Anda di halaman 1dari 10

9

PRAKTIKUM FISIKA DASAR



Judul Percobaan:
AYUNAN PUNTIR


Waktu Melakukan Percobaan:
Rabu, 4 Desember 2013


UNIVERSITAS NEGERI MANADO
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN MATEMATIKA
2013
9
I. IDENTITAS
Nama : Eklesia Lempoy Poku
NIM : 13 531 133
Kelas / Kelompok : A / 1
Jurusan : Matematika
Judul percobaan : Ayunan Puntir
Tanggal Melakukan Percobaan : 4 Desember 2013
Tanggal Memasukan Percobaan : 9 Desember 2013











9
II. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan konstanta puntir K dan koefisien kekenyalan (rigiditas) M dari suatu
kawat logam.

III. ALAT DAN BAHAN
1. Mistar
2. Mikrometer skrup
3. Stopwatch
4. Kawat logam
5. Plat logam/kayu
6. Statip
7. Busur

IV. DASAR TEORI
Bila suatu benda digantungkan pada kawat dan diputar pada bidang horizontal
(diberi simpangan sudut), kemudian dilepas, maka benda tersebut akan bergerak
harmonis.




L









Modulus benda (Bulk Modulus) adalah bilangan yang menggambarkan perubahan
volume benda yang elastis. Misalkan gaya diadakan pada permukaan benda secara
homogen dari semua arah tegak lurus. Modulus geser (M) adalah bilangan yang
menggambarkan perubahan bentuk benda yang elastis. Modulus geser merupakan hasil
bagi antara tegangan geser dengan regangan geser.
Periode osilasi gerak harmonis tersebut memenuhi persamaan:

T = 2

(1)

Dimana : T = Periode Osilasi
I = Momen kelembaman terhadap sumbu rotasi
K = Konstanta Puntir

9
Hubungan antara konstanta puntir dengan koefisien kekenyalan dinyatakan oleh
persamaan:

M =

. (2)

Dimana : L = Panjang Kawat
r = Jari-jari Kawat
M = Koefisien Kekenyalan
Sebuah partikel dikatakan berisolasi apabila bergerak secara periodik terhadap posisi
setimbangnya. Setiap gerak yang berulang dalam selang waktu tertentu disebut sebagai
periodik. Jika suatu benda (kawat) diberi simpangan (simpang sudut) dengan cara memutar
benda tersebut kemudian melepaskannya , maka benda tersebut akan terpuntir (bergerak
secara isolasi), dan benda juga akan mengalami gerak harmonik anguler, hal ini disebabkan
oleh gaya puntir dari benda itu sendiri.
V. JALANNYA PERCOBAAN
1. Menggantungkan benda pada suatu poros yang melalui pusat massa dan tegak lurus
pada bidang benda.
2. Mengukur panjang dan diameter kawat yang dipakai.
3. Memutar benda dengan sudut kecil = 20, kemudian melepaskan sehingga benda
terisolasi, dan mencatat waktu yang diperlukan untuk 10 ayunan.
4. Mengulangi langkah 3 untuk harga L yang berlainan.
5. Mengulangi percobaan untuk jenis kawat yang lain.

VI. HASIL PENGAMATAN

Diameter
Kawat
(cm)
Diameter
Benda
( cm )

L (cm)
t (s)
m ( gr ) t
1
t
2
t
3
0,034 0,392 26 44,66 44,62 44,55 110
0,013 0,598 20 24,62 24,44 24,55 596,9

Keterangan :
n = 10
= 20
0











9
VII. PENGOLAHAN DATA

Konversi satuan dalam ( SI )
a. Kawat
Diameter 1 : 0,034 cm = 0,00034 m = 3,4 x 10
-4
Diameter 2 : 0.013 cm = 0.00013 m = 1,3 x 10
-4
Panjang 1 : 26 cm = 0,26 m = 2,6 x 10
-1
Panjang 2 : 20 cm = 0,2 m = 2 x 10
-1

b. Beban

Diameter 1 (benda kecil) : 3,92 cm = 0,0392 m = 3,92 x 10
-2
Diameter 2 (benda besar) : 5,98 cm = 0,0598 m = 5,98 x 10
-2
Massa 1 (benda kecil) : 110 gr = 0,11 kg
Massa 2 (benda besar) : 596,9 gr = 0,5969 kg

