Anda di halaman 1dari 13

4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Lidah Buaya
2.1.1 Morfologi
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera L.)
Tanaman lidah buaya termasuk semak rendah, tergolong tanaman yang bersifat
sukulen dan menyukai hidu di temat kering. Batang tanaman endek,
memunyai daun yang bersa!sa melingkar (roset). "an#ang daun 4$!%$&m, lebar
'!()&m, dengan ketebalan lebih kurang *,+&m diangkal daun, serta bunga
berbentuk lon&eng.
Lidah Buaya (Aloe vera L.)
+
Klasifikasi Lidah buaya
Kingdom, "lantae (Tumbuhan)
-ubkingdom, Tra&heobionta (Tumbuhan berembuluh)
-uer .ivisi, -ermatohyta (Menghasilkan bi#i)
.ivisi, Magnoliohyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas, Liliosida (berkeing satu / monokotil)
0rdo, Asaragales
1amili, Ashodela&eae
2enus, Aloe
-esies, Aloe vera L.
Morfologi Lidah Buaya
a. Batang
Batang tanaman lidah buaya berserat atau berkayu. "ada umumnya sanagt endek
dan hamir tidak terlihat karena tertutu oleh daun yang raat dan sebagian
terbenam dalam tanah. 3amun, ada #uga beberaa se&ies yang berbentuk ohon
dengan ketinggian )!+m. -e&ies ini daat di#umai di gurun Afrika 4tara dan
Amerika. Melalui batang iniakan tumbuh tunas yang akan men#adi anakan.
b. .aun
-eerti halnya tanaman berkeing satu lainya, daun lidah buaya berbentuk tombak
dengan helaian meman#ang. .aunnya berdaging tebal tidak bertulang, ber5arna
hi#au keabu!abuan dan memunyai laisan lilin diermukaan6 serta bersifat
sukulen, yakni mengandung air, getah, atau lendir yang mendominasi daun.
Bagian atas daun rata dan bagian ba5ahnya membulat (&embung). .i daun lidah
buaya muda dan anak (su&ker) terdaat ber&ak ber5arna hi#au u&at samai utih.
Ber&ak ini akan hilang saat lidah buaya de5asa. 3amuntidak demikian halnya
dengan tanaman lidah buaya #enis ke&il atau lokal. 7al ini kemungkinan
disebabkan faktor genetiknya. -ean#ang tei daun ber#a#ar gerigi atau duri yang
tumul dan tidak ber5arna.
&. Bunga
Bunga lidah buaya berbentuk teromet atau tabung ke&il sean#ang *!)&m,
ber5arna kuning samai orange, tersusun sedikit ber#ungkai melingkari u#ung
tangkai yang men#ulang keatas sean#ang sekitar +$!($$&m.
'
d. Akar
Lidah buaya memunyai sistem erakaran yang sangat endek dengan akar
serabut yang an#angnya bisa men&aai )$!4$&m.
2.1.2 Kandungan Kimia Lidah Buaya
Lidah Buaya memunyai kandungan 8at gi8i yang dierlukan tubuh
dengan &uku lengka, yaitu vitamin A, B
(
, B
*
, B
)
, b
(*
, 9, :, 9holine,asam amino,
;nositol dan asam folat. Kandungan mineralnya antara lain terdiri dari , kalsium
(9a), magnesium (Mg), otassium (K), sodium (3a), besi (1e), 8in& (<n), dan
kromium (9r). Beberaa unsur vitamin dan mineral tersebut daat berfungsi
sebagai embentuk antioksidan alami, seerti vitamin 9, vitamin :, vitamin A,
magnesium dan 8in&. Antioksidan ini berguna untuk men&egah enuaan dini,
serangan #antung, dan berbagai enyakit degeneratif. .aun lidah buaya segar
mengandung en8im amilase, selulosa, &arbo=yetidase, dll. -elain itu, lidah
buaya #uga mengandung se#umlah asam amino arginin, asaragin, asam asartat,
alanin, serin. valin, glutamate, treonin, glisin, lisin, rolin, hisudin, leusin, dan
isoleusin. ("usat "erlebahan Aiari "ramuka, *$$)).
2.1.3 Ef! "arma!ologi Lidah Buaya
Manfaat Lidah Buaya 4ntuk Kesehatan >ambut dan Kulit Keala
untuk menyuburkan rambut dengan &ara memotong daunnya kemudian
mengoleskan getah yang keluar (eksudat) langsung di kulit keala se&ara berkala.
