Anda di halaman 1dari 14

1

MAKALAH
SABUK ELEMEN MESIN











Disusun Oleh :
IWAN APRIYAN SYAM




SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUSA PUTRA


2

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas limpahan rahmat
dan karunia-Nya,sehingga makalah ini dapat saya selesaikan.
Makalah ini disusun untuk membantu khususnya para mahasiswa yang mengikuti
mata kuliah Teknik Mesin,baik jenjang Diploma maupun Sarjana. Makalah ini juga dapat
dimanfaatkan oleh siapa saja yang berminat memahami konsep dan manfaat Sabuk dalam
elemen mesin yang nantinya mungkin akan kita aplikasikan dalam dunia industri yang
memerlukan sabuk dalam pengerjaannya.
Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca akan memiliki pengetahuan yang
komprehensif tentang berbagai konsep mendasar tentang Sabuk dalam elemen Mesin.
Berbagai aspek lanjutan tentang sabuk elemen mesin yang telah berkembang sangat pesat
dan menjadi bagian penting dalam dunia usaha dan industri saat ini.
Berbagai upaya telah kami lakukan untuk mencapai hasil yang maksimal terhadap
makalah ini. Namun demikian kami menyadari bahwa upaya tersebut masih banyak
mengandung kedangkalan dan kekurangan.Oleh karena itu,tegur sapa,kritik dan saran
senantiasa kami harapkan untuk perbaikan di masa yang selanjutnya.

Sukabumi,13 Mei 2011

Penulis


3

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR. ...........................................................................................2
DAFTAR ISI...........................................................................................................3
PEMBAHASAN SABUK ELEMEN MESIN. .....................................................4
1. Pendahuluan. ........................................................................................................4
2. Pengertian Puli dan Sabuk. ..................................................................................5
3. Flat Belt5
4. Daya yang ditransmisikan ....................................................................................5
5. Bahan bahan Sabuk ...........................................................................................6
6. Cara Penyambungan Sabuk .................................................................................6
7. Koefisien Gesek Sabuk ........................................................................................6
8. Macam macam Konfigurasi Transmisi Flat Belt ..............................................6
9. Perbandingan Kecepatan ......................................................................................9
10. Panjang Sabuk ..................................................................................................10
11. Pemilihan Flat Belt ..........................................................................................11
12. Tabel Kapasitas daya untuk belt dari kulit .......................................................12
13. Tabel Kapasitas Daya untuk Belt dari kanvas berlapis karet ...........................12
14. Tabel Faktor Pemakaian Flat Belt ....................................................................12
15. Tabel Faktor Koreksi untuk Dimensi Puli yang Kecil ....................................13
16. Tabel Faktor Sudut Kontak ..............................................................................13
17. Daftar Pustaka14






4

PEMBAHASAN SABUK ELEMEN MESIN
1. PENDAHULUAN
Jarak yang jauh antara dua buah poros sering tidak memungkinkan transmisi langsung
dengan roda gigi. Dalam hal demikian cara transmisi putaran atau daya yang lain dapat
diterapkan,dimana sebuah sabuk luwes atau rantai dibelitkan sekeliling puli atau sprocket
pada poros.
Transmisi dengan elemen mesin yang luwes dapat digolongkan atas transmisi
sabuk,transmisi rantai dan transmisi kabel atau tali. Dari macam-macam transmisi tersebut,
kabel atau tali hanya dipakai untuk maksud khusus. Transmisi sabuk dapat dibagi atas tiga
kelompok. Dalam kelompok pertama, sabuk rata dipasang pada puli silinder dan meneruskan
momen antara dua poros yang jaraknya dapat sampai 10 (m) dengan perbandingan putaran
antara 1/1 sampai 6/1. Dalam kelompok kedua,sabuk dengan penampang trapesium dipasang
pada puli dengan alur dan meneruskan momen antara dua poros yang jaraknya dapat sampai
5 (m) dengan perbandingan putaran antara 1/1 sampai 7/1. Kelompok terakhir terdiri atas
sabuk dengan gigi yang digerakkan dengan sprocket pada jarak pusat sampai mencapai 2 (m)
dan meneruskan putaran secara tepat dengan perbandingan antara 1/1 sampai 6/1. Sabuk rata
yang banyak ditulis dalam buku-buku lama belakangan ini pemakaiannya tidak seberapa luas
lagi. Namun akhir-akhir ini dikembangkan sabuk rata untuk beberapa pemakaian khusus.
Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk-V karena mudah penanganannya dan
harganya pun murah. Kecepatan sabuk direncanakan untuk 10 sampai 20 (m/s) pada
umumnya, dan maksimum sampai 25 (m/s). Daya maksimum yang dapat ditransmisikan
kurang lebih sampai 500 (kW).
Karena terjadi slip antara puli dan sabuk,sabuk-V tidak dapat meneruskan putaran dengan
perbandingan yang tepat. Dengan sabuk gilir transmisi dapat dilakukan dengan perbandingan
putaran yang tepat seperti pada roda gigi. Karena itu sabuk gilir telah digunakan secara luas
dalam industri mesin jahit,computer,mesin fotokopi,mesin tik listrik,dsb.





