Anda di halaman 1dari 3

Definisi Sarapan

Makan pagi atau sarapan merupakan makanan yang dimakan ketika pagi hari
sebelum kita beraktifitas, makanan itu terdiri dari makanan pokok serta lauk pauk
atau bisa juga makanan kudapan. Jumlah dari makanan yang dimakan ketika
sarapan/makan pagi adalah sekitar kurang lebih 1/3 dari makanan sehari.
Sarapan pagi merupakan makanan yang dimakan setiap pagi hari atau suatu
kegiatan yang penting dilakukan sebelum mengisi aktivitas yang lain setiap hari.
Sarapan dibutuhkan untuk mengisi lambung yang telah kosong selama 8 -10 jam
dan bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan konsentrasi belajar dan
kemampuan fisik.
Kebiasaan sarapan merupakan tingkah laku manusia atau kelompok manusia
dalam memenuhi kebutuhannya akan makan pagi yang meliputi sikap, kepercayaan,
dan pemilihan terhadap makanan. Kebiasaan ini meliputi sikap terhadap
makanan yaitu kecenderungan bertingkah laku terhadap makanan yang
didalamnya terkandung unsur suka atau tidak suka terhadap makanan,
kepercayaan terhadap makanan, diterima atau tidak untuk dilakukan dan
biasanya berkaitan dengan nilai-nilai budaya dan agama serta pemilihan
terhadap makanan yaitu macam makanan yang biasa dikonsumsi meliputi
susunan menu dan porsi untuk sarapan pagi (Khumaidi, 1994).

Manfaat Sarapan
Menurut Khomsan (2010) ada 2 manfaat yang diperoleh kalau seseorang
melakukan sarapan pagi, antara lain :
1. Sarapan pagi dapat menyediakan karbohidrat yang siap digunakan untuk
meningkatkan kadar gula darah. Dengan kadar gula darah yang terjamin normal,
maka gairah dan konsentrasi kerja bisa lebih baik sehingga berdampak positif untuk
meningkatkan produktifitas.
2. Pada dasarnya sarapan pagi akan memberikan kontribusi penting akan beberapa
zat gizi yang diperlukan tubuh seperti protein, lemak, vitamin dan mineral.
Ketersediaan zat gizi ini bermanfaat untuk berfungsinya proses fisiologis dalam
tubuh.
Seseorang yang tidak sarapan pagi, pastilah tubuh tidak berada dalam keadaan
yang cocok untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Hal ini dikarenakan tubuh akan
berusaha menaikkan kadar gula darah dengan mengambil cadangan glikogen, dan
jika ini habis, maka cadangan lemaklah yang diambil (Moehji, 2009)
Sarapan pagi termasuk dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang dalam pesan
kedelapan. Makan pagi dengan makanan yang beraneka ragam akan memenuhi
kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesegaran tubuh dan meningkatkan
produktifitas dalam bekerja. Pada anak-anak, makan pagi akan memudahkan
konsentrasi belajar sehingga prestasi belajar bisa lebih ditingkatkan (Soekirman,
2000).
Kerugian Tidak Sarapan Pagi
Seseorang tidak sarapan pagi berarti perutnya dalam keadaan kosong sejak makan
malam sebelumnya sampai makan siang nantinya. Bila tidak sarapan pagi maka
kadar gulanya akan menurun. Jika kondisi ini terjadi, maka tubuh akan berusaha
menaikkan kadar gula darah dengan mengambil cadangan glikogen. Dalam
keadaan seperti ini, tubuh pasti tidak berada dalam kondisi yang baik untuk
melakukan pekerjaan yang baik.
Selain itu, bila tidak sarapan pagi dapat menyebabkan konsentrasi belajar
berkurang, kecepatan bereaksi menurun tajam, sehingga kemampuan memecahkan
suatu masalah juga menjadi sangat menurun. Dengan demikian prestasi belajar juga
ikut menurun. (Khomsan, 2010).
Kebiasaan Sarapan Mahasiswa
Mahasiswa merupakan sekelompok individu yang termasuk dalam periode remaja
dan dewasa muda. Menurut Suhardjo (1989), pada umumnya remaja mempunyai
kebiasaan makan yang kurang baik. Beberapa remaja khususnya remaja putri sering
mengonsumsi makanan dalam jumlah yang tidak seimbang dibandingkan dengan
kebutuhannya karena takut mengalami kegemukan. Hurlock (1980) juga
menunjukan bahwa remaja suka skali jajan makanan ringan terutama kue-kue yang
manis.
Hasil penelitian Jelinic, Nola, dan Matanic(2008) menyebutkan bahwa tinggal sendiri
atau indekos membuat mahasiswa lebih tidak terbiasa untuk melakukan kebiasaan
sarapan. Sarapan merupakan kebiasaan yang paling sering dilewatkan mahasiswa
dibandingkan dengan kebiasaan makan siang dan makan malam(Phujiyanti, 2004).

Daftar pustaka(maap gak urut)

Soekirman. 2000. Ilmu Gizi dan Aplikasinya. Jakarta: Direktorat Jenderal.
Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional
Khomsan A. (2010). Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Jakarta: PT. Raja grafindo
Persada.
Moehji S. (2009). Ilmu Gizi 2 Penanggulangan Gizi Buruk. Jakarta, Papas Sinar
Khumaidi, M, 1994. Gizi Masyarakat. Penerbit BPK Gunung Mulia, Jakarta
Hurlock, E.1980. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang
Kehidupan.Jakarta: Erlangga.
Suhardjo. 1989. Sosio Budaya Gizi. Bogor: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Pangan
dan Gizi, IPB.
Phujiyanti Y. 2004. Identifikasi gaya Hidup dan Kebiasaan makan Mahasiswa IPB
[skripsi]. Bogor. Fakultas Pertanian, Institut pertanian Bogor.
Jelinic, J. D., Nola, I. A., & Matanic, D. 2008. Living or Away from Home-impact on
Students Eating Habits. Materia Socio Medica, 20 (4), 204-208.