Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

AKAR,BATANG,DAN DAUN









DISUSUN OLEH:
NAMA : MAJU LUBIS
NPM : E1D013125
CO.ASS : 1. AHMAD JOYO SUSINO
2. AGUS TAUFIK .H
DOSEN : ATRA ROMEIDA,Dr.Ir.,M.Si





PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2013



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap tumbuhan memiliki morfologi akar, batang , daun,serta bentuk modifikasinya
berbeda antara satu tumbuhan dengan tumbuhan yang lain.Akar, batang, dan daun merupakan
tiga organ dasar dari tumbuhan. Akar adalah bagian pokok di samping batang dan daun bagi
tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Batang merupakan bagian dari tumbuhan
yang amat penting, serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan
dengan sumbu tubuh tumbuhan. Sedangkan daun merupakan organ tumbuhan yang penting
sebab di daun tempat terjadinya proses fotosintesis yang dipancarkan oleh sinar matahari
untuk menghasilkan energi.Untuk mengidentifikasi suatu tumbuhan kita perlu mengetahui
morfologi akar,batang, daun serta mengetahui bentuk modifikasinya agar kita tidak salah
mengidentifikasi.


1.2 Tujuan
1. Mengenal akar,batang,dan daun serta bentuk metamorfosa dari akar,batang dan daun.
2. Mengenal bagian-bagian daun,bangun,ujung,pangkal tulang,toreh,tepi daging daun
dan duduk daun.
3. Mengenal susunan daun tunggal dan majemuk.



















