Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG
Alam semesta beserta isinya merupakan ciptaan ALLAH SWT dengan segala
kelebihan dan kekurangannya, terdiri atas berbagai benda langit yang terstruktur sesuai
dengan garis edarnya. Bumi adalah salah satu benda langit dalam hal ini planet yang
memiliki keistimewaan karena dapat dihun ioleh makhluk hidup, baik manusia, hewan,
tumbuhan, dan sebagainya. Di dalam Planet ini terdiri dari70% perairan dan 30% daratan,
oleh karena itu Bumi tepat untuk hidup dan berkembang biaknya berbagai organisme,
terlebih manusia. Manusia adalah makhluk pribadi juga makhluk sosial, yang saling
membutuhkan antarsatu dan lainnya. Manusia tidak hanya membutuhkan makanan,
tempat tinggal, dan pakaian, namun juga ilmu sebagai pelengkap dan kebutuhan primer
bagi manusia. Ilmu dibutuhkan manusia untuk kelangsungan hidupnya, bersosialisasi,
berkembang menjadi seseorangyang lebih baik dengan ilmu yang dimilikinya tersebut.
Salah satu sifat dasar manusia adalah rasa keingintahuannya, hal ini menjadi positif jika
didasari dengan ilmu dan juga agama, sebab ilmu menjadi landasannya dalam melakukan
segala sesuatu, sedangkan agama menjadi filter (penyaring) akan hal yang patut untuk
dilakukan dan itu baik untuknya atau kah tidak, begitu pula sebaliknya, dankeingin
tahuan akan bernilai negatif jika tidak di bekali dengan ilmu dan agama, serta tanggung
jawab,saat ini banyaknya virus pada komputer yang dibuat oleh manusia yang berilmu
dan beragama, namuntidak bertanggung jawab, sebab orang yang membuat virus tersebut
adalah orang yang pintar, orang tersebut tahu akan pemrograman, komputer, dan sistem
telekomunikasi, sehingga ia mampu untuk membuat virus tersebut, orang-orang seperti
itulah yang menjadi sosok yang memperihatinkan bagi dunia saat ini, berkembangnya
IPTEKS yang tidak bertanggung jawab dapat menjadi suatu kerugian bagi orang banyak

II. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan manusia dan hakikatnya?
2. Apa kelebihan manusia dari penghuni bumi lainnya?
3. Bagaimana perkembangan rasa ingin tahu manusia?
4. Apa yang dimaksud dengan alam semesta?
5. Bagaimana pendeskripsian susunan tata surya?
6. Apa saja teori-teori asal-usul alam semesta?

III. TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui pengertian manusia dan hakikatnya.
2. Untuk mengetahui kelebihan manusia dari penghuni bumi lainnya.
3. Untuk mengetahui perkembangan rasa ingin tahu manusia.
4. Untuk mengetahui apa itu alam semesta.
5. Untuk mengetahui susunan tata surya.
6. Untuk mengetahui teori asal-usul alam semesta.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manusia dan Hakikatnya
Secara bahasa, manusia berasal dari kata manu (Sansekerta), yang berarti
berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Sedangkan secara istilah, manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta,
sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia
merupakan makhluk yang paling sempurna didunia. Hal ini dikarenakan hanya manusia
yang memiliki akal dan pikiran.
Manusia sebagai makhluk sosial Manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia tidak
dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap manusia memerlukan orang lain untuk hidup
bersama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada perkembangan
seperti zaman modern sekarang, manusia tidak hanya membutuhkan orang lain, tetapi
juga membutuhkan sarana dan prasarana pendukung seperti lembaga-lembaga
masyarakat ataupun Negara.
Manusia sebagai makhluk individu, artinya mereka berusaha untuk selalu menghasilkan
sesuatu untuk dijadikan kepentingan, kebutuhan, dan potensi pribadi yang dimilikinya.
Hal tersebut akan terus berkembang dan selalu mengikuti perkembangan hidup manusia
itu sendiri yang dialaminya dan perkembangan yang ada pada dirinya.
Hakikat manusia berdasarkan beberapa pemikin dan pemerhati Ilmu Pengetahuan
menyamapaikan pendapatnya untuk dijadikan bahan rujukan dan perbandingan,
diantaranya dapat dilihat pada tahapan uraikan berikut ini,yaitu: Berdasarkan pendapat
(Musa Asyari, Filsafat Islam,1999), bahwa Nafs, keakuan , diri, ego di mana pada tahap
ini semua unsur membentuk kesatuan diri yang aktual, kekinian dan dinamik, serta
aktualisasi kekinian dan dinamik yang berada dalam perbuatan dan amalnya. Secara
subtansial dan moral, manusia dapat lebih hina dari pada iblis, tetapi secara konseptual
manusia dapat lebih baik atau lebih mulia karena manusia memiliki kemampuan kreatif.
Manusia adalah makhluk yang lemah disbanding makhluk lain namun dengan
akal budi dan kemauannya yang sangat kuat yang dimilikinya, maka manusia dapat
menggunakanan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni serta mengembangkannya untuk
tujuan hidupnya. Dengan Ilmu pengetahuan dan teknologi manusia dapat hidup dengan
dengan lebih baik lagi dan dengan Seni akan selalu terjaga serta tercipta harmonisasi
manusia dengan dirinya, dengan makhluk hidup lain dan juga dengan lingkungan alam
semesta.

