Anda di halaman 1dari 31

ALAWAT

K. H. M. Cholil Bisri
ALAWAT
GEMBOLAN




Disusun dan
Diijazahkan oleh :

K. H. M. Cholil Bisri








alawat Gembolan

Hak cipta 2001 pada K. H. M. Cholil Bisri
Dicetak di Indonesia
Diterbitkan pertama kali oleh :

Al-Ibriz
Yayasan Pendidikan Islam
Jl Mulyo No. 1-4 Rembang

sebagian materi telah diterbitkan pada 1412 H
oleh :
Yayasan Saefuddin Zuhri, Jakarta dan
Yayasan Pendidikan Islam Al-Ibriz, Rembang













Diketik ulang
dengan seijin dari :
Teronggosong
(Gus Yahya Cholil Tsaquf)
2011

Sepercik Pengantar




. .


Ketika aneka doa yang kita persembahkan
seolah-olah terhalang oleh ijabah, atau setidaknya
terasa sangat lama ijabah itu kunjung datang; ketika
syarat-syarat berdoa terabaikan, atau memang tidak
terlintas dibenak kita yang tertekan, bahwa ada syarat-
syarat doa segala, ketika tuntutan kehidupan semakin
tak terbilang akan tiada doa yang wushul sampai
dengan qabul dapat diandalkan; ketika itulah kita
menghajatkan Kanjeng Nabi Muhammad SAAW hadir
mengamini doa kita. Beliau hadir jika dengan
kesungguhan kita mengirim alawat untuk beliau.
Siapapun tidak bisa menjamin, dengan
menghadirkan Kanjeng Nabi, doa musti dapat ijabah.
Karena menjamin bisa berarti ikut campur tangan
terhadap hak mutlak Gusti Allah SWT. Namun kita
boleh menyakini sabda Kanjeng Nabi SAAW bahwa
Allah akan memberi sepuluh shalawat kepada barang
siapa yang bershalawat kepada Kanjeng Nabi sekali
saja. Pada Al-quran surah 32 (Al-Ahzab): 43 Gusti
Allah SWT berfirman:



:

Dialah (Allah) yang memberi alawat kepadamu dan
malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu).
Agar Ia mengeluarkan kamu dari segala kegelapan
menuju kebenderangan cahaya. Adalah Dia terhadap
orang-orang beriman Maha Sayang.

Saya sering mendengar Abah saya,
almaghfurah K.H. Bisri Mustofa, mengatakan :
apalagi alawat, begitu nama Kanjeng Nabi
Muhammad SAAW kamu sebut, kesulitan yang kamu
tidak bisa memecahkannya, akan terbuka makhraj
(solusi) yang kamu inginkan. Secara empirik, saya
meyakini dan oleh karena itu sering mempraktekkannya.
Dan.berhasil.
Sangat banyak naskah alawat yang disusun
oleh para orang keramat. Malaikat Jibril sendiri
membuatnya. Disamping -sudah tentu- Kanjeng Nabi
SAAW sendiri mengajarkan teks alawat.
Saya akan tularkan teks-teks yang saya dapat
dari guru-guru saya. Saya akan terjemahkan sebisa saya
dengan membubuhkan sepercik khassyah (kasiat) yang
saya alami dan dialami oleh sebagian saudara-saudara
saya. Tentu saja dengan menyertakan pula kaifiyatil
amal sesuai petunjuk Mujiz. Adalah hanya setetes kecil
dari telaga alawat yang ada.
Rangkuman alawat gembolan ini diterbitkan
munasabah dengan pernikahan anak-anak kami : Faizah
Cholil Tsuqaibak dan Abu Rahmat Muzakki; pada 27
Rajab 1422 H/14 Oktober 2001 M.









M. Cholil Bisri












PETUNJUK UMUM





Hendaknya sebelum mengamalkan alawat
yang saya rangkai ini lebih dahulu hadiah Fatihah
kepada Kanjeng Nabi, keluarga dan sahabatnya, serta
penyusun itu dan Mujiznya.

