Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH BANTALAN LUNCUR

DISUSUN OLEH NABIL ASWAR


NIM 09103035
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH ELEMEN MESIN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUSA PUTRA
Jl. Raya Cisaat No.76 Sukabumi



KATA PENGANTAR


Rasa syukur yang dalam kita sampaikan ke hadirat Allah Yang Maha Pemurah, karena
berkat kemurahanNya makalah ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah
ini saya membahas Bantalan Luncur, suatu elemen mesin yang sangat vital dalam sebuah
system pemesinan.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman masalah elemen mesin yang
sangat diperlukan dalam suatu harapan mendapatkan keamanan dalam memanfaatkan teknologi
terutama yang menggunakan mesin dan sekaligus melakukan apa yang menjadi tugas
mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Elemen Mesin, tentunya dalam penyusunan makalah
ini sangat jauh dari kesempurnaan, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan dari
semua pihak.

Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,

Sukabumi,23 Mei 2011
Penyusun


Nabil Aswar







1. BANTALAN
Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran atau gerakan
bolak baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan panjang umur. Bantalan harus cukup kokoh
untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. Jika bantalan tidak
berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh system akan menurun atau tak dapat bekerja secara
semestinya. Jadi, bantalan dalam pemesinan dapat disamakan peranannya dengan pondasi pada gedung,
2. KLASIFIKASI BANTALAN
Bantalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
( 1 ). Atas dasar gerakan bantalan terhadap poros
a. Bantalan Luncur . Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena
permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas.
b. Bantalan gelinding. Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar
dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola ( peluru ), rol atau rol jarum, dan rol
bulat.
( 2 ). Atas Dasar Arah Beban Terhadap Poros
a. Bantalan Radial. Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros.
b. Bantalan Radial. Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros.
c. Bantalan gelinding khusus. Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak
lurus sumbu poros.






2. KLASIFIKASI BANTALAN LUNCUR
Bantalan luncur dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara :
Menurut bentuk dan letak bagian poros yang di tumpu bantalan --- yaitu bagian yang disebut
jurnal--- bantalan ini dapat di klasifikasikan menurut macam macamnya adalah sebagai berikut
(1). Bantalan Radial. Yang dapat berbentuk silinder, belahan silinder, elips, dll.
(2). Bantalan Aksial. Yang dapat berbentuk engsel, kerah Michel, dll.
(3). Bantalan khusus. Yang berbentuk bola, dll.
Menurut pemakaiannya terdapat bantalan untuk penggunaan umum, bantalan poros engkol,
bantalan utama mesin perkakas, bantalan roda kereta api, dll.
Dalam teknik otomobil bantalan luncur dapat berupa bus, bantalan logam sinter, dan bantalan
plastic.

3. BAHAN UNTUK BANTALAN LUNCUR
Bahan untuk bantalan luncur harus memenuhi syarat sebagai berikut:
I. Mempunyai kekuatan cukup ( tahan beban dan kelelahan )
II. Dapat menyesuaikan diri terhadap lenturan poros yang tidak terlalu besar atau terhadap
perubahan bentuk yang kecil.
III. Mempunyai sifat anti las ( tidak dapat menempel ) terhadap poros jika terjadi kontak dan
gesekan antara bagian logam dan logam
IV. Sangat tahan karat
V. Cukup Tahan aus
VI. Dapat membenamkan kotoran atau debu kecil yang terkurung didalam bantalan
VII. Murah harganya
VIII. Tidak terlalu terpengaruh oleh temperature.