-etelah itu baru dibersihkan dan dibilas
Khasiat Lidah Buaya -ebagai Anti 0ksidan
Lidah buaya daat di manfaatkan sebagai anti 0ksidan sehingga daat
meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu men&egah enyakit degeneratif.
Manfaat Lidah Buaya 4ntuk "enyembuhan Luka
lidah buaya membantu untuk mengembalikan #aringan kulit yang luka. 4ntuk
kegunaan ini biasanya dengan menggunakan gel lidah buaya yaitu bagian
berlendir yang dieroleh dengan menyayat bagian dalam daun setelah eksudat
dikeluarkan, yang #uga digunakan untuk membantu mengatasi masalah eksternal
?
seerti masalah ada kulit, mulai dari luka bakar, #era5at hingga masalah kulit
akibat gigitan serangga
Khasiat Lidah Buaya -ebagai Antiinflamasi
Lidah buaya daat membantu mengatasi luka bakar, digigit serangga atau masalah
en&ernaan. 7al ini bisa dieroleh dengan &ara meminum lidah buaya sebagai
engobatan se&ara internal. @us lidah buaya dier&aya daat membantu men&egah
konstiasi dan melan&arkan saluran en&ernaan. Minuman ini dibuat dari gel yang
dihasilkan oleh lidah buaya.
Manfaat Lidah Buaya -ebagai Bahan Ke&antikan
lidah buaya banyak diergunakan ada berbagai roduk kosmetik, seerti krim,
lotion, atau sabun. Kandungan lidah buaya di dalam roduk kosmetik tersebut
membantu meningkatkan kadar oksigen yang beArguna bagi kulit, membantu
menguatkan #aringan kulit sehingga tidak mengendur, serta membantu
men&egahenuaan dini.
2.2 E!#$ra!#i
:kstraksi adalah kegiatan enarikan kandungan kimia yang daat larut
sehingga terisah dari bahan yang tidak daat larut dengan elarut &air. -imlisia
yang diekstrak mengandung senya5a aktif yang daat larut dalam elarutnya dan
senya5a yang tidak daat larut seerti serat, karbohidrat, rotein dan lain!lain
(.eKes >;, *$$$) atau ekstraksi #uga bisa disebut sebagai suatu roses
emisahan dengan hasil berua adatan atau &airan. "roses ini diran&ang untuk
mengurangi dan meningkatkan konsentrasi komonen didalam suatu aliran (:arle,
(%B*). -edangkan menurut (7arbone, (%%') ekstraksi meruakan isolasi senya5a
yang terdaat dalam &amuran larutan atau adat dengan elarut yang &o&ok.
Metode ekstraksi terbagi men#adi * metode, yang ertama adalah &ara
dingin, terdiri dari maserasi dan erkolasi dan &ara anas terdiri dari refluk, so=let,
digesti, infus dan dekok. Maserasi adalah roses engekstrakan simlisia dengan
menggunakan elarut dengan beberaa kali engo&okan atau engadukan ada
temeratur ruangan (kamar). -e&ara teknologi termasuk ekstraksi dengan rinsi
metode en&aaian konsentrasi ada keseimbangan. Maserasi kinetik berarti
dilakukan engadukan yang kontinu (terus menerus). >emaserasi berarti
B
dilakukan engulangan enambahan elarut setelah dilakukan enyaringan
maserasi ertama dan seterusnya (.eKes >;, *$$$).
Keuntungan maserasi adalah &ara enger#aan dan eralatan yang
digunakan sederhana dan mudah diusahakan sedangkan kerugian maserasi adalah
enger#aannya lama dan enyariannya kurang semurna (.eKes >;, (%B').
2.3 %ranul Effervescent
2ranul effervescent meruakan granul atau serbuk kasar sekali
mengandung unsur obat dalam &amuran kering, biasanya terdiri dari natrium
bikarbonat, asam sitrat dan asam tartrat, bila ditambahkan dengan air asam dan
basanya bereaksi membebaskan karbondioksida sehingga menghasilkan buih.
Larutan dengan karbonat yang dihasilkan menutui rasa garam atau rasa lain yang
tidak diinginkan dari 8at obat atau granul effervescent adalah granul berbuih
dibuat dengan &ara komresi granul yang mengandung garam effervescent atau
bahan!bahan lain yang mamu meleaskan gas ketika ber&amur dengan air
(Ansel, (%B%).
