Anda di halaman 1dari 23

ANGGI DAMITA.

H
GIZI ( I
B
)






KEMENTRIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA
JURUSAN GIZI
2013




BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Susu merupakan bahan makanan yang hampir sempurna dan merupakan makanan alamiah bagi
binatang menyusui yang baru lahir, dimana susu merupakan satu-satunya sumber makanan
pemberi kehidupan segera sesudah kelahiran. Susu didefinisikan sebagai sekresi dari kelenjar
susu binatang mamalia. Susu adalah suatu sekresi yang komposisinya sangat berbeda dari
komposisi darah yang merupakan asal susu.
Dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) susu segar No. 01-3141-1998 dijelaskan bahwa susu
segar adalah susu murni yang tidak mendapatkan perlakuan apapun kecuali proses pendinginan
dan tanpa mempengaruhi kemurniannya. Agar aman dikonsumsi dan digunakan untuk proses
penanganan selanjutnya maka susu segar harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Sebagai bahan pangan, susu dapat dapat digunakan dalam baik dalam bentuk aslinya sebagai
suatu kesatuan, maupun dari bagian-bagiannya. Pada dasarnya semua jenis mamalia termasuk
manusia, mampu menghasilkan kelenjar susu melalui kelenjar mammary. Secara umum, susu
mamalia dapat dikelompokkan manjadi 2 bagian, yaitu susu kaya dan susu miskin. Susu kaya
adalah susu yang mengandung kadar lemak dan protein yang tinggi, misalnya susu ikan paus,
susu kelinci dan susu anjing laut. Sedangkan susu miskin adalah susu yang mengandung kadar
lemak dan protein yang relative lebih rendah, misalnya susu sapi, kambing, domba, kuda, kerbau
dan manusia. Perbedaan komposisi ini menunjukkan adanya perbedaan tahap perkembangan anak
pada waktu kelahiran. Meskipun banyak jenis hewan yang dapat menghasilkan susu namun hanya
beberapa hewan saja yang susunya dimanfaatkan untuk konsumsi manusia, yaitu sapi, kambing
dan domba.

b. Tujuan Percobaan
- Mampu mengamati setiap produk susu dan santan secara organoleptik terhadap warna, rasa,
dan konsistensi susu.
- Mampu mengamati endapan atau kotoran yang tertinggal dari setiap produk susu dan santan.
- Mampu mengamati daya kelengketan berbagai produk susu dan santan pada kertas HVS,
buram, yang kemudian ditempelkan pada kayu,logam, dan kaca dan dibiarkan selama 15
menit.
- Mampu mengamati daya koagulasi ( panas, asan dan panas, asam dan dingin )berbagai
produk susu dan santan.
- Mampu mengamati sifat organoleptik dari berbagai produk susu dan santan dengan perlakuan
suhu ( terbuka, suhu ruang, cooling, dan freezing ).


















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Sifat fisik dan kimia susu
a. Sifat fisik susu
1. Warna
Warna air susu dapat berubah dari satu warna kewarna yang lain, tergantung dari bangsa ternak, jenis
pakan, jumlah lemak, bahan padat dan bahan pembentuk warna. Warna air susu berkisar dari putih
kebiruan hingga kuning keemasan. Warna putih dari susu merupakan hasil dispersi dari refleksi cahaya
oleh globula lemak dan partikel koloidal dari casein dan calsium phosphat. Warna kuning adalah karena
lemak dan caroten yang dapat larut. Bila lemak diambil dari susu maka susu akan menunjukkan warna
kebiruan.

