Anda di halaman 1dari 6

Pada 1 Januari 2010, PT. Besar membayar Rp. 70.000 untuk kepemilikan sebesar 10% PT. Kecil.

Pada tanggal tersebut PT. Kecil memiliki Nilai Buku Rp. 600.000. Peralatan yang dimiliki PT. Kecil (umur
ekonomis 5 tahun) mengalami undervalued sebesar Rp. 100.000. Saham PT. Kecil jarang sekali
diperjualbelikan oleh pemegang sahamnya. Karena Nilai Wajar tidak tersedia secara sewaktu-waktu,
maka akun investasi dicatat dengan metoda kos.
Pada Januari 2011, PT. Besar membeli lagi saham PT. Kecil sebanyak 30% dengan harga Rp.
264.000. Pembelian yang kedua ini membuat PT. Besar mampu memberikan pengaruh yang signifikan,
sehingga sekarang dia menggunakan metoda ekuitas. Pada saat transaksi ini terjadi, peralatan PT. Kecil
mempunyai umur ekonomis 4 tahun dan undervalue sebesar Rp. 80.000.
Selama dua tahun ini, PT. Kecil melaporkan hasil operasional sebagai berikut:

Tahun Laba Bersih Dividen Dibayarkan
2010 Rp. 210.000 Rp. 110.000
2011 Rp. 250.000 Rp. 100.000

Info tambahan:
Dividen selalu dibayarkan tanggal 1 Juli setiap tahun
Goodwill selalu dianggap memiliki umur tak terbatas

Diminta:
a. Berapa pendapatan yang pada awalnya dilaporkan PT. Besar tahun 2010 terkait dengan investasi ini
b. Buatlah Pelaporan Keuangan komparatif 2010 dan 2011 PT. Besar

Bagian II
Tahun 2012, PT Kecil melaporkan pendapatan dari operasi berkelanjutan Rp. 400.000, ditambah dengan
Rp. 60.000 dari pendapatan luar biasa. Perusahaan ini membayar dividen kas Rp. 120.000. Selama tahun
ini, PT. Besar menjual persediaan barang dagangan ke PT. Kecil dengan harga Rp. 100.000 (kos: Rp.
80.000). PT Kecil pada akhir tahun masih menyimpan 30% dari barang dagangan ini (belumt terjual). PT.
Besar tetap menjaga kepemilikan sebesar 40% PT. Kecil selama tahun ini.

Diminta:
Buat jurnal yang diperlukan oleh PT. Besar selama 2012.



Berikut ini adalah saldo akun-akun dari PT. Miller dan PT. Richmond tanggal 31 Desember.



PT. Miller PT. Richmond PT. Richmond

Nilai Buku Nilai Buku Nilai Wajar
Kas 600.000,0 200.000,0 200.000,0
Piutang Dagang 900.000 300.000 290.000,0
Persediaan 1.100.000 600.000 820.000,0
Gedung dan Peralatan (bersih) 9.000.000 800.000 900.000,0
Teknologi belum terpantenkan

500.000
R&D dalam proses

100.000
Utang Dagang (400.000) (200.000) (200.000)
Utang Wesel (3.400.000) (1.100.000) (1.100.000)
Total 7.800.000 600.000 1.510.000
Modal saham Rp.20 nilai par (2.000.000)

Modal saham Rp. 5 nilai par (220.000)

Tambahan Modal disetor (900.000) (100.000)

Laba Ditahan, awal (2.300.000) (130.000)

Pendapatan (6.000.000) (900.000)

Biaya 3.400.000 750.000

Info tambahan:
pada 31 Desember, Miller mengeluarkan 50.000 lembar saham dengan nilai pari Rp. 20 untuk
membeli semua saham yang beredar dari PT. Richmond.
sebagai bagian dari perjanjian akuisisi, Miller akan membayar pemilik Richmond sebesar Rp.
250.000 jika target laba tercapai dalam waktu tiga tahun mendatang. Setelah dihiting nilai
sekarang dari kontijensi ini adalah Rp. 100.000
dalam proses kombinasi ini, Miller mengeluarkan biaya Rp. 10.000 untuk pengeluaran saham,
dan Rp. 20.000 untuk jasa akuntansi dan hukum.

Diminta:
a. Nilai wajar saham Miller Rp. 32 per lembar. Menggunakan metoda akuisisi:
o buat jurnal yang diperlukan, jika setelah akuisisi ini Richmond dibubarkan oleh Miller
o jika Richmond dipertahankan sebagai entitas legal, buat jurnal dan laporan konsolidasian
b. Jika saham Miller mempunyai nilai wajar Rp. 26 per lembar, tunjukkan perbedaan saldo konsolidasian
dengan perhitungan dari poin a.