Dalam praktek, bahan yang mempunyai semua sifat diatas jarang terdapat.
3.1. Bahan bahan untuk bantalan umum
a. Paduan tembaga, termasuk dalam golongan ini adalah perunggu, perunggu fosfor, dan
perunggu timah hitam, yang sangat baik dalam kekuatan, ketahanan terhadap karat,
ketahanan terhadap kelelahan, dan dalam penerusan panas. Kekakuannya membuat bahan
ini sangat baik untuk bantalan mesin perkakas. Kandungan timah yang lebih tinggi dapat
mempertinggi sifat anti las .
b. Logan putih, Termasuk dalam golongan ini adalah logam putih berdasar Sn ( yang biasa
disebut logam babit ), dan logam putih berdasar Pb. Keduanya dipakai sebagai lapisan
pada logam pendukungnya.
Bahan bantalan yang konvensional ini telah mengalami perbaikan dengan
memakai berbagai tambahan sekalipun ketahanannya terhadap temperature dan kelelahan

serta kekuatannya menjadi berkurang. Sebagai contoh, Sb dan Cu ditambahkan untuk
menaikan ketahanannya terhadap korosi, atau ditambahkan Pb untuk menambah
kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan bentuk. Aneka ragam bahan ini
mempunyai pemakaian yang paling luas.
4.2 Bahan Untuk bantalan Tanpa Pelumasan

Bahan ini mempunyai pelumasan didalamnya sehingga dapat dipakai sebagai bantalan
yang melumasi sendiri. Bantalan semacam ini dipakai bila tidak memungkinkan perawatan secara biasa,
yaitu:
a. Jika letak bantalan tidak memungkinkan pemberian pelumas dari luar, atau jika pemakaian
minyak tidak dikehendaki.
b. Jika bantalan mempunyai gerakan bolak balik sehingga kemungkinan terbentuknya lapisan
minyak sangat kecil.
c. Untuk alat alat kimia atau pengolahan air
d. Untuk kondisi khusus seperti beban besar, temperature tinggi, atau keadaan hampa.
Bantalan tanpa minyak terdapat dalam bentuk bantalan plastic, bantalan yang mengandung minyak, dan
bantalan dengan pelumasan zat padat.
a. Bantalan plastic, adalah suatu bahan yang mempunyai sifat dapat melumasi sendiri dengan baik.
Sifatnya yang tahan korosi memungkinkan bahan inibekerja didalam air atau bahan kimia. Bahan
semacam ini mempunyai koefisien gesek yang rendah mudah membenamkan kotoran, dan anti
las. Plastic , jika diisi dengan bahan pelumas padat, serta gelas, atau serbuk logam, akan menjadi
sangat kuat dan tahan aus sehingga dapat dipakai untuk kondisi- kondisi yang cukup berat.

Keburukan adalah bahwa dalam kondisi pelumasan batas ( lapisan pelumas terlalu tipis )
akan terjadi panas gesekan yang mengakibatkan pembesaran koefisien muainya. Hal ini harus
diperhitungkan dalam menentukan besar celah antara poros dan bantalan.
b. Bantalan logam yang diresapi minyak. Contoh yang khas dari macam ini adalah bantalan besi
cor dan logam sinter yang diresapi minyak. Dalam hal ini besi cor yang diresapi minyak dipakai
besi cor berpori dengan perlakuan panas berulang kali. Bahan ini mempunyai bentuk yang
mantap karena kekakuannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap keausan.
Logam sinter dbuat dari serbuk logam yang dipres, dan minyak yang diresapkan dapat
tinggal didalamnya. Namun demikian, bantalan dengan bahan ini lebih cepat kehabisan minyak,
dan pada kondisi yang lebih berat lebih cepat aus.
c. Pelumas padat, bahan pelumas macam ini dipakai untuk keadaan khusus ( temperature tinggi ,
kena bahan kimia, beban besar ) diluar batas pemakainan tertentu. Bahan bantalan yang dapat
dipakai sebagai bahan dasar dimana pelumas padat dibenamkan adalah : untuk temperature
tinggi, besi cor dan tembaga : untuk bekerja didalam bahan kimia, bahan tahan karat , beban besar
paduan kuningan kekuatan tinggi.
Pelumas padat berbeda yang satu dari yang lain dalam hal unsure utama dan tambahanya,
tergantung pada penggunaanya. Pelumas padat untuk temperature tinggi dapat menahan suhu
sampai diatas 200
0
C

sebagai unsure utama terdapat grafit molibden disulfide.
Pilihan lain untuk bantalan temperature tinggi adalah bantalan keramik, yang terdiri atas
baja tahan panas dilapisi keramik yang terutama berupa oksida timah hitam. Bantalan ini dapat
tahan temperature 500
0
C sampai 800
0