Anda boleh memilih alawat mana yang paling
berkenan di hati Anda. Insya Allah semua yang saya
rangkum menjumpai ijabah yang memuaskan. Jika
disertai dengan keikhlasan yang dalam dan jernih, hajat
yang diajukan lebih cepat datangnya.

























6











ALAWAT
SELAYANG PANDANG



:

:


Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya
beralawat kepada Nabi, Wahai orang-orang
yang beriman beralawatlah kalian kepadanya
dan berdoa selamatlah untuknya dengan
bersungguh-sungguh (QS Al-Ahzab : 56)

Dalam etimologi Arab, alawat yang dari kata
alawa (kemudian menjadi al) bermakna asal :
lazima (tetap; menetap; berada di situ selamanya) atau
dakhala (masuk; memasuki), wa yala sair, artinya:
dia menetap atau masuk di neraka Sair
alla, yang masdarnya alah punya banyak
arti. Jika alah (atau alawat) itu dari Gusti Allah SWT
artinya: rahmat yang tetap. Jika dari malaikat berarti
permohonan ampunan yang tetap. Jika dari muslim
biasa artinya doa, seperti yang didendangkan oleh
Asya:



Dan ada khamer yang berwarna kemerahan,
orang yahudi di kampung itu mengitarinya dan
dia menampakkan diri tanpa sembunyi,
khomer itu masih tertutup ring. Angin pun
berdendang menyambutnya dan dalam
dendangannya dia berdoa -agar khomer tidak
rusak rasanya- dan dia mengajukan pinta
dengan suara keras-keras.

Al-Roi berkata :



Gusti Allah yang Maha Kasih memberi
rahmat kepada Azza dan anak gadisnya. Layla,
dan yang lain berdoa bagi tetangga-
tetangganya.

Sayid Abu Bakar berkata : alawat artinya
memberi kasih saying yang tak pernah putus. Sedang
sabda Kanjeng Nabi SAAW :

.

Jika diantara kalian diundang makan
hendaknya mendatanginya. Kalau sedang tidak
berpuasa makanlah sepuasnya dan jika sedang
berpuasa, hendaklah dia berdoa agar dia dan
pengundang- mendapat berkah dan kebaikan.

Para ulama sepakat untuk tidak menggunakan
istilah alawat untuk doa selain kepada Kanjeng Nabi
Muhammad SAAW.
alat juga dipakai untuk ibadah yang dimulai
dengan takbir dan diakhiri dengan salam yang
didalamnya ada berdiri, ruku, sujud, duduk dan
bacaan-bacaan, termasuk al-Fatihah.
Demikianlah secara selayang pandang tentang
alat dan alawat. Kami persembahkan untuk anda yang
berminat kuat. Silakan.





PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA


Ar
ab
Lat
in
Ar
ab
Lat
in
Ar
ab
Lat
in

`

z

q

b

s

k

t

sy

l

ts

sh

m

j

d

n

h

t

w

kh

z

h

d







g

y

r

f -



Catatan:
1. Konsonan yang bersyaddah ditulis dengan rangkap
Misalnya ; ditulis rabban.

2. Vokal panjang (mad) ;
Fathah (baris di atas) di tulis , kasrah (baris di bawah) di tulis
, serta dammah (baris di depan) ditulis dengan . Misalnya;
ditulis al-qriah, ditulis al-maskn,
ditulis al-muflihn

3. Kata sandang alif + lam ()
Bila diikuti oleh huruf qamariyah ditulis al, misalnya ;
ditulis al-kfirn. Sedangkan, bila diikuti oleh huruf
syamsiyah, huruf lam diganti dengan huruf yang
mengikutinya, misalnya ; ditulis ar-rijl.

4. Ta marbthah ( ).
Bila terletak diakhir kalimat, ditulis h, misalnya; ditulis
al-baqarah. Bila ditengah kalimat ditulis t, misalnya;
ditulis zakt al-ml, atau ditulis srat al-
Nis`.

