Anda di halaman 1dari 4

Jenis dan Metode Ekstraksi Simplisia Bahan Alam

05 Juni 2013 03:55 | 0 Komentar


Simplisia dapat digunakan secara langsung atau diolah menjadi suatu bentuk
sediaan herbal. Untuk memudahkan dalam proses produksi sediaan herbal
dilakukan suatu proses ekstraksi. Ekstraksi merupakan proses pemisahan bahan
dari campurannya dengan menggunakan pelarut. Dengan melalui ekstraksi, zat-
zat aktif yang ada dalam simplisia akan terlepas. Terdapat beberapa istilah yang
perlu dietahui berkaitan dengan proses ekstraksi antara lain:
1. Ekstraktan/menstrum: pelarut/campuran pelarut yang digunakan dalam proses
ekstraksi
2. Rafinat: sisa/residu dari proses ekstraksi
Dalam proses ekstraksi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Jumlah simplisia yang akan diesktrak
2. Derajat kehalusan simplisia
Semakin halus, luas kontak permukaan akan semakin besar sehingga proses
ekstraksi akan lebih optimal.

Jenis pelarut yang digunakan
Jenis pelarut berkaitan dengan polaritas dari pelarut tersebut. Hal yang perlu
diperhatikan dalam proses ekstraksi adalah senyawa yang memiliki kepolaran
yang sama akan lebih mudah tertarik/ terlarut dengan pelarut yang memiliki
tingkat kepolaran yang sama. Berkaitan dengan polaritas dari pelarut, terdapat
tiga golongan pelarut yaitu:
- Pelarut polar
Memiliki tingkat kepolaran yang tinggi, cocok untuk mengekstrak senyawa-
senyawa yang polar dari tanaman. Pelarut polar cenderung universal digunakan
karena biasanya walaupun polar, tetap dapat menyari senyawa-senyawa dengan
tingkat kepolaran lebih rendah. Salah satu contoh pelarut polar adalah: air,
metanol, etanol, asam asetat.
- Pelarut semipolar
Pelarut semipolar memiliki tingkat kepolaran yang lebih rendah dibandingkan
dengan pelarut polar. Pelarut ini baik untuk mendapatkan senyawa-senyawa
semipolar dari tumbuhan. Contoh pelarut ini adalah: aseton, etil asetat,
kloroform
- Pelarut nonpolar
Pelarut nonpolar, hampir sama sekali tidak polar. Pelarut ini baik untuk
mengekstrak senyawa-senyawa yang sama sekali tidak larut dalam pelarut
polar. Senyawa ini baik untuk mengekstrak berbagai jenis minyak. Contoh:
heksana, eter

Beberapa syarat-syarat pelarut yang ideal untuk ekstraksi:
- Tidak toksik dan ramah lingkungan
- Mampu mengekstrak semua senyawa dalam simplisia
- Mudah untuk dihilangkan dari ekstrak
- Tidak bereaksi dengan senyawa-senyawa dalam simplisia yang diekstrak
- Murah/ ekonomis

Lama waktu ekstraksi
Lama ekstraksi akan menentukan banyaknya senyawa-senyawa yang terambil.
Ada waktu saat pelarut/ ekstraktan jenuh. Sehingga tidak pasti, semakin lama
ekstraksi semakin bertambah banyak ekstrak yang didapatkan.

Metode ekstraksi, termasuk suhu yang digunakan
Terdapat banyak metode ekstraksi. Namun secara ringkas dapat dibagi
berdasarkan penggunaan panas sehingga ada metode ekstraksi dengan cara
panas, serta tanpa panas. Metode panas digunakan jika senyawa-senyawa yang
terkandung sudah dipastikan tahan panas. Metode ekstraksi yang membutuhkan
panas antara lain:
- Dekok
Ekstraksi dilakukan dengan solven air pada suhu 90-95C selama 30 menit.
- Infus
Hampir sama dengan dekok, namun dilakukan selama 15 menit.
- Refluks
Dilakukan dengan menggunakan alat destilasi, dengan merendam simplisia
dengan pelarut/solven dan memanaskannya hingga suhu tertentu. Pelarut yang
menguap sebagian akan mengembung kembali kemudian masuk ke dalam
campuran simplisia kembali, dan sebagian ada yang menguap.
- Soxhletasi
Mirip dengan refluks, namun menggunakan alat khusus yaitu esktraktor
Soxhlet. Suhu yang digunakan lebih rendah dibandingkan dengan refluks.
Metode ini lebih hemat dalam hal pelarut yang digunakan.
- Coque
Penyarian dengan cara menggodok simplisia menggunakan api langsung. Hasil
godokan setelah mendidih dimanfaatkan sebagai obat secara keseluruhan
(termasuk ampas) atau hanya digunakan hasil godokannya saja tanpa
menggunakan ampasnya.
- Seduhan
Dilakukan dengan menggunakan air mendidih, simplisia direndam dengan
menggunakan air panas selama waktu tertentu (5-10 menit) seperti halnya
membuat teh seduhan.
Metode ekstraksi dingin dilakukan ketika senyawa yang terdapat dalam
simplisia tidak tahan terhadap panas atau belum diketahui tahan atau tidaknya,
antara lain:
- Maserasi
Ekstraksi dilakukan dengan cara merendam simplisia selama beberapa waktu,
umumnya 24 jam dalam suatu wadah tertentu dengan menggunakan satu atau
campuran pelarut.
- Perkolasi
Perkolasi merupakan ekstraksi cara dingin dengan mengalirkan pelarut secara
kontinu pada simplisia selama waktu tertentu.

Proses Ekstraksi
Proses saat ekstraksi menentukan hasil ekstrak. Beberapa proses ekstraksi
menghendaki kondisi yang terlindung dari cahaya, ini terutama pada proses
ekstraksi bahan-bahan yang mengandung kumarin dan kuinon. Ekstraksi bisa
dilakukan secara bets per bets atau secara kontinu. Pada ekstraksi skala industri,
umumnya dilakukan secara kontinu. Ekstraksi bisa dilakukan secara statik
(tanpa pengadukan) atau dengan proses dinamik (dengan pengadukan).