4.3 Bantalan luncur hidrostatik
Bantalan semacam ini dipakai sebagai bantalan utama pada mesin perkakas
presisi tinggi, misalnya pada meja putar mesin bubut vertical besar. Bahan bantalan dapat berupa
minyak atau udara . dalam hal ini , minyak atau udara dialairkan dengan tekanan kedalam celah

bantalan untuk mengangkat beban dan menghindari keausan atau penempelan pada waktu mesin
berputar dengan putaran sangat rendah atau waktu start dimana lapisan minyak yang ada tidak
atau belum mempunyai tekanan yang cukup tinggi. Macam yang menggunakan mminyak pada
saat ini sudah diperdagangkan , sedangkan yang menggunakan udara masih dalam
pengembangan.
4.4. Hal hal penting dalam perencanaan bantalan radial
Jika beban bantalan dan putaran poros diberikan, pertama perlu diperiksa apakah bahan
perlu dikoreksi. Selanjutnya tentukan beban rencana, dapilihlah bahan bantalan. Kemudian
tekanan bantalan yang diijinkan dan harga pv yang diijinkan diturunkan secara empiris.
Tentukan panjang bantalan l sedemikian hingga tidak terjadi pemanasan yang berlebihan.
Setelah itu periksalah bahan bantalan dan tentukan diameter poros sedemikian rupa hingga tahan
terhadap lenturan. Periksalah juga tekanan bantalan dan (l/d) adalah penting.
Jika pemilihan bahan pelumas, cara pelumasan dan pendinginan terus menerus akan
dilakukan atas dasar jangka waktu kerja, kondisi pelayanan dan lingkungannya perlu ditentukan
jumlah aliran minyak persatuan waktu.
(1). Kekutan bantalan
Misalkan terdapat suatu beban yang terbagi rata dan bekerja pada bantalan dari sebelah
bawah. Panjang bantalan dinyatakan dengan l (mm) beban persatuan panjang dengan w(kg/mm),
dan beban bantalan dengan W(kg), serta reaksi pada tumpuan dihitung. Maka
W = wl (4.1)
Besarnya moment lentur maksimum yang ditimbulkan oleh gaya-gaya di atas adalah
M = wl
2
/2 = Wl/2 (4.2)

Besarnya moment tahanan lentur untuk poros lingkaran pejal adalah

dan M
a
Z
dimana
a
(kg/mm
2
) adalah tegangan lentur yang diijinkan . Maka
Wl/2
a
(

(4.3)
l

d
3
=


= lmax
d


a
(4.4)
Untuk bantalan radial tengah ambil L = 1,5 l dan pandanglah suatu batang yang di tumpu pada
kedua ujungnya. Maka
M = WL/8 =1,5Wl/8
1

d
3
=

d
3
=lmax (4.5)
(2). Pemilihan l/d
Untuk bantalan perbandingan antara panjang dan diameternya adalah sangat penting, sehingga
dalam perencanaan perlu diperhatikan hal hal berikut ini.
i. Semakin kecil l/d semakin rendah kemampuan untuk menahan beban.
ii. Semakin besar l/d semakin besar pula panas yang timbul karena gesekan
iii. Dengan memperbesar l/d kebocoran pelumas pada ujung bantalan dapat diperkecil
iv. Harga l/d yang terlalu besar akan menyebabkan tekanan yang tidak merata.
Jadi lebih baik dipakai harga menengah. Jika kelonggaran antara bantalan dan poros
diperkecil atau jika sumbu poros agak miring terhadap sumbu bantalan maka l/d harus di
kurangi
v. Jika pelumas kurang dapat diratakan dengan baik keseluruh permukaan bantalan maka
l/d harus dikurangi.