5. Penulisan kata dalam kalimat dilakukan menurut tulisannya,
Misalnya; ditulis wa huwa khair ar-Rziqn.









ALAWAT-ALAWAT
GEMBOLAN



Beberapa doa alawat penting yang bisa
dicoba keampuhannya, yaitu :


1. alawat Jibril




- allaahu al Muammad

Mudah-mudahan Allah men-alawati Muammad

Catatan dan cara pengamalan :

Ketika telah dicipta Siti awwa bagi Nabi
Adam AS, Allah SWT melarang Nabi Adam AS
mendekati calon istrinya itu sebelum memberi
mahar, mahar itu harus berupa alawat dan Sayyidina
Jibril AS mentalqinkan alawat (seperti tersebut diatas)
kepada Nabi Adam AS. Karena itu alawat ini diberi
nama.
Biasa dipakai sebagai wiridan rutin sebanyak
1.000 (seribu) kali oleh para Kiai kuno, untuk membuka
jalan memperoleh berkah dalam segala upaya. Bisa
dibaca sekaligus seribu dan bisa pula dicicil sehabis
alat matkubah dua ratus kali.
Untuk mempercepat ijabah bagi hajat
mendesak, dibaca seribu kali dalam satu majlis setelah
melakukan shalat hajat dua rekaat (sebaiknya tengah
malam). Setalah selesai membaca 1000 kali, lalu
bacalah doa tawassul ini :



,
............


- Aahumma inni as-aluka atawajjahu ilayka wa atawassalu ilayka
binabiyyika Muammadin nabiyyirrahmati, y sayyidi y Muammad,
inn atawassalu bika il Rabb fasyaffihu fiyya liqa-i hjat, wa
hiya (sebutkan hajatnya).

Jika hajat anda dirasakan- sulit terjangkau
menurut ukuran kemampuan anda, maka shalawat
tersebut diatas dibaca sebanyak 15.000 kali, dengan tata
cara seperti diatas. Setelah selesai, baca pula doa
tawassul itu.
2. alawat Nuriz Zati




.


- Aahumma alli wa sallim wa brik al sayyidina muammadin
nuriz ti wassirri sari fi siril asmi waifati

Catatan dan cara mengamalkan :

Dianjurkan ketika bepergian, agar selamat
sampai tujuan, beberapa kali, terserah. Tetapi sedikitnya
11 (sebelas) kali. Terutama ketika ada rasa khawatir
ketika berkendara.
Untuk mencegah sawan (makhluk Allah
yang suka mengganggu anak kecil). alawat ini ditulis
diatas secarik kertas, dilipat dan dibungkus dalam kain
lalu dikalungkan pada leher anak kecil yang
dikhawatirkan terkena sawan, atau bisa juga untuk
suwuk muntah.
Doa Fatiah jika dimuqaddimahi dengan
alawat ini bisa lebih menggigit atau apapun istilah
lainnya yang menggambarkan kekuatan dan khasiat
ijabah. Al-Fatiah sendiri sebagaimana diajarkan dan
dapat diyakini merupakan ayat-ayat Al-quran yang
dapat dimaksudkan untuk segala tujuan dan kebutuhan.


3. alawat ifa.




)( .


- Ahumma alli wa sallim wa brik al sayyidin muammadinil
habbil mabbi syafil ilali wa mufarriji (wa ksyifi)l kurb.

Catatan dan cara mengamalkan :

Saya telah mencoba berkali-kali untuk
meredakan sakit gigi. Sakit gigi yang sakit ditekan dari
luar dan shalawat tersebut dibaca 10 kali.
Jika setiap malam dibaca 1000 kali, dalam
majelis selama 41 (empat puluh satu) hari, maka
penyakit dalam akan dapat dideteksi lewat kambing
atau kelinci atau binatang sembelihan lain yang
dikalungi tulisan shalawat tersebut. Apa yang harus
dilakukan dalam praktek penyembuhan ialah membaca
al-Fatihah 100 (seratus) kali dan alawat tersebut 313
(tiga ratus tiga belas) kali.
Ketika menanggung sedih atau prihatin atau
susah, agar tidak berkepanjangan, alawat tersebut
dibaca sebanyak anda mau, insya Allah, semua yang
dihadapi dalam kehidupan tidak berkelanjutan dengan
stress.


