.000,- / dia.inch = Rp. 5,4 juta.
Pssssssssstjangan ngomong-ngomong ya..rahasia diantara kita aja..heheheheanda udah
dapat bocoran harga satuan yang merupakan rule of thumb ( apa lagi tuh rule of
thumb, tenang, anda simak saja terus serial mengenai belajar estimasi dari Saya)..
Gampangkanya iyalahtinggal ngali-ngali doangSD kelas 1 juga udah dapat 1 x
2 = 2hehehehehe.yang susah adalah memaksa diri untuk belajar ( ini agak serius)
dan tentu memperoleh rule of thumb-nyakarena butuh jam terbang ( emangnya
pilot..hehehe), pengorbanan, pertimbangan, strategi,lebay loe ahhh

BELAJAR ESTIMASI HARGA
Bagian 2 . Pengelompokan .
Setelah mengenal cara perhitungan sederhana dalam belajar estimasi harga, maka
sekarang waktunya untuk mengetahui lebih lanjut pengelompokan besar dalam estimasi
harga. Dalam Estimasi Harga di kenal 2 harga yaitu Harga Jual ( Selling Price ) dan Harga
Pokok Penjualan ( HPP / Bare Cost ).
Dalam estimasi harga baik estimasi harga tender, harga jual selain terdiri dari Harga
Pokok Penjualan, maka terdiri dari komponen keuntungan ( profit / Margin / GPM ), Biaya
Resiko ( Risk & Contigency ), dan biaya lain-lain berdasarkan kebijakan pengambil
keputusan ( decision maker ) dalam kondisi ini adalah Direktur baik Direktur Operasi /
Pemasaran atau atasan langsungnya yaitu Direktur Utama. Struktur biaya estimasi harga yang
diakumulasikan setiap perusahaan EPCC atau kontraktor dapat berbeda-beda terkait
komponen apa saja yang masuk ke dalam komponen selain HPP disini. Sering dan umum
dilakukan saat melakukan estimasi harga biaya lain-lain tersebut sudah dimasukkan ke dalam
HPP baik diinformasikan secara terang-terangan maupun tidak kepada estimator ( personal
yang bertugas melakukan estimasi harga )
Sebelum lebih lanjut belajar estimasi harga mari kita kelompokkan lagi Harga Pokok
Penjualan ( HPP / Bare cost ) yaitu terdiri dari Biaya Langsung ( Direct Cost ) , Biaya tidak
Langsung ( Indirect Cost ), dan Biaya Lain-Lain ( Others Cost ). Biaya langsung adalah
biaya-biaya yang terkait langsung dalam proses kerja / produksi seperti bahan / material,
peralatan / perlengkapan, kendaraan kerja , alat berat ( heavy lift equipment ), subcontractor (
baik biaya orang / manpower, bahan/material peralatan / perlengkapan, kendaraan kerja, alat
berat, dan lain-lain ), biaya transportasi ( logistic cost ) dan lainnya. Lho , kok komponen
dalam subcontractor biayanya sama dengan komponen biaya langsung dalam klasifikasi
Biaya Langsung, ya memang, bahkan yang dikatakan biaya tidak langsung bagi subcontractor
sendiri adalah biaya langsung bagi kontraktor utama ( main contractor ). Tenang jangan
bingung dulu ya, ikuti aja deh seterusnya tulisan mengenai belajar estimasi harga.
Sekarang kita masuk ke Biaya tidak Langsung ( Indirect Cost ). Biaya tidak langsung
adalah biaya-biaya yang tidak terkait langsung dengan proses kerja / produksi seperti biaya
orang ( manpower ) dan yang terkait dengan apa yang dibutuhkan oleh karyawan untuk
kepentingan produksi. Dalam estimasi harga tender, yang terkait dengan biaya orang adalah
gaji dan tambahannya ( benefit ) , juga yang termasuk didalamnya adalah biaya bangunan
kantor baik di pusat maupun di lokasi proyek ( Home Office & Site Office ), asrama karyawan
( camp ), dan hal lain secara lebih detil akan dibahas pada tulisan belajar estimasi harga
selanjutnya.
Setelah sekilas dibahas mengenai Biaya tidak Langsung ( Indirect Cost ) dalam
estimasi harga, sekarang kita bahas mengenai Biaya Lain-Lain ( Others Cost ). Biaya Lain-
Lain adalah biaya-biaya tambahan yang harus dipenuhi dalam rangka mendukung kegiatan
produksi, contohnya adalah biaya bunga bank ( cost of money ) apabila tambahan modal ingin
diperoleh sebagai pembiayaan produksi, asuransi , biaya jaminan ( Bonding Cost ), dan lain-
lain.
Secara grafis pengelompokan komponen biaya estimasi harga tender sebagai berikut :
Pada tulisan belajar estimasi harga selanjutnya akan di bahas pengelompokan harga
langsung ( direct cost ), nah ini adalah inti dari aktivitas estimasi harga tender. Kalau di dunia
kontruksi, ini adalah ujung tombak dari ketajaman dalam menentukan akumulasi estimasi
harga tender. Makin tajam estimasi harga langsung, makin kompetitiflah harga jual yang kita
ajukan pada waktu tender. Selamat belajar estimasi harga !
Salam hangat,
M. Riza Nazratannain, S.T, IWI
0817 6344 861
sheva_oce@yahoo.com; riza.nazratannain@gmail.com
FB: M Riza Nazratan Oce
http://belajarestimasi.wordpress.com