2.3.1 M$od Pm&ua$an %ranul Effervescent
Effervescent daat diolah dengan memakai dua metode umum yaitu
metode basah dan metode kering. Langkah a5al menentukan formula yang teat
untuk sediaan yang akan menghasilkan embuihan yang efektif dan enggunaan
yang efisien dari asam dan basa yang tersedia, granul yang stabil dan roduk
yang nyaman rasanya serta man#ur (Ansel, (%B%).
Effervescent biasanya diolah dari suatu kombinasi asam sitrat dan asam
tartrat dariada hanya satu ma&am asam sa#a, karena enggunaan asam tunggal
akan menimbulkan kesukaran. @ika asam tartrat sebagai asam tunggal, granul yang
akan dihasilkan akan mudah kehilangan kekuatannya dan akan menggumal
(Ansel, (%B%).
2ranul effervescent memerlukan kondisi ker#a dan metode khusus dalam
embuatannya karena dalam granul ini terdaat dua bahan yang tidak daat
tersatukan yaitu garam natrium bikarbonat dan asam organik sebagai enghasil
karbondioksida. >eaksi kedua bahan ini akan dier&eat dengan adanya air, maka
%
dari itu granul effervescent selama er#alanannya mulai akhir roduksi samai ke
tangan asien tidak boleh sedikitun kontak dengan air. -elain itu suhu tinggi #uga
daat memer&eat erusakan bahan granul, sehingga #uga harus di#aga ada suhu
yang relatif rendah. Beberaa &ara embuatan granul effervescent antara lain ,
1' M$od %ranula#i Ba#ah
2ranul dibentuk dengan #alan mengikat serbuk dengan suatu erekat
sebagai engganti engomakan. Teknik ini membutuhkan larutan susensi atau
yang mengandung engikat yang biasanya ditambahkan &amuran serbuk, namun
demikian bahan engikat yang daat ditambahkan se&ara tersendiri (La&hman,
(%%4).
Meruakan metode yang tidak memerlukan sumber unsur enentu ada air
kristal asam sitrat, akan tetai boleh #uga ditambahkan kedalam elarut seerti
alkohol yang digunakan sebagai unsur elemba untuk membuat adonan bahan
yang lunak dan larutan untuk embuatan granul. Begitu &airan &uku
ditambahkan (sebagian) untuk mengolah adonan ada keadatannya yang teat,
baru granul diolah dan dikeringkan (Ansel, (%B%).
2ranulasi basah memiliki keuntungan dan kekurangan (Agoes, *$$')
antara lain sebagai berikut ,
(. Keuntungannya ,
a) Meningkatkan fluiditas dan komaktibilitas
b) Mengurangi debu
&) "embasahan granul sesuai untuk homogenitas sediaan dosis rendah
d) Meningkatkan keterbasahan serbuk melalui hidrofilisasi (granulasi basah)
e) Memungkinkan enanganan serbuk tana kehilangan kualitas &amuran
*. Kekurangannya ,
a) Taha embuatan sangat an#ang
b) Alat yang digunakan lebih banyak
&) Caktu lebih an#ang
d) Biaya lebih mahal
e) :nergi, ruangan dan staf elaksana yang digunakan lebih banyak
2' M$od %ranula#i Kring
($
Meruakan alternatif lain untuk granulasi dengan menghindarkan reaksi
effervescent adalah granulasi kering (slugging) dengan mesin komresi. 2ranul
dibentuk oleh elembaan atau enambahan bahan engikat kedalam &amuran
serbuk obat tetai dengan &ara memadatkan massa yang #umlahnya besar dari
&amuran serbuk dan setelah itu meme&ahkannya dan men#adikan e&ahan!
e&ahan kedalam granul yang lebih ke&il. Bahan aktif mauun engisi harus
memiliki sifat kohesif suaya massa yang #umlahnya besar daat dibentuk.
2.3.2 Kun$ungan dan Krugian %ranul Effervescent
Keuntungan yang dimiliki granul effervescent, antara lain ,
(. Memungkinkan enyiaan larutan dalam 5aktu seketika, yang mengandung
dosis yang teat.
*. >asa menyenangkan karena karbonasi membantu menutu rasa 8at aktif yang
tidak enak.
). Mudah menggunakannya karena granul dilarutkan terlebih dahulu dalam air
baru diminum.
4. Bentuk sediaan dengan dosis terukur yang teat.
+. -tabilitas lebih baik.
Kerugian yang terdaat ada granul effervescent, antara lain ,
1. Kesukaran untuk menghasilkan roduk yang stabil se&ara kimia.
2. Kelembaban udara selama embuatan roduk mungkin sudah &uku untuk
memulai reaktifitas effervescent.