4. alawat Ibrahimi



.

.

.

.

.


- Ahumma alli al muammadin wa al li muammad
kam allaita al ibrhma wa al li ibrhma innaka
amidun majd. Ahumma wa barik al muammadin wa
al li muammad kam barakta al ibrhma wa al li
ibrhma innaka amidun majd. Ahumma wa taraam
al muammadin wa al li Muammad kam taraamta
al ibrhma wa al li ibrhma innaka amidun majd.
Ahumma wa taannan al muammadin wa ala li
muammmad kam taanannta al li ibrhma wa al li
ibrhma innaka hamidun majd. Ahumma wa sallim al
muammmadin wa al li muammad kam sallimta al
ibrhma wa al li ibrhma innaka amidun majd.

Catatan dan cara mengamalkan :

Dikatakan oleh malaikat Jibril bahwa alawat
itu dari Gusti Allah SWT dan beliau mengajarkannya
kepada Kanjeng Nabi SAAW sambil menyentuh satu-
persatu dan menghitung jari-jari beliau. Begitu pula
ketika Kanjeng Nabi SAAW mengajarkannya kepada
Sayyidina Ali bin Abi Thalib, beliau membacakannya
dengan menyentuh satu-persatu dan menghitung jari-
jari Sayyidina Ali. Saya mendapat alawat ini dari guru
saya, Syaikh Yasin bin Isa Al-Fadani Al-Makki secara
musalsal, juga dengan menyentuh satu-persatu dan
menghitung jari-jari saya. Oleh karena itu pula disebut
pula alawat ini disampaikan dengan bil addi fil yad.




5. alawat Badawi Sughra.




.

- Aahumma alli al nril anwr wa sirril asrr wa tiryqil
aghyr, wa mifti bbil yasr, sayyidina wa maulana
muammadinil mukhtr, wa lihil ahr wa ashbihil akhyr,
adada niamillahi wa iflih.

Catatan dan cara mengamalkan :

Shalawat ini salah satu kesukaan Eyang saya,
Almaghfurllah K.H. Cholil bin Harun. Beliau
mengharuskan santri-santri menggunakannya sebagai
pujian sambil menanti beliau naik ke surau untuk
mengimami alat jamaah. Jika santri belum mencapai
hitungan sebelas beliau belum tampil.
Jika dibaca 111 (seratus sebelas) kali selama
empat puluh satu hari, tanpa terselingi kegaiatan apapun,
maka hajat pembacanya akan dibantu Kanjeng Nabi
menggapai ijabah.
Jika dibaca sebanyak 1129 (seribu seratus dua
puluh Sembilan) kali dalam satu majelis, sedikitnya tiga
hari, urusan yang sedang dihadapi akan mendapat
kemudahan.
Dianjurkan untuk mewiridkan sehabis shalat
wajib 3 (tiga) kali. Terutama sehabis shalat maghrib dan
shalat subuh, dengan menggandengkannya bersama
alawat badawi Kubro sekali.


6. alawat Badawi Kubro.










.

- Aahumma alli wa sallim wa brik al sayyidin
muammadin syajaratil alin nr niyyati wa lumatil
qabatir rahmniyyati, wa afoli kholiqotil insniyyati wa
asyrafi uratil jismniyyati wa madinil asrril rabbniyyati
wa khazinil ulumil isifiyyati hibil qabatil aliyyati wal
bahjatis saniyyati war rutbatil aliyyati man indarajatin
nabiyyuna tahta lawihi fahum minhu wa ilaihi wa alli wa
sallim wa barik alaihi wa al lihi wa ahbihi adada m
khalaqa wa razaqta wa amatta wa ahyayta il yaumi tabau
man afnaita wa sallim kar wal hamdulillahi rabbillamn .

