Anda di halaman 1dari 42

Konsep-konsep/Dasar-dasar

Epidemiologi
Sri Setiyarini
Tujuan Pembelajaran
Mnahasiswa memahami:
Pendekatan epidemiologi
Ukuran-ukuran dalam epidemiologi (Deskripsi
insidensi dan prevalensi)
Pendekatan epidemiologi
Keberhasilan epidemiologi



Epidemiologi mempelajari penyebab penyakit
dengan menggunakan penalaran
epidemiologi, terdiri atas :

Pendekatan Epidemiologi
1. Biasanya dimulai dng mendapatkan data
deskriptif
2. Menentukan ada tidaknya hubungan antar
satu faktor atau karakteristik dengan
terjadinya penyakit
3. Jika ditemukan Hubungan, Apakah
hubungan tersebut merupakan sebab
akibat ?



1. Epidemiologi Deskripif
mempelajari frekuensi, distribusi & perkembangan
masalah kesehatan pada populasi
2. Epidemiologi Analitik
mempelajari faktor-faktor yg menentukan distribusi
hubungan sebab akibat masalah kesehatan pd pop
3. Studi Interfensi / Eksperimen
Pendekatan Epidemiologi (2)
1. Pendekatan 1
Dengan model segitiga epidemiologi:
Menggambarkan adanya interaksi antara,
FAKTOR PENYEBAB (AGENT)
Ad faktor penyebab penyakit dapat berupa unsur
hidup atau mati yang terdapat dalam jumlah
berlebihan atau kekurangan.
Kelompok faktor penyebab :
A. Biologis
B. Kimia
C. Nutrisi
D. Mekanik
E. Fisik

FAKTOR PEJAMU (HOST)
USIA
JENIS KELAMIN
RAS
SOSEK
STATUS PERKAWINAN
PENYAKIT2
TERDAHULU
CARA HIDUP
HEREDITAS
NUTRISI
IMUNITAS :
= imunitas alamiah aktif
pasif
= imunitas didapat aktif
pasif
FAKTOR LINGKUNGAN
(ENVIRONMENT)
A. Lingkungan Fisik
B. Lingkungan Biologis
C. Lingkungan Sosial
D. Lingkungan Ekonomi
H A
E
= Sehat
H
A
E
= Sakit
H
A
E
= Sakit
2. Model Roda
Inti Genetik
(keturunan)
Manusia
Lingkungan
Lingkungan Sosial
Lingkungan Fisik
Lingkungan Biologis
3. Model Jaring-Jaring (sarang laba-laba)
F1
F2
F3
F4
F5
SAKIT
Manusia
Terjadinya penularan penyakit karena manusia kontak
dengan penyebab sakit, diantara penyebab sakitpun berin
teraksi untuk memperkuat/melemahkan terjadinya sakit
What Is The Unique Skill Of
Epidemiologists?
MEASURING
DISEASE
FREQUENCY IN
POPULATIONS
Ukuran Frekuensi
Bagaimana cara menyatakan besarnya
morbiditas dan mortalitas akibat penyakit?
Hitung (Counts)
Proporsi
Berapa bagian dari populasi yang mengalami peristiwa
(penyakit, kematian)?
Rates
Seberapa cepat terjadinya peristiwa?
Ukuran Frekuensi
Ukuran morbiditas
Prevalensi - proporsi
Cumulative incidence - proporsi
Incidence density - rate
Ukuran mortalitas
Mortality rate - proporsi
Standardized mortality (SMR)
B. Ukuran Morbiditas
1. Insidensi
Ukuran frekuensi kasus baru penyakit atau
kondisi pada populasi berisiko selama suatu
periode waktu

Asumsi: seluruh populasi pada awal studi telah
diikuti sepanjang interval waktu untuk terjadinya
penyakit atau kondisi yang diminati
Keterangan:
K = konstanta , misal 100.000
Angka Insidensi
Tiga elemen kunci:
1. Hanya kasus baru dimasukkan di dalam
pembilang
2. Populasi total berisiko pada penyebut
3. Elemen waktu periode waktu terjadinya kasus
baru
Secara umum, angka insiden terbagi:
1. Incidence rate
2. Attract rate
3. Secondary attract rate
Incidence rate (IR)
Adalah
jumlah penderita baru suatu penyakit yang ditemukan
pada jangka waktu tertentu (umumnya satu tahun)
dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mungkin
terkena penyakit baru tersebut pada pertengahan jangka
waktu yang bersangkutan dlm persen/permil