3. Larutan harus benar!benar #ernih dan tentunya menimbulkan masalah untuk 8at
aktif yang tidak larut air.
Menurut (Ansel, (%B%), selain memerbaiki sifat aliran, bentuk granul
biasanya lebih stabil se&ara fisika dan kimia dari ada serbuknya. Menurut
(Doight, (%%+) syarat!syarat granul yang baik adalah sebagai berikut,
Memunyai bentuk dan 5arna yang sedaat mungkin homogen.
Memiliki distribusi butiran yang semit dan tidak lebih dari ($E
mengandung komonen berbentuk serbuk.
((
Memiliki daya alir yang baik.
Mudah han&ur dalam air.
Memiliki kekomakan mekanis yang memuaskan.
2.3.3 (a#il %ranul
Terdaat variabel!variabel formulasi dan roses yang harus dierhatikan
yang daat memengaruhi langkah!langkah ada embuatan granul, semua
variabel tersebut daat memengaruhi karakter dari granul yang dihasilkan
("arikh, (%%?). Beberaa sifat yang memengaruhi sifat dari granul diantaranya,
1' Bn$u! Par$i!l
Bentuk artikel meruakan arameter yang memunyai efek yang
signifikan ada sifat bulk dari serbuk, artikel yang berbentuk bola mengalir lebih
baik, kemasan lebih baik dan memunyai rasio ermukaan atau volume yang
lebih rendah. Melalui uraian linier dimensional (lebar, an#ang, tinggi) beberaa
data mengenai bentuk daat dieroleh, lebar biasanya menegaskan #arak antara
dua garis aralel yang memisahkan artikel, sedangkan an#ang adalah #arak
maksimum antara dua garis aralel yang menyatukan artikel dan meruakan
garis tegak lurus dengan lebar. Tinggi se&ara teknis meruakan sandaran artikel
dalam orientasinya ke yang untuk artikel yang sangat ke&il, karena untuk
melihatnya harus menggunakan mikrosko.
2' U!uran Par$i!l
"artikel dari serbuk obat mungkin berbentuk sangat kasar dengan ukuran
F ($.$$$ mikron atau ($ milimikron atau mungkin #uga sangat halus men&aai
ukuran kloidal, ( mikron atau lebih ke&il. "engukuran besar artikel dan besar
distibusi daat menggunakan standar atau kontrol sebagai embanding dan untuk
memeroleh informasi mengenai besar sistem engukuran daat digunakan
standar sebagai kalibrasi. -tandar yang digunakan harus berua artikel yang
sangat ideal dengan dera#at bentuk yang teatan memiliki distribusi besaran yang
terbatas. "enyesuaian dan engembangan yang terus!menerus dari metode
engukuran besaran daat diselesaikan untuk memastikan reabilitas,
reroduksibilitas dan sensitivitas dari metode engukuran. Beberaa faktor yang
(*
daat menentukan besar dan bentuk artikel adalah mikroskoik, sedimentasi,
ayakan, gaya elektrik, enyebaran &ahaya, sektoskoi korelasi foton.
3' Tgangan Prmu!aan Par$i!l
"engukuran umumnya dilakukan melalui ermeabilitas gas mauun
adsorsi. Teknik ermeabilitas gas tergantung dari engukuran ketahanan aliran
gas melalui ermukaan yang membungkus artikel. "engukuran yang lebih baik
atau akurat daat dilakukan dengan mengukur aliran gas dengan tekanan yang
dikurangi, tetai ketelitian masih belum daat dieroleh melalui adsorsi gas #ika
total area yang akan ditentukan menutui ori!ori yang halus. Adsorsi gas
dilakukan dengan &ara menematkan suatu samel serbuk dalam &a5an dan
mengeluarkan udara yang ada didalamnya.
)' Solu&ili$a#
-olubilitas bahan biasanya ditentukan melalui metode keseimbangan
kelarutan, dengan menggunakan larutan yang #enuh akan bahan. Larutan #enuh
tersebut dieroleh dengan menggerakkan kelebihan bahan dalam elarut dalam
5aktu yang dieran#ang, dan ada suhu yang teta, samai dieroleh
kesetimbangan tersebut. 1aktor!faktor yang daat memengaruhi solubilitas suatu
bahan adalah elarut itu sendiri, temeratur, sifat kristal dari bahan, ukuran
artikel, 7 dan enambahan bahan aditif.