MENCARI DATA LAS - MASUKKAN KATA KUNCI -
ENTER


Custom Search
Cara Menghitung Kebutuhan Kawat Las
Salah satu tugas sales engineer adalah membantu langganan menghitung jumlah kebutuhan
kawat las dari suatu proyek. Kenapa ini menjadi penting ? Karena kadang kala, waktu yang
diberikan oleh pemilik proyek kepada para kontraktor untuk mengajukan penawaran sangat
pendek.
Untuk bisa membantu langganan menghitung jumlah kebutuhan kawat las, maka seorang
sales engineer harus bisa :
1. Membaca Gambar Teknik
2. Mengerti Kode pengelasan
3. Mengerti Cara menghitung Kebutuhan Kawat Las

MENGHITUNG BERAT LOGAM LAS PER METER


Untuk Menghitung Berat Logam Las persatuan panjang ( Meter ) yang perlu kita ketahui
adalah :
1. Luas area ( A )
2. Panjang Las ( L )
3. Tebal Logam Las (T )



Untuk kasus pada gambar diatas, maka kita dapat hitung :
Luas Permukaan ( A ) = x 8 x 8 mm = 32 mm2

Volume Las utk 1 meter panjang las ( V ) = A x L = 32 mm x 1000 mm = 32.000 mm3 = 32
cm3

Jadi,
Jika Berat Jenis Mild Steel = 7,85 gr/cm3, Maka
Berat Logam Las untuk 1 meter = 32 x 7,85 = 251,2 gram = 0,251Kg/Mtr.
Cara hitung ini berlaku untuk bentuk bentuk sambungan seperti : U type, Double V type
atau butt joint tanpa groove.
Hitungan diatas berlaku untuk sambungan tanpa Reinforcement. Jika ada Reinforcement,
maka jumlah kawat las ditambah sekitar 3%.

MENGHITUNG KEBUTUHAN KAWAT LAS
Untuk menghitung kawat las yang diperlukan digunakan rumus :

G ( Jumlah Kawat Las ) = GL x P / DE

GL = Berat Logam Las per Satuan Panjang ( Meter )
P = Jumlah Panjang Sambungan Las
DE = Deposition Efficiency
Apa sih Deposition Efficiency itu ??????
Deposition Effisiensi adalah perbandingan antara Jumlah Logam Las yang dihasilkan dengan
Jumlah kawat las yang dipakai dan dinyatakan dalam persen.

DE = Berat Logam Las ( Weld Metal ) / Berat Kawat Las yang dipakai ( Electrode Used )

Biasanya, data Deposition Efficiency ini dikeluarkan oleh masing-masing perusahaan
pembuat kawat las, namun secara rata-rata nilai rata-rata ( Average Value ) Deposition
Efficiency untuk masing-masing proses pengelasan adalah sebagai berikut:

Proses Pengelasan % Deposition Eff
SAW 99%
GMAW (98%Ar, 2% O2 ) 98%
GMAW (75% Ar, 25%CO2 ) 96%
GMAW ( 99,99% CO2 ) 93 %
Metal Core Wire 93%
FCAW ( Gas-Shielded ) 86%
FCAW ( Self Shielded ) 78%
SMAW ( Panjang 300 mm ) 59%
SMAW ( Panjang 350 mm ) 62%
SMAW ( Panjang 450 mm ) 66%

Catatan :
Untuk Process SMAW, sisa electrode yang terbuang 5 cm/Batang.
Jika kita kembalikan ke kasus diatas,
Berat Logam Las per Meter adalah : 0,251 Kg/Meter
Panjang las nya = 1000 m
Jumlah Logam las = 0,251 x 1000 = 251 Kg.

Jumlah kawat las yang harus dipesan sesuai dengan proses pengelasan yang dipakai adalah
sebagai berikut :
Proses Pengelasan Kawat Las yang
Dipesan ( Kg )
SAW 253 Kg
GMAW (98%Ar, 2% O2 ) 256 Kg
GMAW (75% Ar, 25%CO2 ) 261 Kg
GMAW ( 99,99% CO2 ) 270 Kg
Metal Core Wire 270 Kg
FCAW ( Gas-Shielded ) 292 Kg
FCAW ( Self Shielded ) 322 Kg
SMAW ( Panjang 300 mm ) 425 Kg
SMAW ( Panjang 350 mm ) 404 Kg
SMAW ( Panjang 450 mm ) 380 Kg

Catatan :
Untuk Process SMAW, sisa electrode yang terbuang 5 cm/Batang.



OLEH :
IR. DARMAYADI
General Manager
Sales and Marketing
PT. ADHIREKSA INTICOR
SPECIALIS

Beri Nilai