BAB II
TINJAUAN PUSATAKA

Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mengkaji berbagai organ tumbuhan, baik bagian-
bagian, bentuk maupun fungsinya.
Secara klasik, tumbuhan terdiri dari tiga organ dasar:
Akar,
Batang, dan
Daun.
Organ-organ lain dapat digolongkan sebagai organ sekunder karena terbentuk dari modifikasi
organ dasar. Beberapa organ sekunder dapat disebut sebagai organ aksesori, karena
fungsinya tidak vital. Beberapa organ sekunder penting:
Bunga
Buah
Biji
Umbi
Tiga yang pertama disebut sebagai organ seksual karena mutlak diperlukan dalam reproduksi
seksual.
(Wikipedia)
Lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) dikenal juga dengan nama snake
plant,mother-in-laws tongue. Lidah mertua merupakan tumbuhan monokotil yaitu memiliki
akar serabut dan bagian akar terletak di ujung akar. Bentuk batang pipih, arah tumbuh batang
tegak, percabangan batang, dan berdasarkan panjang umurnya termasuk tanaman tahunan.
Berdasarkan susunannya lidah mertua yaitu termasuk daun tunggal, ujng daunnya
runcing (acutus) dan pangkal daunnya tumpul (obtutus).
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Sub kingdom : Tracheobionta (tumuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta ( menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (monokotil/berkeping satu)
Sub kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Agavaceae
Genus : Sansevieria
Spesies : Sansevieria
Rumput teki (Cyperus rotundus L) memiliki sistem perakaran yaitu akar serabut.
Memiliki banyak percabangan akar serta memilki rambut-rambut akar halus. Rumput teki
(Cyperus rotundus L) memiliki sifat batang rumput (calmus), bentuk batang segitiga,
membentuk umbi di pangkal batang, dan daun-daun terdapat di pangkal batang
Rumput teki (Cyperus rotundus L) memiliki susunan daun yaitu daun tunggal,
memiliki bangun daun perisai (pelitatus), ujung daunnya meruncing (accuminatus), pangkal
daun tumpul
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Famili :Cyperaceae
Genus :Cyperus
Spesies : Cyperus rotundus L.
Bayam duri ( Amaranthus spinosus ) memiliki sistem perakaran tunggang. Bayam duri
( Amaranthus spinosus ) memiliki sifat batang berkayu, bentuk batang bulat, sfat permukaan
batang licin,arah tumbuh batang tegak, percabangan monopodial
Bayam duri ( Amaranthus spinosus ) susunan daunnya daun tunggal (folium simplek),
bentuk helaian daunnya bundar (orbicularis), ujung daun tumpul (obtutus), pangkal daun
runcung (acutus), bentuk tulang daun daun penninervis, dan tepi daun berombak (rapandus)
Kingdom : Plantae ( tumbuhan )
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub kelas : Hamamelidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
Genus : Amaranthus
Spesies : Amaranthus spinosus L.
Kacang Tanah(Arachis hypogaea) memiliki sistem perakaran akar tunggang, dan merupakan
tanaman muda. Kacang Tanah(Arachis hypogaea) memiliki sifat batang berkayu, bentuk
batang bulat, dan arah pertumbuhan batang tegak.
Kacang Tanah(Arachis hypogaea)memiliki susunan daunnya yaitu dua helai daun tunggal,
bentuk daun bulat memanjang (oblongus), ujung daun meruncing (accuminatus), pangkal
daun tumpul (obtutus),,tepi daun bergerigi.
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Filum : Magnoliophyta
Super divisi : Spermatophyta
Kelas :Magnoliopsida
Ordo :Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Arachis
Species : Arachis hypogae)
Alang-alang (Imperata cylindrica) mempunyai sistem perakaran yaitu akar serabut.
Alang-alang (Imperata cylindrica) memiliki sifat batang berkayu, arah tumbuh batang tegak.
Alang-alang (Imperata cylindrica) memiliki susunan daun yaitu daun
majemuk,bangun daunnya pita (ligulatus). Alang-alang (Imperata cylindrica) tidak memiliki
daun yang lengkap kerena hanya memiliki upih daun (vagina) dan helaian daun
(lamina),memiliki ujung daun
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Divisio :Angiospermae(Spermatophyta)
Class :Monocotyledonae
Ordo :Poales(Glumiflorae)
Familia :Gramineae(Poaceae)
Genus :Imperata
Species : Imperata cylindrica
Sistem perakaran ubi kayu (Manihot utilisima) adalah akar tunggang. Ubi kayu
(Manihot utilisima) memiliki sifat batang berkayu dan arah tumbuh batang tegak. Ubi kayu
(Manihot utilisima) memiliki susunan daunnya yaitu daun tunggal (folium simplek), ujung
daun meruncing (accuminatus), pangkal daun meruncing (accuminatus), tulang daun menjari.
Kingdom : Plantae (Tumbuh-tumbuhan)
Divisio : Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Species : Manihot esculenta Crantz sin. Manihot utilisima
Randu (Ceiba petandra) memiliki sistem perakaran yaitu akar tunggang.,susunan
daunnya daun majemuk,susunan daun majemuknya menjari beranak daun tujuh. Memiliki
bangun daun memanjang (oblongus).
Daging daun (intervenium) bersifat seperti kertas (papyraceus). Susunan tulang-tulang
(nervatio) berbentuk bertulang menyirip (penninervis). Tepi daun (margo) berbentuk rata
(integer). Ujung daun (apex) bersifat meruncing (acuminatus). Pangkal daun (basis) berbentuk
meruncing (acuminatus). Permukaan daunnya bersifat licin suram (laevis opacus).
Kingdom :Plantae
Divisi :Spermatophyta
Class :Monocotyledoneae
Ordo :Malvales
Family :Bombacaceae
Genus :Ceiba
Spesies : Ceiba petandra
Kelor (Moringa oleifera) memiliki sistem perakaran yaitu akar tunggang. Kelor
(Moringa oleifera) memiliki susunan daun yaitu daun majemuk, susunan daun majemuknya
menyirip gasal rangkap tiga tidak sempurna, memiliki bentuk helaian daun bundar
(orbicularis), ujung daung tumpul ( obtutus), pangkal daun membulat (rotundus), dan tepi
daun rata. Permukaan luar kulit agak licin, dan permukaan dalam agak berserabut.
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Capparales
Famili : Moringaceae
Genus : Moringa
Spesies : Moringa oleifera





BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan
3.1.1 Alat
1.Alat tulis,Pensil Gambar
2.Kaca Pembesar (Lup)

3.1.2 Bahan
1.Lidah Mertua (Sanseviera)
2. Kunyit (Curcuma)
3.Teki (Cyperus rotundus)
4. Bayam Duri (Amaranthus spp.)
5.Kacang Tanah(Arachis hypogaea)
6.Alang-alang(Imperata cylindrica)
7.Ubi Kayu (Manihot utilisima)
8.Randu (Ceiba pentandra)
9.Kelor (Moringa oleifera)