Waktu rata-rata ( t )

a. Percobaan 1 (benda kecil)

=
()

=44,61 s

b. Percobaan 2 (benda besar)

=
()

=24,54 s

c. J ari-jari ( R )
1) Benda
a) Percobaan 1(Benda Kecil)

R

D =

3,92 x 10
-2
m = 1,96 x 10
-2
m

b) Percobaan 2 (Benda Besar)
R =

D =

5,98 x 10
-2
m = 2,99 x 10
-2
m
2) Kawat
a) Percobaan 1 ( Benda Kecil)

R =

D =

3,4 x
10-5
m = 1,7 x 10
-4
m

b) Percobaan 2 (Benda Besar)

R =

D =

1,3 x 10
-5
m = 0,65 x 10
-4
m

Periode (T)
a. Pada Benda Kecil dan L= 26 cm

T=

= 4,461 s
9

b. Pada Benda Besar dan L=20 cm

T =

= 2,454 s


KONSTANTA PUNTIR:
1. Pada Percobaan 1 (Benda Kecil)

=
()

( )

= 0,4187257539 x 10
-4
kg m
2
s
-2
= 0,42 x 10
-4
kg m
2
s
-2
= 4,2 x 10
-5
kg m
2
s
-2

2. Pada Percobaan 2 (Benda Besar)

=
()

( )

= 17,476597443 x 10
-4
kg m
2
s
-2
= 17,48 x 10
-4
kg m
2
s
-2
= 1,748 x 10
-3
kg m
2
s
-2


KOEFISIEN KEKENYALAN:

1. Pada Percobaan 1 (Benda Kecil)

=
(

) (

)
(

=0,8327742739 x 10
10
kg m
-1
s
-2

= 0,83 x 10
10
kg m
-1
s
-2
= 8,3 x10
9
kg m
-1
s
-2



2. Pada Percobaan 2 (Benda Besar)

=
(

) (

)
(

=12,474362059 x 10
12
kg m
-1
s
-2

= 12,47 x 10
12
kg m
-1
s
-2
= 1,247 x 10
13
kg m
-1
s
-2












9
VIII. PEMBAHASAN
Sebuah partikel dikatakan berisolasi apabila bergerak secara periodik terhadap
posisi setimbangnya.
Setiap gerak yang berulang dalam selang waktu tertentu disebut sebagai periodik
jika suatu benda (kawat) diberi simpangan (simpangan sudut) dengan cara memutar benda
tersebut kemudian melepaskannya, maka benda tersebut akan terpuntir (bergerak secara
isolasi), dan benda juga akan mengalami gerak harmonik anguler, hal ini disebabkan oleh
gaya puntir dari benda itu sendiri.
Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, maka diperoleh nilai konstanta puntir
(K) dan koefisien kekenyalan (M) dengan menggunakan sudut yang sama sebagai berikut.

Pada Percobaan 1 (Benda Kecil)
K = 4,2 x 10
-5
kg m
2
s
-2

M = 8,3 x10
9
kg m
-1
s
-2

Pada Percobaan 2 (Benda Besar)
K = 1,748 x 10
-3
kg m
2
s
-2

M = 1,247 x 10
13
kg m
-1
s
-2

Dari data yang tertera diatas, tampak bahwa nilai konstanta (K) dari suatu kawat
yang diperoleh sudah hampir sama sebagaimana yang diharapkan bahwa konstanta suatu
kawat atau benda harus sama apabila jenis kawatnya juga sama.
Untuk nilai koefisien kekenyalan (M) besarnya bergantung pada panjang kawat,
dimana semakin panjang kawat suatu benda, maka nilai M akan semakin besar pula dan
sebaliknya.
Dalam melakukan percobaan sulit untuk menghindar dari kesalahan. Seringkali
hasil yang didapatkan belum sesuai kenyataan. Hal ini terjadi karena kesalahan tindakan
pengamat, seperti kesalahan menggunakan alat, kesalahan saat membaca skala, dan
kesalahan dalam memanipulasi aljabar.