Pada 1 Januari 2011, PT. Atas membeli semua saham beredar PT. Bawah dengan kas Rp.
842.000. Pada tanggal tersebut, satu dari bangunan PT. Bawah dinilai terlalu rendah sebesar Rp. 72.000,
dengan sisa umur ekonomis 12 tahun. Peralatan, dengan umur ekonomis 10 tahun, juga dinilai terlalu
rendah sebesar Rp. 10.000. Nilai buku asset dan liabilitas PT. Bawah yang lain sama dengan nilai
wajarnya, kecuali untuk perjanjian lisensi (yang tidak tercatat di laporan keuangan) dengan nilai Rp.
40.000 dengan umur ekonomis 20 tahun. Nilai buku PT. Bawah pada tanggal akuisisi adalah Rp. 270.000.
Selama 2011, PT Bawah melaporkan laba bersih Rp. 100.000 dan membayarkan Rp. 30.000
dividen. Tahun 2012, Rp. 120.000 laba bersih, dan dividen Rp. 20.000. Pada 31 Desember 2013
melaporkan saldo akun-akun tertentu sebagai berikut:


PT Atas PT Bawah
Debit Kredit Debit Kredit
Gedung 1.540.000 460.000

Kas dan Piutang Dagang 50.000 90.000

Modal Saham

900.000

400.000
Dividen Dibayarkan 70.000 10.000

Peralatan 280.000 200.000

Kos Barang Terjual 500.000 120.000

Biaya Depresiasi 100.000 60.000

Persediaan 280.000 260.000

Tanah 330.000 250.000

Liabilitas

480.000

260.000
Laba Ditahan, awal

1.360.000

490.000
Pendapatan

900.000

300.000

Diminta:
a. Jika PT. Atas menggunakan metoda ekuitas, berapa saldo akun investasinya pada 31 Desember 2013
b. Jika PT. Atas menggunakan metoda nilai awal, berapa saldo akun investasinya pada 31 Desember
2013 ?
c. Tanpa memandang metoda yang digunakan oleh PT. Atas, berapa saldo konsolidasian untuk akun-
akun dibawah ini pada 31 Desember 2013?
Gedung Pendapatan
Peralatan Laba Bersih
Tanah Investasi di PT Bawah
Biaya Depresiasi Dividen dibayar
Biaya Amortisasi Kos Barang Terjual

d. Buat jurnal lembar kerja yang diperlukan pada 31 Desember 2013, untuk mengkonsolidasi laporan
keuangan kedua perusahaan ini. Asumsikan PT. Atas menggunakan metoda ekuitas.
e. Perubahan apa yang perlu dilakukan pada jurnal d jika metoda yang digunakan adalah nilai awal



Pada 1 Januari 2009, PT. Ayah membeli 80% saham PT. Anak dengan harga Rp. 425.000. Pada tanggal
tersebut nilai wajar 20% KNP adalah Rp. 102.500. Pada tanggal itu juga dilaporkan, ekuitas pemegang
saham PT. Anak adalah Rp. 400.000, dengan rincian Rp. 100.000 untuk modal saham, dan Rp. 300.000
untuk laba ditahan. Dalam penentuan harga penawaran, PT. Ayah membuat penilaian asset sebagai
berikut:
Bangunan (Umur ekonomis 8 tahun) undervalued Rp. 20.000
Tanah undervalued Rp. 50.000
Peralatan (Umur ekonomis 5 tahun) undervalued Rp. 12.500
Perjanjian Royalty ((Umur ekonomis 20 tahun) tidak tercatat, nilai Rp. 30.000

Pada 31 Desember 2013 neraca percobaan sebagai berikut:

PT Ayah PT. Anak
Aset Lancar 605.000 280.000
Investasi di PT. Matahari 425.000 -
Tanah 200.000 300.000
Gedung (netto) 640.000 290.000
Peralatan (netto) 380.000 160.000
Biaya 550.000 190.000
Dividen 90.000 20.000
Total Debit 2.890.000 1.240.000

Liabilitas 910.000 300.000
Modal Saham 480.000 100.000
Laba Ditahan, awal 704.000 480.000
Penerimaan 780.000 360.000
Pendapatan dividen 16.000 -
Total Kredit 2.890.000 1.240.000


Angka-angka diatas sudah termasuk Rp. 20.000 utang PT. Anak kepada PT. Ayah. Tidak ada penurunan
nilai Goodwill sejak akuisisi.