IR = jumlah penderita baru

jumlah penduduk yg mungkin terkena penyakit tsb
Menghitung Orang-Waktu
Jumlah subjek Lama pengamatan Orang-Tahun
20 10 200
10 9 90
8 8 64
3 7 21
1 1 1
42 376

Terdapat 5 kasus baru selama periode 10 tahun.
Incidence density 10 tahun = 5/376= 0.013298
Insidence density 10 tahun = 13.29 per 1000 orang tahun pengamatan
Atau bisa dinyatakan 1329.78 per 100,000 orang tahun
KASUS DBD DI DIY 2006 sd 2010
2166
2462
2147
2203
5103
25 26 21 16 31
Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010
Penderita Meninggal
Sumber : Seksi P2, Dinkes Provinsi DIY Tahun 2011
Attact Rate (AR)/
Cumulative Insidence
Adalah
Jumlah penderita baru suatu penyakit yang
ditemukan pada suatu saat dibandingkan jumlah
penduduk yang mungkin terkena penyakit pada
saat yang sama dlm persen/permil

Pada penyakit menular tertentu dengan masa tunas
yg pendek dapat dihitung attack rate (angka
serangan), misal pada wabah atau Kejadian Luar
Biasa (KLB) yg biasanya berlangsung tidak terlalu
lama (beberapa hari atau minggu saja).



Contoh
Suatu letusan (outbreak) yang melibatkan 16 kasus flu
babi, 6 perempuan, 10 laki-laki. Dalam kelompok dimana
terjadi letusan 14 orang perempuan dan 43 laki-laki.
Berapakan angka serangan diantara masing-masing jenis
kelamin dan seluruh anggota kelompok?
AR = jmlh penderita baru satu saat x 100% (1/1000)
jumlah penduduk yg mungkin penyakit tsb pd saat
itu
Secondary Attact Rate
Adalah
Jumlah penderita baru suatu penyakit yang terjangkit pada
serangan kedua dibandingkan dengan jumlah penduduk
dikurangi dengan yang telah pernah terkena [ada serangan
pertama dalam persen atau permil

Biasanya di hitung untuk suatu penyakit menular serta
populasi penduduk yang lebih kecil seperti keluarga
Manfaat Insidensi
Potret masalah penyakit ttt.
Angka beberapa periode dpt digunakan unt
memperkirakan kecenderungan dan fluktuasi
penyakit.
Pemantauan evaluasi upaya pencegahan dan
penanggulangan penyakit.
Perbndingan angka insiensi antar wilayah dan antar
waktu.
Perubahan angka insidensi dapat menunjukkan
adanya perubahan faktor2 penyebab penyakit, yaitu
fluktuasi alamiah dan adanya program pencegahan.

Manfaat ukuran insidensi
Dalam penelitian epidemiologi sebab
akibat
Perbandingan antara berbagai populasi
dengan pemamapan yg berbeda
Untuk mengukur besarnya risiko determinan
tertentu
Interprestasi = Makin besar angka insidensi
berarti makin besar masalah penyakit tsb.
PREVALENSI
Adalah frekuensi dari penyakit yang ada dalam
populasi pada titik waktu tertentu.
Terdapat 2 ukuran yaitu:
1. Point prevalens (prevalensi sesaat)
2. Periodic prevalence (prevalensi periodik)
tidak dapat digunakan dalam menentukan
penyebab penyebab dan akibat dinilai
dalam waktu bersamaan
>> perencanaan dan evaluasi program, cont:
penyakit menahun