2. Rasa dan bau
Kedua komponen ini erat sekali hubungannya dalam menentukan kualitas air susu. Air susu terasa sedikit
manis, yang disebabkan oleh laktosa, sedangkan rasa asin berasal dari klorida, sitrat dan garam-garam
mineral lainnya. Bahwa cita rasa yang kurang normal mudah sekali berkembang di dalam susu dan hal ini
mungkin merupakan akibat dari:
a. Sebab-sebab fisiologis seperti cita rasa pakan sapi misalnya alfalfa, bawang merah, bawang
putih, dan cita rasa algae yang akan masuk ke dalam susu jika bahan-bahan itu mencemari pakan
dan air minum sapi.
b. Sebab-sebabdari enzim yang menghasilkan cita rasa tengikkarena kegiatan lipase pada lemak
susu.
c. Sebab-sebab kimiawi, yang disebabkan oleh oksidasi lemak.
d. Kedua komponen ini erat sekali hubungannya dalam menentukan kualitas air susu. Air susu
terasa sedikit manis, yang disebabkan oleh sebab dari bakteri yang timbul sebagai akibat
pencemaran dan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan peragian laktosa menjadi asam laktat
dan hasil samping metabolik lainnya yang mudah menguap.
e. Sebab-sebab mekanis, bila susu mungkin menyerap cita rasa cat yang ada disekitarnya, sabun
dan dari larutan chlor.



3. Berat jenis
Air susu mempunyai berat jenis yang lebih besar daripada air. BJ air susu = 1.027-1.035 dengan rata-rata
1.031. Akan tetapi menurut codex susu, BJ air susu adalah 1.028. Codex susu adalah suatu daftar satuan
yang harus dipenuhi air susu sebagai bahan makanan. Daftar ini telah disepakati para ahli gizi dan
kesehatan sedunia, walaupun disetiap negara atau daerah mempunyai ketentuan-ketentuan tersendiri.
Berat jenis harus ditetapkan 3 jam setelah air susu diperah. Penetapan lebih awal akan menunjukkan hasil
BJ yang lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh :
perubahan kondisi lemak
Adanya gas yang timbul didalam air susu

4. Kekentalan air susu (viskositas)
Seperti BJ maka viskositas air susu lebih tinggi daripada air. Viskositas air susu biasanya berkisar 1,5
2,0 cP. Pada suhu 20C viskositas whey 1,2 cP, viskositas susu skim 1,5 cP dan susu segar 2,0 cP. Bahan
padat dan lemak air susu mempengaruhi viskositas. Temperatur ikut juga menentukan viskositas air susu.
Sifat ini sangat menguntungkan dalam pembuatan mentega.

5. Titik beku dan titik cair dari air susu
Pada codex air susu dicantumkan bahwa titik beku air susu adalah 0.500
0
C. Akan tetapi untuk Indonesia
telah berubah menjadi 0.520
0
C. Titik beku air adalah 0
0
C. Apabila terdapat pemalsuan air susu dengan
penambahan air, maka dengan mudah dapat dilakukan pengujian dengan uji penentuan titik beku. Karena
campuran air susu dengan air akan memperlihatkan titik beku yang lebih besar dari air dan lebih kecil dari
air susu. Titik didih air adalah 100C dan air susu 100.16C. Titik didih juga akan mengalami perubahan
pada pemalsuan air susu dengan air.

6. Daya cerna
Air susu mengandung bahan/zat makanan yang secara totalitas dapat dicerna, diserap dan dimanfaatkan
tubuh dengan sempurna atau 100%. Oleh karena itu air susu dinyatakan sangat baik sebagai bahan
makanan. Tidak ada lagi bahan makanan baik dari hewani terlebih-lebih nabati yang sama daya cernanya
denagn air susu (Abdulla, S. 1988).