B. Kelebihan Manusia dari Penghuni Bumi Lainnya

Manusia sebagai salah satu penghuni bumi mempunyai beberapa kelebihan
dibandingkan dengan makhluk penghuni alam semesta lainnya.
Secara filosofis semua makhluk hidup memiliki prinsip yang sama secara umum
yaitu daya gerak, naluri mempertahankan diri dan kemampuan berkembang biak.
Mengenai beberap sudut pandang tentang kelebihan manusia jika dibandingkan
dengan makhluk hidup lain, yaitu :
a. Manusia sebagai makhluk berpikir yang bijaksana (homo sapiens) yang dicerminkan
dalam tindakan dan perilaku terhadap lingkungannya.
b. Manusia sebagai pembuat alat karena sadar akan keterbatasan inderanya sehingga
perlu bantuan peralatan unuk keperluan hidupnya (homo faber), baik fisik maupun
nalarnya.
c. Manusia dapat berbicara (homo languegs) baik secara lisan maupun tulisan sehingga
dapat dikomunikasikan pada generasi berikutnya tentang apa yang diinginkan, apa
yang ditemukan dan lai-lain.
d. Manusia dapat bermasyarakat (homo sosious) dan dapat pula berbudaya (homo
humanis), artinya manusia bermasyarakat dengan tata tertib dan aturan yang
diciptakan untuk kepentingan bersama dan saling menolong.
e. Manusia dapat mengadakan usaha (homo economicus), artinya mengadakan tukar
menukar barang (barter) maupun jual beli dengan prinsip ekonomi dan sekaligus
kebutuhan materinya terpenuhi.
f. Manusia berkepercayaan dan beragama (homo religious) karena menyadari adanya
kekuatan gaib yang lebih besar dan mengatur jagad raya ini. Perkembangannya
dimulai dari animisme, dinamisme, tatonisme (kepercayaan atau agama alami) dan
kemudian agama samawi (kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa).