Prevalensi = Insidensi X Durasi
Populasi berisiko
Kasus
insidensi
(baru)
Prevalensi
(existing cases)
Prevalensi meningkat
dengan bertambahnya
kasus baru
Prevalensi
menurun dengan
meninggalnya atau
sembuhnya kasus
Perbandingan
Populasi
berisiko
Jumlah
meninggal
Incidensi %
populasi
total
Semua penyebab
kematian
281,421,906 6,855/hari 0.002%
286/jam .0001%
857/3 jam .0003%
11 September, 2001 3053/3 jam .001%
Terdapat 3.6 kali lebih banyak kematian selama 3 jam pada
11/9/01 daripada perkiraan
a. Point prevalence, jumlah seluruh
penderita (lama+baru) yg ada pada
suatu saat tertentu




pengamatan/survey pada satu waktu
Berhubungan dengan insiden dan lamanya masa
sakit
Misal K = 100% (1/1000)

b. Periode prevalence, jlh seluruh penderita
(lama+baru) yg ada pada suatu periode
tertentu

Misal K = 100% (1/1000)
Fungsi / manfaat Prevalensi
Memberikan arahan pada populasi mana
sasaran utama/sasaran mencari kasus
Klp mana sasaran program kshtn tertentu
Perhitungan sarana dan biaya plyn kshtn
Memberikan kelompok prioritas pelayanan
kesehatan
Memudahkan pencarian kasus
Evaluasi program
Keterbatasan Prevalensi
Semua kasus dengan suatu penyakit pada suatu
titik waktu merupakan hasil dari:
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
penyakit
Faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan
hidup (survival)
Identifikasi siapa yang berpenyakit (definisi kasus)
Cara menemukan kasus (case ascertainment)
Penyebut (populasi berisiko)
Deaths,
Cured,
Lost...
Duration
Prevalence
Incidence
Merci Jean-Luc Grenier - CEPIQ98
Relationship between
Incidence, Prevalence and Disease
Duration
Figure 3-11 Relationship between incidence and prevalence: I.
Downloaded from: StudentConsult (on 2 October 2009 12:33 AM)
2005 Elsevier
Figure 3-12 Relationship between incidence and prevalence: II.
Downloaded from: StudentConsult (on 2 October 2009 12:34 AM)
2005 Elsevier
Figure 3-13 Relationship between incidence and prevalence: III.
Downloaded from: StudentConsult (on 2 October 2009 12:34 AM)
2005 Elsevier
Hubungan Prevalence dengan
Incidence
Angka prevalensi dipengaruhi oleh tingginya
insidensi dan lamanya penyakit.
Lamanya sakit adalah periode mulai
didiagnosa penyakit s/d penyakit tersebut
sembuh, mati atau kronis.
Hubungan keduanya, rumusnya sbb:


P = I x d
P = prevalence
I = incidence
d = duration of disease
Angka insiden dan prevalen
Dipengaruhi oleh:
-- Angka kematian, angka penyembuhan, keadaan
perawatan, keberhasilan pencegahan, dll

Digunakan untuk:
-- Menilai tingkat keberhasilan (pencegahan, perawatan,
pengobatan, dll)
Hubungan insiden dan prevalen
Angka insiden menurun, prevalen tetap
karena:
- Rasio penyembuhan meningkat
- Rasio kematian meningkat sehingga
masa sakit menurun
upaya pencegahan dan
penanggulangan penyakit kurang
berhasil
Hubungan insiden dan prevalen
Angka insiden menurun, angka prevalen tetap naik
karena:
- angka kesembuhan dan kematian menurun
- lama masa sakit bertambah
upaya pencegahan cukup berhasil walaupun
penyembuhan penderita kurang berhasil
Upaya pencegahan > lebih efektif spt vaksin

Hubungan insiden dan prevalen
Angka insiden dan prevalen menurun
karena:
keberhasilan pencegahan
menurunnya faktor risiko
angka kematian & kesembuhan tetap
Manfaat ukuran prevalensi
1. Menggambarkan tingkat keberhasilan
program pemberantasan penyakit
2. Penyusunan perencanaan pelayanan
kesehatan, misal obat, tenaga, ruangan
3. Menyatakan banyaknya kasus yg dapat
didiagnosis