b. Sifat Kimia Susu
1. Keasaman dan pH
Susu segar mempunyai sifat ampoter, artinya dapat bersifat asam dan basa sekaligus. Jika diberi kertas
lakmus biru, maka warnanya akan menjadi merah, sebaliknya jika diberi kertas lakmus merah warnanya
akan berubah menjadi biru. Potensial ion hydrogen (pH) susu segar terletak antara 6.5 6.7. Jika dititrasi
dengan alkali dan kataliasator penolptalin, total asam dalam susu diketahui hanya 0.10 0.26 % saja.
Sebagian besar asam yang ada dalam susu adalah asam laktat. Meskipun demikian keasaman susu dapat
disebabkan oleh berbagai senyawa yang bersifat asam seperti senyawa-senyawa pospat komplek, asam
sitrat, asam-asam amino dan karbondioksida yang larut dalam susu. Bila nilai pH air susu lebih tinggi dari
6,7 biasanya diartikan terkena mastitis dan bila pH dibawah 6,5 menunjukkan adanya kolostrum ataupun
pemburukan bakteri (Fitriyono A, 2010)

2. Komposisi Susu
Secara alamiah yang dimaksud dengan susu adalah hasil pemerahan sapi atau hewan menyusui lainnya,
yang dapat dimakan atau dapat digunakan sebagai bahan makanan, yang aman dan sehat serta tidak
dikurangi komponen-komponennya atau ditambah bahan-bahan lain. Hewan-hewan yang susunya
digunakan sebagai bahan makanan adalah sapi perah, kerbau unta, kambing perah (kambing etawah) dan
domba. Berbagai sapi diternakkan untuk diperah susunya antara lain Ayrshire, Brown Swiss, Guernsey,
Zebu, Sapi Grati, Fries Holand dan turunannya.
Susu yang baik apabila mengandung jumlah bakteri sedikit, tidak mengandung spora mikrobia pathogen,
bersih yaitu tidak mengandung debu atau kotoran lainnya, mempunyai cita rasa (flavour) yang baik, dan
tidak dipalsukan. Pemeriksaan air susu terhadap pemalsuan akan diuraikan pada
Komponen-komponen susu yang terpenting adalah protein dan lemak. Kandungan protein susu berkisar
antara 3 - 5 persen sedangkan kandungan lemak berkisar antara 3 - 8 persen. Kandungan energi adalah 65
kkal, dan pH susu adalah 6,7. Komposisi air susu rata-rata adalah sebagai berikut :
Air (87,90%)
Casein (2,70%)
Lemak (3,45%)
Bahan kering (12,10%)
Albumin (0.50%)
Protein (3,20%)
Laktosa (4,60%)
(Fitriyono A, 2010)

Fakto r-Faktor yang Mempengaruhi Komposisi Susu
Komposisi air susu dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya :
1. Jenis ternak dan keturunannya (hereditas).
2. Tingkat laktasi.
3. Umur ternak.
4. Infeksi/peradangan pada ambing.
5. Nutrisi/pakan ternak.
6. Lingkungan dan
7. Prosedur pemerahan susu.
















BAB III
METODE PERCOBAAN

a. Bahan
Produk Susu
Susu Bayi 0 6 bulan ( SGM 1 )







Susu Bayi 1 3 tahun (Lactogen )







Susu Ibu Hamil ( Lactamil )




Susu Anlene








Susu Dancow Full Cream







Susu Bear Brand








Santan Kara








Asam Cuka



b. Alat
- Gelas
- Kertas HVS
- Plastik Es Lilin
- Sendok Makan
- Kertas Buram
- Kompor
- Panci
- Kertas Label




