Anda di halaman 1dari 17

SISTEM PEREDARAN DARAH

( MANUSIA )
















DISUSUN OLEH KELOMPOK 7 :
RAHMAT HIDAYAT
SUSI SUSANTI
SRI YUNITA
ASTINA



JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah penulis panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah swt., yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah
ini tepat pada waktunya.
Makalah ini dibuat dari hasil pembelajaran penulis terhadap referensi-
referensi yang penulis dapatkan, baik berupa buku dan sumber-sumber lainnya.
Penulis tertarik pada sirkulasi darah didalam tubuh makhluk hidup. Oleh karena itu,
penulis memberanikan diri untuk menyusun makalah ini dengan judul Sistem
Peredaran Darah. Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi Tugas
Biologi. Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat bantuan dari
berbagai pihak, baik berupa materi maupun dorongan dan bimbingan. Oleh karena
itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada. Meskipun telah
berusaha dengan segenap kemampuan, namun penulis menyadari bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Hal ini disebabkan oleh beberapa
kondisi di antaranya, masih perlu pembelajaran lebih mendalam tentang sirkulasi
darah yang ada didalam tubuh makhluk hidup, keterbatasan sumber, keterbatasan
kemampuan dan pengetahuan penulis. Oleh karena itu, dengan keterbukaan hati
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan
semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.


Makassar, April 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
B. RUMUSAN MASALAH
C. TUJUAN
BAB II PEMBAHASAN
A. KOMPONEN SISTEM PEREDARAN DARAH
1. Darah
a. Plasma Darah
b. Sel-Sel Darah
c. Mekanisme penggumpalan darah
d. Penggolongan darah
e. Transfusi darah
2. Pembuluh Darah
a. Pembuluh Nadi (Arteri )
b. Pembuluh Balik ( Vena )
B. PEREDARAN DARAH MANUSIA
C. KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN
DARAH
1. Polisitemia
2. Leukimia
3. Hemofilia
4. Tekanan Darah Tinggi (hipertensi)
5. Tekanan Darah Rendah (hipotensi)
6. Varises
7. Atherosklerosis dan Arteriosklerosis
D. TEKNOLOGI PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
1. Ekokardiograf ( Echocardiography, ECG )
2. Pemindaian dengan bahan radio aktif.
3. Angioplasti.
4. Operasi bypass jantung.

BAB III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam hidupnya, organisme memerlukan makanan dan oksigen untuk
melangsungkan metabolisme. Proses metabolisme, selain menghasilkan zat-zat
yang berguna juga menghasilkan sampah (zat sisa) yang harus dikeluarkan dari
tubuh. Bahan-bahan yang diperlukan tubuh seperti makanan,oksigen, hasil
metabolisme dan sisanya diangkut dan diedarkan didalama tubuh melalui sistem
peredaran darah. Hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan
oleh darah keseluruh jaringan tubuh, sementara sisa-sisa metabolisme diangkut
oleh darah dari seluruh jaringan tubuh menuju organ-organ pembuangan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja komponen sistem peredaran darah manusia?
2. Apa saja kandungan yang terdapat dalam sel darah?
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui komponen sistem peredaran darah manusia.
2. Untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam darah.