3.2 Cara Kerja
1. Untuk semua preparat: Tulis dengan nama latin dari preparat hidup(Familia dan
Spesies).
2. Untuk Preparat 1,2,3,4,5,dan 6: Gambar Preparat secara lengkap (akar,batang ,daun)
dan beri keterangan pada bagian-bagiannya serta warnai gambar.
3. Lengkapi dengan keterangan:sifat batang,bentuk batang,sifat permukaan batang,arah
tumbuh batang,percabangan batang,arah tumbuh cabang,umur,system
perakaran,sebutkan bentuk modifikasi akar.
4. Untuk preparat 3,4,dan 5 : Gambar daun dan bagia-bagiannya dan berilah keterangan
dalam Bahasa Indonesia maupun Latin.Keterangan meliputi :a)
bangun,b)pangkal,c)ujung, d)pertulangan,e)toreh,f)tepi,g) daging,dan h) duduk daun
5. Untuk preparat 7,8,dan 9: Gambar daun majemuk tersebut dan beri keterangan
mengenai susunan daunnya serta Bahasa Indonesia dan Latinnya.






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Pengamatan
NO. Gambar Keterangan
1. Nama : Lidah Mertua (Sanseviera)
Daun : Tunggal
Sifat Batang:Modifikasi batang rimpang
Bentuk Batang:Berbuku-buku
Sifat Permukaan Batang:Berambut
Arah Tumbuh Batang:Tegak
Percabangan Batang:Monopodial
Arah Tumbuh Cabang:Mendatar
Umur:Tanaman Bienial
Sistem Perakaran:Serabut
Bentuk Modifikasi:Batang (Rimpang)
2. Nama : Kunyit (Curcuma)
Daun : Tunggal
Sifat Batang:Modifikasi batang rimpang
Bentuk Batang:Berbuku-buku
Sifat Permukaan Batang:Berambut
Arah Tumbuh Batang:Berbaring
Percabangan Batang:Monopodial
Arah Tumbuh Cabang:Tegak
Umur:Tanaman Bienial
Sistem Perakaran:Serabut
Bentuk Modifikasi:Batang (Rimpang)
3.

Nama : Teki (Cyperus rotundus)
Daun : Majemuk,menyirip
Sifat Batang:Rumput
Bentuk Batang:Segitiga
Sifat Permukaan Batang:Berambut
Arah Tumbuh Batang:Tegak Lurus
Percabangan Batang:Monopodial
Arah Tumbuh Cabang:Tegak
Umur:Tanaman muda
Sistem Perakaran:Serabut
Bentuk Modifikasi:Akar ringan
4. Nama : Bayam Duri (Amaranthus spp.)
Daun : Tunggal
Sifat Batang:Basah
Bentuk Batang:Bulat
Sifat Permukaan Batang:Beralur
Arah Tumbuh Batang:Tegak
Percabangan Batang:Sympodial
Arah Tumbuh Cabang:Condong ke Atas
Umur:Tanaman muda
Sistem Perakaran:Tunggang
Bentuk Modifikasi:Akar ringan
5. Nama : Kacang Tanah(Arachis hypogaea)
Daun : Tunggal
Sifat Batang:Berkayu
Bentuk Batang:Bulat
Sifat Permukaan Batang:Licin
Arah Tumbuh Batang:Tegak
Percabangan Batang:Dikothom
Arah Tumbuh Cabang:Condong ke Atas
Umur:Tanaman muda
Sistem Perakaran:Tunggang
Bentuk Modifikasi:Akar ringan
6. Nama : Alang-alang (Imperata cylindrical
Daun : Tunggal
Sifat Batang:Rumput
Bentuk Batang:Bulat
Sifat Permukaan Batang:Berambut
Arah Tumbuh Batang:Tegak
Percabangan Batang:Monopodial
Arah Tumbuh Cabang:Tegak lurus
Umur:Tanaman Muda
Sistem Perakaran:Serabut
Bentuk Modifikasi:Akar ringan
7. Nama : Ubi Kayu (Manihot utilisima)
Daun : Majemuk,menjari
Sifat Batang:Berkayu
Bentuk Batang:Berbuku-buku
Sifat Permukaan Batang:Licin
Arah Tumbuh Batang:Tegak
Percabangan Batang:Sympodial
Arah Tumbuh Cabang:Tegak
Umur:Tanaman Tahunan
Sistem Perakaran:Tunggang
Bentuk Modifikasi:akar(umbi)
8. Nama : Randu (Ceiba pentandra)
Daun : Majemuk,
Sifat Batang:Berkayu
Bentuk Batang:Bulat
Sifat Permukaan Batang:
Arah Tumbuh Batang:Tegak
Percabangan Batang:Sympodial
Arah Tumbuh Cabang:Condong ke Atas
Umur:Tanaman Tahunan
Sistem Perakaran:Tunggang