Catatan dan cara mengamalkan :

Saya memperoleh ijazah alawat ini dari
banyak Kiai, antara lain dari Abah saya, K.H. Bisri
Mustofa, dari K.H. Abdul Hamid (Pasuruan), dari K.H.
Syahid (Kemadu) dan lain-lain. Kata beliau-beliau itu,
alawat ini khasiyyah-nya antara lain, bahwa barang
siapa mewiridkannya selepas alat maghrib secara
dawam (ajeg), insya Allah dia tidak akan menghadapi
cobaan yang menghinakan, seperti turun karier, jabatan
dan derajatnya.
Jika mempunyai hajat besar, bacalah dalam
satu majelis dan dalam keadaan suci dari hadas
sebanyak 500 (lima ratus) kali, niscaya hajatnya itu
akan kesampaian.
Jika dibaca setiap mengakhiri bilangan seratus
kali dari bacaan alawat sebelumnya (Badawi Sughra)
dalam jangka waktu 41 (empat puluh satu) hari, apa
yang dihajatkan, misalnya: kenaikan pangkat, dan lain-
lain, akan terkabulkan dengan izin Allah SWT.
Sebaiknya dibaca sekali setiap selesai alat
maghrib dan subuh secara rutin untuk memperoleh
berkah hidup.


7. alawat Ismul Aam.








,



.


- Aahumma inni as-aluka bismikal aamil maktubi min nri
wajhikal alal muabbadil bqid d-imil mukhallad f qalbi
nabiyyika wa raslika muammadin wa as-aluka wa bismikal
aamil bi wadatil aadil mutali min wadatil kammi wal
adadil muqaddasi likulli aad, wa bi haqqi Bismillhir
rahmnir rahm, Qul huwahu aad, Ahu amad, Lam
yalid wa lam ylad, wa lam yakul lah kufuwan aad, an
tualliya al sayyidin muammadin sirri aytil wujdi was
sababil aami likulli maujdi, alatan tuabbitu bih qalbil
mna wa tuaffaun bihl qurna wa tufahhimun bihal
yt wa taftau l bih nral jannati wa nran nami wa
nran naari ila wajhikal karm wa ala lihi wa abihi wa
sallim wal amdu lihi rabbil lamn.

Catatan dan cara pengamalan :

Jika dibaca dalam satu majelis, sebanyak 100
(seratus) kali dan hajat anda sebutkan setelah wa nran
naari ila wajhikal karm, misalya ditambah wa
tuballighun bih ziyratal aramaiyn, makkata wal
madnah bagi yang hajat naik haji, niscaya pembacanya
tidak akan kecewa.
Isi dari alawat Ismul Aam tersebut adalah
permohonan terhadap hal-hal pokok yang tidak dapat
diupayakan secara pribadi oleh kita, dan hanya dengan
mencapai pertolongan Allah SWT saja semua itu dapat
tercapai. Misalya keadaan usnul khatimah tetap
beriman sampai mati, menjaga dan menghafal Al-quran,
memahami ayat-ayat Allah, terbukanya pintu sorga dan
pengalaman memandang Zat Agung Allah SWT.
Semuanya tidak bisa kita lakukan tanpa pertolongan
Allah SWT dan wasilah kepada Kanjeng Nabi SAAW.
Setidak-tidaknya dibaca 1 (satu) kali setiap
harinya, sesudah alat Asar atau menjelang Maghrib.
Yaitu momentum waktu yang amat dianjurkan karena
saat-saat tersebut adalah saatnya Malaikat melapor
keatas.


8. alawat Fti.





.


- Aahumma alli wa sallim wa brik al sayyidin
muammadinil ftii lima ughliqa wal khtimi lim sabaqa,
wan niril aqqi bil aqqi wal hd il irtikal mustqm,
allahu alaihi wa al lihi wa abih aqqa qadrih wa
miqdrihl am.