vi. Semakin besar l/d , temperature bantalan juga akan semakin tinggi. Hal ini dapat
membuat lapisan bantalan menjadi leleh.
vii. Untuk menentukan l/d dalam merencana, perlu diperhatikan berapa besar ruangan yang
tersedia untuk bantalan tersebut didalam mesin.
viii. Harga l/d juga tergantung pada kekerasan bahan bantalan. Bahan lunak memerlukan l/d
yang besar.
Atas dasar hal hal diatas dapat dipilih l/d yang akan dipakai. Harga l/d tersebut terletak antara
0,4-4,0 atau lebih baik antara0.5-2.0 bila l/d melebihi 2,0 maka tekanan permukaan terjadi secara
local ( tidak merata ) sehingga lubang bantalan perlu dibuang tirus. Harga yang terlalu kecil
sebaliknya akan mengurangi kemampuannya membawa beban. Untuk l/d yang kecil, bantalan
gelinding lebih menguntungkan.
(3). Tekanan bantalan
Bantalan dapat berbentuk silinder, bola atau kerucut. Yang paling banyak adalah yang berbentuk
silinder, yang dimaksud tekanan bantalan adalah beban radial dibagi luas proyeksi bantalan, yang
besarnya sama dengan beban rata- rata yang diterima oleh permukaan bantalan. Jika dinyatakan
denan p ( kg/mm), beban rata-rata ini adalah
P =

(4.6)
Dimana l (mm) adalah panjang bantalan, d (mm) adalah diameter poros, bila l dan d dinyatakan
dalam cm, satuan p adalah kg/cm
2
. Untuk bantalan dengan lubang minyak atau alur tersebut
untuk menghitung p.
Harga tekanan yang dijinkan p
a
tergantung pada bahan bantalan seperti diperlihatkan
dalam table 4.1 dan dipilih dengan pengalaman menurut macam mesin dalam table 4.2. dengan

adanya bahan pelumas yang lebih baik dan ketelitian yang lebih tinggi pada permukaan finis,
harga tekanan dapat dipertinggi.
Jika p diganti dengan p
a
dalam persamaan 4.5 dan W dikeluarkan dari pers 4.4
dapat diperoleh untuk bantalan ujung.















Table 4.1. Sifat-sifat bahan bantalan luncur.
Bahan bantalan Keterangan
H
B

Tekanan maksimum
Yang diperbolehkan
(kg/mm
2
)
Temperatur maks.
Yangdiperbolehkan
(
o
C)
Besi cor
Perunggu
Kuningan
Perunggu fosfor
Logam putih berdasar
sn
Logam putih berdasar
pb
Paduan Cadmium
Kelmet
Paduan Aluminium
Perunggu timah
hitam
160-180

50-100

80-150

100-200

20-30


15-20


30-40

20-30

45-50
0,3-0,6

0,7-2,0

0,7-2,0

1,5-6,0

0,6-1,0


0,6-0,8


1,0-1,4

1,0-1,8

2,8
150

200

200

250

150


150


250

170

100-150


45-50

2,0-3,2

220-250
















Mesin Bantalan
Perband
ingan
Lebar/d
iameter
Standar
l/d
Tekanan maks.
Yang
Diizinkan
Pa(kg/mm
2
)
Factor tekanan
kecepatan
maksimum
Yang diijinkan
(pv)a
(kg/mm
2
m/s)
Viskositas
Pada 38
0
C
Z (cp)
Harga minimum
yang diijinkan
Otomobil
Motor
Pesawat terbang
Bantalan utama
Pena engkol
Pena torak