BAB II
PEMBAHASAN
A. KOMPONEN SISTEM PEREDARAN DARAH
1. Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali
tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen
yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil
metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau
hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Darah adalah jaringan terspesialisasi yang mencakup cairan
kekuningan atau plasma darah yang didalam nya terkandung sel-sel darah.
Sel-sel darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit
) dan keping darah (trombosit).
Komposisi plasma dalam darah sekitar 55%, sedangkan sel-sel darah
dan trombosit sekitar 45%. Sel dan keping darah lebih berat dibandingkan
plasma sehingga dapat di pisahkan melalui prosedur yang di sebut
sentrifugasi. (Marieb 2004; Solomonet al.2005).
Fungsi darah, yaitu sebagai berikut :
1. Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh
plasma darah.
2. Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh
yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui
paru-paru, urea dikeluarkan melalui ginjal.
3. Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin)
yang dilakukan oleh plasma darah.
4. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah
merah.
5. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel
darah putih.
6. Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah.
7. Menjaga kestabilan suhu tubuh.
a. Plasma Darah
Pada manusia, plasma darah mengandung sekitar 92 % air, 8 %
protein,dan senyawa organik lainnya.selain itu juga garam anorganik,
terutama Nacl. Plasma darah berguna dalam pengaturan tekanan osmosis
darah sehingga dengan sendirinya jumlah nya dalam tubuh akan diatur.
b. Sel-Sel Darah
Sel-sel darah adalah sel-sel yang hidup. Sel-sel darah tidak terbelah,
melainkan langsung di ganti oleh sel-sel baru dari sum-sum tulang belakang.
Ada tiga macam sel-sel darah yaitu :
1) Eritrosit (Sel darah merah)
Eritrosit berbentuk pipih dengan garis tengah 7,5cm, eritrosit cekung
dibagian tengahnya (bikonkaf) dan tidak berinti. (Istamar
syamsuri,dkk.2006). Warna eritrosit tergantung pada hemoglobin.
Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen (O2), jika hemoglobin mengikat
O2, maka eritrosit akan berwarna merah, jika O2 telah di lepaskan maka
warnanya menjadi merah kebiruan. Proses Pembentukan eritrosit di sebut
eritropoiesis. Sel yang dapat membentuk eritrosit adalah hemositoblas (sel
batang mieloid) yang mampu berkembang menjadi berbagai sel dara.
Dalam keadaan normal, eritrosit bertahan selama rata-rata 120 hari. Saat
sel menua, membran sel rapuh dan pecah. Eritrosit tua dimusnahkan
diorgan limpa (lien) dan hati. Jumlah Eritrosit bervariasi, tergantung jenis
kelamin, usia dan ketinggian tempat tinggal seseorang. Konsentrasi
eritrosit pada laki-laki normal adalah : 5,1-5,8 juta permililiter kubik
darah, dan pada wanita normal 4,3-5,2 juta permililieter kubik darah.
2) Leukosit ( sel darah Putih)
Terdapat enam jenis leukosit dalam darah yaitu neutrofil, eosinofil,
basofil monosit, limfosit dan sel plasma. Neotrofil, eosinofil, dan basofil
memiliki granula-granula sehingga sering disebut granulosit. Sedangkan
limfosit dan monosit di sebut agranulasit (tidak bergranula).
Bahan-bahan yang di perlukan untuk membentuk leukosit adalah
uitamin dan asam amino seperti hal nya sel-sel lainnya.
Orang dewasa memiliki sekitar 4.800-10.800 leukosit permililiter
kubik darah, terdiri dari 62% neutrofil, 2.3% eosinofil, 0,4 % basofil, 5,3
% monosit, dan 30 % limfosit.
Masa hidup leukosit berbeda-beda, granulosit sekitar 12 jam, monosit
sulit dinilai karena selalu mengembara, tetapi diduga selama beberapa
minggu atau bulan, limsofit umumnya bertahun selama 100-300 hari.
3) Trombosit (keping-keping darah)
Trombosit berguna untuk menggumpalkan darah. Keping darah
berbentuk cakram dan tidak berinti. Masa hidup trombosit sekitar 8-10
hari, setelah itu keping darah akan dibawah kelimpa untuk di hancurkan.
Jumlah keping darah adalah 150 ribu 0 400 ribu per mm3 darah.
Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:
a. Air: 91,0%
b. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen).
c. Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari
kalsium, fosfor, magnesium dan zat besi, dll).
d. Garam.
Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :
1. Albumin
2. bahan pembeku darah
3. immunoglobin (antibodi)
4. hormone
5. berbagai jenis protein
6. berbagai jenis garam
7. Mekanisme penggumpalan darah
Pembekuan darah terjadi dalam tiga tahap yaitu :
1) Jaringan luka papar ke darah, trombosit akan menempel ke kologen
jaringan dan mengeluarkan zat-zat yang membuat trombosit saling
berdekatan dan menempel.
2) Trombosit akan membentuk sumbat yang memberi perlindungan
darurat sehingga terjadi kehilangan darah.
3) Pembentukan benang-benang fibrin.
Faktor penggumpalan darah dari trombosit bercampur dengan faktor
penggumpalan darah dari plasma darah.
Tronbin akan mengkatalisis perubahan pibrinogan menjadi benang-
benang fibrin.
c. Penggolongan darah
1) Aglutinogen adalah antigen-antigen dalam eritrosit yang membuat sel
peka terhadap penggumpalan darah (aglutinasi).
2) Aglutinin adalah substansi yang menyebabkan aglutinansi sel misalnya
anti bodi. Dr.karl landsteiner seorang ahli imunologi dan patologi
berkebangsaan Autria (1868-1943), dan Julius Donath adalah penemu
perbedaan antigean dan antibodi dalam sel darah manusia. Ada beberapa
macam-macam golongan darah, yaitu :
a) Golongan darah sistem A B O
Dalam sistem ini darah digolongkan dalam 4 macam yaitu : A,
B, AB,dan O.Apabila pada sel darah merah seorang tidak terdapat
anglutinogen A atau pun B maka darah di golongkan O, jika hanya
terdapat anglutinogen A darah di golongkan A, dan jika hanya terdapat
anglutinogen B darah di golongkan B, dan jika terdapat anglutinogen
A dan B darah digolongkan AB.
b) Golongan darah sistem Rhesus.
Golongan darah sistem Rhesus didasarkan atas ada dan
tidaknya anglutinogen Rhesus (Rh) yang disebut juga faktor Rhesus.
d. Transfusi darah
Pada Transfusi darah orang yang menerima darah disebut resipien
pada pemberi darah disebut donor. Sel darah yang diberikan kepada resipien
adalah senyawa protein. Pada umumnya Transfusi dilakukan pada orang
dalam kondisi :
1) Orang mengalami kecelakaan
2) Tubuh terbakar.
3) Orang yang kekurangan darah akut
4) Orang yang mengidap penyakit kronis.
2. Pembuluh Darah
Pada abad ke 17 seorang ahli fisiologi dari inggris, yani William
Harvey (1578 1657), dari hasil percobaannya dan berbagai percobaan ahli lain
ditemukanlah pembuluh balik (vena). Tiga puluh tahun kemudian seorang ahli
anatomi italia Marcello Malpighi. Berhasil menemukan pembuluh darah kapiller.
a. Pembuluh Nadi (Arteri )
Pembuluh nadi adalah pembuluh yang membawah darah dari jantung
dan umumnya mengandung banyak oksigen. Pada saat jantung berkontraksi
(sisto) darah akan keluar dari bilik menuju pembuluh nadi. Pembuluh ini
tebal, elastis, dan memiliki sebuah kutup (Valvula semilunris) yang berada
terdapat diluar jantung. Ada dua pembuluh nadi yang dilewati darah yaitu :
1) Pembuluh nadi besar (aorta).
Aorta adalah pembuluh yang dilewati darah dari bilik kiri jantung
menuju keseluruh tubuh.
2) Pembuluh nadi paru-paru (arteri palmonalis).
Pembuluh nadi paru-paru adalah pembuluh yang dilewati darah dari
bilik kanan menuju paru-paru (pulmo).
b. Pembuluh Balik ( Vena )
Pembuluh balik adalah pembuluh yang membawa darah kembali ke
jantung, yang umumnya mengandung karbondioksida. Pada saat jantung
berelaksasi (Diastol), darah dari tubuh dan paru-paru akan masuk ke jantung
melalalui vena.
Vena diselubungi oleh otot rangka dan memiliki sebuah katup yaitu
Valvula Semilunaris. Pembuluh balik yang masuk ke jantung adalah sebagai
berikut :
1) Vena Kava
Vena kava bercabang-cabang menjadi pembulu yang lebih kecil yaitu
vena. Ada dua macam vena kava, yaitu vena kava superior dan vena kava
inferior.
2) Vena kava superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari bagian atas tubuh
( kepala, leher, keserambi kanan jantung.
3) Vena kava inferior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari bagian tubuh
lainnya dan anggota badan bawah tubuh keserambi kanan jantung.
4) Vena Pulmonalis
Vena ini membawa darah yang mengandung O2 dari paru-paru
keserambi kiri jantung.
Poin kunci:
Pembuluh nadi (arteri) membawa darah dari jantung.
Pembuluh balik (vena) membawa darah menuju jantung.