c. Cara Kerja
- Amati setiap produk susu dan santan secara organoleptik terhadap warna, rasa, dan
konsistensi susu
- Tambahkan air dengan perbandingan yang sama pada produk susu kemudian saring dengan
kapas. Amati endapan atau kotoran yang tertinggal
- Amati tingkat kelengketan susu dengan meneteskan berbagai produk susu dan santan pada
kertas HVS, buram, kemudian ditempelkan pada logam, kayu, dan kaca lalu biarkan selama
15 menit.
- Untuk melihat daya lengket susu dengan kertas, maka yang paling susah dikeluarkan berarti
paling lengket
- Amati daya koagulasi (penggumpalan) susu :
a. Koagulasi panas : masukkan 2 sdm masing-masing produk susu dan santan ke dalam 250
ml air mendidih selama 5 menit dan amati daya koagulasinya
b. Koagulasi Asam dan Panas : masukkan masing-masing produk susu dan santan ke
dalam 250 ml air mendidih lalu tambahkan 7 tetes asam cuka dan amati daya
koagulasinya
c. Koagulasi Asam dan dingin : ambil masing-masing produk susu dan santan sebanyak 10
ml lalu tambahkan 7 tetes asam cuka dan amati daya koagulasinya
- Berbagai produk susu dan santan disimpan dengan perlakuan dibiarkan terbuka dalam gelas,
diisi dalam plastic lalu di simpan pada suhu beku (freeer) dan susu cooling (refrigerator)
selama 24 jam lalu amati secara organoleptik (warna, rasa dan konsistensi )
- Amati daya beku susu, lalu encerkan dan amati secara organoleptik (warna, rasa, dan
konsistensi susu )











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
TABEL 1 PENGAMATAN ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT KELENGKETAN SUSU
No Jenis Susu Warna Rasa
Tingkat Kelengketan HVS Tingkat Kelengketan Buram
Kayu Logam Kaca Kayu Logam Kaca
1. SGM 1 + + + ++ ++ + + +
2. Lactogen + ++ + ++ ++++ ++ ++ ++
3. Lactamil ++ +++ + ++++ ++++ ++ ++ ++
4. Anlene + +++ + ++++ ++++ +++ ++ ++
5.
Dancow
Full
Cream
+ ++ +++ ++++ ++++ ++++ ++++ +++
6.
Bear
Brand
++++ ++ +++ ++++ ++++ ++++ ++++ ++++
7. Santan + + ++ + + ++ +++ ++
Keterangan :
Warna
++++ =Sangat kuning
+++ =Kuning
++ =Agak kuning
+ =Putih
Rasa
++++ =Sangat manis
+++ =Manis
++ =Agak manis
+ =Tawar
Kelengketan
++++ =Sangat lengket
+++ =lengket
++ =Agak lengket
+ =tidak lengket

Pengamatan kelengketan susu




ditempelkan pada media kaca










Ditempelkan pada media kayu






Di tempelkan pada media logam


TABEL 2 PENGAMATAN TINGKAT KOAGULASI SUSU
No Jenis Susu warna panas
Tingkat Koagulasi
Asam panas Asam dingin
1.
SGM 1
+ + + +
2.
Lactogen
+ + ++ ++
3.
Lactamil
++ + ++ +
4.
Anlene
+++ + +++ +++
5.
Dancow Full
Cream
+ + ++++ +++
6.
Bear Brand
++++ + ++++ ++++
7.
Santan
+ + + +

Keterangan :
Tingkat koagulasi
++++ = Sangat menggumpal
+++ =menggumpal
++ =agak menggumpal
+ =tidak menggumpal


















PENGAMATAN TINGKAT KOAGULASI






Panas






Asam panas





Asam dingin










Beberapa produk susu yang mengalami koagulasi (penggumpalan ) akibat penambahan larutan
asam ( cuka )









TABEL 3 PENGAMATAN TINGKAT PERUBAHAN WARNA SUSU PADA BEBERAPA SUHU

No Jenis Susu
Terbuka Tertutup
Warna Rasa Konsisten Warna Rasa Konsisten
1.
SGM 1 + +
+
+ +
+
2.
Lactogen + ++
++
+ ++
++
3.
Lactamil ++ +++
++
++ +++
++
4.
Anlene + +++
+++
+ +++
+++
5.
Dancow Full
Cream
+ ++
++++
+ ++
++++
6.
Bear Brand ++++ ++
++++
++++ ++
++++
7.
Santan + +
+
+ +
+