9. Nama : Kelor (Moringa oleifera)
Daun : Majemuk
Sifat Batang:Basah
Bentuk Batang:Bulat
Sifat Permukaan Batang:Licin
Arah Tumbuh Batang:Tegak
Percabangan Batang:sympodial
Arah Tumbuh Cabang:Condong ke Atas
Umur:Tanaman Bienal
Sistem Perakaran:Tunggang


4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan diatas kita ketahui bahwa tumbuhan memiliki
karakteristik yang berbeda-beda baik bentuk ,sifat ,fungsi dan bagian-bagian dari
akar,batang,serta daun.Batang dalam tumbuhan sangat penting sebagai alat tegak dan sebagai
alat transportasi makanan bagi tumbuhan.Batang monokotil dan Batang dikotil memiliki
perbedaan dalam segi bentuk,batang monokotil dari pangkal sampai ke ujung memiliki
diameter yang sama sedangkan batang tanaman dikotil dibagian bawahnya lebih besar dan
ke ujung semakin mengecil.
Lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain) dikenal juga dengan nama snake
plant,mother-in-laws tongue. Lidah mertua merupakan tumbuhan monokotil yaitu memiliki
akar serabut dan bagian akar terletak di ujung akar. Bentuk batang pipih, arah tumbuh batang
tegak, percabangan batang, dan berdasarkan panjang umurnya termasuk tanaman tahunan.
Berdasarkan susunannya lidah mertua yaitu termasuk daun tunggal, ujng daunnya
runcing (acutus) dan pangkal daunnya tumpul (obtutus).
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Sub kingdom : Tracheobionta (tumuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta ( menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (monokotil/berkeping satu)
Sub kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Agavaceae
Genus : Sansevieria
Spesies : Sansevieria
Rumput teki (Cyperus rotundus L) memiliki sistem perakaran yaitu akar serabut.
Memiliki banyak percabangan akar serta memilki rambut-rambut akar halus. Rumput teki
(Cyperus rotundus L) memiliki sifat batang rumput (calmus), bentuk batang segitiga,
membentuk umbi di pangkal batang, dan daun-daun terdapat di pangkal batang
Rumput teki (Cyperus rotundus L) memiliki susunan daun yaitu daun tunggal,
memiliki bangun daun perisai (pelitatus), ujung daunnya meruncing (accuminatus), pangkal
daun tumpul
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Famili :Cyperaceae
Genus :Cyperus
Spesies : Cyperus rotundus L.
Bayam duri ( Amaranthus spinosus ) memiliki sistem perakaran tunggang. Bayam duri
( Amaranthus spinosus ) memiliki sifat batang berkayu, bentuk batang bulat, sfat permukaan
batang licin,arah tumbuh batang tegak, percabangan monopodial
Bayam duri ( Amaranthus spinosus ) susunan daunnya daun tunggal (folium simplek),
bentuk helaian daunnya bundar (orbicularis), ujung daun tumpul (obtutus), pangkal daun
runcung (acutus), bentuk tulang daun daun penninervis, dan tepi daun berombak (rapandus)
Kingdom : Plantae ( tumbuhan )
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub kelas : Hamamelidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
Genus : Amaranthus
Spesies : Amaranthus spinosus L.
Kacang Tanah(Arachis hypogaea) memiliki sistem perakaran akar tunggang, dan merupakan
tanaman muda. Kacang Tanah(Arachis hypogaea) memiliki sifat batang berkayu, bentuk
batang bulat, dan arah pertumbuhan batang tegak.
Kacang Tanah(Arachis hypogaea)memiliki susunan daunnya yaitu dua helai daun tunggal,
bentuk daun bulat memanjang (oblongus), ujung daun meruncing (accuminatus), pangkal
daun tumpul (obtutus),,tepi daun bergerigi.
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Filum : Magnoliophyta
Super divisi : Spermatophyta
Kelas :Magnoliopsida
Ordo :Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Arachis
Species : Arachis hypogae)
Alang-alang (Imperata cylindrica) mempunyai sistem perakaran yaitu akar serabut.
Alang-alang (Imperata cylindrica) memiliki sifat batang berkayu, arah tumbuh batang tegak.
Alang-alang (Imperata cylindrica) memiliki susunan daun yaitu daun
majemuk,bangun daunnya pita (ligulatus). Alang-alang (Imperata cylindrica) tidak memiliki
daun yang lengkap kerena hanya memiliki upih daun (vagina) dan helaian daun
(lamina),memiliki ujung daun
Kingdom : Plantae (tumbuhan)
Divisio :Angiospermae(Spermatophyta)
Class :Monocotyledonae
Ordo :Poales(Glumiflorae)
Familia :Gramineae(Poaceae)
Genus :Imperata
Species : Imperata cylindrica
Sistem perakaran ubi kayu (Manihot utilisima) adalah akar tunggang. Ubi kayu
(Manihot utilisima) memiliki sifat batang berkayu dan arah tumbuh batang tegak. Ubi kayu
(Manihot utilisima) memiliki susunan daunnya yaitu daun tunggal (folium simplek), ujung
daun meruncing (accuminatus), pangkal daun meruncing (accuminatus), tulang daun menjari.
Kingdom : Plantae (Tumbuh-tumbuhan)
Divisio : Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
Subdivisio : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae (Biji berkeping dua)
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Species : Manihot esculenta Crantz sin. Manihot utilisima
Randu (Ceiba petandra) memiliki sistem perakaran yaitu akar tunggang.,susunan
daunnya daun majemuk,susunan daun majemuknya menjari beranak daun tujuh. Memiliki
bangun daun memanjang (oblongus).
Daging daun (intervenium) bersifat seperti kertas (papyraceus). Susunan tulang-tulang
(nervatio) berbentuk bertulang menyirip (penninervis). Tepi daun (margo) berbentuk rata
(integer). Ujung daun (apex) bersifat meruncing (acuminatus). Pangkal daun (basis) berbentuk
meruncing (acuminatus). Permukaan daunnya bersifat licin suram (laevis opacus).
Kingdom :Plantae
Divisi :Spermatophyta
Class :Monocotyledoneae
Ordo :Malvales
Family :Bombacaceae
Genus :Ceiba
Spesies : Ceiba petandra
Kelor (Moringa oleifera) memiliki sistem perakaran yaitu akar tunggang. Kelor
(Moringa oleifera) memiliki susunan daun yaitu daun majemuk, susunan daun majemuknya
menyirip gasal rangkap tiga tidak sempurna, memiliki bentuk helaian daun bundar
(orbicularis), ujung daung tumpul ( obtutus), pangkal daun membulat (rotundus), dan tepi
daun rata. Permukaan luar kulit agak licin, dan permukaan dalam agak berserabut.
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Capparales
Famili : Moringaceae
Genus : Moringa
Spesies : Moringa oleifera





BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini, maka diperoleh beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
1. Setiap tumbuhan memiliki morfologi akar,batang,daun, serta bentuk modifikasi yang
berbeda-beda antarasatu tumbuhan dengan tumbuhan yang lain.
2. Perbedaan morfologi tersebut mungkin disebabkan oleh jenis tumbuhan itu. Jenis
tumbuhan ada terbagi dua yaitu Monokotil dan Dikotil.
3. Tumbuhan Monokotil pada umumnya mempunyai batang yang dari pangkal sampai
ke ujung tidak ada perbedaan besarnya, dan memiliki sistem perakaran yaitu akar
serabut. Sedangkan tumbuhan dikotil pada umumnya mempunyai batang yang
dibagian bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin mengecil dan memiliki sistem
perakaran yaitu akar tunggang.
4. Daun terbagi atas dua berdasarkan susunannya yaitu Daun tunggal dan daun majemuk.
Daun tunggal adalah bila dalam satu tangkai daun hanya terdapat satu helaian daun
saja sedangkan daun majemuk terdapat lebih dari satu helaian.

5.2 Saran
Sebaiknya di dalam pelaksanaan praktikum ini waktu yang telah ditentukan digunakan
dengan sebaik-baiknya sehingga praktikum dapat berjalan dengan sesuai yang
diinginkan.Selain itu penggunaan lup atau kaca pembesar pun harus lebih cermat yang lebih
penting kehati-hatian dalam menggunakan alat-alat praktikum.Laboratorium juga
diperhatikan kebersihannya,serta para pratikan harus lebih aktif lagi agar semua preparat
dapat diamati.







DAFTAR PUSTAKA
Team Pengajar.2013.Buku PenuntunPraktikum Biologi .Bengkulu:UNIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Morfologi_tumbuhan
http://rifqisalafuddin.wordpress.com/2012/03/01/morfologi-tumbuhan-akar-batang-
daun/
http://www.pustakasekolah.com/macam-macam-daun-majemuk.html
http://azaywali.blogspot.com/2012/03/morfologi-daun-tunggal_14.html