Catatan dan cara pengamalan :

Baik sekali diwiridkan oleh para pencari ilmu,
rizki, pekerjaan dan lain-lain. Dibaca 100, 313 atau
1000 kali dengan memilih waktu tengah malam jumat.
Dilakukan setiap malam jumat, empat sampai sepuluh
kali. Jumlah tersebut tergantung kepada besar-kecilnya
hajat. Doa permohonan sudah termaktub dalam alawat.
Fungsionaris atau aktifis institusi atau jamaah
dianjurkan mewiridkan alawat ini.


9. alawat Masysyiyah.




























.


- Aahumma alli al man minhun syaqqati asrr wa fihir
taqatil aqiq. Wa tanazzalat ulmu dama fa ajazal
khaliq, wa lah tadalatil fuhmu fa lam yudrik-hu minn
sabiqun wa l liqun fariyul malakti bizahri jamlihi
mniqatun wa iyul jabarti bifaydi anwrihi
mutadaffaqatun wa l syaya ill wahuwa bihi man, i
lawll wsiatu laahaba kam qlal mausu altan talqu
bika minka ilayhi kam huwa ahluh. Aahumma innah
sirrukal jmiud dlu alayka, wa hijbukal aamul qimu
laka bayna yadaika, Aahumma aliqni bi nasabih, wa
aqqiqn bi asabih wa arrifni iyhu marafatan aslamu
bih min mawridil jahli, wa akrau bih min mawridil fali,
wahmiln al sablih il haaratik, amlan mahffan
binuratik waqif b alal bili fa admaghah, wa zujja b f
bihril aadiyah, wansyuln min awlit tauid wa aghriqn f
ayni baril wadah, atta l asmaa wa l uissa wa l ajida
ill bih wajalil ijbal aama ayta ri, wa rawahu
sirra aqqat, wa aqqatahu jmia awlimi, bi taqqil
aqqil awwali, y Awwalu y Akhiru y hiru y Binu,
isma nid bim samita bih abdika Zakariyy. Wan urn
bika laka wa ayyidn bika laka wajma bayn wa baynak, wa
ul bayn wa bayna ghayrik, Ahu, Ahu, Allhu. Innal
la faraa alaykal Qurna lardduka il mad, Rabban
tin fidduny asanah, wafil khirati asanah, wa qin
aban nr. Rabban tin min ladunka rahmatan wa
hayyilan min amrin rasyad, ijal l min amri farajan wa
makhraj, Innaha wa malikatah yuallna alan Nabiyi,
y ayyuhal lana man all alayhi wa sallim taslm.
alawtuhi wa salmuhu wa taiyyatuhu wa ramatuhu wa
barkatuhu al sayyidin Muhammadin abdika wa
raslikan nabiyyil ummiyyi wa al lihi wa abihi adad
syaf i wal watri wa adad kalimtihit tammtil
mubrakati ubana rabbil izzati amm yaifn, wa
salmun all mursalna wal amdulihi rabbil lamn.


Catatan dan cara pengamalan :

Sebelum membaca alawat yang panjang ini,
terlebih dahulu hadiah Fatiah kepada : Kanjeng Nabi
Muammad SAAW, keluarga dan para sahabat beliau
serta para awliya illah. Khususnya kepada beliau : Asy
Syaikh Syamsuddin Abdis Salam Al-Masyisyi, setelah
itu baca alawat ini 11 (sebelas) kali, dalam satu majelis
atau lebih juga baik. Sesudah ijal l min amri farajan
wa makhraj sebutkan hajat Anda dengan tadarru,
dengan bahasa menyesuaikan atau dengan bahasa ibu
Anda. Bacalah setiap malam tiga kali mulai sekarang
niscaya keberkahan senantiasa melekat pada Anda.
Semoga.



*





Catatan :
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________






Saya akan tularkan teks-teks yang saya


dapatkan dari guru-guru saya. Saya akan
terjemahkan sebisa saya dengan
membubuhkan sepercik khassiyah yang saya
dan sebagian saudara-saudara saya alami,
dan tentu saja dengan menyertaka kaifiyah
amalnya
-Setetes kecil dari telaga alawat yang ada-