Anda di halaman 1dari 15

Malinda WR 12029027

Achdiat Haikal 12029030


Muhammad Maulana 12029041
Farid Maruf Alfatah 12029063
Hanif Fatkhurrochman12029066

Lipid
Lipid adalah kelompok heterogen yang men-
cakup; lemak, minyak, steroid, malam (wax),
dan senyawa yang berhubungan karena sifat
fisiknya dibandingkan sifat kimianya.

Sifat:
1. Relatif tidak dapat larut dalam air.
2. Larut dalam pelarut nonpolar, seperti;
eter, kloroform, benzen,alkohol.
Kepentingan Biomedis
Lemak adalah sumber energi yang efisien.
Lemak disimpan dalam jaringan adiposa,
dimana berfungsi sebagai insulator panas di
dalam jaringan subkutan serta organ ttt.
Lipid nonpolar sebagai insulator listrik yang
penting dalam perambatan gelombang
depolarisasi secara cepat pada serabut saraf
bermielin.
Membentuk lipoprotein yang penting sebagai
alat transpor lipid dalam darah.

Klasifikasi Lipid
1. Lipid sederhana:
Ester asam lemak dengan berbagai alkohol
- Lemak; ester asam lemak dgn gliserol.
minyak ialah lemak cair.
- Malam; ester asam lemak dengan alkohol
monohidrat BM tinggi.


Klasifikasi Lipid
2. Lipid komplek:
Ester asam lemak yang mengandung alkohol
beserta gugus lain.
- Fosfolipid; Selain asam lemak dan alkohol,
juga mengandung residu asam fosfat.
Sering mempunyai basa mengandung N &
substituen lain.
Contoh; gliserofosfolipid
sfingofosfolipid


Klasifikasi Lipid
- Glikolipid (Glikosfingolipid);
Lipid yang mengandung asam lemak,
sfingosin, dan karbohidrat.
- Lipid komplek;
Seperti sulfolipid, aminolipid, lipoprotein.

3. Prekursor dan derivat lipid:
Berupa asam lemak, gliserol, steroid, aldehid
lemak, badan keton, hidrokarbon, vitamin larut
lemak, serta hormon.



Lipid netral ialah; asilgliserol (gliserida),
kolesterol, dan ester kolesteril.
Asam lemak ialah; rantai alifatik lurus dgn sebuah
gugus metil di salah satu ujungnya (Cw) dan
sebuah gugus COO
-
di ujung lain.
Asam lemak bebas ialah; asam lemak yang tidak
teresterifikasi. Biasanya berupa alat transpor
dalam plasma darah.
Sebagian besar asam lemak dalam tubuh
memiliki jumlah atom C genap, biasanya antara
16 sampai 20.

Asam Lemak
Rantai asam lemak terdiri diri:
1. Asam lemak jenuh (Saturated);
Tidak mengandung ikatan rangkap.

2. Asam lemak tak jenuh (Unsaturated);
Mengandung ikatan rangkap.
Terbagi atas;
- Monounsaturated (satu ikatan rangkap)
- Polyunsaturated (dua/lebih ikatan rangkap)
Triasilgliserol(trigliserida)
Terbentuk bila 3 asam lemak bereaksi dengan 3
gugus OH pada gliserol membentuk ester.
Selain itu, 1 atau 2 asam lemak juga dapat
bereaksi dengan 1 atau 2 gugus OH pada
gliserol membentuk monoasilgliserol dan
diasilgliserol.
Triasilgliserol jarang mengandung asam lemak
yang sama pada 3 posisi tsb.
Merupakan bentuk simpanan utama asam
lemak dalam tubuh.
Fosfoasilgliserol/Fosfolipid
Terbentuk bila asam lemak teresterifikasi ke
posisi 1 dan 2 gliserol, ditambah gugus fosforil
pada posisi 3.
Bila hanya 1 gugus fosfat yang terikat ke posisi
3, disebut asam fosfatidat.
Asam fosfatidat adalah zat antara dalam sintesis
triasilgliserol dan fosfoasilgliserol.
Fosfolipid adalah konstituen lipid utama pada
membran sel.
Glikolipid/Glikosfingolipid
Penting dalam jaringan saraf.
Membentuk karbohidrat permukaan sel.
Mengandung seramida dan satu/lebih gula.
Galaktosilseramida adalah glikosfingolipid
utama pada otak dan jaringan saraf lain.
Bentuk ini dapat diubah menjadi
sulfogalaktosilseramida (sulfatida) yang terdapat
dalam mielin.
Steroid
Ialah senyawa yang mengandung inti steroid.
Inti steroid mirip dgn fenantren (cincin A, B, dan
C) yang ditempeli oleh cincin siklopentana
(cincin D).
Sumber semua steroid lain dalam tubuh
manusia adalah kolesterol.
Kolesterol tidak disintesis oleh tumbuhan.
Kolesterol dapat bereaksi dengan asam lemak
membentuk ester kolesterol.
Ester kolesterol adalah bentuk penyimpanan
kolesterol dalam sel dan lipoprotein.
Lipid Amfipatik
Amfipatik ialah sifat suatu molekul yang
memiliki bagian hidrofobik (tak larut air) dan
hidrofilik (larut air).
Molekul ini mengorientasikan dirinya pada
antarpermukaan minyak-air.
Bagian hidrofobik berinteraksi dengan lemak,
sedangkan bagian hidrofilik berinteraksi dengan
air.
Contohnya; Pembentukan membran lipid, misel,
emulsi, liposom pada fosfolipid.
DAFTAR PUSTAKA

Armstrong, Frank B. 1995, Buku Ajar Biokimia, Edisi ketiga,
EGC: Jakarta
Gilvery, Goldstein. 1996, Biokimia Suatu Pendekatan
Fungsional, Edisi 3, Airlangga University Press: Surabaya
Harper, et al. 1980, Biokimia (Review of Physiological
Chemistry), Edisi 17, EGC: Jakarta.

Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai