Anda di halaman 1dari 8

MYALGIA

DEFINISI
Myalgia atau yang biasa kita kenal dengan sebutan nyeri otot, atau spasme otot atau pun
keram otot merupakan gejala dari banyak penyakit dan gangguan pada tubuh.
ANAMNESIS
- Sakit/nyeri: sifat dari sakit nyeri
- Lokasi setempat/meluas atau menjalar
- Apa penyebabnya, misalnya: trauma
- Sejak kapan dan apa sudah mendapat pertolongan
- Sifat nyeri: pegal/ seperti ditusuk-tusuk/ rasa panas/ ditarik-tarik; terus menerus atau
hanya saat bergerak/ istirahat.
- Apakah keluhan ini dirasakan pertama kali atau sering hilang timbul.
- Kekakuan/kelemahan: kekakuan umumnya mengenai persendian.
- Ditanyakan apakah disertai nyeri sehingga pergerakan terganggu
- Kelemahan apakah yang dimaksud instability atau kekuatan otot
menurun/melemah/kelumpuhan.
- Kelainan bentuk/pembengkokan
- Angulasi/rotasi/discrepancy (pemendekan/tidak sama panjang)
- Benjolan atau karena adanya pembengkakan.
PENYEBAB
Penyebab myalgia adalah penggunaan otot yang salah/berlebihan yang mengakibatkan otot-otot yang
digunakan tersebut mengalami kekurangan oksigen,sehingga terjadi suatu proses oksidasi anaerob yang akan
menghasilkan asam laktat. Asam laktat inilah yang dapat menimbulkan rasa pegal atau nyeri.Myalgia
yang terjadi tanpa riwayat trauma mungkin disebabkan oleh infeksi virus.Myalgia yang berlangsung dalam
waktu yang lama menunjukkan myopati metabolik,defisiensi nutrisi atau sindrom fatigue kronik.
Umum
- Penyebab umum myalgia adalah penggunaan otot yang salah atau otot yang terlalu
tegang.
- Myalgia yang berlangsung dalam waktu yang lama menunjukkan myopati metabolik,
defisiensi nutrisi atau sindrom fatigue kronik.
- Kelelahan (setelah latihan tidak terbiasa atau mengikuti kontraksi intens kejang).
- Cedera langsung pada otot (memar, luka atau cedera tekan).
GEJALA
- nyeri sendi
- kekakuan otot
- gejala neurologis (mati rasa, tremor, telingga berdenging dll)
- kekakuan
PEMERIKSAAN
- Pola jalan
- Postur
- Koordinasi
- Atrofi, hipertrofi atau kontraktur ada atau tidak
- Tonus otot (dinilai kekuatan otot dengan latihan resistensi)
- Palpasi (mengetahui adanya nyeri atau ketegangan otot/kejang)
- Tanda inflamasi (bengkak, merah, peningkatan suhu, nyeri lokal)
- Adanya akumulasi cairan/tidak (efusi cairan)
- Mobilitas sendi
PENATALAKSANAAN
- Penting untuk mencari penyakit yang menyebabkan gejala myalgia (mis: HT,Gout/asam urat, ISPA,
infeksi lain, dll) untuk kemudian diobati berdasarkanpenyakit yang mendasarinya.
- Posisikan otot secara relaksasi, misalnya jika otot lengan yang nyeri, jangan mengangkat tangan melawan
gravitasi.
- Mengistirahatkan otot yang sakit dan banyak minum air putih.
- Oleskan cream analgetik, sekarang banyak cream atau gel analgetik yangberedar dipasaran. Oleskan
cream atau gel anti nyeri sambil sedikit-sedikitpijat bagian otot yang terasa nyeri
- Berikan obat-obat anti nyeri sistemik, misalnya asetamenofen/paracetamol atau golongan NSAID (mis:
ibuprofen, natrium diklofenak, piroksikam,aspirin, asam mefenamat, dll).


DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
Gout ( Asam Urat)
Gout merupakan sekelompok gangguan heterogen yang terjadi sendiri atau dalam kombinasi
dan meliputi hiperurisemia, serangan atritis inflamatori akut, khas monoartikuler, deposisi
tofus kristal urat dalam dan sekitar sendi.
Pemeriksaan penunjuang
- Pemeriksaan kadar asam urat
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah (
>6mg%). Kadar asam urat normal dalam serum pada pria 8 mg% dan pada wanita 7mg%.
Pemeriksaan kadar asam urat ini akan lebih tepat lagi bila dilakukan dengan cara
enzimatik.Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat
normal pada pria berkisar 3,5 7 mg/dl dan pada perempuan 2,6 6 mg/dl. Kadar asam urat
diatas normal disebut hiperurisemia. Pemeriksaan asam urat dilakukan melalui pengambilan
sampel urin 24 jam
- CBC count (perhitungan sel darah lengkap)
Hitungan WBC (white blood cell atau sel darah putih) mungkin meningkat pada pasien
selama serangan yg menderita gout akut, terutama jika polyarticular. Selama serangan akut,
cairan sinovial adalah inflamasi, dengan jumlah WBC lebih besar dari 2000/L dan mungkin
lebih besar dari 50.000 / uL, dengan dominasi neutrofil PMN.
Faktor Resiko
- Diet
Diet tinggi purin dapat memicu terjadinya serangan gout pada orang yang mempunyai
kelainan bawaan pada metabolisme purin sehingga terjadi peningkatan produksi asam urat.
Tetapi diet rendah purin tidak selalu dapat menurunkan kadar asam urat serum pada setiap
keadaan. Minum alkohol dapat menimbulkan serangan gout karena alkohol menimbulakan
produksi urat. Kadar laktat darah meningkat sebagai akibat produk sampingan dari
metabolisme normal alkohol. Asam laktat menghabat ekskresi asam urat oleh ginjal sehingga
terjadi peningkatan kadarnya dalam serum.
Penatalaksanaan dan Terapi
Mediakamentosa
Penatalaksanaa serangan akut
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penatalaksanaan pasien dengan serangan
akut artritis gout. Yang pertama bahwa pengobatan serangan akut dengan atau tanpa
hiperurisemia tidak berbeda. Juga diperhatikan agar penurunan kadar asam urat serum tidak
dilakukan tergesa-gesa karena penurunan secara mendadak seringkali mencetuskan serangan
lain atau mempersulit penyembuhan.

Obat yang diberikan pada serangan akut antara lain:
- Kolkisin, merupakan obat pilihan utama dalam pengobatan serangan atrits gout maupun
pencegahannya dengan dosis lebih rendah. Kolkisin bekerja pada peradangan terhadap
kristal urat dengan menghambat kemotaksis sel radang.
Kolkisin mudah diabsorpsi setelah pemberian per oral dan mencapai kadar puncak dalam
plasma dalam waktu 2 jam. Metabolit obat ini diekskresikan ke dalam traktus intestinalis
dan urin.

Kolkisin meredakan nyeri dan radang artritis gout secara dramatis dalam waktu 12-24 jam,
tanpa mengubah metabolisme atau ekskresi asam urat dan tanpa efek analgesik lain.
Kolkisin menghasilkan efek anti-inflamasinya dengan jalan mengikat tubulin intraselular,
karena itu mencegah polimerisasi ke dalam mikrotubul dan menyebabkan penghambatan
migrasi leukosit dan fagositosis. Juga menghambat pembentukan leukotrien B
4
. Beberapa
efek samping kolkisin dihasilkan oleh penghambatannya terhadap polimerasasi tubulin
dan mitosis sel.

Indikasi. Kolkisin merupakan obat tradisional yang digunakan untuk meredakan radang
artritis gout akut. Walaupun, kolkisin lebih spesifik pada gout dari pada AINS, tetapi obat
lain (misalnya, indometasin) sering digunakan, karena kolkisin sering menimbulkan diare
yang mengganggu.

Kolkisin sering menyebabkan diare dan kadang-kadang menimbulkan mual, muntah, dan
nyeri abdomen. Kolkisin jarang menyebabkan rambut rontok dan depresi sumsum tulang
maupun neuritis perifer dan miopati.

Intoksikasi akut setelah pemberian alkaloid dalam dosis besar (nonterapi) ditandai oleh
nyeri tenggorokan, diare berdarah, syok, hematuria, dan oliguria. Telah dilaporkan depresi
susunan saraf pusat asenden yang fatal, pengobatan bersifat suportif.

Dosis
Untuk mengakhiri serangan gout, dosis awal kolkisin biasanya 0,5 atau 1 mg, dilanjutkan
0,5 mg tiap 2 jam sampai nyeri hilang atau timbul mual dan diare. Dosis total dapat
diberikan intravena, bila diperlukan, tetapi harus diingat bahwa dosis sekecil 8 mg dalam
24 jam dapat berakibat fatal. Dosis profilaksis kolkisin 0,5 mg, 1-3 kali sehari. Hasil obat
ini sangat baik bila diberikan segera setelah serangan.


- OAINS ( Obat anti inflamasi non steroid)
Di samping menghambat sintesis prostaglandin, indometasin, dan fenilbutazon juga
menghambat kristal fagositosis. Indometasin mungkin digunakan sebagai terapi awal gout
atau sebagai obat pengganti bila kolkisin tidak berhasil atau menimbulkan banyak keluhan
yang tidak nyaman. Indometasin adalah obat yang paling sering digunakan saat ini untuk
mengobati gout akut. Obat ini diberikan 3 atau 4 dosis 50 mg setiap 6 jam; bila timbul
respon, dosis dikurangi menjadi 3 atau 4 kali 25 mg untuk selama 5 hari.
1,4,6,10
Fenilbutazon juga efektif dalam pengobatan serangan gout akut. Karena obat ini hanya
digunakan untuk beberapa hari, maka efek samping fenilbutazon yang berat jarang
menjadi persoalan dalam pemakaian ini. Dosis awal yang biasa 400 mg, dilanjutkan
dengan 200 mg setiap 6 jam sampai serangan mereda. Fenilbutazon sebaiknya jangan
diteruskan setelah 3 hari.

AINS lain yang lebih baru juga telah berhasil pada pengobatan
serangan akut. Ibuprofen dalam dosis 2400 mg per hari telah meredakan serangan.

Kortikosteroid dapat diberikan pada pasien dengan gout yang tidak dapat menggunakan
NSAID atau colchicine. Beberapa reumatologi merekomendasikan kortikosteroid selama
NSAID sebagai pilihan yang lebih disukai untuk pengobatan asam urat akut. Steroid dapat
diberikan secara oral, intravena, intramuskuler, intra-articularly, atau tidak langsung
melalui hormon adrenokortikotropik (ACTH). Prednisone dapat diberikan dengan dosis
sekitar 40 mg selama 1-3 hari dan kemudian diturunkan selama sekitar 2 minggu.
Intra-artikular kortikosteroid sangat berguna pada pasien dengan monoarticular untuk
membantu mengurangi efek sistemik steroid oral. Memastikan bahwa tidak terinfeksi
sebelum suntik intra-artikular kortikosteroid sangat penting. ACTH pada 40 IU IM dapat
diberikan untuk mendorong produksi kortikosteroid oleh kelenjar pasien sendiri adrenal.

- Analgesik, diberikan jika rasa nyeri sangat berat. Jangan diberikan Aspirin karena dalam
dosis rendah akan menghambat eksresi asam urat dari ginjal dan memperberat
hiperurisemia.
- Tirah baring, merupakan suatu keharusan dan diteruskan sampai 24 jam setelah serangan
menghilang. Artritis gout dapat kambuh bila terlalu cepat bergerak.
Non medikamentosa
Bagi yang telah menderita gangguan asam urat, sebaiknya membatasi diri terhadap hal-hal
yang bisa memperburuk keadaan. Misalnya, membatasi makanan tinggi purin dan memilih
yang rendah purin.
Penggolongan makanan berdasarkan kandungan purin :
- Golongan A: Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan)
adalah hati, ginjal, otak, jantung, paru, lain-lain jeroan, udang, remis, kerang, sardin,
herring, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan dalam kaleng.
- Golongan B: Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan)
adalah ikan yang tidak termasuk golongan A, daging sapi, kerang-kerangan, kacang-
kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun
pepaya, kangkung.
- Golongan C: Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan)
adalah keju, susu, telur, sayuran lain, buah-buahan.
3

Pengaturan diet sebaiknya segera dilakukan bila kadar asam urat melebihi 7 mg/dl dengan
tidak mengonsumsi bahan makanan golongan A dan membatasi diri untuk mengonsumsi
bahan makanan golongan B.
Juga membatasi diri mengonsumsi lemak serta disarankan untuk banyak minum air putih
sebaiknya mencapai 2 liter per hari.
Apabila dengan pengaturan diet masih terdapat gejala-gejala peninggian asam urat darah,
sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Hal yang juga
perlu diperhatikan, jangan bekerja terlalu berat, cepat tanggap dan rutin memeriksakan diri ke
dokter. Karena sekali menderita, biasanya gangguan asam urat akan terus berlanjut.

Kesimpulan dan Saran