C. Perkembangan Rasa Ingin Tahu Manusia dan Terbentuknya Ilmu Pengetahuan
Beberapa binatang sudah memiliki otak sehingga mempunyai daya pikir namun
terbatas pada insting (naluri) dan upaya mempertahankan diri termasuk berketurunan.
Insting tersebut terutama ditujukan untuk kelangsungan hidupnya, seperti memperoleh
makanan, perlindungan diri, dan berkembang biak. Aktivitas hewan tersebut ternyata
tidak berubah dari masa ke masa dan dinyatakan sebagai rasa keingintahuan yang tidak
berkembang dan sering disebut Idle Curiousity, sedangkan manusia disamping memiliki
naluri juga mempunyai nalari dan nurani.
Dengan naluri, manusia menggunakan kemampuan otaknya untuk melakukan
penalaran, pemikiran logis dan analitis. Berdasarkan kemampuan tersebut maa
pengetahuan yang diperoleh saat ini merupakan dasar dari munculya rasa ingin tahu
tentang sesuatu dan rasa ingin tahu manusia ini selalu terus berkembang yang disebut
juga dengan Curiousity. Dengan nurani, manusia ingin selalu berbuat untuk dirinya,
kepada sesame dan kepada lingkungannya.
Secara sederhana perkembangan rasa ingin tahu dimulai dengan pertanyaan apa
(what) tentang sesuatu, dilanjutkan dengan pertanyaan bagaimana (how), mengapa (why),
dan seterusnya.
Sebagai contoh adalah perkembangan rasa ingin tahu anak-anak terhadap suatu
banda, maka pertanyan yang diajukan oleh anak-anak usia sekitar 2 tahun adalah apa
nama benda tersebut. Misalnya benda terebut adalah pensil, maka pertanyaan
selanjutnya yang akan muncul adalah bagaimana cara menggunakannya. Setelah
semakin dewasa mungkin pertanyaan yang muncul adalah mengapa pensil dapat dipakai
menulis. Dengan mendapatkan jawaban yang sesuai dengan usia saat pertanyaan itu
diajukan, maka anak tersebut akan mendapatkan pengetahuan baru dan sekaligus hasrat
keingintahuannya terpenuhi.
Manusia mempunyai rasa ingin tahu terhadap rahasia alam dengan menggunakan
potensi yang ada dalam dirinya melakukan pengamatan dan pengalaman, tetapi serin
tidak dapat menjawab masalah dan juga tidak dapat memuaskannya.
Curiousity atau Kuriousitas atau rasa ingin tahu manusia adalah suatu berkah atau
hidayah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang dapat mengispirasi timbulnya berbagai
macam potensi dalam diri manusia. Salah satu potensi terbesar adalah motivasi yang
timbul dalam diri manusia untuk menghadapi dan mengembangkan kehidupannya.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bermula dari rasa ingin tahu, yang merupakan
suatu ciri khas manusia. Manusia mempunyai rasa ingin tahu tentang benda-benda di
sekelilingnya, alam sekitarnya, angkasa luar, bahkan tentang dirinya sendiri.

Rasa ingin tahu seperti itu tidak dimiliki oleh makhluk lain. Jelas kiranya bahwa
rasa ingin tahu itu tidak dimiliki oleh benda-benda tak hidup seperti batu, tanah, api,
angin, dan sebagainya. Air dan udara memang bergerak dari satu tempat ke tempat lain,
namun gerakannya itu bukan atas kehendaknya tetapi sekedar akibat dari pengaruh
alamiah yang bersifat kekal.

Bagaimana dengan makhluk-makhluk hidup seperti tumbuh-tumbuhan dan
binatang? Sebatang pohon misalnya, menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan atau
gerakan, namun gerakan itu terbatas pada mempertahankan kelestarian hidupnya yang
bersifat tetap. Misalnya, daun-daun yang selalu cenderung untuk mencari sinar matahari
atau akar-akar yang selalu cenderung untuk mencari air yang kaya mineral untuk
kebutuhan hidupnya. Kecenderungan semacam ini nampak berlangsung sepanjang zaman.




D. Alam Semesta
Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos.
Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya
atom, elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedangkan makrokosmos adalah benda-
benda yang ukurannya sangat besar, misalnya bintang, planet, galaksi.
Namun para ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian
tentang ruang angkasa dan benda-benda langit yang ada didalamnya. Alam semesta atau
universum dalam terminologi ilmu astronomi adalah ruang angkasa dengan segala zat
dan energi yang ada didalamnya
Konsep manusia mengenai apa yang dimaksud alam semesta telah berubah secara
radikal sepanjang zaman. Pada mulanya, mereka meletakkan Bumi sebagai pusat alam
semesta. Selanjutnya, mereka menemukan bahwa Bumi hanyalah sebuah planet, dan
yakin bahwa mataharilah sebagai pusat. Kemudian mereka menyadari bahwa Matahari
hanyalah sebuah bintang biasa, yang merupakan anggota dari sebuah gugusan bintang
yang disebut galaksi dan meyakini bahwa galaksi inilah Alam Semesta. Setelah itu,
mereka menemukan lagi bahwa galaksi ini hanyalah satu dari sedemikian banyak galaksi
yang membentuk alam semesta. Kenyataan inilah yang kita yakini saat ini.
E. Susunan Tata Surya