0,8-1,8
0,7-1,4
1,5-2,2

0,6+-1,2
1x+-3,5
1,5x=+-4
20
40
-
7-8
2x10
4
1,4x10
4
1x10
4

Pompa dan
kompresor
Torak
Bantalan utama
Pena engkol
Pena torak
1,0-2,0
0,9-2,0
1,5-2,0
0,2x
0,4x
0,7x+
0,2-0,3
0,3-0,4
30-80
4x10
4
2,8x10
4
1,4x10
4

Mesin uap
Torak
Poros penggerak
Pena engkol
Pena torak
1,6-1,8
0,7-2,0
0,8-2,0
0,4
1,4
1,8
1x1,5
1,5-2
100
40
30

4x10
4
0,7x10
4
0,7x10
4

Kendaraan
Rel
poros 1,8-2,0 0,35 1-1,5 100 7x10
4

Turbin Uap Bantalan utama 1,0-2,0 0,1x-0,2 4 2-16 15x10
4

Generator
Motor,pompa
sentrifugal
Bantalan rotor 1,0-2,0
0,1x-0,2
0,15x-0,15x

0,2-0,3 25 25x10
4

Poros transmisi
Beban ringan
Mapan sendiri
Beban berat
2,0-3,0
2,5-4,0
2,0-3,0
0,02x
0,1x
0,1x
0,1-0,2 25-60
14x10
4
4x10
4
4x10
4

Mesin perkakas Bantalan utama 1,0-2,0 0,05-0,2 0,05-0,1 40 0,15x10
4


Tabel 4.2 Tekanan maksimum yang diijinkan , dll.,

(4.7)
Dan untuk bantalan tengah

(4.8)

Dari persamaan persamaan ini, harga taksiran untuk l/d dapat diperoleh.
4. Harga pv
Dicelah antara permukaan poros dan bantalan terdapat selaput minyak tipis selaput minyak ini
bergerak kaena tertarik oleh permukaan yang bergerak serta karena kekentalannya. Tegangannya
geser (dyn/cm
2
) dari minyak dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :
= Z
1
R (4.9)
di mana Z
1
adalah viskositas minyak satuannya adalah dyn.s/cm
2
=poise = P dan R ( cm/s/c/)
adalah kecepatan selaput minyak / satuan tebal selaput.
Bayangkan suatu lapisan tipis dari selaput minyak dengan gaya tarik F
t
yang bekerja secata tangensial pada luas A ( cm
2
). Maka
Pelubang
Mesin gunting

1,0-2,0
1,0-2,0
2,8x
5,5x
-
100
100
-
Mesin giling
baja
Bantalan utama 1,1-1,5 2 5-8 50 1,4x10
4

Roda gigi
reduksi
Bantalan 2,0-4,0 0,05-0,2 0,5-1 30-50 5x10
4


= F
t /
A
Jika kecepatan permukaan atas selaput adalah ( cm/s ) dan teba;nya adalah h1 ( cm )
maka
R = /h1
Dari ketiga persamaan diatas dapat diperoleh


Ft = Z1 A

(4.10)

Karena peristiwa ini, beban W dapat diangkat oleh tekanan selaput minyak Pf bila poros
berputar dengan kecepatan cukup tinggi, selaput minyak yang terbentuk akan cukup tebal
( sampai 0,1 mm ) sehingga tidak terjadi kontak antara permukaan poros dan bantalan
yang salinga meluncur. Keadaan semacam ini disebut pelumasan.
Bila beban W bertambah atau kecepatan dari permukaan luncur
berkurang, maka tebal selaput minyak akan berkurang. Lapisan yang menipis pada suatu
batas tertentu akan mengakibatkan kontak antara permukaan poros dan bantalan. Pada
keadaan ini gesekan tidak lagi terjadi secara hidrodinamis melainkan molekuler. Daerah
dimana terjadi gesekan semacam ini disebut daerah gesekan molekuler atau gesekan
campuran, dan terjadi pada tebal selaput kurang dari 0,1 (micron). Disini dapat terjadi
deformasi plastis pada permukaan logam yang bergesek, keausan yang cepat, dank arena
selaput minyak yang terkelupas sama sekali.
Pada bantalan yang menahan beban ringan dan putaran sangat tinggi, poros
akan terangkat oleh selaput minyak sedemikian tinggi hingga sumbunya akan berimpit
dengan sumbu bantalan dan tebal selaput minyak di sekeliling poros akan merata. Untuk