Jalur peredaran darah:
Jantung aorta arteri arteriola kapiler sel-sel tubuh venula vena
vena kava jantung.
Jantung terletak didalam rongga dada serta terbungkus oleh Parikardia.
Parikardia terdiri dari dua lapis yaitu :
a. Lamina pariestalis (sebelah luar), dan
b. Lamina viseralis (menempel di dinding jantung)
Diantara kedua lapis tersebut terdapat kavum parikardia yang berisi cairan
pirikardia. Jantung terdiri dari 4 ruang yaitu : dua serambi (atrium) dan dua bilik
(ventrikel). Jantung dibentuk terutama oleh tiga jenis otot jantung (miokardia) yaitu,
otot serambi, otot bilik , serta serabut otot perangsang dan pengantar khusus.
3) Detak Jantung
Detak jantung setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, berat badan,
jenis kelamin, kesehatan, dan aktifitas seorang. Pada saat duduk, denyut nadi
seseorang 72 permenit. Tetapi pada saat berdiri denyut nadi mencapai 83 permenit.
Pada anak-anak, denyut nadi nya lebi cepat dibandingkan orang dewasa. Orang
terkejut denyut nadinya menjadi lebih cepat. (Istamar Syamsuri,dkk:2006)
B. PEREDARAN DARAH MANUSIA
Ada dua macam peredaran darah dalam tubuh manusia yaitu :
1. Peredaran darah kecil.
Adalah peredaran darah dibilik kanan jantung menuju paru-paru
melewati arteri pulmonalis dan kembali ke serambi kiri jantung melewati vena
pulmonalis.
2. Peredaran darah besar
Adalah peredaran darah dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh
melalui aorta dan akhirnya kembali ke serambi kanan jantung melalui vena
kava. Oleh karena pada manusia terdapat kedua macam peredaran darah
tersebut, maka manusia di katakan memiliki peredaran darah ganda. Sistem
peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda
Dalam keadaan normal darah ada didalam pembuluh darah, ujung
arteri bersambung dengan kapiler darah dan kapiler darah bertemu dengan
vena terkecil (venula) sehingga darah tetap mengalir dalam pembuluh darah
walaupun terjadi pertukaran zat, hal ini disebut sistem peredaran darah
tertutup. Peredaran darah ganda pada manusia, terdiri peredaran darah kecil
(jantung paru-paru kembali ke jantung) dan peredaran darah besar (jantung
seluruh tubuh dan kembali ke jantung). Peredaran ini melewati jantung
sebanyak 2 kali[4].
C. KELAINAN DAN GANGGUAN PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
Kelainan pada system peredaran darah manusi dapat terjadi karena bawaan
sejak lahir,kecelakaan,dan penyakit-penyakit tertentu dalam waktu yang lama.
Penyakit akan terjadi organ tubuh jika terjadi infeksi,sementara sistem pertahanan
sudah tidak sanggup menanggulanginya. Kelainan dan penyakit pada system
peredaran darah manusia antara lain[5]:
1. Anemia
Anemia merupakan kondisi kekurangan jumlah sel darah merah atau
hemoglobin
2. Polisitemia
Polisitemia di tandai dgn meningkatnya eritrosit melebihi normal,sehingga
darah menjadi kental.menaikan viskonsitas, dan menurunkan kecepatan aliran
darah
3. Leukimia
Leukimia (kanker darah) terjadi karena sel darah putih aktif
membelah,sehingga produksi leokosit terlalu banyak dan kemudian menahan
sel darah merah.
4. Hemofilia
Hemophilia merupakan penyakit darah sukar membeku.penderita dapat
kehilangan banyak darah hanya karena luka kecil,penyakit ini bersifat
menurun
5. Tekanan Darah Tinggi (hipertensi)
Hipertensi terjadi jika sistol darah lebih tinggi dari 120 mmHg dan tekanan
diastolnya lebih tinggi dari 80 mmHg. Pada hipertensi otot jantung bekerja
lebih keras yg akhir nya membesar khususnya bilik kiri dan dapat
mengakibatkan gagal jantung,pendarahan otak (stroke),pecahnya pembuluh
kapiler jantung dan pecah nya pembuluh darah retina
6. Tekanan Darah Rendah (hipotensi)
Hipotensi terjadi jika sistol darah kurang dari 120 mmHg dan tekanan diastol
kurang dari 80 mmHg. Penderita hipotensi dapat mengalami pingsan
7. Varises
Varises merupakan pelebaran /pembesaran vena akibat tidak lancar nya aliran
darah menuju jantung,akibat nya darah terkumpul di vena
8. Atherosklerosis dan Arteriosklerosis
Atherosklerosis merupakan penimbunan lemak pada arteri sedangkan
arteriosklerosis adalah penimbunan zat kapur/kalsium di dinding arteri
sehingga mengeras
D. TEKNOLOGI PADA SISTEM PEREDARAN DARAH
Beberapa contoh teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah
adalah sebagai berikut[6]:
1. Ekokardiograf ( Echocardiography, ECG )
ECG berguna untuk mendiagnosis penyakit dan gangguan pada tutup jantung,
penyakit jantung bawaan, gagal jantung, tumor di jantung, dan gangguan
fungsi Ventrikel kiri.
2. Pemindaian dengan bahan radio aktif.
Metode ini digunakan untuk memeriksa rasa nyeri dada atau memastikan hasil
uji dari penggunaan metode lain, dan memeriksa hasil terapi jantung atau
operasi bypass.