9
IX. TEORI KESALAHAN
1. Untuk benda kecil dan L= 2,6 X 10
-1
M
a.

=
()

= 44,61 s

b.


44,66 s -0,05s 0,0025s
44,62s -0,01s 0,0001s
44,55 s 0,06 s 0,0036s
(


0,0062 s

c.
(

()


(

()



()



()




d.



()
()

2. Untuk benda besar dan panjang kawat L = 2 x 10
-1
m
a.

=
()

=24,54 s



9
b.


24,62 s -0,08 s 0,0064s
24,44 s 0,1s 0,01s
24,55 s -0,01s 0,0001s
(


0,0165 s

c.
(

()


(

()



()



()


= o,1 s
d.



()
()

X. TUGAS SESUDAH PERCOBAAN (J awaban)
1. Menghitung Konstanta Puntir (K):
Pada Percobaan 1 (Benda Kecil)

=
()

( )

= 0,4187257539 x 10
-4
kg m
2
s
-2
= 0,42 x 10
-4
kg m
2
s
-2
= 4,2 x 10
-5
kg m
2
s
-2
Pada Percobaan 2 (Benda Besar)

=
()

( )

= 17,476597443 x 10
-4
kg m
2
s
-2
= 17,48 x 10
-4
kg m
2
s
-2
= 1,748 x 10
-3
kg m
2
s
-2

2. Menghitung Koefisien Kekenyalan (M):
Pada Percobaan 1 (Benda Kecil)

=
(

) (

)
(

=0,8327742739 x 10
10
kg m
-1
s
-2

= 0,83 x 10
10
kg m
-1
s
-2
= 8,3 x10
9
kg m
-1
s
-2
Pada Percobaan 2 (Benda Besar)
9

=
(

) (

)
(

=12,474362059 x 10
12
kg m
-1
s
-2

= 12,47 x 10
12
kg m
-1
s
-2
= 1,247 x 10
13
kg m
-1
s
-2

3. Ya , dapat. Cara ini memang dapat dipakai untuk menentukan jenis kawat yang
digunakan, karena konstanta puntir dan koefisien kekenyalan telah ditentukan melalui:
a. Konstanta puntir :



()


b. Koefisien kekenyalan


Jika konstanta puntir dan koefisien kekenyalan tidak diketahui ,maka jenis kawat
yang dipakai tidak dapat ditentukan . Jadi dalam hal ini tergantung pada konstanta
puntir dan koefisien kekenyalannya .

4. Faktor yang menyebabkan kesalahan percobaan saya adalah sebagai berikut:
1) Kerusakan alat pada micrometer skrup .
2) Cara pandang (ketelitian) yang salah dalam menghitung diameter kawat dan
menghitung periode.
3) Pemberian skala yang tidak tepat .
4) Mendapat nilai yang sama dalam setiap pengolahan data .
5) Terjadi perubahan tekanan udara pada alat ukur.

XI. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan dan hasil perhitungan yang telah dilakukan maka
dapat disimpulkan bahwa:
Benda akan bergerak harmonik pada simpangan kurang dari 15 derajat.
Besar resultan sebanding dengan jarak titik sembarang ke titik keseimbang
tersebut.
Adalah benar untuk menentukan koefisien keknyalan dengan menggunakan
persamaan



XII. DAFTAR PUSTAKA
Jurusan Fisika, 2013, Buku Penuntun Praktikum Fisika Dasar,
Universitas Negeri Manado: Jurusan Fisika.