Diminta:
a. Hitung saldo-saldo akun konsolidasian
b. Buat jurnal di lembar kerja untuk mengkonsolidasi neraca percobaan kedua perusahaan ini tahun
2013
c. Asumsikan bahwa nilai wajar KNP pada tanggal akuisisi adalah Rp. 112.500. Saldo akun apa yang
berubah


Pada tanggal 1 Januari 2009, PT. Desi membeli 80% saham PT. Bunga sebesar Rp. 594.000 secara kas.
Nilai buku PT. Bunga pada saat itu Rp. 610.000 dan Nilai Wajar KNP Rp. 148.500. PT. Bunga juga memiliki
sebuah trademark (sisa umur 10 tahun), yang meskipun tidak tercatat dalam laporan keuangan
perusahaan tersebut, memiliki Nilai Wajar Rp. 75.000. Nilai Buku asset yang lain kurang lebih
mencerminkan Nilai Wajarnya.

PT. Desi membeli PT. Bunga dengan tujuan agar perusahaan anak ini mampu mensuplai komponen-
komponen untuk kepentingan produksi PT. Desi (upstream). Berikut catatan penjualan persediaan ke PT.
Desi:
Tahun Kos bagi Harga Tingkat Persediaan
PT Bunga Transfer Laba akhir


Kotor

2009 100.000 140.000 28,6% 20.000
2010 100.000 150.000 33,3% 30.000
2011 120.000 160.000 25,0% 68.000


PT. Desi selalu memproses terlebih dahulu persediaan akhir di proses produksi tahun berikutnya (FIFO).

Pada tanggal 1 Januari 2010, PT. Desi menjual ke PT. Bunga beberapa peralatan yang memiliki sisa umur
10 tahun dan didepresiasi menggunakan metode garis lurus tanpa nilai sisa. Peralatan ini dijual dengan
harga Rp. 80.000. Desi dulu membelinya dengan kos Rp. 100.000 dan memiliki nilai buku Rp. 44.000
pada saat transaksi terjadi.

Pada tanggal 1 Januari 2011, PT. Desi menjual tanah ke PT. Bungan dengan harga Rp. 50.000 (nilai
wajar). Kos tanah ini Rp. 22.000. Sampai akhir tahun 2011, PT. Bunga belum membayar tanah ini.

Berikut adalah pelaporan keuangan untuk PT. Desi dan PT. Bunga pada tanggal 31 Desember 2011. PT.
Desi menggunakan metoda Ekuitas untuk mencatat investasi ini.


PT. DESI PT. BUNGA
Penjualan (900.000) (500.000)
KBT 598.000 300.000
Biaya operasional 210.000 80.000
Untung penjualan tanah (28.000) -
Pendapatan PT. Bunga (60.000) -
Laba Bersih (180.000) (120.000)
Laba Ditahan, awal (620.000) (430.000)
Laba Bersih (180.000) (120.000)
Dividen dibayarkan 55.000 50.000
Laba Ditahan, akhir (745.000) (500.000)
Kas dan Piutang Dagang 348.000 410.000
Persediaan 430.400 190.000
Investasi di PT. Bunga 737.600 -
Tanah 454.000 280.000
Peralatan 270.000 190.000
Depresiasi Akumulasian (180.000) (50.000)
Aset Total 2.060.000 1.020.000
Liabilitas (715.000) (120.000)
Modal Saham (600.000) (400.000)
Laba Ditahan, akhir (745.000) (500.000)
Liabilitas dan Ekuitas Total (2.060.000) (1.020.000)

Diminta:
a. Berapa peningkatan Nilai Buku PT. Bunga selama periode 1 Januari 2009 sampai 31 Desember 2010
b. Selama tahun pertama setelah akuisisi, berapa biaya amortisasi tahunan yang dicatat dalam
hubungannya dengan selisih lebih antara Nilai Wajar dan Nilai Buku pada saat tanggal akuisisi?
c. Berapa Laba Kotor Belum Terealisasi yang muncul di persediaan perusahaan induk pada awal dan
akhir tahun 2011
d. Telah terjadi transfer peralatan antar perusahaan. Berapa tambahan depresiasi dicatat 2011 karena
transaksi ini?
e. Perusahaan induk melaporkan Pendapatan dari PT. Bunga sebesar Rp. 60.000 tahun 2011. Bagaimana
angka ini dihitung?
f. Buat LK konsolidasian
g. Buat Jurnal yang diperlukan di lembar kerja pada 31 Desember 2011, dengan adanya transfer
persediaan, tanah, dan peralatan.