3. Angioplasti .
Cara ini dilakukan untuk membuka aliran darah pada pembuluh darah yang
tersumbat oleh plak ( timbunan lemak ).
4. Operasi bypass jantung.
Operasi bypass sering kali dilakukan terhadap pasien yang menderita
penyumbatan pembuluh darah orteri jantung.


BAB III
KESIMPULAN
Komponen-komponen sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah,
pembuluh darah,serta jantung. Dan darah manusia terdiri dari plasma darah dan sel-
sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping
darah, (trombosit).
Kandungan didalam sel darah merah terdapat pigmen protein pengikat
oksigen dan karbondioksida, yaitu hemoglobin. Sel darah putih terdiri dari loukesit
gronulosit (Netrofil, eosinofil, basofil) dan leukosit agranulosit (monosit, limfosit).
Trombosit berfungsi membekukan darah. Didalam serum terdapat antibodi
(kekebalan). Pembuluh darah meliputi pembuluh nadi dan pembuluh balik. Perbedaan
darah manusia tergolong peredaran tertutup dan ganda.

DAFTAR PUSTAKA
Anonin, 2014. Darah. http://id.wikipedia.org. Diakses pada tanggal 20 April 2014

Arman, 2008. Transportasi Peredaran Darah Pada Manusia.
http://gurungeblog.wordpress.com. Diakses pada tanggal 20 April 2014

Bahri, rukman. 2011. Peredaran Darah. http://edukasi.net/. Diakses pada tanggal
20 April 2014

Gembong Tjitrosoepomo, dkk. (1980). Biologi II. Jakarta: Dedik BUD.

Haksa, 2011. Sistem Peredaran Darah. http://kiddrockstrange.com. Diakses pada
tanggal 20 April 2014

Nurhayati, 2006. Sistem Peredaran Darah. http://id.shvoong.com. Diakses pada
tanggal 19 April 2014

Nurdin, 2009. Sistem Peredaran Darah. http://mily.wordpress.com. Diakses pada
tanggal 20 April 2014