*' Sifa$ Kri#$al dan Polimorfi#m
-uatu bahan mungkin terbentuk sebagai 8at yang tidak berbentuk tana
banyak keterbatasan struktur (amorf) atau sebagai artikel kristal dengan
keterbatasan struktur dan bentuk. Beberaa bahan mungkin lebih banyak bertahan
ada suatu bentuk kristal tergantung dari kondisi lingkungan seerti temeratur
dan tie elarut. "ada temeratur atau tekanan yang sesifik, lebih dari satu
olimorfisme daat terbentuk, namun hanya satu yang stabil se&ara
termodinamika. Akhirnya baik bentuk stabil mauun metastabil akan men#adi
lebih stabil bersamaan dengan ber#alannya 5aktu. "erbedaan bentuk kristal dari
suatu bahan se&ara umum berbeda ula dalam karakteristik fisika seerti
kelarutan, titik lebur, sifat otik dan elektrik, keraatan, kekerasan dan
stabilitasnya. "olimorfisme yang metastabil memunyai nilai solubilitas atau
()
kelarutan dan disolusi lebih tinggi dibandingkan dalam bentuk olimorfisme stabil
yang lebih resisten terhada degradasi se&ara kimia.
+' Bahan Ba!u
-elain bahan aktifnya yaitu ekstrak kental lidah buaya yang dieroleh
melalui roses maserasi, kemudian dikeringkan dengan molen dry sehingga
dieroleh serbuk ekstrak Lidah Buaya, bahan baku lainnya untuk roduk
effervescent adalah senya5a asam dan natrium bikarbonat.
Asam sitrat adalah salah satu asam tribasik hidroksil dikenal sebagai rasa
alamiah yang terdaat dalam buah!buahan bersama dengan vitamin 9 yang
berbentuk granula atau bubuk utih, tidak berbau dan berfungsi sebagai emberi
asam, serta &eat larut dalam air (kelarutan dalam air dingin lebih &eat).
Kelemahan asam sitrat adalah sifatnya yang sangat higroskois sehingga
memerlukan erhatian yang &uku dalam enyimanan (7indun, *$$4).
Asam tartrat meruakan asam yang biasa digunakan sebagai sumber asam
effervescent. Asam tartrat kelarutannya lebih baik dan lebih higroskois
dibandingkan asam sitrat (La&hman, (%%4).
3atrium Bikarbonat (3a790
)
) meruakan serbuk kristal ber5arna utih
yang memiliki rasa asin dan mamu menghasilkan karbondioksida. -enya5a
karbonat yang banyak digunakan dalam formulasi effervescent adalah garam
karbonat kering. Karena kemamuannya menghasilkan karbondioksida. -odium
bikarbonat sering disebut #uga dengan soda kue atau baking powder
(Mohrle,(%B%).
2.3.4 Bahan Tam&ahan ,alam %ranul Effervescent
Bahan tambahan daat berfungsi sebagai 8at emanis, 8at engikat, 8at
engisi, yaitu,
(. "emanis
"emanis digunakan untuk memberikan rasa yang enak ada mulut dan
menutui atau memerbaiki rasa obat yang kurang menyenangkan. Ma&am!
ma&am emanis yang sering digunakan adalah sukrosa, sakarin, asartame,
natrium siklamat, sorbitol dan manitol (Lieberman et al., (%B%).
<at yang digunakan untuk memaniskan suatu rearat. "emanis
ditambahkan untuk memberikan rasa yang enak ada mulut dan menutui atau
(4
memerbaiki rasa obat. "emanis yang memunyai eran enting dalam
engolahan makanan dan banyak terdaat ada tebu, bit dan kelaa koyor.
-ukrosa meruakan gula yang murah dan diroduksi dalam #umlah besar. -e&ara
komersial gula asir dibuat melalui roses enyulingan dan kristalisasi. -ukrosa
meruakan disakarida yang terdiri dari monosakarida glukosa dan fruktosa. "ada
embuatan siru, sukrosa dilarutkan dalam air dan dianaskan, sebagian sukrosa
akan terurai men#adi glukosa dan fruktosa, yang disebut gula invert
(7indun,*$$4)
*. "engikat
Bahan engikat adalah bahan yang digunakan untuk melekatkan bahan!
bahan lain se&ara bersamaan. 2om, gelatin dan amilum meruakan engikat dari
bahan alam tetai untuk embuatan granul effervescent dengan metode granulasi,
bahan!bahan tersebut biasanya tidak digunakan karena faktor kelarutan dan akan
meningkatkan residu. Bahan engikat kering seerti laktosa, dekstrosa dan
manitol daat digunakan, tetai kurang efektif karena enggunaannya harus dalam
konsentrasi yang tinggi. "engikat yang aling efektif dan banyak digunakan
adalah "oli Dinyl "irolidon ("D"), meruakan engikat dalam bentuk kering dan
diaktifasi dengan alkohol atau air atau dalam bentuk terlarut dalam air atau
hidroalkohol (Lieberman et al., (%B%).