5

2. PENGERTIAN PULI DAN SABUK
Puli merupakan salah satu elemen dalam mesin yang mereduksi putaran dari
motor bensin menuju reducer, ini juga berfungsi sebagai kopling putaran motor
bensin dengan reducer. Puli dapat terbuat dari besi cor, baja cor, baja pres, atau
aluminium.
Sabuk berfungsi sebagai alat yang meneruskan daya dari satu poros ke poros
yang lain melalui dua puli dengan kecepatan rotasi sama maupun berbeda. Tipe
sabuk antara lain: sabuk flat, sabuk V, dan sabuk circular.
3. FLAT BELT
Belt (sabuk) dan tali digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros yang satu ke poros
yang lainnya melalui roda (pulley) yang berputar dengan kecepatan sama atau berbeda.
Flat belt umumnya dipakai pada crowned pulleys, sabuk ini lebih tenang dan efisien pada
kecepatan tinggi, dan juga mampu mentransmisikan sejumlah daya yang besar pada jarak
pusat pulley yang panjang.
Flat belt ini dapat dibeli dalam bentuk rol dan potongan yang nanti ujungnya disambung
dengan special kits furnished oleh pabriknya.
4. Daya yang ditransmisikan ditentukan oleh:
Kecepatan sabuk
Tarikan oleh sabuk pada pulley
Sudut kontak antara sabuk dengan pulley yang kecil
Kondisi pemakaian
Agar transmisi daya berlangsung sempurna, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
Poros harus lurus agar tarikan pada belt uniform
Jarak poros tidak terlalu dekat agar sudut kontak pada roda yang kecil sebesar
mungkin
Jarak poros jangan terlalu jauh agar belt tidak terlalu berat
Belt yang terlalu panjang akan bergoyang, dan bagian pinggir sabuk cepat rusak
Tarikan yang kuat supaya bagian bawah, dan sabuk yang kendor di atas agar sudut
kontak bertambah besar\
6

Jarak antar poros maksimum 10m, dan jarak minimum adalah 3,5 kali diameter roda
yang besar
5. Bahan-bahan sabuk:
Kulit
Anyaman benang
Karet
6. Cara penyambungan sabuk menggunakan:
Lem
Dijahit
Straples
Kait
Tegangan pada belt kulit: 210 350 kg/cm
2
, dan dengan angka keamanan 8 10. Dengan
tegangan yang diijinkan 17,5 kg/cm
2
,
maka umur belt dapat mencapai 15 tahun.
Kecepatan belt dibatasi 20 22,5 m/s. Jika kecepatan meningkat, maka gaya sentrifugal akan
bertambah besar, dan akan mengurangi daya yang diteruskan.
7. Koefisien gesek sabuk ditentukan oleh:
a. Bahan sabuk
b. Bahan pulley
c. Kecepatan sabuk
d. Faktor slip
Untuk sabuk kulit dan roda besi cor, koefisien gesek dapat diprediksi dengan persamaan:


= kecepatan sabuk (m/menit)
8. Macam-macam konfigurasi transmisi flat belt:
Open Belt drive,
untuk poros sejajar dan berputar dalam arah yang sama
v +
=
6 , 152
6 , 42
54 , 0
7


Crossed or twist belt drive, untuk poros sejajar dan berputar berlawanan arah.
Karena belt saling bergesekan maka belt menjadi cepat aus dan sobek. Jarak poros
dibatasi maksimum 20 kali lebar belt dan kecepatan maksimim 20 meter/s.






Quarter turn belt drive, untuk poros yang bersilangan tegak lurus dan berputar
dalam arah tertentu. Lebar pulley harus lebih dari 1,4 kali lebar sabuk.

Belt drive with idler pulleys, untuk memperbesar sudut kontak jika jarak poros
cukup panjang. Dengan cara ini dapat digunakan untuk perbandingan kecepatan
tinggi, dan untuk menambah tarikan belt.
8


Dapat juga digunakan jika beberapa poros perlu mengambil daya dari sebuah poros
penggerak.