keadaan ini nyatakan putaran poros dengan n (r/s atau putaran perdetik), kelonggaran
antaran permukaan bantalan dan poros dengan c(mm), tebal selaput minyak dengan h
(cm), diameter dengan d dan panjang poros dengan panjang bantalan dengan l. karena A
= dl/100x10 , = dn/10, dan h1 = c/2 x 10 maka
Ft(dyn) = {Z1(dl)(dn)/(c/2)}x 10
-2
= {2
2
z1d
2
. n . l/c} x 10
-2
(4.11)

Jika viskositas dinyatakan dengan Z (cP atau centi Poise ), Ft dalam kg dan putaran
dengan N (rpm) maka
Ft (kg) =

x1,7 x10
-12
(4.12)
Momen gesekan T (kg.mm) dapat dituliskan sebagai
T(kg.mm) =

x1,7 x 10
-12
(4.13)
Persamaan ini dikenal sebagai persamaan Petroff. Jika Ft(Kg) dibagi dengan W ( kg)
=pld,, diperoleh koefisien gesek.
=

=2
2
(

x1,7 x 10
-12
(4.14)
Harga ZN/p yang muncul dalam persamaan diatas merupakan suatu factor penting dalam
pemilihan minyak dan harus lebih besar daripada harga yang terdapat dalam table 4.2 dan
4.3 dalam perencanaan, harga tersebut harus dikalikan dengan factor keamanan sebesar
2-3.
Tabel 4.3 ZN/p minimum
Metal bantalan ZN/p minimum (

)
Logam putih berdasar Sn
Logam Putih berdasar Pb
28000
14000

Paduan Cd
Kelmet
Ag-Pb-In
5000
5000
3000


Rumus rumus yang diperlukan untuk konversi satuan adalah sbb,
1 (dyn) = 1 (g) x 1 (cm/s
2
)
1(kg) = 1000 (g) x 980(cm/s
2
) = 0,98 x 10
4
(dyn)
1(P) = 1 (dyn.s/cm
2
)
1(cP) = 1 x 10
-2
(dyn.s/cm
2
)=1,02x10
-8
(kg.s/cm
2
)
= 1,70 x 10
-10
(kg.min/cm
2
)
Gaya gesekan F (kg) antara poros dan bantalan dikalikan dengan kecepatan
(m/s), yaitu F. (kg.m/s) adalah daya gesekan. Jika harganya dibagi dengan ekivalen
panas J = 427 (kg.m/Kcal) akan memberikan panas persatuan waktu Q(Kcal/s) yang
timbul dari gesekan
Q=F/J (4.15)
Panas Q ini akan diteruskan ke bantalan, dan minyak pelumas. Tinggi temperature
Vbantalan atau permukaannya T akan berbanding lurus dengan F..
TF (4.16)

Pada umumnya gaya gesekan diberikan dalam bentuk yang agak berbeda dengan Petroff,
yaitu


F = C1 + C2P + C3

Di mana C1 adalah gaya yang diperlukan untuk menggeser selaput pelumas dan tidak
tergantung pada tekanan bantalan. Bila pelumas yang dipakai adalah minyak , maka suku
ini dapat diganti dengan Ft dari persamaan petroff. C2 adalah koefisien gesek yang
diturunkan dari geseran pada titik adesi antara bahan bantalan dan poros. Pada suku ini
merupakan yang terbesar. Dalam beberapa hal tertentu, suku suku lain dapat diabaikan.
C3 adalah gaya yang diperlukan untuk memulai gesekan antara permukaan poros dan
bantalan pada saat poros akan berputar.