). "engisi
Bahan engisi ditambahkan untuk meningkatkan volume dan massa
roduk. Bahan engisi untuk sediaan effervescent hanya dibutuhkan dalam #umlah
ke&il karena sudah mengandung asam dan karbonat dalam #umlah besar. Bahan
engisi yang biasa digunakan antara lain, laktosa, glukosa, maltodekstrin. Bahan
engisi banyak digunakan ada roses engolahan angan untuk melaisi
komonen enambahan &ita rasa, memer&eat roses engeringan dan men&egah
kerusakan akibat anas. -alah satu engisi yang sering digunakan adalah
maltodekstrin (Lieberman et al., (%B%).
Biasanya hanya dibutuhkan sedikit engisi karena 8at yang menghasilkan
effervescent sudah &uku besar. 3atrium Bikarbonat meruakan engisi yang
baik. "engisi lain adalah 3a. klorida, 3a. -ulfat dan 3a. Bikarbonat (7indun,
*$$4). Ada #uga &ontoh yang lain seerti laktosa monohidrat, laktosa anhidrat,
spray dried laktosa, star&h, manitol dan sorbitol, avi&el.
(+
2.3.5 Prformula#i
:kstrak lidah buaya adalah ekstrak kental yang dieroleh melalui roses
maserasi yang kemudian di molen dry sehingga dieroleh serbuk ekstrk lidah
buaya. 3atrium Bikarbonat mengandung tidak kurang dari %%,$E dan tidak lebih
dari ($$,+E 3a790
)
dihitung terhada 8at yang telah dikeringkan. "emerian
serbuk hablur utih, stabil diudara kering tetai dalam udara lembab se&ara
erlahan!lahan terurai. Larutan segar dalam air dingin, tana diko&ok, bersifat
basa terhada lakmus. Kebasaan bertambah #ika larutan dibiarkan digoyang kuat
atau dianaskan (.ekes, (%%+).
Asam tartrat yang dikeringkan diatas fosfor pentoksida ekat selama tiga
#am, mengandung tidak kurang dari %%,?E dan tidak lebih dari ($$,+E 9
)
7
'
0
'.
"emerian hablur, tidak ber5arna atau bening atau serbuk hablur halus samai
granul, 5arna utih, tidak berbau, rasa asam dan stabil diudara. -angat mudah
larut dalam air, dan mudah larut dalam etanol (.ekes, (%%+).
Asam sitrat berbentuk anhidrat atau mengandung satu molekul air hidrat.
Mengandung tidak kurang dari %%,+E dan tidak lebih dari ($$,+E 9
'
7
B
0
?
dihitung terhada 8at anhidrat. "emerian hablur bening atau tidak ber5arna atau
serbuk hablur granul samai halus, utih, tidak berbau atau raktis tidak berbau,
rasa sangat asam, bentuk hidrat mekar dalam udara kering. -angat mudah larut
dalam air dan mudah larut dalam etanol, serta sukar larut dalam eter ( 1; (D hal
4B ).
Manitol mengandung tidak kurang dari %',$E dan tidak lebih dari ($(,+E
9
'
7
(4
0
'
dihitung terhada 8at yang telah dikeringkan. "emerian serbuk hablur
atau granul mengalir bebas6utih6tidak berbau6rasa manis.Mudah larut dalam
air6larut dalam larutan basa6sukar larut dalam iridina6sangat sukar larut dalam
etanol6raktis tidak larut dalam eter. (1; (D hal +(%)
"olivinilirolidon emerian serbuk utih atau utih kekuningan, berbau
lemah atau tidak berbau, higroskoik. Mudah larut dalam etanol dan dalam air
(.ekes, (%%+).
3atrium ben8oat mengandung tidak kurang dari %%,$E 9
?
7
+
3a0
*
dihitung
terhada 8at anhidrat. "emerian 2ranul atau serbuk hablur,utih6tidak berbau atau
('
raktis tidak berbau6stabil di udara.Mudah larut dalam air,agak sukar larut dalam
etanol dan lebih mudah larut dalam etanol %$E (1; (D hal +B4).