No Jenis Susu
Freezing Cooling
Warna Rasa Konsisten Warna Rasa Konsisten
1.
SGM 1
+
+
+ ++
+
+
2.
Lactogen
+
++
++ ++
++
++
3.
Lactamil
++
+++
++ ++
+++
++
4.
Anlene
++
+++
+++ ++
+++
+++
5.
Dancow Full
Cream
++
++
++++ ++
++
++++
6.
Bear Brand
++++
++
++++ ++++
++
++++
7.
Santan
+
+
+ +
+
+



Keterangan :
Warna
++++ =Sangat kuning
+++ =Kuning
++ =Agak kuning
+ =Putih

Rasa
++++ =Sangat manis
+++ =Manis
++ =Agak manis
+ =Tawar

Konsistensi
++++ =Sangat kental
+++ =kental
++ =Agak kental
+ =cair

Suhu kamar suhu cooling



Suhu freezing

4.2 Pembahasan
Beberapa produk susu dan santan yang saya amati, antara lain :
1. SGM 1 : Dalam segi kandungan nutrisi, produk SGM mengandung FOS, AHA dan DHA,
mineral, protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan air seperti kebanyakan kandungan susu formula
lain. Kelebihan kandungan SGM terletak pada rasanya yang tidak terlalu eneg dan beraroma
buat anak-anak.
Selain itu, jenis produk susu SGM juga dibagi berdasarkan usia bayi, seperti SGM 1 diperuntukan
bagi bayi usia 0-6 bulan, SGM 2 untuk bayi usia 6 bulan keatas, SGM 3 untuk bayi usia 1 tahun
ke atas, dan SGM 4 untuk bayi usia 4 tahun ke atas.

2. Lactogen : mengandung zat gizi makro dan mikro untuk pertumbuhan anak.
Komposisi:
Padatan Susu (Susu Bubuk Skim, Laktosa), Campuran Minyak Nabati (mengandung antioksidan
askorbil palmitat), Maltodekstrin, Gula, Mineral, Pengemulsi Lesitin Kedelai, Premiks Vitamin,
Campuran Minyak LC-PUFA (mengandung antioksidan tokoferol), dan Probiotik

3. Lactamil :
Nilai kandungan dari Lactamil Ibu Menyusui adalah: Mengandung Sari Daun Katuk
alami yang terbukti efektif untuk ibu menyusui
Mengandung Dua Asam Lemak, Omega 3 & Omega 6 dalam jumlah & rasio yang
seimbang
Mengandung kalsium, fosfor, magnesium & vitamin D dalam jumlah optimal
Kandungan Prebiotik Frukto Oligo Sakarida (FOS) pada Lactamil Ibu Menyusui
membantu memenuhi kebutuhan serat ibu menyusui
Mengandung jahe alami yang mengandung zat aktif yang penting pada masa
menyusui
Ini menjadikan Lactamil Ibu Menyusui adalah susu terbaik untuk Ibu yang sedang
menyusui.

4. Anlene : Anlene merupakan suatu produk susu yang mengklaim produknya dapat mencegah
resiko osteoporosis. Klaim gizi yang tercantum adalah nutrisi tulang yang lengkap, penyerapan
cepat, dan penguncian nutrisi.
Komposisi :Susu bubuk skim, Kalsium, Fruktosa, Magnesium oksida, Besi Piranofosfat, Perisa
krim buds asia dan perisa vanilla esensial, Vitamin E, Vitamin A, Seng oksida, Vitamin D3,
Vitamin K, Asam Folat.

5. Dancow Full Cream : Rasanya lezat dan gurih, terbuat dari susu sapi, mengandung berbagai
vitamin dan mineral penting, terutama kalsium dan zat besi yang baik untuk pembentukan tulang
dan gigi serta pembentukan sel darah merah.
6. Bear Brand : susu Beruang ini adalah susu yang melalui pengolahan sterilisasi. Sterilisasi susu
adalah proses pengawetan susu yang dilakukan dengan cara memanaskan susu sampai mencapai
suhu di atas titik didih, sehingga bakteri maupun kuman dan sporanya mati. Bear brand adalah
Susu steril rendah lemak, tinggi kalsium dan Vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, D dan E.