Compound belt drive, digunakan untuk transmisi daya dari dari sebuah poros ke
beberapa roda

Stepped or cone pulley drive, digunakan untuk mengubah putaran poros yang
digerakkan sementara putaran poros penggerak tetap.

9

Fast and loose pulley drive, digunakan jika poros yang digerakkan dapat dihentikan
atau diputar.

9. Perbandingan Kecepatan
Karena kecepatan linier pada kedua puli sama, maka:


Dan perbandingan putaran antara kedua puli menjadi:


Dengan:
N2 = putaran poros yang digerakkan
N1 = putaran poros penggerak
D2 = diameter pulley yang digerakan
D1 = diameter pulley penggerak
Jika tebal belt (t) perlu dipertimbangkan, maka:


Jika faktor slip (s) dimasukkan, maka:


Dengan : s = faktor slip total utuk kedua roda
2 2 1 1
n D n D t t =
2
1
1
2
D
D
n
n
=
t D
t D
n
n
+
+
=
1
1
1
2
|
.
|

\
|

+
+
=
100
1
1
1
1
2
s
t D
t D
n
n
10

10. Panjang sabuk
Transmisi terbuka




Untuk sistem bersilangan




Daya yang ditransmisikan oleh sabuk:
Jika puli A menggerakkan puli B, maka dengan arah putaran searah jarum jam, maka tarikan
belt F1 lebih besar dari pada F2. Hubungan F1 dan F2 dapat dinyatakan dengan:



Dengan: = koefisien gesek

= sudut kontak antara belt dan pulley yang kecil
(


+ + + =
x
r r
x r r L
2
2 1
2 1
) (
2 ) ( t
(

+
+ + + =
x
r r
x r r L
2
2 1
2 1
) (
2 ) ( t
u
e
F
F
=
2
1
u
11

Jika efek sentrifugal diperhitungkan maka tegangan belt menjadi:


Dengan Fc = tarikan sentrifugal, dan

w adalah berat sabuk per satuan panjang
Daya yang ditransmisikan oleh belt adalah: P = (F1-F2) V
Dengan:
F
1
= Tarikan belt pada sisi tegang
F
2
= Tarikan belt pada sisi yang kendor
V = Kecepatan keliling belt
Daya juga dapat dihitung dengan persamaan:


Torsi pada puli penggerak = (F1 - F2) r1,
dan pada puli yang digerakkan = (F1F2) r2
Lebar sabuk ditentukan berdasarkan tarikan maksimum, dan tegangan yang diijinkan,
karena:
F1 = Sw.b.t
Dengan: Sw = tegangan yang diijinkan
b = lebar sabuk
t = tebal sabuk
11. Pemilihan Flat Belt
Pemilihan flat belt ditentukan berdasarkan kapasitas daya yang dapat diteruskan per
satuan lebar belt untuk jenis belt dari bahan tertentu. Kapasitas daya masih dikoreksi
dengan faktor pemakaian, faktor koreksi untuk dimensi pulley, dan faktor koreksi
sudut kontak.
Daya desain belt menjadi:
u
e
F F
F F
c
c
=

2
1
2
V
g
w
F
c
=
u
u
e
e
V F F P
c
1
). (
1

=
12



Dengan: sf = faktor pemakaian
fd = faktor diameter
f = faktor sudut kontak
12. Tabel kapasitas daya untuk belt dari kulit (HP/cm lebar)

13. Tabel kapasitas daya untuk belt dari kanvas berlapis karet (HP/cm lebar)

Kapasitas daya untuk belt dari bahan terpal (kecepatan 10 m/s)
Untuk beban ringan: 0,23 kw (0,34 HP) per cm lebar puli
Untuk beban berat: 0,289 kw (0,392 HP) per cm lebar puli
14. Tabel faktor pemakaian flat belt

u xf f
ayaxsf KapasitasD
Dayadesain
d
=
13


15. Tabel faktor koreksi untuk dimensi puli yang kecil


16. Tabel faktor sudut kontak














14

Daftar Pustaka
Prajitno. Elemen Mesin Pokok Bahasan Transmisi sabuk dan Rantai. Jurusan Teknik
Mesin UGM. 2001
Deutschman d. Aaron.,J. Michels. Walter.,E.Wilson. Charles. Machine
Design.Macmillan Publising.Co. Inc. 1975
www.Google.com