F = C1v+C2pv+C3v
TC1v+P2pv = C3v (4.17)
Jika C1 dan C3 dapat diabaikan maka denga memasukan sebagai pengganti C2
diperoleh

T

p (4.18)
Persamaan ini menyatakan antara hubungan antara kerja yang disebabkan oleh tahanan
geser antara bagian bagian yang meluncur dan temperature bantalan. Perlu diingat
bahwa jika temperature T naik melebihi suatu batas tertentu, logam bantalan akan
melunak dan meleleh. Harga pv yang terdapat dalam persamaan diatas merupakan ukuran
bagi keamanan terhadap temperature dan kemampuan menahan beban dari bahan
bantalan. Batas pv yang didasarkan atas hasil percobaan atau pengalamandisebut factor
tekanan kecepatan maksimum yang diizinkan atau harga pv yang diijinkan. Harga ini

merupakan suatu patokan yang penting dalam pemeriksaan kekuatan, dan dapat dilihat
table 4.2 selanjutnya karena
(pv)a


Maka
l

(
(4.19)




diagram aliran untuk merencanakan bantalan luncur secara sederhana
















START
1. Beban bantalan W0
(kg) putaran poros N
(rpm)
2. Faktor koreksi ft
3. beban rencana W (kg)
4. bahan bantalan tekanan
permukaan yang diizinkan
Pa (kg/mm
2
) (pv)a (kg
m/mm
2
s)
5. panjang bantalan l (mm)
6. bahan poros. Kekuatan tarik
B ( kg/mm
2
) tegangan lentur
yang diijinkan a(kg/mm
2
)
7. diameter poros d (mm)
8.l/d
9.l/d daerah standar T



























10. tekanan permukaan p (kg/mm
2
)
Kecepatan keliling v ( m/s ) Harga pv, (


)
11 p:pa
Pv: (pv)a
12 kerja gesekan H (kg m/s)
Daya yang diserap PH (kW)
13.panjang bantalan l (mm)
Diameter poros d (mm)
Daya yang diserap PH (kW)
STOP
END
<
Y


Contoh 4.1
Rencanakan sebuah bantalan ujung dari perunggu untuk putaran 200 rpm dan beban 1500 kg. bahan poros
adalah baja agak kerasa dengan tegangan lentur yang diijinkan a = 4 (kg/mm
2
) dengan mengambil
=0,06 , tentukan juga daya yang terpakai.
[penyelesaian]
1. W
0
=1500(kg), N= 200 (rpm)
2. Fc = 1
3. W = 1500 (kg),
4. Bahan bantalan : perunggu, ambil Pa = 0,7 2,0 (kg/mm
2
) dan (pv)a = 0,2 (

) (pompa torak,
kompresor torak)
5. l

= 78,5 (mm) 80 (mm)


6. bahan poros : baja agak keras.a = 4 (kg/mm
2
)
7. d =

=53,5 (mm) 55 (mm)


8. l/d = 80/55 = 1,45
9. harga sebesar 1,45 terletak dalam daerah 0,5 2,0 ; jadi dapat diterima
10. p = 1500/(80 x 55 ) = 0,34 (kg/mm
2
), =


= 0,58 (m/s) pv = 0,34 x 0,58 = 0,197
(

)
11. harga tekanan p = 0,34 (kg/mm
2
) dapat diterima perunggu, dimana Pa = 0,7 2,0 (kg/mm
2
)
harga pv = 0,197 (

) juga dapat diterima, karena kurang dari 0,2 (

)
12. H = 0,04 x 1500

= 34,5 (

) P
H
=

= 0,34 (kW)
13. l = 80 ( mm ) , d = 55 (mm), P
H
= 0,34 (kW)


Daftar Pustaka