7. Santan : Santan merupakan emulsi minyak dalam air alami berwarna putih susu yang diekstrak
dari endosperma (daging buah) kelapa tua baik dengan atau tanpa penambahan air. Pada skala
rumah tangga, ekstraksi santan dilakukan dengan cara memeras parutan kelapa segar yang sudah
dicampur dengan air panas (hangat). Sedangkan untuk skala industri, ekstraksi dilakukan dengan
mesin pemeras santan yang memungkinkan untuk mendapatkan santan murni 100% tanpa
diperlukan penambahan air pada parutan kelapa.

Hasil pengamatan
Uji Warna
Dalam praktikum yang telah dilaksanakan warna susu putih kekuningan. Hal ini sesuai dengan
pendapat Rachmawan yang mengatakan bahwa karoten (pro - vitamin A) adalah pigmen yang
menyebabkan warna kekuningan pada susu yang berasal dari jennis pakan yang diberiakan.
Ketajaman warna karoten tergantung dari jumlah pigmen dalam darah yang disekresi bersama
sama susu. Karoten yang terdapat dalam susu, secara identik dengan yang terdapat pada warna
tanaman. Warna kuning susu ini sangat dipengaruhi oleh pakan yang berikan pada ternak itu
sendiri. Pakan yang tinggi kadar karoten, misalnya wortel dan hijaun menyebabkan warna susu
lebih kuning daripada pakan jagung putih atau oats yang berkadar karoten rendah.

Uji bau dan rasa
Bau/ aroma/ flavour susu segar adalah khas bau susu, karena adanya kandungan asam volatile dan
lemak dalam susu. Selain itu, kandungan laktosa yang tinggi dan kandungan klorida yang rendah
diduga menyebabkan susu berbaru seperti garam. Penyimpangan bau susu sepeeti bau asam, bau
kotoran, bau pakan, dan bau obat obatan dapat timbul karena penanganan yang kurang baik.
Susu segar yang normal berasa agak manis karena mengandung laktosa dan mempunyai aroma
yang spesifik. Aroma susu lenyap jika susu didiamkan beberapa jam atau susu didinginkan. Cita
rasa susu berhubungan dengan keseimbangan rasa antara rasa manis akibat kandungan laktosa
tinggi dan rasa asin dari kadar klorida.
Susu dengan kandungan laktosa rendah tetapi kadar kloridanya tinggi menyebabkan rasa susu
menjadi asin. Susu sapi yang dihasilkan pada akhir masa laktasi biasanya terasa asin.

Uji endapan
Adanya endapan dalam susu merupakan indikator penanganan yang tidak baik (sanitasi
buruk). Kontaminasi endapan ini biasanya diikuti dengan kontaminasi mikroba yang akan
mendekomposisi susu dan bahan asing yang terlarut dalam susu

Uji Koagulasi (penggumpalan )
Koagulasi adalah salah satu kerusakan protein yang terjadi akibat pemanasandan terjadi
penggumpalan dan pengerasan pada protein karena menyerap air pada proses tersebut.
Dalam praktikum ini susu/santan di tambahkan dengan air mendidih, amati daya koagulasinya(
koagulasi panas ), susu/santan di tambahkan dengan air mendidih + asam cuka, amati ( koagulasi
asam panas ), susu/santan di tambahkan asam cuka, amati ( asam dingin )

Apabila semakin kecil PH larutan asam yang di berikan kepada protein, maka akan semakin cepat
pula terjadinya proses koagulasi.

Uji Konsistensi.
Susu yang sehat memiliki konsistensi baik, hal ini terlihat tidak adanya butiran-butiran pada
dinding tabung setelah tabung digoyang, susu yang baik akan membasahi dinding tabung dengan
tidak akan memperlihatkan bekas berupa lendir atau butiran-butiran yang lama menghilang. Susu
yang konsistensinya tidak normal (berlendir) disebabkan oleh kegiatan enzim atau penambahan
asam, biasanya mikroba kokus yang berasal dari air, sisa makanan atau alat-alat susu.

Uji perlakuan susu terhadap beberapa suhu ( ruang, cooling, freezing)
- Susu sapi segar yang dipanaskan dan disimpan dalam kulkas,terlihat terjadi perubahan yang
berupa warnanya putih, tidak berbau, terdapat sedikit gumpalan, terdapat buih pada bagian
atas (setelah pemanasan)
- Susu sapi segar yang tidak dipanaskan dan disimpan dalam kulkas, putih, aroma tidak terlalu
masam, terdapat sedikit gumpalan.
- Susu sapi segar yang dipanaskan dan disimpan pada suhu ruang,warna putih, masam,
menggumpal pada bagian atas (lemaknya), dan pada bagian bawahnya berupa cairan bening.
- Susu sapi segar yang tidak dipanaskan dan disimpan pada suhu ruang, putih, masam,
gumpalan















BAB V
KESIMPULAN

Warna air susu dapat berubah dari satu warna kewarna yang lain, tergantung dari bangsa ternak,
jenis pakan, jumlah lemak, bahan padat dan bahan pembentuk warna. Warna air susu berkisar
dari putih kebiruan hingga kuning keemasan
Air susu terasa sedikit manis, yang disebabkan oleh laktosa, sedangkan rasa asin berasal dari
klorida, sitrat dan garam-garam mineral lainnya.
Adanya endapan dalam susu merupakan indikator penanganan yang tidak baik (sanitasi
buruk).
Apabila semakin kecil PH larutan asam yang di berikan kepada protein, maka akan semakin cepat
pula terjadinya proses koagulasi.
Susu sapi segar yang dipanaskan dan disimpan dalam kulkas,terlihat terjadi perubahan yang
berupa warnanya putih, tidak berbau, terdapat sedikit gumpalan, terdapat buih pada bagian atas
(setelah pemanasan)
Susu sapi segar yang tidak dipanaskan dan disimpan dalam kulkas, putih, aroma tidak terlalu
masam, terdapat sedikit gumpalan.
Susu sapi segar yang dipanaskan dan disimpan pada suhu ruang,warna putih, masam,
menggumpal pada bagian atas (lemaknya), dan pada bagian bawahnya berupa cairan bening.
Susu sapi segar yang tidak dipanaskan dan disimpan pada suhu ruang, putih, masam, gumpalan












DAFTAR PUSTAKA

Abdulla, S. 1988. Penentuan Kualitas Susu.Majalah Komunikasi/Informasi Profesi dan Koperasi.
Peternakan Indonesia No. 37. ISSN 0216-3242. Jakarta
Apriantono, A., D. Fardiaz, N.L. Puspitasari, Sudarnawati dan D. Budiyanto. 1989. Analisis Pangan.
PAU Pangan dan Gizi IPB, Bogor
Fitriyono Ayustaningwarno.2010. Ilmu Pengolahan Bahan Pangan. Alfabeta. Bandung
http://dunia-mikro.blogspot.com/2010/08/mekanisme-perubahan-warna-biru-metilen.html
http://pratamasandra.wordpress.com/2009/09/09/pengujian-mutu-susu/
http://catatankuliah-heri.blogspot.com/2011/04/pemeriksaan-fisik-uji-organoleptik-susu.html
http://faulampung-sahabatlabkimia.blogspot.com/2009/10/pengujian-mutu-susu.html
http://www.scribd.com/doc/52496999/uji-mutu-dan-pemalsuan-susu

Anda mungkin juga menyukai